Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 465 - Gaya dan Kata Terakhir


__ADS_3

Minami baru saja melarikan diri ke dalam kamar mandi dengan wajah yang memerah, ia menatap dirinya sendiri di depan cermin dan ia mulai mengingat dirinya yang dulu. Masih terlalu polosĀ  dan bersikap layaknya seperti anak kecil, pada awalnya Minami tidak mengharapkan hadiah apapun dari teman-temannya.


"Apa perlu aku lepas... rasanya aku terlihat seperti badut saja." Ucap Minami pelan karena ia tidak ingin lagi bersikap seperti dulu tetapi ia juga memiliki rasa bersalah di dalam dirinya, semua hadiah yang diberikan oleh teman-temannya adalah barang yang sangat ia inginkan dulu.


"Ahhh... Aku harus gimana..." Minami mulai membasahi wajahnya dengan keran air lalu ia menatap dirinya kembali.


"Satu percobaan... Sepertinya tidak buruk..." Minami mulai membenarkan selendangnya dan ia mulai melakukan sedikit gaya selagi menghalang penutup matanya dengan telapak tangannya itu.


Rasa malu terus menguasai dirinya, ia tidak akan bisa terbiasa lagi dengan kelakuannya dulu. Honoka dan Hana mendengar suara Minami yang sedikit teriak-teriak kecil karena malu, mereka diam-diam menguping dan mengintip.


Minami mulai menatap cermin lalu ia menunjukkan ekspresi yang sangat serius, setelah itu ia menepuk wajahnya beberapa kali untuk membangkitkan semangat.


"Aku, Shiratori Minami, sang pengabdi cahaya keadilan...!!!"


"Seorang Neko Legenda yang akan membawa cahaya keadilan menuju masa depan, ada yang bangkit... tetapi itu bukan kejahatan yang kalian mimpikan melainkan keadilan cahaya yang bangkit untuk meraih kembali kedamaian!"


"Terdapat sesuatu yang gelap... tetapi itu bukan putus asa melainkan sebuah matahari yang menyinari akan menyinari keputus asaan!!!"


Seru Minami selagi menunjuk ke depan, rambutnya yang panjang mulai melayang dan melepaskan cahaya emas.


Honoka dan Hana tercengang sampai tidak bisa berkata-kata lagi karena perkataannya itu terdengar seperti diperbaiki, terakhir kali Hana ingat bahwa Minami selalu mengatakan sesuatu yang dapat menyebabkan kesalahan pahaman.


Seperti sesuatu yang bangkit dan bulat tetapi sekarang terdengar sangat berbeda sampai Honoka tidak sabar untuk memberi dirinya pelukan dan kecupan lagi.


"Cahaya keadilan itu indah, bersinar penuh dengan harapan bagi alam semesta! Keindahan dari cahaya..."


"...cahaya ilahi yang akan menyinari seluruh alam semesta! Dengan ini aku, Shiratori Minami, memiliki sebuah mimpi untuk menjadi sang Legenda pengabdi cahaya keadilan!!!" Perkataan Minami terdengar begitu berbeda sekarang.


Hana tersenyum senang melihat dirinya bersemangat seperti dulu, ia bisa merasakan aura-aura semangat dan senang dari dalam tubuh Minami.


"Bangkitlah, cahaya keadilan...!!!"


"Shining...!!!"


"*****!!!" Seru Honoka sampai ia meremas kedua payudara Minami membuat dirinya mendapatkan kejutan yang begitu besar.


"KYAAHHHH!!! GELII!!! GELIII!!! H-HENTIKAN...!!!" Teriak Minami keras, Hana menunjukkan ekspresi yang datar karena ia tidak menyangka Honoka akan mengganggu bagian terakhir yang ia tunggu.


Minami mendorong Honoka mundur sampai ia terkena pintu, setelah itu ia menutup dadanya dengan ekspresi yang sangat malu. Ia bisa saja mati karena rasa malu karena kedua temannya yang selama ini menguping dan Honoka yang melakukan pelecahan seksual.


"Tidak lucu... Memalukan dan geli tahu..." Minami mengalihkan pandangannya ke arah lain dan ia melihat Hana yang sedang terkekeh canggung.


"Hahhhh... Kalian memang ingin melihat diriku mengatakannya seperti biasa ya?"


"Informasi terakhir tentang percakapan tadi, mungkin tadi adalah yang terakhir aku melakukannya. Sekarang aku sudah dewasa..." Minami melepas penutup matanya lalu ia memasukkannya ke dalam saku celana.

__ADS_1


"Aku akan tetap berpenampilan seperti ini sampai turnamen di mulai. Terlihat terlalu polos dan kaku juga tidak baik karena semua orang dari berbagai tempat akan menyaksikan turnamen permohonan yang terakhir."


Honoka dan Hana terkejut ketika mengetahui Minami tidak akan melakukan hal yang biasa ia lakukan, itu artinya perkataan yang mereka dengar tadi adalah yang terakhir.


"Ehhh...? K-Kenapa?" Tanya Hana.


"Aku sudah dewasa... Sudah saatnya melihat kehidupan lebih atas lagi di tahun 20-an ini. Aku juga tidak ingin adikku mengetahui diriku yang dulu..."


"...lebih baik fokus dengan tujuan utama saja karena aku ingin menjadi penerus Ibuku." Minami meraih tangan Honoka dan Hana lalu membawa dirinya pergi dari kamar mandi.


"Entah kenapa kita berdua selalu bersatu saja ya, apakah ini pertemuan secara kebetulan?" Tanya Minami.


"Tentu saja tidak, kita ini sahabat bukan? Masih cukup mengejutkan juga... Kau benar-benar tidak akan mengatakannya lagi?" Tanya Honoka.


"Tidak, mungkin hanya Shining Justice saja yang aku sebutkan karena itu adalah serangan kesukaanku." Minami menggerakkan ekornya lalu ia mengeluarkan Snack yang ia dapatkan dari Rokuro.


"Kita akan kemana sekarang? Yang lain kemana...?" Tanya Minami.


"Semua orang menunggu dirimu di kantin, kita sudah mempersiapkan banyak hal. Makanan yang kamu suka bahkan kue." Jawab Hana.


"Teman-teman... Kalian tidak perlu repot-repot seperti itu, astaga... Ulang tahun selanjutnya, aku tidak ingin menerima hadiah apapun dari kalian." Hana dan Honoka langsung memeluk Minami erat.


"Astaga, kucing kecilku memang selalu menyembunyikan perasaan aslinya. Aku tahu kamu masih menginginkan hadiah yang jauh lebih besar lagi." Honoka mulai mengelus-elus kepalanya tanpa henti.


"Benar-benar, kamu sejak kecil dan remaja ketika menerima hadiah selalu saja menunjukkan sisi liarmu itu yang bersemangat seperti kucing yang sedang lari melingkari makanan." Hana terkekeh.


"Hentikan menyentuh bagian sensitifku... Astaga..." Minami menggerakkan ekornya lalu melingkari perutnya dengan ekor itu seperti memasang sabuk.


Hana dan Honoka mulai tertawa, Minami ikut tersenyum lalu ia terkekeh sehingga ketiga gadis itu melepaskan aura pertemanan yang begitu ketat.


Mereka sampai menyinari beberapa murid yang sedang nongkrong di lorong, Hana baru saja teringat sesuatu, ia belum pernah mendapatkan foto bersama dari jarak yang dekat seperti melakukan selfie.


"Honoka, Minami, bagaimana kalau kita mencoba untuk mengambil foto lagi? Kali ini jarak dekat." Kata Hana sambil mengeluarkan sebuah kartu identitas untuk memilih pemilihan pengambilan foto.


"Boleh juga, ayo kita cari pemandangan yang terlihat indah." Kata Honoka.


Ketiga gadis itu pergi ke atap sekolah karena mereka dapat melihat banyak sekali pemandangan yang indah di atas atap, mereka mulai saling berdekatan dan Hana mencoba untuk mengangkat kartu itu ke atas.


"Ahh... Tidak muat, sepertinya aku terlalu pendek sampai kartu ini tidak dapat mengambil foto kita secara keseluruhan."


Hana menurunkan kembali tangannya lalu ia bersama Minami menatap Honoka yang memiliki tinggi tubuh lebih tinggi dibandingkan Minami dan Hana.


"Kalian benar-benar kucing yang malang ya..." Honoka mengambil kartu identitas milik Hana lalu ia tidak sengaja memilih pilihan gambar sampai di kejutkan dengan banyak sekali foto yang menunjukkan dirinya.


"Ehh...?"

__ADS_1


"Ahhh!!! Apa yang kau lakukan, jangan asal pilih dong!" Hana merebut kembali kartu itu lalu kembali memilih pilihan pengambilan gambar.


"Kenapa banyak fotoku disitu...?"


Minami hanya bisa menahan tawanya, hampir saja Hana tertangkap basah.


"Bukan hanya fotomu saja kok, masih banyak lagi. Minami juga ada dan semua teman-teman kita juga!" Hana mulai menunjukkan semua foto tentang teman-temannya.


"Aku hanya mengambil foto kalian secara diam-diam sebagai kenangan, ahahaha..." Honoka dan Minami langsung mempercayai, apa yang dikatakan Hana juga bisa di bilang kebenaran karena teman adalah harta berharga baginya.


Tidak lama kemudian, Honoka berhasil mengambil beberapa foto dan hasilnya terlihat begitu indah sampai Hana terus memasang wajah senyum.


"Wahhh, pemandangannya terlihat cukup pas juga ya..." Kata Hana.


"Hana, secepatnya ubah menjadi foto yang bisa di pajang di dalam pigura ya, aku ingin memasangnya di kamarku dan menyimpannya di dalam sakuku." Kata Minami.


"Tentu saja, aku akan melakukannya dengan cepat." Honoka mulai menggunakan realitas untuk menciptakan foto yang memiliki kualitas baik.


Tidak memakan waktu yang lama, Honoka berhasil menciptakan tiga dan ia memberikannya kepada dua temannya sehingga Minami mulai meminta Honona untuk membuatkannya lagi.


Honoka hanya perlu menjentikkan jarinya saja sampai foto yang di pegang Minami memunculkan foto yang sama, ia tersenyum lalu memasukkan satu foto yang akan ia pajang di kamar ke dalam saku celananya.


"Wahhhh... Hebat sekali, aku sangat senang melihatnya secara langsung. Dengan ini kita berjanji untuk tidak pernah berpisah dan kehilangan foto ini 'kan...?" Hana mulai menunjukkan foto itu kepada kedua temannya selagi menunjukkan sebuah senyuman.


Honoka ikut tersenyum karena ia merasakan perasaan yang begitu berbeda kali ini, memiliki teman yang dapat dipercayai sepenuhnya dapat menghalang rasa rindunya kepada Korrina.


Minami sendiri merasa bersyukur memiliki teman-teman yang tidak memandang fisik, biasanya Neko Legenda seperti dirinya memiliki kesulitan ketika memiliki teman.


"Tentu saja, foto ini sudah sebanding dengan gedung Comi's Corporation." Honoka terkekeh.


"Heh?!" Hana terkejut mendengarnya.


"Hanya kita bertiga ya... Kita sudah mendapatkan banyak foto tentang kita bertiga, setelah ulang tahunku berakhir... Mari kita mengambil foto bersama-sama." Kata Minami.


""Ide yang bagus!""


"Dengan ini kita janji akan terus bersahabat sampai melihat masa depan bersama-sama. Pukulan janji!" Hana menunjukkan tinjunya dan mereka tersenyum lalu saling menepuk tinju satu sama lain.


"Kontrak perjanjian sudah di buat...! Mari kita sama-sama berjuang untuk tetap meraih kedamaian sampai mendapatkan pertemanan abadi!" Kata Hana.


Honoka dan Minami langsung tersenyum kepada satu sama lain, "Tentu saja...!"


"Kita juga adalah penerus orang tua kita...!"


"Aku dipenuhi semangat sekarang!" Seru Hana selagi menepuk wajahnya.

__ADS_1


"Kita akan melihat masa depan bersama-sama!"


""Tentu saja! Itu adalah sebuah janji yang besar!!!""


__ADS_2