
"... ..." Korrina mulai menutup kedua lubang hidung Alvin agar ia bisa bangun secepat mungkin, mereka masih harus melaksanakan tugas mereka untuk merebut Touri kembali. Alvin tidak bisa bernafas ketika lubang hidung-nya tersumbat sehingga ia bangun lalu menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat terkejut.
"Bagaimana bisa kamu kembali...?" Tanya Korrina dengan wajah yang penasaran, "Cerita-nya panjang sih... aku tidak menyangka dewa Crimson seperti-ku yang dipenuhi dengan dosa akan memiliki keberuntungan tinggi untuk bisa hidup kembali menjadi ras Astral, walaupun begitu aku masih tidak bisa keluar dari habitat-ku sendiri yaitu negara Astral."
"Kenapa?"
"Tubuh Astral akan menghilang jika mereka menghabiskan waktu selama satu jam di luar habitat-nya sendiri, tetapi berkat bantuan Yuuna akan sangat berterima kasih kepada diri-nya sehingga ia memberikan diri-ku kesempatan untuk merasa hidup lagi dan bertemu dengan-mu kembali. Waktu-ku bersama-mu terbatas, Korrina... aku memiliki satu minggu untuk tinggal bersama kalian semua."
Kata-kata itu langsung membuat Korrina melebarkan mata-nya, ia awalnya menyangka bahwa Alvin akan terus tinggal bersama mereka semua... tidak bisa menahan rasa sedih dan kesakitan, Korrina langsung menangis tersedu-sedu karena ia tidak mau lagi ditinggalkan oleh suami-nya sendiri, padahal dia baru saja bertemu dengan-nya dan membuat keturunan baru dengan diri-nya tetapi waktu kehidupan-nya hanya satu minggu.
Alvin segera memeluk diri-nya ketika melihat-nya menangis tersedu-sedu seperti itu, ia tidak akan pernah berubah... gadis yang awal-nya cengeng dan selalu takut untuk ditinggali oleh seseorang yang sangat ia cintai, dalam pelukan-nya itu ia menceritakan banyak hal tentang perkembangan Korrina yang mampu membuat diri-nya bangga bahwa ia melanjutkan tujuan Alvin sendiri.
Perkataan-nya dan juga cerita-nya mampu membuat Korrina sedikit tenang, Alvin juga mengatakan kepada diri-nya, jika ia ingin bertemu kembali atau berkunjung maka dia hanya harus meminta bantuan kepada Yuuna untuk membuka pintu menuju dunia kematian, kemungkinan mereka akan bertemu dan bisa menghabiskan waktu selama satu jam.
Setelah satu minggu berlalu maka arwah Alvin akan benar-benar lepas sehingga ia bisa hidup tenang di atas sana sambil melihat perkembangan apalagi yang akan dialami oleh Touri dan keluarga-nya, Korrina menatap Alvin dengan senyuman sehingga ia menghapus air mata-nya, "Aku akan terus bertambah kuat loh... dan aku juga tidak akan menjadi Dewa..."
"Setidaknya lakukan apa yang kau suka... aku cukup senang melihat diri-mu yang sudah berubah, dulu-nya kau pendiam dan pemalu bahkan kau tidak mau bersosial dengan siapapun. Semua-nya berubah ya, ketika Shira dan yang lain-nya datang... membutuhkan proses sih tetapi aku menyukai penampilan-mu yang baru ini."
__ADS_1
"Benarkah...? Itu artinya aku tidak perlu menumbuhkan rambut-ku lagi ya?" Korrina tersenyum sambil mengusap rambut-nya sendiri, "Begini sudah cukup, rambut merah pendek yang terlihat seperti-ku... seperti-nya kau benar-benar loyal kepada-ku ya."
"Tentu saja! Keturunan Comi harus loyal kepada suami-nya sendiri loh...!"
"Tetapi... aku melihat seorang gadis yang terlihat seperti adik-nya Haruka."
"Ahh... Nama-nya itu Honoka Comi, dia memiliki ketukan [Eternal Ego] karena dia adalah keturunan kita berdua, Alvin, dia dulu-nya adalah anak manusia yang ditinggalkan oleh kedua orang tua-nya yang sudah mati... jadi aku memilih untuk mengadopsi-nya lalu memindahkan seluruh DNA-ku kepada dirinya." Penjelasan seperti itu membuat Alvin yakin bahwa Korrina benar-benar setia dan loyal kepada diri-nya sendiri.
"Sekali lagi... maaf... seperti-nya aku tidak akan bisa melihat anak baru-ku." Alvin menundukkan kepala-nya, "Tidak apa... yang penting kau masih bisa melihat dari atas sana dan putri baru kita akan menjadi putri keturunan Comi yang sangat menonjol." Korrina tersenyum.
"Heh? Putri? Aku mendapatkan putri lagi?"
"Apakah kita sekarang berada di dimensi milik Haruka?" Tanya Alvin.
"Begitulah, mungkin sudah saat-nya kita keluar dari sini dan melihat situasi seperti apa sekarang..." Korrina mencoba untuk menghubungi Haruka dan Haruka segera menjawab-nya lalu mengembalikan pakaian mereka berdua, setelah itu kubus waktu yang ia gunakan mulai retak dan hancur sehingga membawa mereka kembali menuju inti pusat itu.
***
__ADS_1
"Jadi... kita menunggu siapa nih?" Tanya Arata sambil menatap mereka semua, "Entahlah... tetapi kita harus menunggu Haruka dengan yang lain-nya." Kata Haruki yang sedang duduk di atas lantai sambil melihat pemandangan indah dari atas menara itu.
"Tadi aku mendengar suara kura-kura itu yang mengatakan sesuatu tentang aliansi, itu artinya si Shelldon itu sedang mengumpulkan seluruh penghuni Palouce untuk bersiap-siap membantu kita dalam merebut Touri kembali?" Tanya Arisu, apa yang ia baru saja katakan langsung membuat mereka semua percaya bahwa Haruka sudah merencanakan semua-nya sehingga mereka semua harus menunggu Haruka kembali.
Alvin dan Korrina kembali muncul sehingga suasana langsung hening dan berubah menjadi canggung, "Selamat datang kembali, apakah kalian bersenang-senang?" Tanya Shira sambil tersenyum kecil sehingga mereka berdua langsung tersipu merah.
"Wahh... ekspresi-nya terbaca cukup jelas ya..." Ungkap mereka bersama, mereka mengetahui bahwa Alvin dan Korrina sibuk di atas ranjang sambil membuat keturunan baru. Tetapi setidaknya ruangan itu kembali seperti biasa ketika Korrina mulai menanyakan kemana Haruka, semua yang direncanakan oleh Haruka seperti-nya berjalan lancar sehingga dari jauh ia melihat ras Netherian yang mulai berkumpul di perbatasan negara.
"Sebelum semua penghuni berkumpul di satu tempat, mari kita melakukan metode latihan baru." Korrina mulai menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat serius, metode yang ia maksud mampu membuat mereka semua kebingungan. Metode latihan ini cukup simple dan sangat membantu untuk pertarungan terakhir seperti ini.
"Haruka dan Okaho pernah memberitahu-ku tentang berlatih di alam sadar dimana kalian semua akan bertemu dengan sesuatu yang membuat kalian takut serta... orang-orang penting yang pernah dekat dengan kalian, kalian hanya harus mengikuti alur apa yang akan terjadi selanjut-nya dengan metode latihan seperti itu." Korrina mulai duduk di atas lantai lalu ia menyuruh mereka semua untuk duduk sambil membuat lingkaran.
"Semuanya... tutup mata kalian dengan sangat rapat lalu kosongkan pikiran kalian semua... biarkan kedua telinga kalian mendengar udara... suara itu akan berubah menjadi suara genangan air yang sangat tenang dan enak untuk di dengar....." Mereka semua tiba-tiba mengikuti apa yang Korrina katakan sehingga tubuh mereka mendadak tidak bisa bergerak, tubuh mereka terasa seperti batu.
Pikiran mereka sangat kosong sehingga mendengar suara seseorang yang penting, Korrina lah yang pertama untuk membuka kedua matanya sehingga ia tiba disebuah ruangan gelap yang terlihat sama persis seperti mimpi-nya itu.
"Aku kembali di dunia ini seperti, baiklah... Kalau tidak salah aku pernah mendengar suara ibu--- tidak, aku merasakan banyak sekali keberadaan keturunan Comi." Korrina bangkit dari atas air hitam itu lalu ia maju ke depan untuk melihat sekitar sehingga ia langsung melihat banyak sekali gadis yang memiliki rambut emas dan pirang.
__ADS_1
Rambut emas dan pirang itu sudah membuat Korrina yakin bahwa mereka adalah keturunan Comi, ditambah lagi kedua mata mereka yang berwarna biru. Tidak lama kemudian ia melihat Koura berdiri tepat di hadapan-nya.
"Ibu... "