
Arata menghantam tubuh Komi tetapi pukulan itu tiba-tiba menembus tubuh Komi hingga ia langsung mengubah seluruh amarah-nya menjadi sebuah kekuatan yang dapat menghancurkan ilusi Komi untuk beberapa saat, "Logic Breaker!!!" Arata menghantam dagu Komi hingga ia terlempar ke atas dengan ekspresi yang terkejut.
"A-Apa---" Arata muncul di atas Komi, ia sudah bersiap dengan kedua pedang-nya yaitu [Wrath] dan [Gluttony]. Ia melakukan serangan kombinasi tanpa henti hingga kedua bilah pedang tersebut mampu melukai Komi beberapa kali, Komi tidak bisa melakukan apapun bahkan menggunakan ilusi-nya saja hancur begitu saja karena sihir terlarang [Logic Breaker].
"Aku memanggil-mu lagi...!!!" Makarov mengeluarkan sebuah tombol untuk memanggil pesawat yang menjatuhkan zirah campuran dari Juggernaut dan Goliath, setelah itu ia langsung masuk dan mengeluarkan banyak sekali senapan gatling yang menembakkan banyak sekali peluru ke arah Komi.
Seluruh peluru itu mengenai punggung Komi hingga meninggalkan banyak sekali luka gores di punggung-nya, Komi benar-benar terpojok dan tidak bisa melakukan apapun karena Arata yang benar-benar menghancurkan sihir ilusi-nya, "Dasar kalian...!!! Mortal rendah---" Terlihat banyak sekali bambu runcing yang berkumpul di atas udara.
"Semua-nya berkumpul...!!!" Aditya berlutut di atas tanah sambil menyentuh tanah untuk mengeluarkan banyak sekali bambu runcing dari dalam tanah serta berbagai wilayah, seluruh bambu biasa berubah menjadi bambu runcing lalu berkumpul di atas udara, Andrian mengeluarkan banyak sekali garuda untuk melindungi Arata dari belakang.
Seluruh serangan Arata mengenai tepat sasaran sehingga membuat Komi kesal lalu meluncurkan sebuah gelombang sihir melalui mulut-nya yang mampu mendorong-nya mundur, ketika Komi mencoba untuk langsung membunuh Arata menggunakan sihir Crimson-nya... Aditya menjatuhkan seluruh bambu runcing itu kepada Komi hingga tubuh-nya tertusuk dengan bambu tersebut lalu ia mengubah bambu itu menjadi partikel merah.
"Grrggghhh...!!! Manusia rendah---" Andrian menyuruh seluruh garuda untuk menyerang Komi secara bersamaan, salah satu dari Garuda itu terdapat Makarov yang sedang berdiri tegak selagi menembakkan seluruh peluru [Anti-Magic] ke arah Komi dengan sepuluh jumlah senapan gatling di zirah-nya.
Semua penyerangan Komi gagal terus menerus karena mereka semua yang menyerang Komi secara bersamaan tanpa memberi diri-nya sedikit celah, ketika ia mencoba untuk mengerang keras dan melepaskan dorongan-nya... Arata melempar kedua pedang itu ke arah tangan Komi hingga kedua lengan-nya tertusuk lalu ia jatuh di atas tanah.
Arata menyerang Komi lagi dan lagi tanpa henti, kali ini dengan bantuan ketiga manusia yang berani untuk menanggung resiko kematian ketika melawan Komi, semua serangan yang mereka lakukan mampu melukai Komi sehingga perasaan amarah muncul di dalam diri-nya, membesar sedikit demi sedikit.
"Aku tidak bisa kalah dari kalian semua mortal rendahan...!!!" Komi mengerang keras hingga mendorong mereka mundur, ketika Arata mencoba untuk menyerang-nya ia langsung menyerang diri-nya sendiri karena Komi menggunakan sebuah ilusi untuk membuat Arata melawan diri-nya sendiri.
Komi melirik kepada Makarov lalu ia Makarov tersenyum karena ia merasa tertarik dan puas untuk membuat Komi sekesal itu, "Hohhh... Kau kesal 'kah, dewi!? Kalau begitu rasakan ini, blyaaatttt!!!" Dengan kekuatan penuh Makarov menghabiskan seluruh Mana dan tenaga-nya untuk melepaskan peluru yang berjumlah tak terbatas ke arah Komi.
"Grrrggghhh...!!!" Komi meninju dan menendang seluruh peluru itu satu per satu tanpa henti hingga tidak ada satupun peluru yang mampu melukai-nya, sirkuit sihir dan Lenergy-nya masih terasa normal sehingga itu membuat Makarov berkeringat dingin bahwa ia telah meremehkan-nya.
__ADS_1
"Sepertinya aku terlalu meremehkan diri-mu---" Komi tiba di hadapan Makarov dan hampir saja mengambil jatung-nya, untungnya Aditya melempar satu bambu runcing yang terdapat Flashbang di ujung bambu tersebut hingga Makarov tersenyum lalu memejamkan kedua mata-nya. Flashbang itu memancarkan cahaya yang sangat silau sehingga menghentikan pergerakan Komi dan membuat-nya buta untuk sesaat.
"Aggghhh...!!! Kau...!!! Sialan..!!!" Komi mengusap kedua mata-nya beberapa kali dan Arata datang kembali untuk menyerang Komi menggunakan kedua pedang-nya sehingga sekarang serangan yang ia lakukan mampu membuat Komi berdarah dan terluka cukup parah. Beberapa tusukan pedang mengenai tubuh-nya termasuk wajah-nya.
Kali ini Komi mulai menyerang, ketiga manusia yang membantu Arata tiba-tiba tidak bisa bergerak karena rantai Crimson muncul dari dalam tanah untuk mengikat mereka semua, tidak ada satupun yang ikut campur dalam pertarungan satu lawan satu. Semakin mereka melawan maka ikatan itu akan semakin ketat hingga rantai itu juga mulai menjadi tebal.
Arata terkena pukulan di wajah sementara Komi terhantam gempuran dahsyat, mereka sama-sama terpental jauh ke belakang. Komi maju menyerang dan tidak akan memberi diri-nya sedikit ampun karena sudah membuat-nya sekesal ini, mereka melepaskan beberapa serangan yang beradu tetapi Arata terpojok karena kekuatan-nya benar-benar berat sebelah dibandingkan milik Komi.
"Apakah ini yang kau punya, Arata!? Kau benar-benar berbeda dengan Arata yang aku kenal...!!!" Komi meninju perut Arata hingga ia memuntahkan banyak sekali darah lalu ia melakukan salto sehingga Arata terdorong ke belakang lalu terjatuh, "Setidaknya aku akan memberi-mu nilai bahwa Arata yang berasal dari dimensi ini cukup membuat-ku kesal seperti ini."
Arata muncul di belakang Komi lalu ia mengayunkan kedua pedang-nya secara bersamaan, serangan-nya tiba-tiba menembus Komi, ia segera berhadapan dengan Arata untuk melayangkan beberapa serangan kepada-nya. Setiap serangan yang dilepas selalu mengenai tubuh masing-masing, pada akhir-nya mereka terseret mundur belasan meter setelah sama-sama terkena serangan telak di wajah.
"Graggghhh!!!" Arata melempar pedang [Gluttony]-nya ke depan dan Komi berhasil menghindari-nya dengan mudah, "Serangan yang sangat lemah lembut ternyata..."
"Aku sangat senang... bertarung dengan-mu, apalagi manusia-manusia yang sangat menyebalkan. Dimensi asli memang hebat, banyak sekali kekuatan dan potensi yang belum aku ketahui." Komi memejamkan kedua mata-nya lalu ia membuka-nya dengan sangat lebar hingga memancarkan cahaya Crimson, ia langsung berubah menjadi wujud [Crimson King].
"Hahahahahahahahaha...!!!" Komi tertawa terbahak-bahak sehingga Arata melebarkan mata-nya karena seluruh tubuh-nya terasa seperti diserang secara bersamaan oleh sesuatu, ia melihat Komi yang masih tertawa terbahak-bahak tetapi tawa itu mampu melukai diri-nya hingga meninggalkan beberapa lubang kecil yang mengalirkan darah keluar.
"Huggghhh...!!!" Arata memuntahkan banyak sekali darah lalu ia berlutut di atas tanah sambil memegang mulut-nya yang terus mengeluarkan darah, "Begitu saja? Kau lemah sekali, Arata. Ingatlah, cara apapun itu... ilusi-ku itu yang terhebat---"
Beberapa flashbang memancarkan cahaya yang menyilaukan hingga membuat Komi kesal, Makarov baru saja bebas dari rantai Crimson berkat bantuan Arata yang melempar pedang-nya itu, ia menembakkan banyak sekali peluru kepada Komi tetapi pada akhir-nya Komi menatap Makarov hingga zirah yang ia gunakan langsung berubah menjadi abu.
"A-Apa---" Komi muncul di depan-nya lalu ia mencekik leher-nya dan setelah itu muncul di atas Aditya lalu menghantam mereka berdua secara bersamaan, terdengar tulang-tulang mereka retak... menyebabkan kedua manusia itu langsung pingsan.
__ADS_1
"Keparat!!!" Andrian mencoba untuk menyerang Komi tetapi ia terlambat karena Komi sudah menatap-nya dengan ekspresi yang sangat sadis, "Wahh... laki yang tampan, sayang sekali kau bukan tipe-ku..." Komi menutup mata kanan-nya, ia berniat untuk membunuh-nya tetapi...
"LOGIC BREAKEEERRRR...!!!" Seru Arata keras hingga Komi melebarkan kedua mata-nya karena sihir ilusi-nya tidak bisa ia gunakan untuk sesaat, "Lagi-lagi sihir sialan i---" Arata muncul di depan Komi lalu ia melakukan tendangan salto hingga Komi terlempar ke atas udara.
Komi menyeimbangkan tubuh-nya untuk melayangkan beberapa pukulan bertubi-tubi, Arata berhasil menghindari semua serangan itu lalu ia menebas dagu Komi hingga ia melambung tinggi. Arata menghilang dari pandangan dan berada di depan Komi yang masih melayang, ia melakukan serangan kombinasi menggunakan kedua pedang-nya hingga membuat Komi terkejut.
"L-Logic Breaker...? Sihir dan kemampuan apakah itu...!?" Ungkap Komi, ia tidak bisa melakukan apapun karena serangan Arata sangat cepat, setiap serangan-nya mampu membuat Komi terus terdiam hingga ia tidak bisa menyerang balik.
"Ini untuk Ibu-ku...!!!" Arata menebas leher Komi, "Aaaahhhhh...!!!"
"Ini untuk Ayah-ku...!!!" Arata menusuk perut Komi menggunakan kedua pedang-nya lalu ia menarik-nya kembali, "Arrrggghhhh....!!!"
"Dan ini untuk-mu yang sudah menyamar menjadi pahlawan Touri lalu menghancurkan segala-nya...!!!" Arata berputar lalu ia menebas kedua mata Komi hingga ia menjerit kesakitan karena tebasan itu mampu membuat kedua mata-nya tidak berfungsi, "Urrrggghhhhh...!!!"
"Mati...!!! Kau...!!! ******...!!!" Arata menghantam puncak kepala Komi hingga terjatuh di atas tanah, Komi mendarat dengan aman tetapi Arata muncul di depan-nya, kali ini dia membelakangi Komi lalu memukul-nya tanpa harus melihat-nya secara langsung, pukulan itu mampu melempar-nya ke belakang hingga ia terjatuh di atas tanah.
"... ..." Arata melirik ke belakang lalu menghilang dan muncul tepat di depan Komi yang sedang memejamkan kedua mata-nya, "Berakhir sudah...!!!" Arata mengayunkan kedua pedang-nya ke arah leher Komi tetapi kedua pedang itu tiba-tiba terlempar ke belakang.
"Ahhh---" Komi mencekik leher Arata dengan sangat kasar, Arata melebarkan mata-nya ketika melihat seluruh luka Komi yang perlahan-lahan mulai pulih kembali, "Apakah serangan seperti itu dapat melukai-ku...? Kau cukup menarik tetapi aku sudah bosan terlalu lama bermain dengan-mu, Arata..."
Komi menyentuh perut Arata menggunakan jari telunjuk-nya hingga punggung Arata memancarkan cahaya merah lalu melepaskan gelombang merah yang sangat besar hingga ia menjerit kesakitan, "Aaaaacccckkkkk...!!!" Punggung Arata terdapat lubang besar yang menunjukkan isi perut-nya termasuk tulang-tulang yang sudah retak.
"Hehh..." Komi menatap wajah Arata yang terlihat lemah, "Begitu saja?" Komi menyentil dahi Arata hingga ia terlempar ratusan meter ke belakang.
__ADS_1
"Hehhh... Hahaha... Terima kasih karena sudah memberi-ku Legend's Boost... aku bertambah kuat..."
"...hehehe... Hahaha... Hahahahahahahaha!!!"