Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chaptet 126 - Menyamar untuk Mencari Informasi Penting


__ADS_3

Yuuna dan Shizen saat ini sedang menunggu kedatangan Rxeonal, sepertinya dia masih belum pulang juga dari semesta Zuutouri. Menghabiskan waktu satu jam untuk Rxeonal pulang dengan ekspresi yang terlihat kesal, Shizen dan Yuuna segera membawakan minuman serta makanan untuk Rxeonal karena mereka menyamar menjadi seorang pembantu.


"Bangsa Legenda sialan...! Terkutuk kalian bangsa Legenda...!!!" Rxeonal segera menghancurkan meja makan-nya serta makanan dan minuman yang disediakan oleh Yuuna dan Shizen.


Shizen sudah bisa menebak bahwa Rxeonal pasti akan melakukan tindakan itu karena setiap dia pulang, amarah mulai mempengaruhi dirinya. Yuuna awalnya kaget ketika Rxeonal mengamuk tetapi mau tidak mau mereka harus membawa meja yang baru dan menyediakan makan malam yang baru.


Einz datang menghampiri-nya dan mulai menenangkan dirinya, "Sepertinya sesuatu yang buruk terjadi tuan-ku, maukah kau menceritakan-nya padaku?"


"Legenda legendaris yang bernama Korrina Comi itu memang jauh melebihi imajinasi-ku, dia sangatlah kuat... Bahkan tubuh abadi-ku ini masih bisa merasakan kesakitan serta api suci yang mencoba untuk menghapus eksistensi diriku." Kata Rxeonal.


Shizen dan Yuuna hanya bisa menunggu di depan pintu masuk sambil mendengarkan semua keluhan yang Rxeonal katakan, ia terus membicarakan tentang Korrina, Selvia, dan Haruka selama berjam-jam sampai Yuuna tertidur sambil berdiri karena apa yang Rxeonal bicarakan itu terdengar membosankan sampai ia tertidur dengan pulas.


"Oi..." Shizen menepuk bahu Yuuna untuk membangunkan-nya dan ia segera bangun lalu menatap Shizen dengan ekspresi yang terlihat malu.


"Maaf..." Yuuna mulai menggunakan telepati untuk berbicara dengan Shizen.


"Aku tahu tugas menyamar ini sangat membosankan tetapi kita mampu mengetahui informasi tentang yang akan Rxeonal rencanakan bersama pasukan-nya dalam perang antar semesta nanti, resiko-nya itu bukan membosankan tetapi kita mendatangkan kematian itu sendirian..." Ungkap Shizen dengan menggunakan telepati.


Yuuna mengangguk pelan, "Aku malah menyesal untuk menerima tugas ini dari Korrina..."


"Aku juga, tetapi Korrina pasti akan memberikan sesuatu yang istimewa untuk kita berdua karena sudah berani untuk menanggung resiko dalam menjalankan tugas ini."


Setelah menghabiskan beberapa jam lagi, Rxeonal mulai mengganti topik pembicaraan, kali ini ia mulai membicarakan Mortem yang pergi mengunjungi berbagai dimensi untuk merekrut beberapa pasukan dari dimensi yang berbeda karena dia sudah memiliki firasat buruk bahwa tujuan-nya akan gagal karena Haruka.


Kemenangan perang antar semesta saat ini masih belum bisa ditentukan siapa pemenang-nya karena kedua belah pihak memiliki pasukan yang sama seimbang-nya, Yuuna dan Shizen segera mendekat untuk membersihkan makanan yang baru saja dihabiskan oleh Rxeonal sambil mendengarkan pembicaraan Einz dan Rxeonal.


Shizen mendapatkan informasi lain-nya, contohnya seperti dirinya yang berhasil mendapatkan darah Mimesis serta Einz juga mulai memberitahu Rxeonal bahwa ia telah berhasil menciptakan sebuah sihir yang ia tulis di dalam buku sihir buatan-nya.


"Kau dapat menciptakan sihir...?"


"Ya, dengan syarat aku harus menggunakan buka sihir yang kosong lalu menulis sihir-ku di dalam buku tersebut sampai sihir-ku benar-benar berhasil." Einz mengambil sebuah buku yang terlihat sama seperti Grimoire tetapi buku itu tidak kotor atau kuno melainkan buku itu terlihat seperti buku biasa dengan partikel hitam yang menyelimuti-nya.

__ADS_1


"Sihir yang aku ciptakan ini sangat berguna untuk menciptakan pasukan yang baru dengan mengubah ras lain menjadi salah satu dari kita, sihir ini bisa aku ciptakan berkat dua ramuan yang aku campurkan menjadi satu lalu menuangkan-nya di buku ini." Einz mulai mengambil sebuah katak bermata tiga lalu ia membuka lebar buku tersebut.


"Change!" Seru Einz sampai katak itu mulai diselimuti dengan partikel hitam lalu mengubah dirinya menjadi katak iblis bermata tinggi yang memiliki tanduk panjang di bagian puncak kepala-nya.


Rxeonal, Yuuna, dan Shizen sama terkejut ketika melihat buku sihir itu mampu mengubah seekor katak menjadi iblis. Sepertinya Rxeonal menemukan rencana cemerlang yang baru yaitu dengan menggunakan buku sihir Einz maka ia bisa menculik beberapa ras dari berbagai semesta lalu mengubah mereka semua menjadi iblis agar mereka mau bekerja sama dengan-nya.


"Apakah sihir ini akan membuat seseorang yang berubah menjadi iblis menuruti perintah-ku...?" Tanya Rxeonal.


"Tentu saja, jika kau memegang buku ini dan merubah mereka semua maka mereka sudah pasti akan menganggap-mu sebagai raja mereka. Beruntungnya aku sudah memerintah beberapa pasukan-mu untuk mengumpulkan semua ras yang masih hidup dan bawa mereka ke sel penjara untuk merekrut beberapa pasukan dari ras yang berbeda tetapi terkutuk menjadi iblis.


"Kau memang yang terbaik, Einz!" Rxeonal mulai merasa senang sampai ia menepuk-nepuk punggung-nya.


"Dengan ini pasukan iblis kita akan memiliki kemampuan dan kecerdasan yang sama seperti ras lain-nya, kemenangan sudah pasti akan ada di tangan kita."


Shizen dan Yuuna mendengarkan banyak sekali informasi penting, Shizen mencoba untuk memperingati Korrina secepatnya sebelum seluruh pasukan iblis itu berhasil menculik semua ras yang ada.


"Yuuna, maukah kau menunggu dan mengalihkan pandangan mereka berdua...?" Tanya Shizen.


Shizen dengan cepat pergi menuju toilet lalu mengeluarkan sebuah alat yang dapat menghubungi Korrina, sebuah layar virtual muncul di depannya yang menunjukkan Korrina sedang menari tarian indonesia bersama Haruka.


"Maaf untuk mengganggu tetapi aku memiliki beberapa informasi penting." Ucap Shizen sampai mereka berdua mulai melihat layar virtual yang menunjukkan wajah Shizen.


"Wahhh! Ibliiiissssss!!! Mama! Ada setannnnn!" Haruka hampir saja menghancurkan alat yang menciptakan layar virtual itu tetapi Korrina menghentikannya dengan menggendong-nya, "Segera jelaskan kepadaku..."


"Dasar Haruka..." Ungkap Shizen.


***


Yuuna yang berada di ruangan itu sendirian mulai mendapatkan informasi penting lainnya tentang Mortem dimana ini saat ini sedang mengumpulkan seluruh pasukan dari dimensi yang berbeda contohnya [Stardust Realm], [Necromancer Realm], [Abyss Realm], [Chaos Realm], dan semua wilayah yang ada. Rxeonal saat ini sedang berbicara dengan Mortem melalui kristal merah yang menunjukkan wajah mereka.


"Sepertinya kita harus berjuang lebih keras lagi untuk mengumpulkan pasukan sebanyak-banyaknya... Haruka Ghifari dan Korrina Comi bukan apa-apanya jika kita mengumpulkan banyak pasukan yang dapat membuat mereka lelah, beruntung sekali aku menantang seorang dewa dan ia mau ikut bersama-ku untuk melaksanakan perang antar semesta." Ucap Mortem.

__ADS_1


"Kau bahkan membawa dewa...!? Itu hebat sekali."


"Ya... Aku bersama ilusi kembaran-ku berpencar untuk mengumpulkan pasukan kuat sebanyak-banyaknya, aku sekarang berada di semesta dimana para dewa dan dewi tinggal. Aku tidak menyangka bahwa beberapa dewa dan dewi ingin ikut bertarung contohnya dewa perang dan kehancuran..." Mortem tersenyum jahat.


Yuuna langsung terkejut dan berkeringat dingin ketika mendengar bahwa Mortem berhasil mengajak para dewa dan dewi untuk membantu mereka dalam perang antar semesta, sepertinya perang antar semesta ini akan berjalan dalam waktu yang cukup panjang jika para dewa-dewi ikut dan berada di pihak yang salah.


"Ini benar-benar buruk, Naoki... Mortem berhasil mengumpulkan beberapa pasukan dari berbagai dimensi dan wilayah sihir... Ia juga bahkan pergi ke semesta Kamitouri untuk mengajak beberapa dewa-dewi tertentu yang mau bekerja sama dengan-nya." Yuuna mulai menggunakan telepati-nya untuk berbicara dengan Shizen.


"Informasi di dengar, teruslah menggali informasi lebih dari Rxeonal---" Shizen melebarkan matanya ketika melihat seorang Legenda yang menghampiri wastafel untuk mencuci kedua lengan-nya, ketika ia menyalakan keran, keran itu malah mengeluarkan air darah.


"Agghhh... Malah tambah kotor, sialan!" Legenda itu mulai mengusap tangan-nya yang dikotori dengan darah menggunakan kulit naga.


Legenda yang berada di sebelah-nya terlihat cukup asing, ia melambangkan seseorang yang ia kenal sebelumnya. Shizen mencoba sekuat mungkin untuk tidak tertangkap basah dan terlihat mencurigakan karena Legenda satu ini memiliki kekuatan yang cukup besar serta esensi yang berbahaya.


"Apakah itu kau...? Shiratori Shira...? Kau terkena kutukan iblis... seperti Naoki...?" Ungkap Naoki yang mulai menatap Legenda yang terlihat persis seperti Shira.


Legenda itu mulai menyadari tatapan Shizen yang menatap dirinya dengan ekspresi yang terlihat serius, "Ahh... Baiklah, mari kita coba untuk berkenalan dengan dirimu, siapa nama-mu?" Tanya Legenda itu, ia mengulurkan lengan kanan-nya.


"Oni Zen, k-kau?"


"Shiratori Shiro, panggil saja dengan sebutan Shiro..." Shiro dan Shizen mulai berjabat tangan.


"Aku harus pergi untuk melaksanakan tugas secepatnya atau raja Rxeonal akan menghukum-ku." Shizen segera pergi meninggalkan ruangan itu dan ia mulai melapor kepada Korrina bahwa di Zuusuatouri terdapat seorang Legenda yang terlihat persis seperti Shira sendiri bahkan keberadaan-nya juga terasa sama persis.


***


Korrina terlihat terkejut ketika mendengar seorang Legenda yang bernama Shiratori Shiro, tetapi bukan hanya Korrina yang terkejut karena Haruka jauh lebih terkejut ketika mendengar nama tidak asing itu.


"Ternyata kau... tereinkarnasi juga ke dimensi asli ini ya...?" Ungkap Haruka.


"T-Tidak mungkin... Ini semua kesalahan-ku..." Kata Korrina.

__ADS_1


"...Itu artinya Shira memiliki sisi Eternal karena diriku!"


__ADS_2