Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 120 - Pertemuan Yang Tidak Terduga


__ADS_3

~Zuutouri~


Zuutouri, semesta kecil yang dekat dengan Zuusuatouri dimana bangsa Vampire tinggal di semesta itu dan hidup dengan seimbang, tidak selalu damai dan perang... Tetapi semesta itu saat ini dipenuhi dengan Vampire bangsawan, assassin, dan yang lain-nya. Intinya bangsa Vampire tidak akan memihak siapapun berdasarkan logika mereka tersendiri.


Seorang Saint Soul yang bernama Ichinose Yuuna saat ini sedang menunggu kedatangan Korrina dan Haruka karena mereka sudah dihubungi oleh Korrina, ia menunggu tidak sendirian karena beberapa peserta dari turnamen itu ada yang tersesat di semesta Zuutouri contoh-nya Yuuna.


Anak dari Korrina yang bernama Rexa tersesat di Zuutouri juga, mereka semua tidak memiliki cara untuk bisa melarikan diri dari semesta itu karena di luar sana terdapat banyak sekali pasukan Iblis yang sedang mencari mereka dan menaklukkan beberapa planet yang ada di semesta Zuutouri, untung-nya mereka bertemu dengan seorang Vampire kecil yang menyediakan tempat berlindung untuk mereka.


"Aku tidak menyangka bahwa perang antar semesta akan terulang lagi, aku harap Mama memiliki solusi untuk semua ini." Ucap Rexa sambil melakukan beberapa push-up.


"Aku dengar pasukan iblis lain-nya saat ini sedang mengunjungi Zuutouri untuk menaklukkan dan mencari pasukan Vampire yang mau bekerja sama dengan mereka. Aku memang tidak mengerti tentang apa yang dipikirkan oleh Rxeonal... Aku kira dia itu Iblis baik seperti Yusa..." Ucap Vampire itu pelan.


"Semua makhluk hidup memiliki topeng untuk menutup jati mereka sendiri, Vania."


Ternyata Vampire yang menyelamatkan mereka adalah Vania yang dulunya pernah bekerja sama dengan Oni Yusakage dan Rxeonal, tetapi sekarang ia memilih untuk pergi dari semesta Zuusuatouri karena ia bersama Elvano sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi ketika melihat jati diri Rxeonal yang asli membuat dirinya merasa kesal.


"Awal-nya aku bekerja sama dengan bangsa Iblis itu hanya untuk mengumpulkan sampel darah yang akan dijadikan eksperimen oleh Elvano, tetapi kita malah menemukan sesuatu yang tidak kita harapkan... Kekuatan dan kemampuan bangsa Iblis apalagi Giblis memang mengerikan." Vania mulai menyerap darah dari bola mata raksasa yang ia pegang.


Korrina bersama Haruka dan Selvia tiba di dalam tempat perlindungan Vania, mereka semua sempat terkejut karena kedatangan Korrina yang datang secara tiba-tiba. Korrina bisa datang ke tempat itu karena keberadaan Rexa yang mengandung aura Sacred di dalam diri-nya jadi dia bisa berpindah tempat jika tempat itu memiliki sesuatu yang berkaitan dengan Sacred.


"Rexa, syukurlah kau selamat..." Korrina tersenyum, air mata suci mengalir keluar dari kedua mata-nya.


"M-Mama...!" Rexa melebarkan matanya sampai air mata mengalir keluar dari matanya, ia akhirnya bisa bertemu dengan Korrina lagi dalam waktu yang cukup lama. Rasa syukur mulai menyelimuti hati mereka dan perasaan mereka untuk bisa bertemu kembali.


"Mamaaaaa...!!! Mamaaaa!!!" Teriak Rexa, ia melompat menuju arah Korrina dan mulai memeluk-nya erat sampai Haruka yang saat ini sedang tertidur di gendongan bayi yang masih muat dengan tubuh-nya.


"Mmmmm...!" Haruka hampir saja bangun tetapi ia masih tertidur pulas.


"Maaf, Mama tidak sempat untuk menyelamatkan-mu..." Ucap Korrina pelan, ia memeluknya erat dan mulai mengusap kepala-nya dengan pelan lalu memberinya kecupan di kening.

__ADS_1


Yuuna mulai merasa senang melihat Rexa yang akhirnya bertemu lagi dengan keluarga-nya sendiri, Vania sempat kaget untuk melihat Selvia yang datang dengan ekspresi yang terlihat canggung. Vania tersenyum tipis, dia tidak menyangka Selvia akan datang dan ikut bersama Korrina.


"Sudah lama sekali ya, Vania. Waktu itu kita berada di sebuah aliansi yang bernama [Truce Order]." Selvia terkekeh sambil menggaruk-garuk pipi-nya.


Vania bangkit dan segera memberi dirinya sebuah pelukan, "Aku merindukan dirimu, Selvia... Aku kira kau sudah mati..." Kata Vania dimana ia mulai menangis.


Selvia baru saja ingat pertarungan terakhir-nya bersama pasukan Truce Order, ia melawan Mortem dan Rxeonal lalu berakhir terjebak di [Crimson Realm] dimana tidak ada satupun pasukan Truce Order yang mengetahui keberadaan-nya, jadi Vania pikir bahwa Selvia gugur di dalam perang terakhir-nya.


"Cerita-nya panjang---"


"Shhh... Aku merasa senang melihat-mu masih hidup."


***


Mereka semua mulai membahas tentang perang antar semesta, Vania tertarik untuk membantu Korrina sampai mereka berdua mulai berjabat tangan. Vania menghubungi Elvano untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya pasukan Vampire untuk bisa bertarung bersama pihak yang benar pada saat perang antar semesta di mulai.


Sebenarnya Korrina datang karena dua hal, membawa Rexa pulang dan juga mengambil darah yang Rxeonal cari... Dia mendapatkan beberapa informasi tentang Rxeonal berkat bantuan dari Shizen yang saat ini menyamar menjadi seorang Iblis, ia bisa mendapatkan semua informasi itu karena beberapa pemimpin pasukan selalu membicarakan tentang dirinya.


Korrina membahas-nya bersama Vania sampai ia sontak kaget karena darah yang Korrina cari itu langka sekali dan Vania juga menceritakan kepada Korrina bahwa darah-nya juga mengandung [Blood of Mimensis], itu artinya Vania pernah menemukan sumber darah tersebut.


"Untung-nya kau menanyakan tentang hal ini kepada Vampire yang benar, Korrina. Aku dan Elvano pernah mengunjungi air terjun darah itu... Katanya darah itu sangat sakral karena ketika darah itu tercampur dengan darah-mu maka kau akan memiliki sel atau DNA yang sama dengan musuh-mu..." Ucap Vania pelan.


"Begitu ya... Sepertinya darah ini harus aku teliti lebih dalam. Tetapi aku tidak tertarik dengan kemampuan-nya, maukah kau membawa kami ke sana?" Tanya Korrina.


"Dengan senang hati." Jawab Vania.


***


Rxeonal saat ini sudah berada di semesta Zuutouri, ia mendapatkan bantuan dari beberapa Vampire yang membantu-nya karena dia sudah menyiksa mereka dan memberi mereka belas kasihan jika mereka mengetahui sumber darah Mimesis itu. Tetapi sebagian Vampire yang tidak mengetahui sumber darah tersebut langsung Rxeonal bunuh dan melahap-nya.

__ADS_1


Tiba-tiba insting iblis Rxeonal mulai memperingati-nya bahwa seseorang datang dan itu adalah Mortem yang muncul di hadapan-nya, kekuatan-nya terasa berbeda terakhir kali Rxeonal bertemu dengan dirinya. Mortem mengetahui apa yang Rxeonal incar karena ia mampu membaca pikiran-nya.


"Iblis memang tidak jauh dari kata rakus dan haus ya... Kau sudah mendapatkan banyak pasukan berbahaya, keabadian, dan pedang kehancuran tetapi kau masih ingin mencari kekuatan lain agar kau bisa menjadi sesosok makhluk yang sempurna." Mortem tertawa kecil karena merasa tertarik dengan dirinya.


"Aku tidak menyangka kau akan datang." Rxeonal melangkah maju dan melewati Mortem, Vampire yang baru saja ia bunuh tadi memberi dirinya sebuah peta yang membawa dirinya menuju sumber darah Mimesis itu.


"Kau sepertinya mencari [Blood of Mimesis] ya... Kau pasti takut dengan potensi penuh Shira ya...? Bukan hanya dia saja tetapi Legenda lain-nya, mereka lebih dominan tentang pertarungan... Berbeda dari bangsa Iblis yang lebih dominan dengan kerakusan dan kehausan." Mortem mulai mengejek Rxeonal.


"Tidak ada makhluk yang tidak memiliki rasa takut, semua-nya punya... Kau juga pasti memiliki rasa takut kepada seseorang." Rxeonal berhenti di depan pohon yang dipenuhi dengan daun-daun layu, ia membuka daun layu tersebut lalu ia melebarkan matanya karena melihat sebuah air terjun.


Mortem merasa kesal dan terganggu ketika mendengar perkataan Rxeonal. Rxeonal segera mengajak Mortem untuk masuk ke dalam tempat dimana sumber darah Mimesis berada, sepertinya Rxeonal menemukan-nya terlebih dahulu. Ia segera melompat masuk ke dalam sungai yang dipenuhi darah itu sampai tubuh-nya memancar cahaya merah.


"Ya...! Aku merasakan sesuatu yang geli di dalam tubuh-ku...!" Rxeonal melayang keluar dari sungai itu sambil menatap kedua telapak tangan-nya.


"Selamat, sepertinya kau bertambah kuat lagi." Ucap Mortem sambil menutup lubang hidung-nya karena sungai itu memiliki aroma yang sangat bau dan tidak sedap, ia juga melihat beberapa tulang hewan yang berserakan dimana-mana, sepertinya aroma dari darah itu membunuh mereka semua dan membusukkan tubuh mereka.


Rxeonal meminum darah-darah itu dan Mortem merasa terkesan untuk melihat seorang Iblis yang benar-benar kebal dengan aroma bau itu. Lima menit kemudian, Rxeonal duduk sila di atas tanah dan mulai melakukan meditasi.


"Kapan kau akan memulai perang-nya?" Tanya Mortem, firasat-nya tiba-tiba menjadi buruk setiap menit terlalui.


"Masih belum cukup..." Jawab Rxeonal pelan.


Mortem tiba-tiba mendengar suara di belakang-nya serta keberadaan yang terasa tidak asing, ia segera melangkah maju dan mencoba untuk mendekati suara yang ia dengar.


"Mama, dimana sih sumber darah itu!?" Tanya Rexa kesal karena dia sudah lelah menghabiskan waktu mengelilingi hutan yang bau itu.


"Sabar dulu..." Ucap Korrina sehingga ia berhadapan dengan Mortem di depan-nya dan menabrak-nya, mereka terdorong ke belakang dan sontak kaget ketika melihat satu sama lain.


"A-Ahhhh!?" Mortem terlihat sangat terkejut ketika bertemu dengan Korrina, berbeda dari Korrina yang mulai menatap dirinya dengan ekspresi yang bingung.

__ADS_1


"Kau...?"


__ADS_2