
Perang melawan Zangetsu bersama seluruh pasukan-nya telah dimulai, seluruh pasukan Touriverse sudah maju dan mengerang sekeras mungkin untuk menunjukkan semangat terakhir mereka demi Touriverse, walaupun mereka mati dan gugur dalam medan perang... setidaknya mereka memiliki semangat tinggi dan motivasi untuk bisa memperjuangkan kembali Touriverse.
Touri yang tadi-nya terlihat mengerikan karena sudah dibangun ulang oleh Zangetsu sekarang menjadi medan perang yang sangat besar, semua-nya dipenuhi dengan setiap populasi yang saling mencoba untuk membunuh satu sama lain, dua pihak berbeda dan satu pihak yang dapat menentukan masa depan baik.
Tidak bisa ada yang menebak jumlah pasukan Zangetsu dan juga pasukan Touriverse, tetapi pertarungan ini terlihat sangat setara dan seimbang... semua orang bertarung dan semua orang pasti akan gugur, menggila-lah sebagai petarung agar esok hari bisa merasakan masa depan yang sangat baik...
Zangetsu terlihat kesal ketika jumlah dari mereka sangat banyak sekali, ia ingin sekali menggunakan sihir mematikan-nya secara langsung untuk membasmi mereka semua... walaupun ia tidak sengaja mengenai pasukan-nya setidaknya ia berhasil membasmi seluruh penghuni Palouce dan Reaoum yang mengartikan dia akan mendapatkan seluruh kekuatan-nya yang masih tersegel.
Zangetsu saat ini terus ditahan oleh Shitori dan Alvin, Shitori melayangkan beberapa pukulan ke arah Zangetsu sehingga ia menahan semua serangan itu sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal... Shitori melompat ke belakang sehingga Zangetsu disambut oleh serangan lain yaitu dua rantai sabit yang mampu memberi diri-nya luka gores, kerja keras dari Shitori dan Alvin mampu mempersulit Zangetsu.
"Gunakan-lah sihir yang dapat memunahkan semua-nya... aku dijamin-kan sihir itu akan aku hapuskan...!!!" Kedua mata Alvin terbakar dengan api Crimson lalu ia melempar kedua sabit-nya lagi dan lagi sehingga Zangetsu menahan semua serangan itu dengan menciptakan pedang yang memiliki duri-duri tajam di sekitar bilah tersebut.
Alvin menarik kedua sabit-nya kembali sehingga ia melihat Zangetsu bergerak menuju arah diri-nya dengan kecepatan cahaya, tetapi Alvin hanya diam karena tubuh Zangetsu langsung tertarik ke belakang karena rantai emas yang diciptakan oleh Shitori, ia menarik Zangetsu ke arah diri-nya lalu ia melayangkan satu pukulan yang mampu melempar-nya ke atas angkasa.
Alvin mencoba untuk mengejar Zangetsu sambil memutarkan kedua sabit-nya yang mulai memancarkan gelombang Crimson dimana-mana tetapi dewa kuno Eternal tiba-tiba menghentikan diri-nya dengan menghantam wajah-nya itu, "Ck... jangan mengganggu diri-ku...!!!"
"Apakah kau pikir perang itu ditentukan satu melawan satu...? Dua melawan dua...? Tidak!!! Semua-nya bertarung dan kedua belah pihak mencoba untuk membunuh satu sama---" Arata datang lalu menghantam wajah dewa itu menggunakan kenop pedang-nya sehingga serangan itu mampu membuat kerangka dewa tersebut retak, "Kau adalah lawan-ku Eternio...!!! Jangan berani-berani kau menghindari dariku!!!" Arata mengayunkan kedua pedang-nya sehingga mampu membuat Eternio kewalahan lalu terbang ke arah lain untuk menjaga jarak dengan diri-nya.
__ADS_1
Alvin menyelimuti aura-nya agar ia bisa mendeteksi bahaya di sekitar-nya, ia harus melanjutkan serangan-nya kepada Zangetsu yang saat ini sedang menahan beberapa serangan dari Shitori, rantai Shitori mampu hancur dengan satu sentuh dan ia bahkan mencekik leher Shitori menggunakan rantai-nya sendiri tetapi Alvin berhasil memutuskan rantai itu menggunakan kedua sabit-nya lalu ia melanjutkan-nya dengan menghantam Zangetsu mundur.
"Jaga-jaga..." Kata Alvin sambil menatap Shitori, "Ya... dia terlalu bahaya, dia hampir memiliki seluruh kekuatan dan kemampuan kita." Shitori mulai muncul di sebelah Alvin lalu mereka berdua mengisi sihir gelombang mereka untuk meluncurkan-nya ke arah Zangetsu.
Baaammmm...!!!
Arata mengayunkan kedua pedang-nya dengan kecepatan suara sehingga Eternio tidak bisa menahan semua serangan itu yang memiliki pola serangan rumit, Eternio menggagalkan serangan Arata dengan meledakkan diri-nya sehingga ia terdorong ke belakang tetapi Arata langsung melompat ke atas hingga menyambut Eternio dari atas.
Eternio tidak diam karena ia memunculkan pedang katana-nya yang memiliki bilah sangat panjang, ia berhasil menahan-nya sehingga Arata melebarkan kedua mata-nya ketika kedua pipi-nya terluka tiba-tiba, ia merasakan angin atau dorongan yang terlepas dari bilah pedang Eternio dan ia harus lebih berhenti-hati ketika bertarung jarak dekat dengan diri-nya.
Arata berhasil menahan beberapa serangan Eternio, ia melayangkan beberapa tusukan menggunakan pedang-nya itu sehingga kedua mata Arata dengan teliti bisa melihat pedang-nya itu terbagi menjadi beberapa bagian dan bagian-bagian tersebut dapat melukai diri-nya, dia berhasil mengunci pedang-nya itu menggunakan kedua pedang-nya lalu ia menendang perut Eternio sampai ia terdorong ke belakang.
"Hohoho... seperti-nya menarik, kau membuat diri-ku semakin kesal dan tidak sabar untuk membunuh diri-mu bersama-sama budak-budakmu ini." Lima pedang dosa lain-nya muncul di punggung Arata lalu berputar sehingga ia dapat mengendalikan-nya dengan mudah, Eternio bersama budak-budaknya langsung menyerang Arata dengan bersamaan.
"Armageddon!" Arata mengangkat lengan kanan-nya ke atas sehingga ia menghujani wilayah itu dengan meteor yang mampu membunuh pasukan Zangetsu serta mempersulit Eternio karena pemandangan-nya dipenuhi dengan ledakan meteor, Arata dengan cepat membunuh semua budak-nya yang lengah karena meteor tersebut.
Bam...! Bam...! Bam...!
__ADS_1
Haruki menghindari beberapa meteor yang berasal dari Arata dengan ekspresi yang terlihat serius, "Dia itu sebenar-nya berpikir apa sih sampai menggunakan sihir berbahaya itu---" Haruki berhasil menahan beberapa pukulan dewa kuno Oath itu yang bernama Mozoik, ia bertarung menggunakan kedua tinju-nya yang dilindungi dengan [Knuckle].
Mozoik kemudian kembali menyerang Haruki dengan serangan yang lebih beringas, tetapi serangan itu berhasil dihindari oleh diri-nya sehingga ia harus mencari ketepatan tertentu karena Mozoik memiliki pertahanan yang sangat tebal bahkan tubuh-nya yang hijau dan berotot itu terus bertambah besar.
"Sebenar-nya tubuhmu itu setebal apa sih...? Apakah ini kekuatan ras Oather?" Haruki terus menghindari semua serangan-nya sambil memegang erat kedua pedang-nya karena ia menyimpan seluruh kekuatan-nya untuk melakukan satu serangan yang dapat melukai diri-nya itu, ketika melihat sebuah celah di leher belakang-nya... Haruki mulai melakukan seni berpedang-nya yang bernama [Higanbana: Blade Dance] ia memutarkan diri-nya bersama pedang-pedangnya sehingga mampu memutuskan kepala Mozoik.
"Hahahahaha...!!! Muahahahahaghhh...!!!" Tubuh Mozoik semakin kekar dan besar bahkan Haruki mundur beberapa langkah ketika kepala-nya kembali terpasang di leher-nya, "Tidak ada gunanya untuk terus melawan... apakah kau lupa bahwa Oather memiliki nyawa yang tidak diketahui bersama dengan sihir regenerasi yang tidak habis-habis!?"
"Tidak apa... walaupun kalian ras Oather memiliki kemampuan unik kalian tersendiri maka aku sebagai seorang Legenda tidak akan kalah dengan kemampuan yang aku miliki juga, bersiaplah... tubuh sebesar atau setebal apapun itu, kau akan ubah menjadi daging cincang yang sangat kecil...!!!" Haruki mulai menunjuk Mozoik menggunakan kedua pedang-nya lalu ia kembali melakukan kuda-kuda berpedang-nya.
"Hmphh...!!! Hoooooooooooooo...!!!" Mozoik mulai merentangkan kedua lengan-nya sehingga beberapa urat mulai menonjol keluar dari otot-nya sehingga rambut-nya mulai memanjang dan bahkan kedua mata-nya mulai dipenuhi dengan warna merah pekat, "Ini adalah kekuatan-ku... Kekuatan hebat dari sang Oather seperti-ku...!!! Hohhhhhhh.... Hmmpphhhh!!!" Beberapa otot tambahan muncul di tubuh Mozoik sehingga Haruki mulai waspada ketika bertarung dengan-nya sekarang.
"Kekuatan-nya terus bertambah sampai melampaui beberapa tingkatan... kekuatan dan tubuh sebesar itu aku yakin kecepatan-nya sangat lambat---" Haruki melebarkan kedua mata-nya ketika ia melihat Mozoik mulai bergerak melingkari diri-nya dengan kecepatan tinggi.
"A-Apa kecepatan ini...?!" Haruki mulai melihat sekeliling sehingga ia melempar kedua pedang-nya itu yang mampu mengikuti pergerakan Mozoik, ia mulai berhenti bergerak sehingga pedang-nya menyentuh kulit-nya lalu terlempar kembali menuju arah Haruki.
"Bukan hanya kekuatan dan pertahanan-mu... kecepatan-mu juga ternyata meningkat ya..." Haruki menarik kembali pedang-nya lalu ia memegang erat kedua pedang-nya itu.
__ADS_1
"Ini adalah ketebalan Oath!!!"