Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 860 - Bibit dan Daun dalam Tanah


__ADS_3

Admon kembali membentuk tubuh aslinya, ia menatap Shinobu yang berbaring di atas tanah tanpa sedikit pun nyawa tersisa karena bagian organ pentingnya sudah direbut.


"Aku tidak menyangka akan semudah ini untuk melawan garis keturunan Shiratori yang sudah menguasai cahaya... mungkin karena kau belum menyatu dengan cahaya itu sendiri."


"Sesuai dengan rencana... aku sudah membunuhnya secara diam-diam, cobalah untuk menggunakan nyawa cadangan dari Neko Legenda..."


"...kau akan tetap kehilangan anggota tubuh dan organ yang sudah aku rebut menjadi balok lalu menghancurkannya." Admon memusnahkan balok yang menjebak semua organ yang ia curi di dalamnya.


"Yang tersisa hanya keempat pemberontakan dan juga penyihir yang ternyata berada di pihak mereka semua..." Admon melangkah ke depan.


Shinobu yang ikut bersama Ako selama ini adalah tanah liat yang ia ciptakan dengan mencabut rambut seseorang lalu menempelkannya sampai membentuk seseorang berdasarkan rambut dari DNA itu.


Admon sempat berubah menjadi tanah yang menempel di tubuh Shinobu asli sebagai noda, mematikan cahaya di rambutnya agar mereka bisa terus waspada dengan sekeliling.


Untungnya Admon mendapatkan keberuntungan karena panggilan alam itu, ketika Shinobu sibuk buang air kecil, dirinya diam-diam mencabut satu helai rambutnya untuk menciptakan tanah liat yang mengikuti Ako.


Tanah liat itu sekarang berada di jarak cukup jauh, ia bisa mengendalikannya untuk menyerang mereka tetapi ia perlu mengingat sesuatu yang penting bahwa membunuh mereka satu per satu pasti akan berjalan menguntungkan.


"Earth Manipulation ya... sungguh kuat, aku tidak menyangka kau bisa merebut anggota tubuh dan organ mereka sampai memasukkan ke dalam kubus..."


"...hampir seperti bangunan yang memerlukan fondasi untuk menyeimbangkan hal itu." Admon membulat kedua matanya ketika mendengar suara gadis yang tidak asing.


"Kemampuan seperti itu... memberi Koneko ilmu pengetahuan lainnya yang harus diterapkan, belajar dari kesalahan..."


"...setiap kesalahan dan kekalahan yang aku terima, semua itu akan menjadi keuntungan bagi Koneko yang memiliki tekad untuk bertahan hidup dan melihat semua misteri dunia ini."


"Kemampuan seperti itu... dapat aku lawan balik dengan Golden Sunshine."


"Dengan sumber cahaya dari tubuh dan rambutku... semua daun emas yang aku ciptakan dapat berubah menjadi anggota tubuh yang sudah kau curi... bisa dibilang pemulihan regenerasi."


"Karena petunjuk yang kau berikan... dan akibat hampir terbunuh, kelihatannya... Koneko bisa terus berkembang." Shinobu menempelkan semua daun emas itu di bagian lukanya sampai membentuk kembali anggota tubuh yang dicuri itu.


"Dia bisa menciptakan anggota tubuhnya sendiri...!? Hanya dengan cahaya dan tumbuhan seperti daun...?" Ungkap Admon yang terlihat kaget karena ia tidak mengingat Shinji bisa menggunakan kekuatan penuh dari tanaman.


"Kau harus bisa membedakan garis keturunan antara Shinji dan Shukaku... Shukaku adalah kakek moyangku... dia mengikuti garis keturunan terhadap jalan para mortal!"


"Garis keturunan itu maju sampai kakek menikah seorang Neko Legenda yang memiliki kemahiran sihir terhadap tumbuhan, di situlah keturunan Shiratori berkembang menuju jalan yang berbeda."


"Ck!" Admon mencoba untuk melarikan diri tetapi Shinobu melancarkan beberapa pukulan mengenai tubuhnya yang berubah menjadi tanah sedikit demi sedikit.


Shinobu memasang tatapan serius ketika melihat setengah tubuhnya itu berubah menjadi tanah, mungkin pukulan yang tadi mengenai tanah itu bisa dibilang meleset karena ia mencoba untuk melarikan diri lagi.


Admon mencoba untuk masuk kembali ke dalam tanah tetapi ia dikejutkan dengan akar yang menarik semua tanah itu lalu menyatukannya kembali dengan tubuhnya itu.

__ADS_1


"Dia... menggabungkan semua tanah itu secara paksa dengan akar agar membentuk diriku kembali...?! Ternyata kemampuan [Golden Saviour] ini sungguh berbeda...!"


"Golden Saviour... ternyata itu yang dinamakan Shiratori pertama... ia yang menerima kekuatan dari cahaya emas dengan variasinya tersendiri ketika generasi maju sampai titik ini." Shinobu memasang tatapan serius.


Admon berpikir cepat dengan memotong kaki kanannya yang terjebak oleh akar itu lalu ia berhasil terlepas ke depan dengan kesempatan lain untuk bersatu kembali bersama daratan.


Shinobu hanya bisa diam ketika melihat Admon yang sudah masuk kembali ke dalam daratan, menyatu dengan tanah sampai ia hanya bisa berpikir lagi dan lagi untuk menemukan jalan kemungkinan.


"Dia memang gadis yang sangat cerdas... tidak bisa aku biarkan lepas begitu saja..."


"...akan aku tentukan waktu yang tepat untuk membunuhnya langsung, apakah dia sudah kehilangan satu nyawa sebelumnya atau ia berhasil selamat dari maut itu."


"Aku mendengarnya." Shinobu mulai berbicara karena pikirannya saat ini sudah ia bagi, yang satu berpikir dan yang satunya lagi untuk membantu dirinya mendengar isi pikiran seseorang di jarak yang ia batasi.


"... ...!?"


Admon membentuk kembali di belakang Shinobu lalu ia melancarkan satu pukulan yang mencoba untuk merebut balok di punggungnya tetapi Shinobu berhasil menahan serangan itu menggunakan ekornya.


"Individu apa yang bisa hidup dalam tanah...?" Tanya Shinobu yang mulai memasukkan partikel cahaya emas ke dalamnya sampai rambut emasnya itu menyinari wilayah di sekelilingnya.


"Tanah itu... memberikan diriku keuntungan sampai aku dapat menumbuhkan tumbuhan yang menghasilkan banyak daun emas!" Shinobu menghantam daratan menggunakan tinju emasnya.


Admon memasang tatapan kesal ketika melihat punggungnya menumbuhkan tumbuhan yang mengeluarkan banyak daun emas, ia juga bisa melihat partikel emas yang membentuk menjadi bibit sampai masuk ke dalam tanah.


"Kau akan menerima akibatnya, Shinobu Koneko... melanggar hukum dewa sampai menyebabkan dosa seperti ini."


"Jika kau anggap itu sebagai dosa maka panggil aku seorang pendosa bercahaya yang membutakan pandangan semua orang." Kata Shinobu dengan tatapan mengancam.


"Kalau begitu... tanah ini akan menjadi kuburanmu, aku pasti akan merasa puas untuk memberimu kematian yang sangat memalukan!" Admon menghembus udara ke depan.


Banyak sekali tanah yang terlepas sampai mengenai tubuh Shinobu lalu menghalangi penglihatannya, untungnya mata buatannya itu tidak mempan dengan serangan pengalihan seperti itu.


Shinobu menyingkir ke sebelah kanan sampai berhasil menghindari serangan lengan kanan Admon yang berubah menjadi logam tajam mengandung God Lenergy di dalamnya.


Noda tanah di tubuhnya langsung membentuk logam yang menebas dadanya sampai ia mengeluarkan banyak darah dari bekas luka itu.


"Dia... dia juga bisa mengubah noda tanah menjadi keuntungan juga...?" Shinobu mundur ke belakang dengan tatapan yang terlihat kesakitan karena logam tadi sempat menyentuh jantungnya.


"Shinobu Koneko...!" Admon maju menuju arah Shinobu yang ikut berlari kepada dirinya dengan tinju kanan yang sudah bersinar emas, siap untuk memukul mereka yang menghalangi.


Kecepatan Shinobu lebih unggul, jadi ia berhasil mengenai satu serangan tepat di wajahnya itu sampai Admon tersenyum karena wajahnya langsung berubah menjadi tanah liat yang membentuk tapak tangan untuk menahannya itu.


"Lihatlah lebih teliti lagi, Shinobu...! Kau tidak berhasil memukul kepalaku melainkan aku sudah mengubah kepala itu menjadi tapak tangan dengan perpindahan tanah...!"

__ADS_1


Admon menggenggam tinjunya itu lalu ia melancarkan satu pukulan menuju arah dirinya sampai Shinobu memancarkan cahaya emas melalui kedua matanya, "Mekar lah... bunga kecil..."


Shinobu mundur ke belakang lalu melihat Admon terjatuh di atas tanah dengan seluruh tubuhnya yang bergetar sampai menumbuhkan daun dan batang kecil yang menghasilkan tumbuhan baru sampai menjatuhkan banyak daun emas.


"Sekali kau menyentuh cahaya atau tubuhku maka aku bisa mengubah dirimu menjadi tanaman... bahkan lebih baiknya lagi, kau sudah menguasai sihir tanah itu." Shinobu menjentikkan jarinya.


Admon melebarkan matanya ketika ia memuntahkan banyak daun emas di dalam mulutnya bahkan sebagian tubuhnya menumbuhkan pohon kecil yang membesar sedikit demi sedikit sampai menjatuhkan daun emas yang menyerang dirinya.


"Gawat...! Tahap pertama gagal sepertinya...!" Admon mengeraskan tubuhnya menjadi batu asli lalu ia masih bisa melarikan diri dengan memasukkan sedikit tanah yang ia miliki ke dalam daratan.


Setelah itu, tanah tersebut mulai menyebar sampai memulihkan tubuhnya kembali yang mulai melarikan diri menuju arah keempat pemberontak itu dan menghilangkan tanah liat yang menyamar menjadi Shinobu.


"Dia melarikan diri... itu dia kandidat tanah... Admon." Ungkap Shinobu yang sudah mengetahui identitas aslinya itu.


Ia mencoba untuk menggunakan tahap ke satu, sayang sekali Admon mengincar lawan yang salah karena ia memiliki kemampuan untuk menyerang balik pencungkilan balok itu.


Mungkin karena Shinobu memang perlu dihabisi terlebih dahulu karena pikiran dan rencananya yang selalu menipu banyak musuhnya, Admon memutuskan untuk menghentikan dirinya tetapi gagal.


***


"Grimoire of Earth berada tidak jauh dari mereka... Hazel menunggu mereka semua di sana..." Admon terus bergerak mendekati mereka lalu ia menghantam tanah di dalam sampai menyebabkan guncangan seperti gempa bumi.


"A-Apa itu...?!" Tanya Ako yang mulai mengeluarkan busurnya untuk membidik musuh yang menyebalkan guncangan itu.


Koizumi mulai memutarkan jam di kedua pupilnya sampai ia bisa melihat sepuluh detik ke depannya akan terjadi badai pasir besar yang mengganggu penglihatan mereka.


"Semuanya bersiap! Musuh bisa saja muncul sebentar lagi...!" Koizumi mulai bersikap waspada dengan sekitarnya.


Tidak lama kemudian, daratan yang mereka injak mengeluarkan tanah yang mengelilingi mereka semua hampir seperti badai, semua tanah itu masuk ke dalam mata mereka untuk mengganggu penglihatannya.


Beberapa dari mereka berhasil melindungi matanya dari kemasukan tanah, Shinobu dalam perjalanan menuju badai itu lalu ia melihat sebuah tanah liat yang kembali masuk ke dalam tanah.


Kemungkinan besar itu tanah liat yang membentuk dirinya, Shinobu mencoba untuk menyerangnya tetapi tanah liat itu sudah menyatu dengan daratan.


"Golden Sunshine!" Shinobu melepaskan sinar cahaya yang besar dan luas sampai menumbuhkan banyak tumbuhan di tanah yang mengelilingi tubuh mereka.


Semua tanah itu berhenti sekejap sampai daratan menumbuhkan akar emas yang memasukkan kembali semua tanah yang melayang di atas itu ke dalam daratan.


Mereka semua mengalihkan pandangannya kepada Shinobu yang berhasil menghentikan tanah yang melayang sampai berubah menjadi badai yang mencoba untuk mengganggu penglihatannya dan kewaspadaan mereka.


"Shinobu, bagus!" Konomi mengacungkan jempolnya sampai Shinobu mengulurkan tangannya ke depan dengan tatapan serius.


Tatapan seperti itu membuat mereka kaget karena ia pasti akan memberi berita yang serius, "Teman-teman..."

__ADS_1


"...melangkah lah dengan pelan, jangan sampai berpisah."


__ADS_2