Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1092 - Pasukan Berkumpul


__ADS_3

Zephyra memperhatikan Brimgard yang terlihat seperti menyerang sesuatu yang tidak ada apa-apa di sana, kemungkinan besar dia telah menerima pengaruh dari kemampuan campuran yang dimiliki Shinobu.


"Brimgard masih belum menyelesaikan pekerjaannya untuk membunuh Shinobu Koneko...? Cukup mengejutkan untuk melihat dirinya tidak pernah gagal menyelesaikan tugas."


Shinobu mengedipkan mata kanannya lalu ia menunjuk ke depan sampai banyak sekali ruh yang mengepung dirinya, Brimgard langsung menyerang secara membabi buta sampai mengejutkan Shinobu.


Dengan cepat ia langsung melompat ke sebelah kanan hanya untuk menghindari semua serangan yang mematikan itu, ia memunculkan lebih banyak penampakan di sekitar Brimgard.


Semakin dia melawan dan mencoba untuk berbicara tidak sopan kepada Shinobu maka semakin kuat semua makhluk halus yang mengepung dirinya, "Apakah kau bisa menahan dirinya?"


"Apakah aku harus melepaskan semua bawahanku sekarang juga...?" Tanya Shinobu yang tidak begitu yakin bisa menang melawan Brimgard.


Sekali saja ia berpapasan dengan dirinya dalam tubuh asli maka takdir kematian yang ia miliki sudah pasti akan mendekat dimana angka dari waktunya sendiri secara instan akan menginjak titik nol.


"Apakah kita bisa menjebak dirinya dalam dunia gaib?" Tanya Shinobu.


"Dengan daya kekuatan sebesar itu...? Yang menarik Brimgard sudah pasti akan kewalahan, tetapi kita tidak akan tahu sebelum mencobanya bukan?"


Shinobu mengepalkan tinju kanannya lalu ia menunjuk ke depan sehingga memunculkan celah di belakang Brimgard yang mengeluarkan banyak sekali lengan yang mencoba untuk menarik dirinya ke dalam.


"Ternyata kau di sana ya...!" Brimgard memutarkan tombaknya beberapa kali lalu ia melompat ke atas hanya untuk melepaskan gelombang tebasan yang mengenai semua tangan itu sampai menutup kembali celahnya.


Shinobu terjatuh di atas tanah karena merasa lemah sudah membunuh celah dimensi berbeda dalam ruang ketiadaan itu, "Kau sudah mengetahui risikonya bukan...?"


"Jika kau tidak begitu yakin bisa membawa dirinya ke dalam maka hasilnya akan mempengaruhi tubuhmu dimana kau akan menerima kelemahan."


Brimgard terus menghancurkan semua penampakan Shinobu yang ia lihat tanpa henti sehingga pandangannya langsung fokus kepada Shinobu yang sedang berlutut di atas tanah.


""Dia melihat dirimu...!!!"" Peringat Cyber dan Sakti secara bersamaan sehingga Shinobu langsung melompat ke belakang lalu melepaskan banyak sekali tembakan cahaya melalui kedua tapaknya itu.


Brimgard melesat maju menuju arah Shinobu sehingga mengejutkan dirinya ketika tubuhnya tidak menerima luka apapun dari tembakan itu, "Gawat... aku akan kalah jika mencoba untuk melawannya."


Brimgard berada di hadapan Shinobu sampai mengejutkan dirinya tetapi ia langsung mengubah tubuhnya menjadi halus sehingga serangan yang dilakukan oleh Brimgard langsung menembus tubuhnya tanpa memberikan efek apapun.


"Kau ini memang tidak sepenuhnya Legenda secara seratus persen ya...? Itulah kenapa kau tidak memperlihatkan harga diri yang sama dari ketiga Legenda legendaris..."


"...terutama lagi kau adalah cucu dari Shiratori Shira, tetapi kenapa kau tidak mencoba untuk memenuhi harga diri itu dengan melawanku? Apa yang kau lakukan hanyalah kelemahan yaitu melarikan diri..."


"Maaf, tidak seperti mereka bertiga aku tidak begitu memiliki kekuatan yang cocok untuk melawan dirimu dengan baik..."


"...lagi pula aku bukanlah Legenda yang mengandalkan tingkatan apa yang kuinjak saat ini, kecerdasan dan pengetahuan yang aku miliki ini... dapat membantu diriku untuk memecahkan semuanya."


"Terutama lagi aku kabur dan melarikan diri hanya untuk memikirkan rencana dan strategi agar bisa menghentikan dirimu itu yang sangat menyebalkan!"


"Apakah kau pikir diriku akan menerima semacam kekuatan ajaib hanya dengan melawan dirimu terus secara paksa?" Tanya Shinobu.

__ADS_1


"Aku bertarung dengan persiapan dan otakku sendiri... tidak mengandalkan kekuatan apapun itu, hanya nilai tambahan yang aku terima melalui usaha!!!" Shinobu memunculkan pasukan makhluk halus di belakangnya untuk mendorong Brimgard ke belakang.


"Terlalu naif bagiku jika tidak bertarung tanpa sebuah persiapan dan strategi ketika melawan seorang Dewa Kountraverse yang sudah membantai ketiga Legenda legendaris itu tanpa masalah."


Brimgard mengepalkan keempat tinjunya, "Aku bisa menghormati pilihan seperti itu, karena kau adalah gadis kecil maka pemikiranmu bukanlah kekuatan."


"Tentu saja, pemikiranku dipenuhi dengan ilmu pengetahuan yang ingin aku kembangkan lebih dalam lagi, kau tahu..."


"...yang berpengalaman dapat mengalahkan mereka yang kuat." Shinobu menunjuk ke depan lalu ia memejamkan mata kanannya sehingga Brimgard langsung mencoba untuk menyerang dirinya.


"Santet."


Tubuh Brimgard langsung pecah dan robek karena mengeluarkan banyak sekali tusukan sate serta silet sampai ia menerima banyak sekali penyakit langka yang dihasilkan oleh Santet.


"Lagi-lagi kemampuan aneh ini... walaupun aku tidak tahu apa yang kau lakukan, tetapi semua kesakitan yang aku terima ini dapat dijadikan sebagai ketangguhan!" Brimgard masih bisa melangkah tanpa memedulikan tubuhnya.


"Santet yang aku pelajari masih belum cukup kuat, tetapi setidaknya cukup untuk mempengaruhi dirinya karena pergerakan yang semakin lambat." Shinobu mulai menjaga jarak dengan Brimgard yang melepaskan banyak sekali pusaran Void.


Semua itu langsung Shinobu halang dengan pohon emas besar yang ia tumbuhkan di hadapannya, "Sakti... Cyber... lepaskan semua bawahanku, dan tahan Brimgard sebisa mungkin."


"Dengan senang hati, sepuh." Jawab Sakti.


"Akan saya laksanakan, putri kecil." Jawab Cyber.


Cyber langsung menarik perhatian seluruh Mecha Neko sehingga mereka semua berkumpul di hadapan Brimgard yang terus menepuk dadanya beberapa kali agar ia bisa menyembuhkan semua luka itu.


"Dengan pasukan seperti ini, masih belum cukup untuk mengalahkan diriku. Apa yang aku butuhkan adalah ketangguhan...!"


"Apa yang Koneko butuhkan adalah penutup telinga karena kedua telingaku sangat tajam sampai bosan sekali mendengar ketangguhan, ketangguhan, dan ketangguhan!"


"Begitu ya, kalau begitu aku akan mengikuti alur yang kau perbuat, semoga saja kau tidak menyesal melihat semua pasukan bodoh ini diratakan oleh diriku."


Shinobu menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghantam daratan sehingga memunculkan bunga matahari yang begitu besar hanya untuk mengeluarkan simpanan Giblis yang sudah berkembang biak.


Tiga Gildritch juga mulai terlepas keluar dari dalam kelopak bunga itu sehingga Brimgard langsung menyilangkan keempat lengannya karena merasa tertarik melihat semua bawahan Shinobu yang berjumlah cukup banyak.


"Pasukan makhluk halus, Giblis, Gildritch, dan Mecha Neko. Kau adalah penguasa terhadap ketiga tersebut, begitu ya..." Brimgard mengangguk lalu ia melihat Shinobu yang melayang di atas langit.


"Oh, aku tidak berpikir begitu..." Shinobu menepuk tapak tangannya sehingga tujuh Grimoire terlepas keluar dari dalam tubuhnya lalu mengelilingi dirinya.


"Semua yang kau lihat adalah hasil dari perkembanganku sejak nol, aku akan mengerahkan semuanya agar bisa menahan dirimu sampai waktu habis...!!!" Shinobu memancarkan cahaya emas melalui kedua matanya.


"Bangkitlah...! Elemental...!" Shinobu membangkitkan seluruh bawahan yang terlepas dari setiap buku sihir itu sehingga pasukannya bertambah lebih banyak.


Pandangan Brimgard menyaksikan banyak sekali pasukan elemen yang berbentuk hampir seperti Shinobu, semuanya mengambil wujud yang dimiliki oleh penguasanya sendiri.

__ADS_1


"Kau mencoba untuk menumbuhkan mimpi buruk yang besar kepadaku ya...?"


"Shinobu Koneko, aku bukanlah orang yang mudah untuk memberikan ampunan dan belas kasihan, tetapi kau sendiri mengetahui alasan aku menunggu dirimu melepaskan semua pasukan itu bukan?" Tanya Brimgard.


Shinobu hanya bisa diam dengan tubuh yang dipenuhi keringat karena ia sendiri tidak melihat kesempatan yang begitu pas di hadapannya, dengan pasukan sebanyak ini untuk menahan Brimgard.


Shinobu dapat memprediksi semua itu bisa saja berakhir lebih cepat, tetapi ia dapat memberikan pelajaran yang penting kepada seluruh pasukannya dimana mereka juga akan bertambah kuat bersama dirinya sendiri.


Haruki dan Shira dapat melihat Brimgard yang dikepung oleh jutaan lebih pasukan berbeda yang dilepaskan oleh Shinobu, "Sepertinya Shinobu sedang merencanakan strategi lain untuk melawan si sialan itu..."


"Brimgard tidak melakukan apapun, bertarung dengan dirinya cukup lama menumbuhkan pengetahuan baru tentang dirinya bahwa ia akan turun tangan kepada masalah serius."


"Terutama lagi ketika aku mengumpulkan harapan dan kepercayaan dari pasukan Touriverse, dia sempat panik..."


"...tetapi melihat dirinya yang berdiri tegak selagi menyilangkan tangannya itu, dia telah diselimuti dengan kepercayaan diri yang besar karena persentase kekuatannya saat ini sudah cukup untuk meratakan semuanya."


Shinobu terus berkeringat dingin sampai ia sendiri yang menerima ketakutan itu, rasanya terdapat sesuatu yang janggal sampai tubuhnya sempat melemas.


"Jantung Anda berdetak cukup cepat, terutama lagi suhu Anda terus menaik dan menurun... apakah ada sesuatu yang Anda khawatirkan?" Tanya Cyber.


"Ini bukan dirimu, sepuh. Kau tidak pernah memperlihatkan ketakutan separah ini." Sakti dapat merasakannya juga ketika melihat wujud halusnya.


"Tidak apa... bukan karena melihat Brimgard atau situasi, hanya saja pikiranku seperti memperingati diriku akan sesuatu tetapi aku melupakannya."


"Shinobu Koneko, inikah tantangan ketangguhan yang kau berikan padaku? Dengan senang hati aku akan meratakan semuanya..." Brimgard memutarkan tombaknya menggunakan tangan tambahan.


Sisanya hanya memunculkan banyak sekali aura yang begitu hitam pekat, "Setelah ini aku akan mengurusi dirimu, Shinobu Koneko..."


Shinobu menatap Zephyra untuk membaca pikirannya, "The Mind...!"


Shinobu langsung mengetahui sisa waktu pertukaran pasukan yang berada di dalam medan perang, "Pertukaran terakhir... satu menit..."


"...satu menit di lawan dengan kecepatan yang tidak menginjak nol detik sama sekali." Shinobu mengusap keringat di hidungnya lalu ia menarik nafas dalam-dalam.


Shinobu langsung menarik keluar Rapier emas itu lalu mengangkatnya ke atas, "Semua pasukan...!!!"


"...serang!!!"


Brimgard melihat seluruh pasukan bawahan Shinobu langsung menyerang dirinya dari arah yang berbeda bahkan ia juga masih bisa melihat penampakan Shinobu di hadapannya.


...


...


"Banyak sekali Shinobu Koneko...."

__ADS_1


"...kalau begitu aku akan merasa senang sekali untuk menghajar mereka."


__ADS_2