Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 711 - Keuntungan dari Harga Diri dan Ego


__ADS_3

"Kalian berdua terlihat cukup menjanjikan... sesuai dengan harga diri sebagai bangsa Legenda, yang layak perlu di balas dengan kelayakan lain." Diablo mengepalkan kedua tinjunya


Kedua tinjunya mengeluarkan tulang hitam tajam yang dapat ia jadikan sebagai pedang sampai Haruki bersama Arata mulai mengepung Diablo dari arah yang berbeda karena perkataan tadi...


...adalah sebuah tanda dari Kou bahwa ia memasukkan sebuah pikiran untuk bertarung dengan adil dan layak melawan mereka sampai rencana Kou menggunakan The Mind berhasil.


"Aku adalah wadah dari perwakilan segala dosa besar, Shimatsu Arata. Cukup mengejutkan untuk bisa bertarung dengan partner yang dulunya dekat bersama Kuro." Arata menunjuk pedang amarah ke depan.


"Hohhhhh... Shimatsu ya... kau memang Legenda pemberontak terbaik yang aku ketahui sejak itu tetapi kalian tidak datang ketika bangsa Iblis menyerang." Diablo tersenyum serius.


"Jangan meremehkan diriku juga, Diablo. Walaupun nama dan keturunanku tidak begitu terkenal di sejarah kuno... kami klan Shichiro menjalankan tujuan secara diam-diam."


"Aku sudah tahu, tidak perlu mengatakannya dua kali... semua misteri di dalam Touriverse telah aku ketahui, aku ingin pindah ke alam semesta lain tetapi Shukaku menghentikan diriku." Diablo mulai menatap tajam Arata dan Haruki.


Arata dan Haruki maju secara bersamaan lalu mereka melancarkan serangan secara bersamaan sehingga Diablo langsung menahannya menggunakan kedua tulang yang ia jadikan sebagai pertahanan juga.


Tubuh Diablo langsung tertekan sampai terdorong ke belakang oleh kedua Legenda itu yang bekerja sama dengan baik sehingga setiap serangan kombinasi itu terasa cukup rapi dan berkoordinasi.


Haruki menghancurkan kedua tulang itu sampai ia berhasil menggores lengan kanan Diablo, ia langsung mendapatkan sambutan serangan dari Arata yang mengayunkan kelima pedangnya sekaligus menggunakan aura dan kedua lengannya.


ZBASSSHHH!!!


"... ...!" Kou melebarkan matanya ketika amarah Diablo mulai melonjak seketika.


Ia mencoba untuk menghapusnya dan terus memasukkan pikiran pertarungan adil agar mereka dapat mengulurkan waktu cukup lama, dirinya yang mencoba untuk menggunakan The Mind mendapatkan sambutan dari Satori.


Satori menghantam wajah Kou sampai ia terdorong ke belakang, "... ..."


Satori mencoba untuk maju tetapi tubuhnya bergerak sendiri sampai ia mundur ke belakang lalu menerima beberapa serangan dari Shizen dan Yuuna karena tujuan mereka untuk melindungi Kou yang sedang fokus membantu Arata dan Haruki.


Diablo memunculkan aura hitam yang menyengat sampai mendorong kedua Legenda itu dengan kulit yang sebagian berubah menjadi hitam sampai mengeluarkan nanah.


"Tekanan Iblis memiliki daya kekuatan berlebihan seperti ini... jika saja Kou tidak membantu maka kesempatan kita sudah pasti nol." Peringat Arata yang mulai menaikkan seluruh kekuatannya.


"Yang paling penting adalah... aku merasa begitu puas bertarung melawan iblis kuno yang sering di ceritakan oleh buku sejarah berbeda, dia memang kuat dan mengerikan..."


"...sesuai dengan buku sejarah itu!!!" Haruki maju ke depan lalu ia melepaskan lubang hitam ke arah Diablo tetapi ia meniupnya sampai sihir itu menghilang.


Diablo menahan kedua pedang Haruki lalu ia menghantam wajahnya menggunakan sikutnya, setelah itu ia memegang erat kerah bajunya lalu melakukan sebuah putaran dan melemparnya ke Arata sampai mereka saling bertabrakan.


"Haruki... jika kita tidak melakukan serangan yang dapat menipunya maka semua kerja sama ini akan berjalan sia-sia." Arata mulai berbicara.


"Aku tahu... Kou hanya membantu kita untuk menghindari serangan paling mematikannya tetapi ia masih memiliki kekuatan dahsyat seperti itu." Haruki bangkit selagi menghapus darahnya.


"Entah kenapa melihat wajahnya yang begitu naif dan sombong membuat dosa amarahku terus terbakar." Kata Arata karena ia melihat Diablo terus menunjukkan senyuman itu.


"Apa yang kau harapan kan dari raja iblis? Ego dan harga diri mereka sudah berada di level yang berbeda... karena sebuah julukan saja." Haruki mulai memegang erat kedua pedangnya.


"Ini berjalan dengan baik... aku sudah cukup lelah menjadikan Regulus sebagai samsak tinjuku." Diablo tersenyum karena dirinya sudah tidak dapat di panggil sebagai Iblis.


Tubuh Ancient Legendanya itu satu-satunya hal yang menarik perhatiannya sampai ia ingin mengetahui cara untuk terus bertambah kuat sampai melampaui batasan apapun dengan tubuh tersebut.


Kou yang terus menjaga pikirannya terkejut seketika karena Diablo benar-benar ingin bertarung dengan cara Legenda, jika ia terus menerima luka maka kekuatan yang ia terima pasti akan melampaui harapan apapun.

__ADS_1


Diablo melepaskan kekuatan lebih besar kali ini esensi yang ia gunakan adalah Legenda sampai Arata dan Haruki tidak merasa asing lagi bahwa dirinya benar-benar berubah menjadi Legenda yang asli.


"Kita lihat evolusi seperti apa yang aku dapatkan ketika mendapatkan Legend's Boost... apakah aku akan mengakses kekuatan Legenda yang menakuti kalian sampai mati?!"


Arata langsung tersenyum puas melihat Diablo akhirnya menunjukkan esensi Legenda itu sampai ia dapat menggunakannya sebagai keuntungan besar.


Kuro yang berada di dalam tubuh Arata hanya bisa menyimak karena ia mempercayai Kou bersama kedua Legenda itu pasti bisa mengulurkan waktu agar Megumi memisahkan ketiga akar kehidupan Legenda itu.


Haruki menatap Arata lalu ia tersenyum, "Apakah sudah waktunya...? Terlihat jelas dari senyuman itu... kita pasti akan mencatat sejarah yang baru."


"Kau memang teman petarung ku yang hebat, Haruki. Aku sudah berpikir untuk menghancurkan karier seseorang karena kesombongan julukan itu."


Lambang tujuh dosa besar muncul tepat di belakang punggung sampai beberapa tato yang berlambang dosa itu mulai tertera di tubuhnya karena ia merasakan semua efek dari dosa itu.


Kedua mata Arata memancarkan cahaya merah cukup silau sampai mendorong Diablo mundur, ia menatap ke depan lalu menahan serangan Haruki beberapa kali.


Diablo mencoba untuk menyerang balik tetapi Haruki melayang ke atas sampai Diablo tersenyum jahat lalu mengepalkan tinju kanannya yang menciptakan gumpalan merah dengan lapisan kegelapan.


Diablo melempar sihir itu ke arah Haruki yang berhasil menghindarinya dengan kecepatan penuh sampai ia mulai mengarah Diablo selagi memegang erat kedua pedangnya yang beraura.


Diablo tidak dapat bereaksi cukup cepat ketika pipinya menerima satu tebasan dari pedang Envy yang Arata lempar, ia mencoba untuk menyerang Arata tetapi Haruki berhasil menebas perutnya menggunakan kedua pedangnya itu.


ZBASSSSHHH!!!


Diablo menerima luka yang lumayan efektif di perutnya sampai ia merasa kesal, kekuatan asli dari bangsa Iblis ia coba keluarkan tetapi Kou tetap menghapus niatan dan pikiran itu agar mereka dapat bertarung dengan seimbang.


"Sudah berapa kali kau ingin bersikap seperti pengecut dan mengandalkan senjata konseptual itu..." Tanya Kou yang terus memperhatikan pertarungan mereka dari jauh.


Diablo terbang tinggi ke atas sehingga ia melihat Arata mulai mengikutinya dengan lima pedang di belakang punggung yang berputar sampai mengisi kekuatan dosa tak terbatas untuk Arata.


Pedang Pride akan berjalan sangat efektif melawan musuh dengan ego dan harga diri tinggi seperti Diablo sampai pedang itu akan terus bertambah kuat sampai mustahil untuk tidak mengenai lawannya.


Arata memanfaatkan situasi itu karena Kuro sempat memperingatinya sebelum pertarungan di mulai, Diablo terus menahan semua serangan itu dengan kedua lengannya yang di lapisi dengan tulang hitam sebagai lindungan.


Pada akhirnya, sekuat apapun Diablo mencoba untuk menahan dan menghindarinya, pedang Envy berhasil menebas wajah Diablo cukup dalam sampai meretakkan tengkoraknya itu.


BAMMM!!!


Diablo terpental ke belakang dengan wajahnya yang terbelah sedikit sampai ia terasa dipermalukan oleh Arata dan Haruki sekarang, pedang Envy nya cukup membantu juga dalam situasi seperti ini.


Rasa iri Arata kepada Diablo yang memiliki kekuatan melalui julukan raja iblis membuat dirinya merasa ingin sekali memenangkan pertarungan dengan melampaui kekuatan raja iblis itu sampai pedang tersebut dapat merasakan isi hati dengan penuh rasa iri.


Arata menukar pedang Pride dengan Greed yang berhasil menyerap semua kekuatan iblis milik Diablo dengan tambahan kekuatan Haruki sampai ia mengangkatnya ke atas untuk melepaskan semua sumber yang di serap.


"HAHHHHH!!!" Arata melepaskan satu gelombang tebasan yang sangat besar sampai menyebabkan ledakan berskala besar, mampu mendorong semua pasukan yang sedang berperang.


BAAAAAMMMMMM!!!


***


Regulus merapatkan giginya sampai kedua lengannya menonjolkan urat karena merasa frustrasi bahwa Diablo bisa di tekan oleh Haruki dan Arata dengan mudah.


Ia masih belum tertarik untuk terjun ke dalam medan pertarungan melihat keadaan yang masih berjalan dengan baik karena semua pasukan Legetsu berhasil memusnahkan pasukan dari kerajaan lagi dan sebagian dari Ghisaru.

__ADS_1


Regulus melirik ke belakang karena ia masih memiliki pasukan simpanan tetapi tubuhnya langsung menerima satu serangan ombak yang melemparnya ke belakang sampai mengenai beberapa bangunan.


"REGULUUUSSSSS!!!" Teriak Hana keras yang menciptakan Leviathan besar melalui auranya itu, dengan cepat ia maju ke depan untuk menabrak tubuh Regulus.


"Lagi-lagi kau...!!! Mizuhana!!!" Seru Regulus keras sampai mengeluarkan petir suci melalui tubuhnya yang mulai mendorong Leviathan itu mundur.


Semua pasukan mulai membantu Regulus sampai auranya pecah seketika, Hana mendarat di atas atap lalu ia di tekan oleh beberapa pasukan.


Tanpa basa basi dan sedikit ampunan, ia memecahkan semua pembuluh darah dan jantung pasukan itu satu per satu agar dirinya dapat mengurus Regulus yang sudah mengambil apapun darinya.


Regulus menciptakan gumpalan listrik suci yang besar melalui tapaknya tetapi Megumi muncul tepat di hadapannya sampai ia menendang wajah Regulus lalu mendorongnya ke belakang.


Megumi mendarat di atas tanah lalu ia menatap Regulus dengan matanya yang tajam seperti kucing ketika melihat mangsanya, "Kali ini aku akan menulis sejarah baru, Regulus."


"Gadis kecil itu ya... kau kembali untuk terbunuh olehku? Keberuntunganmu sudah habis kau gunakan sejak itu."


"Dan kesialan mu baru saja muncul sekarang, Regulus." Balas Megumi dengan menajamkan semua cakarnya yang berwarna emas itu.


"Hmph." Regulus tersenyum, ia merasa tidak sabar untuk memusnahkan nyawa Neko Legenda yang terlepas dari pulau Neko Island.


"Kau terlihat sama seperti sebelumnya... kau tahu Neko Legenda mengalami proses yang cukup lambat untuk berkembang karena kalian pantas menjadi budak peliharaan." Kata Regulus.


"Sebagai Kaisar agung... kau memiliki satu---"


"Tidak, terima kasih."


"Kalau begitu, Neko Legenda... kesempatan yang aku berikan itu, aku harap kau tidak mengecewakan diriku yang bodohnya memberimu tawaran."


"Kau terlihat sama saja, Regulus. Masih ingat siapa yang mempermalukan dirimu sejak itu?" Tanya Megumi.


"Hohhhh... seorang sampah seperti dirimu dengan beraninya berbicara besar di hadapan sang Kaisar Regulus Khan?"


"Apakah kau memang berbeda dari Neko Legenda lainnya...? Sungguh evolusi yang cukup baik untukmu, Neko Legenda."


"Mungkin...?"


"Baiklah, cukup berbicara. Kaisar sepertiku tidak pantas kau ajak bicara karena sampah sepertimu masih belum tunduk dan bersujud di hadapanku." Regulus menyilangkan kedua lengannya.


Regulus mengalirkan planet Legenia dengan aliran listrik suci yang cukup besar sampai aura sucinya yang berwarna perak mulai muncul dari dalam tubuhnya sampai melepaskan petir yang berskala besar.


Langit-langit juga melepaskan suara petir yang menggema sampai hujan mulai turun, memberikan Hana keuntungan besar karena ia dapat menyiksa semua pasukan itu satu per satu.


"Tunjukkan kepada Kaisar Regulus...


"...evolusi dan proses apa yang kau dapatkan seumur hidupmu ini, Neko Legenda. Kau juga Legenda yang hidup panjang pada masa kerajaan kuno bukan?" Regulus tersenyum lebar.


Megumi hanya bisa diam lalu ia memejamkan kedua matanya sampai tubuhnya memancarkan cahaya emas yang begitu silau, tubuhnya mulai diselimuti dengan bongkahan emas yang retak sampai pecah.


ZBASSSHHH!!!


Bongkahan emas yang pecah itu berubah menjadi partikel emas, Regulus bisa melihat penampilan Megumi yang berubah di bagian rambutnya yang berwarna emas sampai memanjang selutut.


"Kau memang menggunakan kekuatan dari keturunan Shiratori ya... sungguh istri yang cerdas."

__ADS_1


"Dengan mengalahkan diriku yang memiliki akar kehidupan..." Megumi membuka kedua matanya sampai pupilnya berubah menjadi warna perak.


"...menggunakan Golden Life adalah satu-satunya cara untuk menghentikan dirimu."


__ADS_2