
Shira's POV
Tournament of Solicitation, sebuah turnamen dimana semua peserta yang berpartisipasi berjuang demi mendapatkan sebuah alat yang mampu mengabulkan semua permohonan mereka, peserta seperti apa yang tidak memiliki permohonan untuk dikabulkan? Bodoh sekali. Coba bayangkan saja, bagaimana jika permohonan itu berlebihan?
Lupakan karena semua peserta yang layak dan tangguh saat ini sudah berada di titik semi-final dimulai dari diriku yang hebat dan masih belum cukup hebat, Arata, Haruki, Akina, Korrina, Agfi, Rexa, Shua, Mirai, Majin, mungkin hanya itu saja yang aku ketahui. Tunggu sebentar, sepertinya babak semi final telah di umumkan tentang siapa melawan siapa.
Ahh, ketika aku lihat lagi, ternyata benar. Babak semi final sebentar lagi akan dimulai dan tentu saja turnamen saat ini akan memiliki tiga pemenang dimana permohonan mereka akan terkabuli, sepertinya di arena pertama atau ronde pertama dimulai dengan pertarunganku melawan seorang iblis yang bernama Oni Majin, aku sudah pasti merasa tidak sabar untuk melawan iblis kuat sepertinya.
Jika aku menang atau Majin menang maka kami akan melawan Arata atau Haruki, jika saja aku menang dan Arata atau Haruki menang maka di final nanti kita bisa saja bertemu lalu bertarung tanpa harus menahan diri karena... Sudah lama sekali aku ingin bertarung melawan mereka tanpa harus menahan diri. Di arena dua terdapat Korrina yang akan melawan Akina dan Agfi yang akan melawan Rexa, aku sudah yakin bahwa arena dua itu pasti akan memiliki pertatungan yang sangat hebat.
Arena ketiga sepertinya... Megumi akan melawan Catherine dan Shua akan melawan Mirai yang mengartikan salah satu dari mereka akan mendapatkan Solicitation's Order, walaupun begitu... Kami peserta dari kelas tiga memiliki potensi yang tak terbatas sehingga bisa mengalahkan semua peserta dari berbagai kelas.
Semua yang aku harapkan tentang turnamen di babak semi final ini salah... Musuhku yang bernama Oni Majin ini adalah lawan yang sangat tangguh dan mengerikan, rumornya iblis yang berasal dari keluarga Oni itu semuanya hebat dan kuat, aku tidak menyangka bahwa banyak sekali peserta yang kalah melawan Majin termasuk Lang dan Shizen. Majin adalah seorang iblis dimana kemampuan mereka akan terus meningkat seketika pertarungan berjalan cukup lama apalagi jika mereka menginginkan kemenangan.
Sihir Death Touch dan Death Stare-nya mampu melukai otot tubuhku menjadi lemas serta kening dan kepalanya telah dipenuhi darah berkat serangannya, kedua sihir itu mampu merusak tubuh siapapun dengan hanya disentuh dan dilihat, untungnya aku menghancurkan kedua sihir itu menggunakan Enchanted Testament Light dimana sihir itu adalah kekebalan bagi diriku walaupun aku harus merasakan kesakitan yang lebih dahsyat lagi, seorang Legenda menyerah? Itu bukan Legenda melainkan manusia yang mudah depresi.
Majin terus memberitahuku tentang bangsa iblis dan semesta Zuusuatouri, mimpiku atau gambaran yang aku lihat di cermin sejak itu, bisa saja berkaitan dengan ucapan yang Majin katakan. Dia bilang bahwa kehancuran akan mendekat dan tidak ada satupun dari kami selamat karena penyerangan itu akan ditimbulkan oleh pasukan iblis kuat dan prajurit yang berasal dari dimensi lain.
Normal's POV
Shira menghantam wajah Majin menggunakan kedua tinjunya sehingga ia terpental menuju arena, pedang Shira telah tertancap di atas daratan dan sepertinya pikiran Shira terganggu oleh kemarahannya sendiri, ia merasa kesal karena tidak bisa menang atau menyerang balik dengan semua yang ia miliki. Baju Shira telah ia buka serta seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka dan kepalanya dipenuhi dengan darah, "Grggghhh..." Shira melesat menuju arah Majin dan Majin langsung menunjuk Shira menggunakan sepuluh jarinya.
"DEATH CHAOS RAY!!!" Majin mulai meluncurkan beberapa gelombang merah darah yang berukuran tipis yang mampu menusuk seluruh organ, gelombang itu melesat ke arah Shira, dengan cepat Shira langsung menahan semua sihir itu dengan kedua lengannya. Shira melesat ke atas dan Majin bisa melihat bahwa Shira masih bisa selamat dari sihirnya, di babak semi final ini barrier telah dihilangkan serta arena membesar jadi pertarungan bisa saja berjalan cukup lama.
Shira berhenti tepat di perbatasan atmosfir dan itu membuat semua penonton bingung apa yang akan Shira lakukan, "Peserta Shira! Jika kau keluar dari atmosfir maka kau akan kalah---" Morgan mulai berbicara, tetapi Shira tidak mendengar apa yang ia bicarakan sehingga ia mulai menepatkan kedua telapak tangannya di keningnya.
"Sh-Shira...? Apa yang akan kau rencanakan di atas sana?" Tanya Megumi selagi menatap Shira yang berada di perbatasan atmosfir, ia mulai bersinar cerah layaknya sinar itu terus bersinar seperti matahari. Seluruh tubuh Shira mulai berurat bahkan lengan dan mata kirinya bersinar cahaya yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, Shira berada di perbatasan atmosfir karena ia mengumpul semua cahaya yang dimiliki matahari, matahari itu berada di tempat yang jauh dan Shira masih bisa menyerap semua sinarnya.
"MEGURAAAA...!!!" Cahaya berwarna putih mulai tercipta di kedua telapak tangan Shira sehingga mampu membuat arena berguncang keras, "SEMUANYA!!! BERLINDUNG!!!" Teriak Morgan keras sehingga Lina mulai menciptakan barrier yang sangat tebal di sekitar penonton agar mereka tidak terluka oleh sihir yang akan Shira luncurkan.
Majin terlihat terkejut dan ia mulai tersenyum sinis, "Ahahahaha! Dengan melihat semangat dan kekuatanmu seperti ini, aku yakin kau akan bisa mengalahkan sang raja dan bahkan saudaraku... Aku yakin kau tidak akan berani menembak sihir yang kau ciptakan dari atas sana, kau bisa saja menghancurkan kita semua termasuk teman-temanmu!"
"SOLAR....!!!" Shira mulai mengubah posisi kedua tangannya di tempat yang semula, kedua telapak tangannya mulai di tepatkan di kedua sisi pinggangnya, semua penonton terkejut bahwa sihir cahaya Shira mampu menaik ke tingkat sihir cahaya solar, "Saint Light... Memiliki sihir Solar?! Perkembangan apa ini?" Tanya Korrina yang sedang menonton di televisi, sepertinya Shiratori Shira terus berlatih sampai ia diberikan hasil yang cukup baik walaupun itu sementara.
"Peserta Shira!!! Hentikan semua yang akan kau lakukan saat ini!!! Kau bisa saja membunuh kita semua!!!" Teriak Morgan dimana ia langsung menatap Jorgez yang terlihat tenang di situasi seperti ini karena ia tahu bahwa seorang Legenda tidak akan melakukan perbuatan bodoh seperti membunuh musuh dan teman-temannya, "Tenang saja, Morgan. Pertarungan semi-final ini... Aku sangat menantikannya." Ucap Jorgez.
Majin hanya bisa tersenyum sehingga kedua matanya bersinar cerah dan kedua tanduk yang terdapat di kepalanya mulai memanjang, "Aku melihatnya..."
"Solar Leap...!" Shira langsung menghilang seperti cahaya yan dipadamkan, ia menggunakan sihir teleportasi yang mampu membuatnya menghilang lalu muncul tepat di depan Majin selagi tersenyum serius, "BU---" Seketika Shira ingin meluncurkan sihirnya tepat di perut Majin, ia terlambat karena Majin langsung menusuk perut Shira menggunakan telapak tangan kanannya.
__ADS_1
"HUEGGHHH!!!" Shira memuntahkan darah yang sangat banyak lalu Majin memegang wajah Shira dan menghantamnya di atas tanah sehingga ia meluncurkan gelombang itu ke atas langit.
BAMMMMMM!!!!
Semua penonton mulai terkejut karena Majin baru saja menebak pergerakan selanjutnya Shira, semua penonton tidak menyangka bahwa Shira akan muncul tepat di depan Majin, apa yang mereka harapkan adalah Shira meluncurkannya sihir dari atas sana. Hanya Majin yang mengetahui apa yang akan Shira lakukan selanjutnya karena sihir marga Oni bernama Oni's Instinct dimana mereka akan menebak pergerakan musuh selanjutnya untuk beberapa saat.
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku... Legenda sepertimu membutuhkan latihan jutaan tahun untuk mengalahkan iblis Oni sepertiku." Ucap Majin, perlahan-lahan Shira bangkit selagi menutup perutnya yang berlubang dan masih mengeluarkan, "U-Ugh... S-Sial... Apakah sekuat ini...? Bangsa iblis Oni...? Ketika aku melawan Majiru, aku menang..."
"Sadarlah tempatmu, ulat. Majiru kekurangan latihan dan pengalaman, jika dia lebih berusaha maka kau sudah berada di dalam tanah kuburan." Ucap Majin.
"Gugghhh... Dia terlalu kuat... Kekuatanku saat ini masih belum bisa mencapai titik di bawahnya." Shira mulai menggunakan sihir Enchantment Testament Light sehingga seluruh lukanya mulai teregenerasi dan kembali pulih, ia mulai menatap Majin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Legenda itu hampir sama seperti pahlawan... Kita tidak menyerah, kita berjuang demi menciptakan sejarah!!!!" Shira mulai meludah darahnya ke bawah lalu ia mengepalkan kedua tinjunya sehingga seluruh aura cahayanya mulai muncul lalu membesar.
"Grrrggghhhhhh....!!!! UAGGGHHHH!!!" Teriak Shira keras sehingga seluruh otot-nya mulai membesar serta cincin-cincin yang berada di kedua lengannya mulai menghilang, Majin mencoba untuk bergerak ke arah Shira, tetapi ia terdorong ke belakang serta kedua penglihatannya tersinari dengan cahaya ilahi, "Cih...!"
"GRRRGGGHHHHH...!!!" Seluruh tubuhnya mulai membesar dan kedua pupil matanya menghilang sehingga keseluruhan dari bola mata Shira bersinar cahaya warna putih dan tubuhnya juga membesar, beberapa kilat atau listrik emas muncul di sekitar Shira dan menghancurkan batu-batu disekitarnya, "AHHHHHHHHHH...!!!!!" Terdapat sebuah tulisan "Legendary" di dahi Shira dan tulisan itu menghilang seketika ia menatap ke atas langit.
"HUAAAGGHHHHH!!!" Majin mulai berkeringat ketika melihat Shira yang mulai maju ke tingkat selanjutnya, "Wujud baru...?" Majin sadar bahwa Shira saat ini sedang tidak berada di wujud Saint Observation-nya yang mengartikan bahwa dia akan maju ke wujud selanjutnya.
"JYAAGGGHHH!!!" Teriak Shira keras sehingga ia meluncurkan dorongan yang terakhir, Majin mulai menghalang dorongan itu menggunakan kedua lengannya sehingga ia melihat sebuah lambang T yang terdapat di kening Shira, "Hooo..." Majin tersenyum karena Shira telah menginjak wujud yang bernama Saint Titan, wujud Saint yang lebih dominan terhadap kekuatan murni dan tenaga.
Seluruh tubuh Shira besar dan berotot bahkan bisa disebut dengan sangar, semua penonton terkesan melihat wujud itu bahkan beberapa bagian dari gadis mulai jatuh cinta kepada Shira, "H-Hebat..." Ucap Megumi yang sedang membuka mulutnya, ia menggerakkan ekornya pelan karena terpesona melihat Shira.
Shira menunjuk Luz Legendaria dan pedang itu langsung menghilang dan muncul tepat di genggaman tangan kiri Shira, "... ..." Shira mulai menatap Majin dengan tatapan seriusnya, Majin membalas tatapan itu dengan sebuah senyuman serius karena pertarungan yang serius akan dimulai sebentar lagi, Majin mulai menusuk dada-nya sendiri dan ia mengambil sebuah pedang yang terbuat dari tulang, "ABYSSAL AGONY!!!" Teriak Majin yang mulai menunjukkan kuda-kuda berpedangnya.
"JYAGGGHHH!!!" Teriak mereka bersamaan selagi bergerak menuju satu sama lain, pedang mereka di angkat lalu diayunkan bersamaan sehingga menciptakan suara yang keras dan dorongan yang besar di sekitar mereka.
BAMMMM!!!
"LEGENDS NEVER DIESSSSS!!!!" Teriak Shira keras sehingga mereka berdua mulai saling menebas satu sama lain dan setiap serangan mereka selalu kena, mereka mulai melukai satu sama lain dan bahkan tubuh mereka saat ini dipenuhi dengan luka tebas yang mengeluarkan darah. *CLANG!!!* Pedang mereka mulai teradu dan mereka mulai menatap satu sama lain, mata dengan mata, wajah dengan wajah, "Cih..." Shira mulai menunjukkan ekspresi yang kesal, tetapi Majin hanya bisa tersenyum sinis sehingga ia mulai menghantam pedang Shira sampai menancap daratan lalu ia menginjak pedangnya dan mulai mencoba untuk menusuk mata kanan Shira yang masih utuh.
Shira sempat untuk menghindar, tetapi pedang itu menusuk pipi Shira dan meninggalkan luka tebas, hindarin itu membuat Shira langsung menyerang balik dengan memegang lengan kanannya menggunakan kedua lengannya, "HAHHH!!!" Shira menendang perut Majin menggunakan kedua lutut-nya beberapa kali lalu ia melemparnya ke belakang, Majin bahkan tidak bisa menahannya karena tenaga Shira yang besar. Shira melirik ke belakang dan ia melihat beberapa pedang tulang melesat menuju arahnya.
"LUZ EXCEEDS!!!" Shira menghapus semua tulang itu dengan hanya satu tebasan menggunakan Luz Legendaria yang bersinar, Shira melesat menuju arah Majin dan ia langsung mengayunkan pedangnya beberapa kali, tetapi Majin melompat ke belakang dan berhasil menghindari serangan yang Shira lakukan. Majin muncul di atas Shira lalu ia mengayunkan pedangnya dan Shira menahan serangan itu menggunakan gagang pedangnya lalu ia menendang perutnya, ketika Majin terdorong ke belakang ia sempat menghantam wajah Shira menggunakan kaki kanannya.
Shira terdorong ke belakang dan ia melihat Majin yang mulai melakukan serangan kombinasi-nya menggunakan pedangnya, Shira mulai menahan semua serangan itu menggunakan pedangnya yang mulai menciptakan beberapa barrier cahaya di sekitar tubuh Shira, Shira menyerang balik dengan menendang Majin beberapa kali lalu Majin menyerang kembali dengan menghantam wajahnya lalu menusuk perutnya sehingga menyebabkan Shira terjatuh dan mengalami pendarahan yang besar di bagian perutnya, "Guaghh..." Majin langsung melompat dan mencoba untuk menusuk perut Shira lebih dalam.
ZWASSSHHH!!!
Beberapa darah milik Shira mulai mengenai seluruh tubuh Majin, Majin membulatkan kedua matanya ketika melihat Shira yang menahan ujung logam pedang itu menggunakan telapak tangan kirinya, saat ini telapak tangan kirinya tertusuk oleh pedang milik Majin. "Enchantment Testament Light: Burst!!!" Lengan kiri Shira mulai bersinar cerah sehingga menciptakan dorongan yang mampu membuat Majin terdorong ke belakang, Shira mengambil pedangnya lagi dan pedang itu mulai mengeluarkan cahaya yang mampu menyembuhkan luka Shira di bagian lengan kirinya.
__ADS_1
Mereka berdua mulai melanjutkan pertarungan mereka dengan saling menebas satu sama lain, semua juri dan penonton tidak bisa mengatakan apapun selain melihat pertarungan mereka yang setara, mereka juga tidak tahu siapa yang akan menang. Pergerakan Majin meningkat sehingga melampaui kecepatan Shira yang lambat karena otot dan kekuatannya yang besar, walaupun begitu Shira masih mampu menebas Majin sampai ia meringis kesakitan. Kesakitan yang diberikan Shira jauh lebih besar dari Majin walaupun di saat ini terus tertebas oleh Majin.
Pedang mereka mulai terlumuri dengan sihir mereka masing-masing dan mereka langsung menghantam pedang mereka menuju arah satu sama lain. *CLANG!* Pedang mereka langsung terpental ke arah lain, Shira masih tidak berhenti menyerang walaupun pedangnya terpental ke arah lain, ia mengepalkan tinju kirinya lalu ia menghantam wajah Majin dengan sangat kencang, Majin terpental ke belakang dengan wajah yang dipenuhi darah, "AKU AKAN MENANG!!! AKU HARUS MENGINJAK BABAK FINAL DAN MEMENANGKAN SOLICITATION'S ORDER!!!"
Majin hampir saja terpental keluar dari arena, tetapi ia masih bertahan, "Grgh... Legenda sialan..." Majin perlahan-lahan bangkit dari atas lantai lalu ia mulai menatap Shira dengan ekspresi yang terlihat serius, "IBLIS SEPERTIMU TIDAK AKAN MENGERTI TENTANG SEMANGAT DARI SEORANG LEGENDA!!!" Shira bergerak menuju arah Majin dengan sangat lambat sehingga Majin muncul tepat di depannya lalu ia menusuk perutnya menggunakan telapak tangan kanannya.
ZWASSHH!!!
"Dan kau tidak akan tahu perjuangan seorang iblis....!!!" Majin menghantam wajah Shira menggunakan kedua tinjunya lalu ia menendang wajahnya sampai ia terdorong ke belakang, seluruh tubuh Shira mulai melemah dan melambat karena efek dari wujud Saint Titan, walaupun kekuatannya besar, tetapi kecepatannya terus melambat, "Grgghh..." Shira mencoba untuk bangun, tetapi seluruh tubuhnya terus bergetar seakan-akan ia kelelahan. Shira mulai berlutut selagi menatap Majin dengan kedua matanya yang lemah dan tidak berdaya, "Sudah berakhir... Aku menghormati dirimu, Shira. Tapi, aku juga membencimu karena kau telah membunuh Majiru."
Mereka berdua melesat menuju arah satu sama lain dan dengan bersamaan menendang perut mereka masing-masing, "HUGGHHH!!!" Shira berputar lalu ia menendang wajah Majin dua kali sekali sehingga Majin menyerang balik dengan menjatuhkan Shira ke lantai lalu ia duduk di atas tubuhnya selagi menghantam wajah Shira secara bertubi-tubi. Majin terus menghantam wajah Shira tanpa henti sehingga lantai yang berada di belakangnya mulai retak, semua penonton menutup mulut mereka selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat histerus dan terkejut karena Majin menyiksa Shira beberapa kali sampai-sampai darahnya terus keluar, "SHIRAAAA!!!" Teriak Megumi yang mencoba untuk menyelamatkan Shira, tetapi ia terhentikkan oleh Shua dan Rexa, "Tahan dulu, Megumi!" Ucap Rexa.
"ANJING!!! BABI!!! SIALAN!!! ***!!! KEPARAT!!! BAJINGAN!!!" Majin terus menghantam wajah Shira beberapa kali selagi mengatakan semua kata-kata yang kasar kepadanya, "Apakah sudah saatnya kita mengakui bahwa Majin menang?" Tanya Morgan.
"Tahan dulu." Ucap Jorgez.
"MATIIIII---" Shira menyerang balik dengan menggigit hidungnya lalu ia menghantam wajah Majin menggunakan keningnya, "HUGGHHH---" Shira berputar lalu ia menendang perut Majin dua kali dan membuatnya terdorong ke belakang. Shira mulai berubah menjadi wujud biasanya karena dia sudah kehabisan Lenergy dan kekuatannya mulai melemah, ia mulai merangkak menuju arah pedangnya lalu ia memegang gagang pedangnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat lelah, "Ugh... Aku... harus... bangkit..."
Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal sehingga kedua matanya mulai meneteskan air emas yang berubah menjadi partikel-partikel emas, "Grrrrgghh... AAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak semangat Shira sehingga ia bisa bangkit kembali dengan kedua kakinya yang lemah dan terus bergemetaran. Semua penonton dan bahkan juri dikejutkan dengan semangat Shira yang tebal dan tiada batas, ia masih terus bangkit dan ingin terus melanjutkan pertarungan walaupun dia sudah berada di batasannya, "SHIRA! SHIRA! SHIRA! SHIRA! SHIRA!" Semua penonton mulai menyemangati Shira selagi bertepuk tangan.
"SHIRAAGGGHHHH!!!" Teriak Majin yang berada di atasnya selagi mengayunkan pedangnya, Shira menahan serangan itu menggunakan pedangnya, "HAHHHHH!!!" Shira langsung menebas pedang milik Majin sampai patah dan hancur lalu ia berputar dan menebas kedua mata Majin sampai hancur, "UAAAAAAAAGGGGHHHHHHH!!!!" Teriak Majin kesakitan sehingga ia langsung menebas mata kiri Shira menggunakan pedang Majin yang masih terdapat beberapa tulang tajam. *ZBASSHH!!!* "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!" Teriak Shira kesakitan sehingga mata kirinya mulai bersinar cerah.
Mereka berdua terdorong ke belakang dan serangan selanjutnya adalah serangan yang akan membawa mereka ke puncak kemenangan, "KEMENANGAN ADA DI TANGANKU!!!" Teriak mereka bersamaan sehingga Majin menusuk bahu kiri Shira dan Shira menusuk perut Majin menggunakan Luz Legendaria, aura mereka mulai membesar dan bersatu menjadi satu, "AAAAAAAAAAAAAAHHHHHH!!! HYAGGGHHHHHH!!!!"
BAAAMMMMMMM!!!
Mereka berdua langsung meledak sehingga menimbulkan asap yang cukup besar, semua penonton mulai tidak bisa melihat siapa yang menang dan kalah karena asap-asap yang menghalangi, asap-asap mulai hilang ketika Lina menggunakan sihir angin. Semua penonton bahkan juri bisa melihat Shira dan Majin yang berdiri lemas selagi bernafas berat, darah mereka mulai terus berjatuhan, "Sayang sekali... Dengan luka yang kau miliki karena diriku dan pedangku, sepertinya di final nanti... Kau tidak akan bisa bertahan lama." Ucap Shira yang mulai menatap Majin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
Majin terkejut melihat Shira yang bisa bertahan, "Hah... hah... Semangat Legenda... Memanglah abadi... Aku suka..." Ucap Majin.
"Majin..." Panggil Shira dengan nada yang lemah, Majin mulai menatap Shira dengan ekspresi yang terlihat terkejut, "Aku tahu bahwa pertarungan kita telah selesai, tapi aku masih merasa belum cukup puas bertarung melawan dirimu. Aku tahu kau pasti membenci hal ini... Tapi, aku pikir kita berdua bertambah kuat bersama-sama ketika kita bertarung... Heh..." Shira mulai tersenyum dan ia mulai memejamkan mata kirinya, Majin sudah tidak bisa lagi berdiri dengan tegak dan di belakangnya adalah daratan merah dimana sebentar lagi dia akan terjatuh dan kalah, "S-Shira...?"
"Aku ingin bertemu denganmu suatu saat nanti, semoga saja... Kau bisa sadar bahwa semua ras itu berteman, damai... Aku hanya ingin melihatmu menjadi sesosok iblis yang baik jika saja kita bertemu lagi, Majin. Jika itu terjadi maka... Mari kita bertarung lagi." Ucap Shira yang mulai memejamkan kedua matanya selagi menunjukkan senyumannya, hal itu membuat Majin terkejut bahwa ia mulai tersenyum kecil dan perlahan-lahan terjatuh ke belakang.
BUGGG!!!
Shira terjatuh di atas lantai di kondisi yang pingsan dan Majin terjatuh di atas daratan merah dengan kondisi yang pingsan juga, semua penonton dan bahkan juri mulai terkejut karena hasilnya telah terlihat, pertarungan telah selesai dengan mereka yang jatuh pingsan dan bertarung sampai titik batasan mereka, "P-Pemenangnya..." Jorgez sendiri bahkan terkejut, Korrina mulai memejamkan kedua matanya lalu ia tersenyum, "Hebat..."
"Pemenangannya adalah Oni Majin!!!!" Teriak Jorgez keras sehingga beberapa penonton mulai bertepuk tangan pelan dan merasa kecewa bahwa Shira kalah karena ia jatuh terlebih dahulu sebelum Majin, kenapa dia bisa kalah walaupun dia belum menyentuh daratan merah? Itu semua karena Shira terjatuh pingsan dan terlihat jelas oleh kedua mata Lina serta hologram yang terdapat dimana-mana, telah resmi bahwa Oni Majin menang dan akan melanjutkan ke Final.
__ADS_1
"Shira..." Megumi mulai menatap Shira dengan ekspresi yang terlihat khawatir.