
"Kekalahan raja Diablo melalui sihir segel yang berlambang bintang itu ya, seluruh keturunan Shiratori memanglah menyebalkan..." Oskadon mulai berbicara.
"Bukan hanya sihir cahaya mereka yang menyebalkan dan menyusahkan tetapi harga diri mereka juga, terus bangkit lagi dan lagi sampai Legend's Boost membantu mereka semua..." Oskadon menghilangkan kembali kristal tersebut.
"Apa yang terjadi dengan Kakek kita sekarang?"
"Entah lah, tersegel untuk selama-lamanya dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Shukaku sendiri."
"Apakah dia baik-baik saja?"
"Dia juga mati... Tetapi aku belum begitu yakin karena Shukaku sendiri lah yang telah menghancurkan reputasi bangsa Iblis." Oskadon bangkit dari atas takhtanya lalu ia berjalan pergi.
"Kau mau kemana sekarang?"
"Hanya melihat-lihat."
***
Shuan masuk ke dalam kamarnya lalu ia menguncinya rapat-rapat, ia duduk di atas lantai dengan tatapan yang terlihat murka. Rasa kegagalan terus ia rasakan sehingga ia sudah mencapainya batas dadi muak.
"Seberapa besar aku berusaha dan bekerja keras, masih tetap saja terdapat seseorang yang jauh lebih kuat darimu..."
"Di atas langit masih atas langit, memang BRENGSEK!!!" Shuan mengangkat kasurnya lalu membantingnya di atas lantai sampai hancur.
Sejak kecil Shuan tidak pernah merasakan kemenangan secara berturut-turut, ia sering bekerja keras selama seumur hidupnya sejak kecil tetapi ketika ia merasa dikalahkan oleh seseorang yang pertama kali ia temukan.
Satu kegagalan saja otomatis menghancurkannya secara keseluruhan, ia hanya bisa mengeluh dan mencoba untuk melupakan Kakaknya sendiri yang memang sudah memiliki bakat besar.
Perkataan tajamnya tadi masih belum ia sadari dan ia juga mulai menganggap kedua orang tuanya sebagai Legenda yang menganggap dirinya sebagai putra penuh kegagalan.
"Bagaimana bisa aku melindungi Kou jika aku sendiri adalah kegagalan itu, pada awalnya aku memang tidak pantas untuk memiliki dirinya..." Shuan mulai menghantam lantainya beberapa kali yang mengandung sihir perlindungan kuat.
Terdengar suara ketukan kecil di pintunya, Shuan mulai mengintip melalui lubang kecil dan ia melihat Kou yang datang dengan ekspresi khawatir.
"Kou...!" Shuan membuka pintu.
"Shu--- Ahh!" Kou di tarik masuk ke dalam kamar tersebut, Shuan langsung mengunci pintu dan jendelanya rapat-rapat.
Shuan mulai memeluk Kou erat sehingga ia bisa merasakan ketenangan yang begitu kuat ketika memeluknya, selama ini ia memang lelah terutama mentalnya.
Kou hanya bisa diam lalu memeluk punggung nya beberapa kali sehingga ia duduk di atas kasur lalu menepuk kedua pahanya.
"Tiduran..." Kou tersenyum.
"Tidak... Kau baru saja sembuh..."
Kou menggelengkan kepalanya lalu menggunakan pikirannya untuk mengendalikan Shuan agar ia berbaring di atas kasur dan menjadi kedua paha Kou yang kecil sebagai bantal.
"Kamu membuat banyak orang khawatir..." Ucap Kou pelan selagi mengusap kepala Shuan pelan-pelan agar ia bisa merasa tenang.
Semua kemarahan yang ia rasakan menghilang begitu saja ketika Kou memanjakan dirinya, Shuan hanya bisa merasa damai saat ini dan ia mulai memejamkan kedua matanya.
"Aku lelah, Kou..."
"Kamu hanya kurang mencoba..."
"Aku sudah mencoba beberapa kali... Seumur hidupku aku berjuang keras, mencoba untuk mengalahkan Kakakku terutama Ayahku sendiri!"
"Tetapi aku sangat muak melihat musuh yang jauh lebih kuat di bandingkan diriku, rasanya seperti seluruh perjuangan ku adalah hal yang sangat sia-sia...!!!" Shuan memegang tangan Kou erat.
__ADS_1
"Semua orang pasti pernah merasakannya... Putus asa seperti ini tetapi jarang sekali melihatmu seorang Shiratori seperti ini..." Suara Kou yang begitu pelan masih terdengar oleh Shuan.
Suaranya yang terdengar begitu pelan dan lembut mampu menangkan jiwanya juga pikirannya yang dipenuhi dengan beban kekalahan dan kegagalan.
"Aku memang sudah gagal sejak awal... Semakin banyak kau berusaha akan tetap ada seseorang yang jauh lebih hebat dibandingkan dirimu karena suatu alasan seperti warisan dan bakat..."
"Lebih baik kita melarikan diri saja, Kou... Ayo, kita melarikan diri dari realitas ini... Memulai kehidupan baru tanpa harus mengurusi ini dan itu...!" Kata Shuan selagi menyentuh kedua pipi Kou.
"Shuan... Aku jadi kecewa jika kamu mengatakan hal seperti itu... Mama mungkin tidak akan merestui dirimu untuk menikah denganku..." Kou terlihat kecewa dan itu membuat Shuan terkejut.
"Maaf... Hanya saja aku lelah..."
"Beristirahat lah dulu, jika ada beban... Bisa bicara denganku... Aku selalu ada di sisimu..." Kou tersenyum kecil lalu mencubit kedua pipi Shuan untuk memaksa dirinya tersenyum.
"Senyum... Senyum... Hehehe..."
Hati Shuan terasa hangat sekarang ketika menatap wajahnya, ia sekarang tidak ingin merasakan kesakitan atau beban lagi melainkan menikmati kehangatan yang selalu di berikan oleh Kou.
"Kou..." Shuan menghalang wajahnya dengan perut Kou.
"Geli..."
"Aku sepertinya menyerah..."
"Hanya karena mendapatkan beberapa kekalahan, kau menyerah seperti itu, Shiratori Shuan?" Terdengar suara Shou dari belakang Shuan.
Shuan secara refleks melirik ke belakang lalu melepaskan satu gelombang cahaya ke arahnya tetapi Shou menangkapnya lalu mengubahnya menjadi rantai hitam.
"Kau seharusnya sadar bahwa kekalahan itu adalah hal yang biasa, merasakan kekalahan boleh tetapi jika kau menyerah maka kau baru saja mengeluarkan dirimu dari keturunan Shiratori."
"Apa yang kau mau dariku, hah!?" Shuan melesat ke arah Shou sehingga mereka berdua terjatuh menuju lautan yang berada tepat di dekat hotel.
Kou baru saja di minta oleh Haruka untuk tetap menjaga Shuan agar ia tidak melakukan sesuatu yang buruk, rencananya berhasil karena Kou ingin Shuan bisa di sadarkan oleh anggota Shiratori lainnya.
"Wajah dan keberadaan mu itu sangat mengganggu waktu istirahat ku bersama Kou!!!" Shuan mencoba untuk mencekik Shou menggunakan ekornya tetapi Shou menarik kakinya lalu melemparnya ke arah lapangan yang luas.
Shou mendarat di atas tanah dengan ekspresi serius, "Sebagai keturunan Shiratori, kau seharusnya sadar bahwa menyerah adalah kata-kata yang mutlak bagi kita semua."
"Aku tahu kau sudah berusaha sekeras mungkin untuk berjuang menjadi yang terkuat bahkan melebihi kakakmu---"
"Kau tidak akan pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan, Shou! Sejak kecil bahkan dari umur 4 tahun aku memulai latihanku sebagai seorang Legenda, tidak ada satu pun hari yang aku lewati...!!!"
"Setiap perjuangan juga usaha yang selalu aku lakukan hanya akan memberikan hasil yang tidak memuaskan sama sekali."
"Harga dan jati diriku yang dipertaruhkan jika aku merasakan kekalahan oleh seseorang yang baru saja bertemu denganku untuk pertama kalinya...!"
"Di atas langit masih ada langit... Itu yang aku sangat benci sampai membuat diriku muak, ingin meninggalkan harga diriku ini sebagai seorang Legenda dan Shiratori!"
Perkataan itu membuat Shou memasang wajah jijik, "Apa kau bilang...!? Semua perkataan yang keluar melalui mulut busukmu itu... Apakah kau seorang Legenda dan keturunan Shiratori!?"
"Walaupun kau melihat musuh yang jauh lebih kuat di bandingkan dirimu... Seharusnya kau sadar bahwa Legenda sepertimu masih bisa meningkat lebih tinggi lagi dengan menghancurkan batasan yang menghalangmu!"
"Jika kau berhasil mengalahkan orang itu terutama menghapus rasa kesombongan mereka maka rasa malu yang mereka terima akan jauh lebih memalukan...!!!" Shou mulai melompat ke arah Shuan untuk menyadari dirinya dengan beberapa serangan.
Shuan menghindari tetapi menerima satu tendangan yang mampu mendorongnya ke belakang.
"Kau adalah Legenda yang bodoh jika kau meremehkan diriku...!" Shuan langsung menggunakan Golden Solar System untuk menghajar Shou.
"Jiwa dan mental mu lembek tetapi mulutmu kuat sepertinya..." Shou melesat ke depan, mencoba untuk melancarkan beberapa serangan dan Shuan menahannya dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Sekarang bagian Shuan yang menyerang dengan melancarkan seluruh serangan dan kemampuannya.
Shou menghindari semua itu tanpa harus berpikir sehingga ia langsung menyerang balik dengan memegang erat dagunya lalu mengangkat tubuh Shuan ke atas dan membantingnya di atas daratan.
"Aaaagggghhh...!"
"Wujud yang dinamakan Golden Solar System ini di kalahkan oleh diriku yang belum mengerahkan kekuatannya dalam skala setengah... Bukannya itu memalukan, Shuan?"
Shuan awalnya mulai mengamuk tetapi ia tidak sempat melakukan apapun karena Shou yang menendangnya ke atas sehingga mengenai beberapa pohon.
Rokuro dan Asriel baru saja tiba di lokasi, mereka bisa melihat keributan yang begitu besar di lapangan, penuh dengan pepohonan seperti hutan.
"Apakah itu Shuan...?" Tanya Asriel.
"Ya, biarkan saja mereka seperti itu." Kata Haruka yang baru saja datang bersama Kou.
Terjadi beberapa kehancuran dan ledakan di dalam hutan, hal itu langsung membuat Kou khawatir karena Shuan bisa saja mengalami beberapa luka yang fatal.
Shuan tidak bisa berkata-kata lagi ketika Shou terus menghantam wajahnya beberapa kali tanpa mengerahkan sedikit kekuatannya, harga diri Shuan bertambah semakin hancur ketika menyadarinya.
Shou melakukan satu putaran lalu menendang perut Shuan cukup dalam sehingga ia terlempar ke belakang dan mengenai pohon yang begitu besar.
Bammmm!!!
Golden Solar System yang dimiliki Shuan menghilang begitu saja dan ia langsung berlutut di atas tanah selagi memegang perutnya yang terasa sakit.
"Arrrrgggghhhhhh...!" Shuan perlahan-lahan menatap Shou yang berdiri tepat di hadapannya dengan tatapan yang terlihat serius.
"Tidak ada alasan untuk menjadi lebih kuat ternyata... Masalah soal Oskadon bisa di urus oleh Shou bersama yang lainnya..." Ucap Shuan pelan.
"Semuanya akan baik-baik saja... Kekuatanku tidak ada gunanya sekarang..." Shou langsung mengamuk ketika mendengar itu, secara refleks ia mengangkat kerah baju Shuan.
"TATAP AKU, BODOH!" Shou mulai berteriak telat di hadapannya.
"Hapus semua ******** yang kau rasakan tentang kekalahan dan harga diri Legendamu yang belum cukup kuat...!"
"Melindungi pacarmu dan menjadi seorang Legenda yang jauh lebih kuat dari kakakmu sendiri adalah satu-satunya tujuan yang kau miliki!?"
"Apakah kau pikir tujuan akan berakhir sampai titik itu...!?"
"Pikirkan tentang tujuan selanjutnya, tidak ada yang abadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya... Beberapa bulan dan tahun yang akan datang nanti...!"
"Pikirkan kembali tentang harga dirimu itu...!!! Darah Legenda dan Shiratori mengalir di seluruh tubuhmu itu, jika kau adalah seorang Shiratori dan versi diriku yang asli..."
"...aku tidak akan memaafkan dirimu untuk merasakan kekalahan lagi kepada siapa pun! Kau akan menjadi yang terhebat atau kau akan menjadi yang terburuk...!!!"
"Hentikan..." Kou mencoba untuk menghentikan tetapi Haruka mulai memeluknya dari belakang.
"Tidak apa-apa, Kou... walaupun terlihat begitu kasar, ini adalah cara Shiratori untuk menyadari satu sama lain."
Shou menatap Haruka lalu ia melepas Shuan sehingga ia melarikan diri lagi, Shou hanya bisa menatapnya dari jauh dengan tatapan yang terlihat serius.
"Pekerjaanku telah selesai..." Ucap Shou.
Haruka mulai menatap Shuan dan ia mulai menghela nafasnya, "Dia memang tidak tahu ya... Apa yang pernah Minami hadapi selama seumur hidupnya..."
"Apakah kamu memiliki rencana, kakak...?" Tanya Kou.
"Ya... Rencana terakhir agar ia mau berlatih kembali dengan Minami..."
__ADS_1