
"Kita sudah membahasnya ratusan kali bukan? Jika kita para kandidat bersikap seenaknya tanpa memiliki persetujuan terhadap sesuatu yang sama maka rencana kita bisa kembali kacau."
"Admon, jika kamu berbicara seperti itu maka aku setuju saja... lagi pula rencana yang sama hampir setiap tahun itu cukup membosankan." Kata Lucia yang mulai menatap Koizumi.
"Kamu juga setuju bukan, Marina? Menyebabkan tsunami dan hujan badai yang besar tidak begitu efektif sampai kau mengeluarkan Kraken yang kau maksud tadi."
"Dengan makhluk sihir laut Kraken yang mendapatkan bala bantuan dari makhluk sihir lainnya maka semua orang bisa mengetahui amarah sebenarnya dari para dewa dan dewi."
Koizumi mengepalkan tinju kanannya karena ia sudah muak mendengar semua rencana mereka, rasanya ia ingin mencegah secepat mungkin lalu merasakan perasaan membunuh para kandidat dan tentunya semua dewa juga Dewi yang terjebak dalam wilayah sihir.
"Kebangkitan Kraken tentunya membutuhkan ritual itu sendiri, bukannya semua makhluk sihir memang sudah tersegel dalam wilayah mereka masing-masing?" Tanya Koizumi.
"Benar sekali, itulah kenapa kita semua harus bersatu! Kita bersatu sebagai kandidat para dewa dan dewi dapat membangkitkan kembali kepercayaan yang melindungi mereka semua!" Admon mulai bangkit dari atas kursi.
"Tujuh elemen yang dijadikan sebagai dasar kehidupan... jika kita mau bersatu dan menyetujui hal yang sama maka para pengikut yang mempercayai bahwa dewa dan Dewi itu ada untuk melindungi maka..."
"...semua dewa dan dewi agung bisa saja lepas dari wilayah mereka sendiri untuk melihat dunia yang sudah hancur dan dipenuhi kebohongan serta kebodohan karena harus mempercayai seorang raja!"
"Apakah kalian tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama!?" Tanya Admon yang mulai mengangkat kedua lengannya sampai mengeluarkan layar yang terbentuk dari tanah liat.
Tanah liat itu menunjukkan kembali semua peristiwa kegagalan kandidat sebelumnya sampai para dewa dan dewi tidak bisa dihidupkan kembali sampai mereka mengumpulkan banyak sekali pengikut yang cukup.
"Hmph, kekalahan yang sebelumnya bisa kita jadikan sebagai pelajaran baru... ingatlah, kita semua adalah bangsa Legenda, kita semua bertambah kuat setiap kekalahan yang kita rasakan." Kata Pyro.
"Aku tertarik saja... asalkan berkaitan dengan tumbuhan maka semua itu sudah cukup." Ucap Gallus selagi menyiram tanamannya.
"Aku setuju saja, mungkin badaiku yang dikombinasikan dengan api maka akan menyebabkan kebakaran hutan yang mengerikan." Jawab Beval sampai menarik perhatian Gallus seketika.
"Kau ingin membunuh tumbuhan dan tanaman!? Dengan nama Dewi Rosa kau akan dihukum, Beval! Menerima amarah dari hukum alam itu sendiri...!" Seru Gallus sehingga Beval menghela nafasnya pelan.
"Kau ini kenapa sih? Bukannya kau bisa memperkuat semua tumbuhan dan tanaman itu sampai tahan dengan api..."
"...jika kau bisa maka semua tumbuhan itu bisa kau ubah menjadi makhluk yang dapat bergerak sampai memiliki ukuran besar bukan? Gunakan kesempatan itu untuk menakuti mereka."
"Kau ada benarnya juga... di planet yang bernama Bumi, terletak dalam alam semesta Yuutouri... di situlah aku bisa mendapatkan banyak keuntungan."
"Aku menyukainya... dengan campuran listrik dan air akan menyebabkan hamparan listrik ditambah lagi jika api di tabrak dengan listrik maka akan terjadi ledakan yang dahsyat." Tarrant menyetujui kerja sama itu.
"Ingatlah... kita sebagai kandidat, bersatu, kemenangan! Itu arti yang sebenarnya sampai kita dapat membangkitkan kembali para dewa dan dewi..."
"...setelah itu kita akan menerapkan kerja sama dengan sempurna agar bisa menguasai apapun dengan kepercayaan terhadap dewa elemen, termasuk menghentikan para pemberontak di planet Legenia!"
"Kita juga dapat mengalahkan keturunan dari Shinji... Shiratori Shira! Bersama dengan dua keturunan yang sudah berteman dengan dirinya lama sekali..."
"...keturunan Shimatsu dan Shichiro. Lebih baik lagi jika kita mendapatkan sebuah bonus dengan menyingkir keturunan Comi yang masih berkeliaran sampai mencoba untuk mengubah dunia ini penuh dengan Legenda yang tidak memiliki kepercayaan."
"Seharusnya mereka sadar bahwa Legenda yang tidak memiliki kepercayaan... bukanlah Legenda yang pantas untuk memberikan kebaikan dan harapan mereka kepada yang membutuhkan."
Shinobu memasang tatapan kesal seketika, Koizumi sempat menghentikan waktu untuk melepaskan teriakan kesal karena ia ingin menghajar mereka semua satu per satu agar bisa berhenti mengatakan sesuatu di belakang mereka.
__ADS_1
...
...
"Hacchuuu..." Shira sempat bersin ketika sedang bermain catur bersamaan Haruki.
"Ada apa, Shira? Kau merasa tidak enak badan karena cuaca yang mulai dingin?"
"Entahlah, datang secara alam... mungkin seseorang sedang membicarakan diriku--- Sekak!"
"Apakah mereka akan terjebak dalam waktu yang lama di dalam rapat itu? Rasanya menyamar bukanlah keahlian diriku karena aku dapat mendengarkan omongan brengsek mereka."
"Tenang saja, Shinobu melakukan semua itu dengan sengaja. Intinya dia ingin menghancurkan semua Grimoire itu terlebih dahulu lalu menyingkirkan mereka semua satu per satu."
"Namun, rencananya bisa saja berubah dengan cepat... kau tidak begitu tahu apa yang berada dalam isi pikirannya yang tak terbatas itu." Shira kembali melanjutkan permainan caturnya dengan Haruki.
...
...
Semua kandidat itu terus membahas tentang bekerja sama dan tentunya menerapkan sikap toleransi antar satu sama lain, memiliki kepercayaan yang berbeda itu sangat baik.
Namun, tidak untuk mereka yang hanya mempercayai dirinya sendiri sebagai pelindung, semua kandidat itu menginginkan ras yang berbeda memiliki kepercayaan terhadap dewa yang mampu melindungi mereka dari masalah.
Alasan seperti itu bisa Shinobu terima, tetapi mereka seharusnya sadar bahwa para dewa dan Dewi justru hanya melihat karena bersikap netral, mereka hanya mementingkan ego serta julukan agar bisa menerima sembah dan kepercayaan untuk bertambah kuat.
Tidak ada satu pun rakyat kepercayaan seperti mereka yang mengetahui niat di balik yang sebenarnya sampai Shinobu ingin bertemu dengan salah satu dari dewa tersebut.
Keith mulai berbisik kepada Beval karena ia membutuhkan sebuah toilet, Beval membiarkan dirinya pergi karena rapat sepertinya akan selesai tidak lama kemudian.
Keith berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut, Shinobu mulai turun dari pangkuan Koizumi lalu menatap Anastasia dan Hinoka untuk segera pergi secepat mungkin sampai merela mengangguk lalu pergi.
Shinobu bergerak secepat mungkin dengan lari mengikut Keith menuju toilet, satu-satunya orang yang dapat membawa dirinya menuju kebenaran adalah Keith sendiri karena dia itu sama polosnya dengan dirinya.
Koizumi dan Konomi memasang tatapan yang terlihat kebingungan ketika melihat Shinobu pergi bersamaan dengan Anastasia dan Hinoka yang pergi entah kemana.
Koizumi mengingat perkataan Shinobu bahwa rencana bisa saja berubah lebih cepat sampai melebihi ekspektasi mereka masing-masing, intinya sekarang mereka perlu menghapus Grimoire itu.
Shinobu memberitahu kedua gadis itu bahwa Ako telah menyingkirkan kedua Grimoire itu dengan melemparnya keluar angkasa, ia tahu dimana lokasinya dan mungkin mereka bisa segera mencegahnya dengan menghancurkan semua itu.
"Pikirannya memang rumit sampai aku sendiri tidak tahu semua ini akan sampai mana." Ungkap Koizumi yang mencoba untuk menumbuhkan tingkat kesabarannya sendiri.
Rasanya ia ingin mengamuk dan membantai mereka satu per satu, tetapi Shinobu sudah memperingati bahwa dia sendiri tidak cukup kuat untuk melawan mereka sekaligus.
Hanya memerlukan waktu dan momen yang pas untuk melakukannya, tentunya Koizumi akan percaya ketika melihat dirinya berhasil mengalahkan semua musuhnya dengan menipu mereka satu per satu.
***
"Golden Morph." Shinobu berubah kembali menjadi wujud asalnya lalu ia menunggu di hadapan pintu toilet untuk berbicara secara langsung dengan Keith.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Keith membuka pintu lalu ia tidak sengaja menabrak Shinobu sampai terjatuh karena ukuran tubuhnya yang begitu kecil sampai sulit untuk dirinya lihat yang sudah tumbuh tinggi.
"Aww..."
"Ahh, maaf, saya tidak melihat Anda tadi---" Ketika Keith mencoba untuk membantu Shinobu untuk berdiri, ekspresi yang ia pasang seketika kaget sampai menyebabkan Shinobu terkekeh pelan.
"Shinobu... Shinobu Koneko...?!" Keith terlihat sangat ketika melihat dirinya yang berada di dalam kerajaan kesatuan itu.
"Anda... tidak--- kamu... kamu sepertinya memang tidak berubah ya." Keith berhasil membantu Shinobu untuk bangun sehingga ia memasang tatapan kesal dengan mengembungkan kedua pipinya.
"Keith masih menganggap Koneko sebagai anak kecil ya... sedih sekali..." Shinobu menurun kedua telinga dan ekornya sampai Keith segera meminta maaf dengan menyatukan kedua tapaknya itu.
"Aku tidak menyangka akan melihat dirimu di tempat seperti ini, apakah kamu memang seorang pengunjung atau seorang pengikut terakhir dari Dewa Shinji?" Tanya Keith untuk memastikan.
"Mmm... itu benar, aku adalah pengikut terakhirnya, bisa terlihat dari warna rambutku sendiri bukan..."
"...aku bahkan ingin ikut rapat tetapi diriku menerima banyak tolakan dari penjaga sampai mereka tidak mempercayai diriku sama sekali karena sudah memiliki lambang kepercayaan."
Shinobu menggunakan sihir cahayanya untuk mengeluarkan partikel dari dalam tubuhnya yang membentuk lambang cahaya seketika sampai membuat Keith kaget bahwa dia satu-satunya pengikut Shinji.
"Anu... Koneko... Aku... jadi sakit hati karena tidak diterima seperti itu, lagi pula aku juga ingin membantu menyatukan semua dewa..." Shinobu menyentuh kedua jarinya.
"Sungguh kejam sekali mereka ini, kalau begitu... rapat sudah akan selesai, mungkin kamu ingin ikut dengan diriku menuju kuil angin?"
"Sebelum itu... kamu harus tahu bahwa aku adalah keturunan Shiratori dan Comi, apakah kamu bisa mempercayai diriku?" Tanya Shinobu.
"Tentu saja... aku sudah mengetahui banyak sejarah tentang dari keturunan namun bermusuhan, mungkin karena konflik keluarga atau semacamnya yang memutuskan hubungan itu."
"Melihat lambang cahaya tadi... sekarang aku percaya bahwa bola gelembung yang diperlihatkan oleh nona Marina itu memiliki sedikit kebohongan."
Shinobu sempat memasang tatapan serius, "Maksudmu?"
"Marina dan Daria yang sedang ikut rapat saat ini... aku yakin mereka bukan yang asli 'kan? Semua kandidat melihatnya dari bola gelembung yang memperlihatkan kemungkinan."
Shinobu menginjak sesuatu yang harus mengubah rencananya secepatnya mungkin, "Gelembung yang bisa melihat masa depan dengan berbagai macam kemungkaran..."
"...apakah kamu melihat diriku Keith? Kalau begitu bunuh saja aku sekarang..." Shinobu menyentuh tangan Keith sampai ia tersipu.
"Jangan bersikap pasrah seperti itu... gelembung itu memperlihatkan dirimu bersama mereka karena aku percaya bahwa kamu sedang bermata-mata sebagai pengikut Shinji."
"Mm... itu benar..."
"...aku memata-matai mereka, Marina dan Daria yang sedang ikut rapat adalah sepupu dan temanku yang menyamar."
"Apakah... anu... kamu mau menangkap mereka?"
"Ternyata benar, kalau begitu aku harus segera melapor."
"Tunggu sebentar ya." Keith bergegas menuju ruangan rapat itu, meninggal Shinobu sendiri yang berdiri dengan tatapan serius sampai ia tersenyum.
__ADS_1
"Seseorang yang mencoba untuk membodohiku sampai ingin mengalahkan kecerdasanku..." Kedua mata Shinobu sempat memancarkan cahaya merah darah yang menunjukkan sisi Beast nya.
"...pantas menerima kematian dariku."