Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 911 - Idol Hinoka~! Love~! Love~! Explosion~!


__ADS_3

"Touriverse... sungguh dunia yang begitu aneh dan penuh misteri sampai Koneko ingin memecahkan semuanya."


Shinobu mulai menulis semua kenangan dan kejadian yang terjadi selama empat tahun ke depan di dalam Jurnalnya yang sudah jilid ke seratus lebih.


"Waktu memang berlalu begitu cepat ketika merasakan kebahagiaan tanpa harus mengurus masalah yang sangat besar..."


"...aku senang umurku sekarang sudah 16 tahun dan empat tahun ini tidak pernah ada masalah seberat sebelumnya."


"Empat tahun lamanya... tidak terjadi masalah yang sama sejak aku masih berumur enam tahun juga, mungkin setiap masalah memang memiliki pola dan waktunya sendiri kapan akan datang..."


"...Koneko hanya perlu belajar lagi dan lagi demi bisa memecahkan semua misteri lalu mempersiapkan apa yang akan terjadi selanjutnya."


"Semenjak aku berhasil mengalahkan Demetrio... entah kenapa Koneko akan dikejutkan oleh sesuatu yang begitu baru, sesuatu yang Koneko pikir tidak akan pernah terjadi yaitu sebuah kepercayaan dan kehormatan."


"Semua bangsa Legenda di planet Legenia... mempercayai diriku, menghormati diriku untuk pertama kalinya sampai Kakek bersama yang lainnya meminta diriku untuk menjadi pengganti Mama..."


"...seorang Ratu Touriverse yang dapat memimpin semua orang, membawa mereka menuju puncak kemenangan dengan rencanaku sendiri sampai aku merasa gugup."


"Walaupun hanya memiliki banyak kepercayaan dari Legenia... semua itu jauh lebih dari cukup sampai planet ini sekarang sudah kembali hidup penuh dengan kecanggihan dan penjagaanku sendiri."


"Tidak akan ada satu pun orang yang berani-berani masuk ke dalam Legenia, mencoba untuk menghancurkannya saja tidak bisa karena aku sudah memasang pohon emas..."


"...empat tahun ini aku jarang sekali melihat dunia luar karena terlalu sibuk belajar dan fokus dengan berbagai macam teknologi serta mengembangkan planet ini."


"Ketika aku berumur tiga tahun, kedua sepupu yang aku anggap sebagai Kakak... Kak Hinoka dan Kak Koizumi memutuskan untuk tinggal bersama diriku di kabin yang sudah aku buat lebih luas seperti markas..."


"...luas yang aku maksud adalah ruangan bawah tanah memiliki banyak ruangan yang begitu luas sampai bisa disebut sebagai markas untuk kita semua termasuk kedua temanku."


"Banyak sekali hal yang terjadi sampai aku tidak tahu harus memulainya dari mana..."


"...tetapi yang paling aku senangi adalah kedamaian bertahan cukup lama dari yang aku pikirkan, oh... Koneko baru saja ingat bahwa Kakek sudah tidak tinggal bersama lagi..."


"...beliau bilang bahwa Kakek memiliki urusan penting lainnya di Realm of Light sampai akan kembali lagi ketika waktunya tiba dimana aku menerima latihan paling berat darinya."


"Karena kami sekarang sudah hampir menginjak kedewasaan, semuanya sudah berjalan secara mandiri sekarang sampai akademi pemberontak juga tidak memberikan diriku beban yang sama."


"Kehidupanku kembali seperti asalnya... dan aku juga... Fueehhh... kenapa Koneko masih memiliki tubuh kecil dan ukuran yang sama...?!" Shinobu berhenti menulis karena ia sadar dirinya tidak menerima pengembangan apapun.


Berbeda dengan kedua teman dan sepupunya yang terus berkembang sampai Hinoka dan Koizumi sekarang terlihat lebih dewasa dari biasanya sampai menyebabkan Shinobu semakin kagum kepada mereka.


Konomi dan Ako yang berumur sama dengannya juga sudah tumbuh begitu besar, tidak menunjukkan aura yang terlihat masih remaja lagi sedangkan untuk Shinobu, ia masih terlihat seperti anak kecil berumur enam tahun.


"Banyak sekali perubahan yang terjadi kepada mereka ya... Koneko tidak memiliki apa yang mereka punya seperti gunung besar di dada dan pantat Koneko."


Shinobu menyentuh dadanya sendiri yang terasa rata hampir seperti meja mulus, sampai sekarang ia tidak mengetahui nama dari gunung itu karena The Mind yang akan membuat dirinya polos akan hal yang mesum dan dewasa.


"Yang paling penting adalah... semoga semuanya bisa berjalan lancar seperti empat tahun yang lalu, Koneko masih ingin belajar dan bertambah kuat!"

__ADS_1


"Kakak Koizumi selama ini selalu sibuk memberontak sampai kita tidak pernah memiliki banyak waktu dengannya di hari biasa seperti akademi..."


"...untuk Ako dan Konomi mungkin mereka tidak begitu sibuk karena kami selalu saja bertemu di dalam markas baru ini atau rumah dari ketiga sepupu Comi~!"


"Ahh... Koneko lupa memasukkan sesuatu bahwa Kak Hinoka telah menjadi seorang gadis Legenda yang dikenal oleh seluruh alam semesta karena debut pertamanya menjadi Idol sejak itu..."


"...sungguh besar dan hebat sampai Koneko melihat Kakak terus memancarkan cahaya penuh cinta sampai empat tahun ini... hari ini banyak sekali hal yang mengaitkan dengan dirinya."


Shinobu memegang cangkir teh di hadapannya yang memiliki gambar Hinoka sedang membentuk hati menggunakan jarinya, "Semua barang, bangunan, kota, pasti akan berkaitan dengan Kak Hinoka... termasuk desa sendiri."


"Sungguh waktu yang menyenangkan sampai Koneko tidak sabar apa yang akan menanti kita semua selanjutnya." Shinobu menutup jurnal yang baru saja ia selesai tulis dengan kenangan dan perasaannya.


***


"Semuanyaaaaa~" Seru Hinoka keras kepada seluruh orang yang menonton pertunjukan dirinya sebagai idol yang akan menyanyi dan menari.


Banyak sekali orang berkumpul dalam satu tempat yang begitu sempit, bukan hanya bangsa Legenda saja yang datang tetapi semua ras dari alam semesta berbeda sampai datang hanya untuk melihat Hinoka secara langsung walaupun mereka bisa memperhatikan dari teknologi.


Shinobu bersama sepupu dan temannya selalu menonton Hinoka yang akan tampil hanya untuk memberikan dukungan besar kepada dirinya yang sudah sangat tenar dan popular sampai semua pria umur apapun tergila-gila dengannya.


"Apakah kalian semua merasakan kebahagiaan dari ledakan cinta Hinoka~?" Tanya Hinoka selagi memegang sebuah mikrofon sampai suaranya dapat terdengar oleh semua orang.


""YAAAAAAA!!!""


Teriakan pria bisa terdengar hampir keluar dari planet Legenia, penggemar yang Hinoka miliki bisa dibilang sangat seimbang karena para gadis juga mencintai dirinya sampai rela ingin menjadi pacarnya.


"Maka aku akan memperkuat semangat kalian dengan~!" Hinoka langsung membentuk hati menggunakan jarinya selagi mengedipkan mata kirinya.


"Love~"


"Love~"


Ia juga menambahkan dorongan yang seharusnya tidak dilakukan yaitu sebuah ciuman dengan kedipan yang membuat semua penggemar bertambah semakin tergila-gila sampai ia memilikinya.


"HINOKA!!! HU HA HU HA!!! WANGIIII!!!"


"HINOKA!!! AKU INGIN MEMBUAT ANAK DENGANMU...!!!"


"WANGI! WANGI! WANGI! KETIAKNYA KELIHATAN LOH...!!!"


"BELAHANNYA ITU!!! AAHHHH!!!"


"HINOKA!!! RAHIMKU TERASA PANAS~~~"


Hinoka terus melakukan tarian kecil selagi melambaikan tangannya kepada mereka selagi memasang tatapan yang terlihat senang, ia terus memberikan mereka banyak hati dan cium yang dapat dirasakan oleh para penggemar.


Shinobu yang berada di ruangan VIP memasang tatapan bingung ketika mendengar perkataan yang baru saja ia dengar untuk pertama kalinya, berkaitan dengan wangi dan hal mesum lainnya sampai ia mulai memegang bibirnya sendiri dengan jari.

__ADS_1


"Anuuu... Kakak." Shinobu menatap Koizumi yang sedang memasang tatapan jijik karena ia bisa melihat semua orang stres berkumpul dalam satu tempat sampai tergila-gila dengan orang yang ia anggap sangat bodoh.


"Kenapa, Shinobu..."


"Maksud mereka wangi... ketiak... belahan... dan ingin membuat anak itu apa ya? Apakah Kak Hinoka bisa menghasilkan kehidupan dari perutnya?"


"Kamu tidak perlu mendengar mereka... semuanya stres dan sudah gila karena kutukan yang sepupu bodohmu itu berikan sampai mereka sudah terobsesi dengan apapun yang Hinoka lakukan dan tunjukkan."


"Hehhhh... begitu ya..."


"Yang paling penting adalah Hinoka terlihat begitu bersinar dan cantik seperti biasanya ya sampai ia menarik banyak sekali perhatian." Kata Konomi.


"Mungkin Hinoka dapat menyebabkan kedamaian besar untuk alam semesta, mereka semua tidak memandang apa yang Hinoka sembunyikan melainkan suara merdu dan tarian hebat itu---"


"---dan tubuhnya yang penuh dosa." Lanjut Koizumi karena ia bisa melihat pergerakan Hinoka terlihat seperti samar menyombongkan belahan, ketiak, pinggang, dan pantatnya sendiri.


"Kak Hinoka sudah memaksa Kakak untuk ikut dengannya menjadi idol, kenapa Kakak menolak...?" Tanya Shinobu dengan tatapan polosnya.


"Hahaha... tidak... tidak selama seumur hidupku aku menari dan menyanyikan lagu mengenakan pakaian terbuka sampai dilihat oleh banyak pandangan busuk!" Tolak Koizumi.


"Pandangan busuk... Kak Hinoka terlihat begitu bersinar dan cantik sekali loh!" Kata Shinobu dengan tatapan terbinar-binar karena ia sendiri merupakan penggemar berat Hinoka.


"Sekarang~ aku akan menyanyikan banyak lagu kebahagiaan untuk kalian semua~" Ketika Hinoka berbicara seperti itu, panggungnya mulai membesar sampai ia perlahan-lahan melayang ke atas.


Banyak sekali lampu mendadak mati, semuanya mengarah kepada Hinoka yang mulai menari sampai menyanyi sehingga menyebabkan para penonton teriak histeris, sebagian menangis penuh kebahagiaan dan sebagian lagi merasa nafsu mendengar suaranya itu.


Langit-langit yang begitu gelap karena konser diadakan pada malam hari mulai penuh dengan kembang api sampai Hinoka terus menyanyi selagi menunjukkan senyuman serta kedipan mata kepada semua orang.


...


...


Konser itu berjalan selama satu jam penuh dengan Hinoka yang menyambut para penggemar satu per satu selagi berjabat tangan bersama mereka, ia selalu melakukannya setelah menyanyi dan menari.


Setelah menyelesaikan semua itu secara terbatas, Hinoka beristirahat di ruang ganti dimana ia melihat kedua teman dan sepupunya yang sedang bertepuk tangan kepada dirinya.


"Hehehe~ bagaimana? Apakah aku meledakkan hati kalian semua dengan cinta?" Tanya Hinoka selagi melakukan pose damai dengan menjulurkan lidahnya.


"Seperti biasanya, kamu melakukan pekerjaanmu dengan baik." Kata Ako yang terlihat kagum tetapi ia tidak bisa dibilang penggemar Hinoka karena ia hanya ingin memberi dukungan saja.


Sama seperti mereka yaitu jawaban yang sering Hinoka dengar, tetapi untuk Shinobu berbeda karena ia sangat mengidolakan Hinoka karena musik dan tariannya sungguh membuat Shinobu bertambah semakin senang dan tenang.


"Kakak! Kakak! Kakak!" Shinobu mendekati Hinoka selagi lompat-lompat, ia memegang sebuah kotak kecil yang berisi kaset.


"Tanda tangan~" Shinobu tersenyum begitu polos sampai Hinoka memasang tatapan yang terlihat senang lalu memberinya pelukan yang begitu erat..


"Ahhnnn~ kamu ini imut sekali ya, Koneko~ terima kasih karena sudah mau menjadi penggemar berat..."

__ADS_1


"...tidak seperti mereka yang hanya menonton saja, tidak mau memberikan tanda tangan apapun..."


""Kami mendengarmu loh.""


__ADS_2