Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 181 - Teman-teman Baru


__ADS_3

Akademi Yuzu, sebuah akademi yang memberi pelajaran dan ilmu bermanfaat untuk para murid yang menjadi murid akademi tersebut... Walaupun terlihat sederhana secara keseluruhan, kepala Akademi yang bernama Reslaine mencoba sebisa mungkin untuk meningkatkan akademi itu sampai bisa menarik beberapa murid-murid baru yang lainnya.


Tetapi akademi Yuzu sudah benar-benar berada di ambang darurat karena masih belum menginjak tingkat lima besar, hanya akademi Kairin, Odami, Mirtalio, Iza, dan Izato-lah kelima akademi yang masih terus mempertahankan tingkat lima besar itu. Reslaine sempat kebingungan dan hilang harapan ketika akademi-nya tidak bisa lagi bangkit.


Berkat bantuan dari kemunculan guru baru yaitu Shira bersama teman-temannya, akademi Yuzu mengalami peningkatan yang cukup baik... Mereka mengatakan bahwa proses itu membutuhkan waktu jadi mereka harus saling bekerja keras untuk bisa meraih tinggi dan membawa nama akademi Yuzu ke seluruh alam semesta.


"Haruka! Honoka! Bukannya ini berita baik...?! Kalian di terima di akademi Yuzu~" Korrina datang menghampiri ruangan bermain Haruka dan Honoka dengan penampilan yang sama, sepuluh tahun ini dia tidak berubah karena penampilan Legenda memang begitu... Terkadang penampilan-nya tidak akan mengalami banyak perubahan termasuk umur-nya juga.


"Hehhh... Aku tidak mau belajar, belajar itu membosankan!" Kata Haruka sambil berguling-guling di atas tanah, Honoka melihat aksi Haruka mulai terdiam sambil membenarkan kacamata-nya.


"Kenapa Kakak tidak mau belajar di akademi...?" Kata Honoka pelan, nada-nya itu terdengar pelan sampai Korrina dan Haruka tidak bisa mendengar-nya.


"Haruka! Kita sudah membahas ini, kau harus belajar...! Kau harus masuk akademi Yuzu!" Korrina menghampiri Haruka sambil memegang pinggang-nya.


"Tidak mauuu...!!!"


"Harus." Tatap Korrina tajam.


"Siap, bu..." Haruka langsung menurut ketika Korrina memasang tatapan tajam-nya itu.


Korrina berlutut lalu mengusap rambut-nya dan memberi dirinya kecupan di pipi lalu setelah itu ia menatap Honoka yang sedang berdiri sambil memainkan rambut-nya sendiri, "Honoka pasti akan ikut 'kan?"


"Mmm...!" Honoka mengangguk sambil tersenyum lembut, "Aku ingin ikut... Mama... Aku ingin belajar..."


Honoka langsung menurut dengan permintaan Korrina tanpa harus menolak sedikit-pun karena sangat menantikan sebuah ilmu dan pelajaran yang baru untuk dirinya, karena bosan membaca terlalu banyak buku sampai tamat... Dia selalu berbicara kepada Korrina bahwa ia ingin masuk ke dalam sebuah akademi untuk mendapatkan ilmu lain-nya.


"Sepertinya Haruka akan menemani-mu, Honoka... Jadi aku tidak akan lagi merasa khawatir tentang dirimu, tapi kamu akan mendapatkan banyak teman-kan?" Korrina mengacungkan jari-nya kepada Honoka.


"Hmm... Aku akan coba, Mama." Kata Honoka sambil mengaitkan kelingking-nya dengan kelingking milik Korrina.


"Haruka, kamu harus menjaga adik-mu ya..."


"Tentu saja, serahkan kepada kakak hebat-mu ini, Honoka!" Haruka mulai memeluk Honoka dari belakang hingga mereka berdua mulai bercanda dan saling menggelitiki satu sama lain, sepertinya mereka selalu bermain dan bersikap sangat baik kepada satu sama lain sampai membuat Korrina merasa lega.


"Dengan ini aku sudah mendapatkan dua murid..." Ungkap Korrina sambil menulis di sebuah formulir yang berisi tentang sebuah kelas spesial dimana ia harus mengumpulkan murid sebanyak sepuluh orang untuk bisa menciptakan kelas tersebut.


"Jangan mempermalukan Mama ya, kalian adalah anak Mama yang terbaik jadi kalian harus menunjukkan kecerdasan dan kemampuan kalian kepada teman-teman kalian!" Kata Korrina sambil menunjukkan ekspresi dipenuhi harapan.

__ADS_1


"Yoooo!!!" Seru Haruka keras.


"Yo..." Kata Honoka pelan.


"Ngomong-ngomong, Haruka..." Korrina mulai merasa penasaran dengan teman yang Haruka dapatkan, "Apakah kamu punya teman...?"


"Ack...!!!" Haruka terasa seperti tertusuk di bagian hati-nya ketika Korrina mulai membicarakan tentang topik teman, dia tidak memiliki siapa-siapa kecuali Korrina dan Honoka... Teman yang cukup baik untuk dirinya mungkin Makarov tetapi jika dia menjawab-nya maka Korrina akan menanyakan teman yang seumuran.


"Maka---"


"Iya, dia teman-mu tapi... Apakah kamu punya teman seumuran?"


"Aku tidak punya umur, Mama---"


"Jangan di jadikan alasan." Korrina tersenyum.


"Uck..." Haruka menundukkan kepala-nya, Honoka mulai mendekati Haruka lalu mengusap-usap kepalanya, mencoba untuk menenangkan dirinya sampai Haruka kembali tersenyum dan senang.


"Kalau Honoka bagaimana?"


"Kya...!" Honoka melebarkan matanya hingga ia berjalan mundur secepat mungkin lalu memojok sambil memeluk kedua lutut-nya dengan ekspresi yang terlihat sedih, "Aku tidak punya teman..."


"Mmmm... Bagaimana kalau kita pergi mencari teman untuk kalian berdua?" Tanya Korrina.


"Tidak..." Kata mereka bersama hingga pada akhirnya Korrina menyeret mereka keluar dari rumah untuk kebaikan mereka sendiri yaitu bertemu dengan teman-teman barunya.


"Hweeeehhhhh...!!! Tidak mau...!!!" Honoka mulai menangis dan Haruka hanya bisa diam sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat datar, pada akhirnya mereka dibawa pergi untuk bertemu dengan teman-teman seumuran mereka yang baru, contohnya seperti anak dari Arata, Shira, dan juga Haruki.


***


Korrina mengajak Haruka dan Honoka menuju taman yang paling besar di kota Ghisaru, taman itu sudah dimiliki oleh Korrina sekarang karena dia membeli-nya... Tidak, semua yang ada di kota atau Legenia sudah bisa disebut sebagai milik-nya tetapi dia tidak memiliki-nya atas kerakusan-nya tetapi ia melakukannya hanya untuk melindungi-nya dan menjaganya dengan baik.


Di dalam perjalanan mereka, Haruka melihat beberapa murid sekolahan yang mengenakan seragam akademi Yuzu, dengan melihat seragam-nya saja Haruka sudah merasa ingin menggunakan seragam tersebut secepatnya dan menjadi seorang murid di dalam akademi itu, pikiran-nya cepat berubah...


Honoka mulai bersembunyi di belakang Korrina sambil menggenggam erat baju-nya karena melihat seorang anak laki-laki yang memiliki rambut hitam, mata coklat dan kulit terang... Anak laki-laki itu terlihat seperti sedang berbicara dan Haruki karena dia adalah Ayah-nya jadi anak laki-laki itu adalah anak Haruki yang bernama [Shichiro Asriel].


"Mama, aku tak bisa..." Kata Honoka pelan.

__ADS_1


"Mengenal seseorang yang baru itu tidak buruk kok, kamu pasti akan berteman baik dengan mereka semua bahkan mereka dapat mengubah-mu menjadi seorang gadis yang tidak malu dan takut." Korrina terkekeh.


Korrina mulai menyambut mereka semua dengan hangat hingga Megumi mulai berjabat tangan dengan Korrina karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu, "Sepertinya kau merindukan diri-ku ya, Megumi." Kata Korrina sambil mengusap kepala-nya.


"Begitulah, sudah lama sekali aku tidak melihat-mu, Korrina. Mungkin karena aku terlalu sibuk mengurusi ini dan itu..." Megumi terkekeh dan raut wajah Korrina berubah ketika ia melihat perut Megumi yang terlihat lumayan buncit, dia sepertinya sedang mengandung seorang anak... Sudah jelas.


Minami menghampiri Haruka karena dia sudah mengenal dirinya, ia segera memeluk Haruka dengan sangat erat sampai mereka sama-sama terjatuh di atas tanah. Asriel dan seorang gadis yang berusia sama dengan-nya mulai menatap Haruka dan Minami yang tiba-tiba terjatuh, pelukan-nya itu sangat erat sampai Haruka menepuk punggung Minami beberapa kali.


"N... Na... Nafas...!"


"Ahh...! Ahahaha, maaf." Minami berhenti memeluk Haruka lalu ia tertawa terbahak-bahak, "Sepertinya Haruka sang pengendali waktu hampir saja terbunuh oleh cinta pelukan-ku! Aku menamakan-nya Hug of Love---"


Haruka menarik ekor Minami dengan kasar sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kasar, "Berhentilah mengkhayal, dasar bodoh...!!!"


"Aw! Aw! Aw! Haruka...! Itu bagian sensitif Minami!!!" Seru Minami sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesakitan.


Karena tertarik melihat pertemanan mereka, gadis yang tadinya bersama Asriel mulai menghampiri mereka dengan ekspresi yang terlihat ceria, sepertinya dia juga ingin bermain tetapi Haruka menatap dirinya dengan ekspresi yang datar karena dia harus berkenalan dengan gadis itu.


"Mimi... Kenalkan aku pada dia dong~" Kata gadis itu.


"Ahh, Hana! Oh iya, aku lupa tujuan kita datang dan berkumpul di tempat ini... Sepertinya Haruka memiliki teman baru yang hebat!" Minami bangkit dari atas tanah sambil bergaya lalu mengangkat kedua jari-nya.


"Perkenalkan! Haruka Comi, ini Shimatsu Mizuhana dan Hana, dia Haruka Comi..." Minami mulai menunjuk Haruka dan Mizuhana, cara memperkenalkan Minami itu terlihat cukup membingungkan tetapi Haruka bisa langsung mengenal anak gadis itu ternyata anak dari Arata dan Ophilia.


"Senang bertemu dengan-mu, Haruka. Boleh aku memanggil-mu dengan sebutan Haruru?" Hana menunjukkan senyuman manis-nya kepada Haruka sampai ia dikejutkan dengan sebuah ekspresi yang terlihat imut dan tidak berdosa, karena rambut-nya yang diikat serta warna coklat itu mampu membuat ekspresi-nya semakin imut.


"B-Boleh saja, a-aku... Senang bertemu dengan-mu, Haru--- Ehh, maksudku Hanacchi... Kalau begitu aku panggil Hanacchi saja." 


"Ahh~ Aku suka, Hanacchi... Kalau begitu mari kita berteman, Haruru!"


"Hanacchi...!"


"Haruru...!"


"Wahh... Mereka terlihat akrab." Kata Asriel dari jauh.


"Kalau begitu Haruka boleh memanggil-ku dengan sebutan Mimicchi---"

__ADS_1


"Minami... Minami si tukang ngayal?" Haruka tersenyum kepada Minami.


"Kejam...!"


__ADS_2