Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 868 - Mecha


__ADS_3

"Shinobu... kami tidak berhasil melaksanakan apa yang kamu inginkan, semuanya memiliki kesibukan masing-masing untuk memberontak kerajaan." Kata Konomi.


"Benar... mungkin mereka tahu bahwa kamu juga akan ikut, lebih baik kita berlima saja sudah cukup." Ucap Ako yang terlihat bersalah karena temannya sempat memberitahu dirinya bahwa ia tidak akan ikut jika Shinobu berada di sana.


Hinoka dan Koizumi tidak ingin membicarakannya karena pemberontak yang sudah ia ajak juga tidak mau ikut, tetapi ekspresi Shinobu terlihat biasa saja yaitu polos.


"Jika mereka sibuk maka tidak apa-apa, lagi pula masalah bukan hanya Legenda fanatik itu..."


"...tugas yang paman Arata berikan sudah mutlak harus kita pertanggung jawab kan, aku sudah mempersiapkan semuanya kok." Kata Shinobu selagi melakukan persiapan dengan Kisetsu nya.


"Tenang saja, Shinobu. Kita berlima dan penyihir itu mungkin sudah jauh lebih dari cukup... jumlah tidak selalu mempengaruhi kesempatan untuk menang." Kata Koizumi yang mencoba untuk menyemangatinya.


"Kalau begitu aku juga bisa meledakkan mereka satu per satu, semuanya bagaikan bom berjalan bagi diriku, te-he~"


"Benar-benar... aku mungkin bisa menciptakan badai salju dan serangan sihir area untuk menghentikan mereka semua!"


"Nobu... kita pasti akan selalu bekerja sama untuk bisa menghasilkan sesuatu yang memuaskan, kamu hanya perlu percaya bahwa jumlah kita sudah jauh lebih dari cukup."


Mereka semua seperti biasanya mencoba untuk bersikap baik kepada Shinobu dimana ia tidak bisa diterima oleh pemberontak apapun kecuali mereka yang setia akan menjadi anggota dari timnya.


Shinobu tersenyum senang karena mereka mencoba untuk membuat suasana hatinya bertambah semakin tenang, "Mm~ Koneko akan berjuang~"


"Sebelum itu, mungkin aku juga lupa memberitahu kalian tentang sesuatu."


Mereka melihat Shinobu mengenakan kacamata, "Kacamata itu... Shinobu, apakah kamu berhasil menghidupkan... Tech?"


"Tidak... sistem yang sudah hancur dan dihapus sudah tidak bisa dikembalikan, aku juga tidak ingin membiarkan Tech menghadapi masalahku sejak itu."


"Perkenalkan Cyber~ dia yang akan menjadi pembantuku selama aku bekerja untuk menciptakan berbagai macam kreasi yang menyenangkan dan bermanfaat!"


Senyuman dan ekspresi yang polos itu membuat mereka semua secara refleks bertepuk tangan lalu memuji dirinya yang seperti biasanya bersikap seperti orang yang paling genius di seluruh alam semesta.


"Saya adalah Cyber... sistem yang akan menemani putri Koneko untuk memperbaiki semua kesalahannya dengan sistem dan kreasi teknologi." Perkataannya terdengar sangat kental dengan robot.


Berbeda dengan Tech yang sudah terbiasa terhadap kehidupan bangsa Legenda, Cyber hanya bertingkah sesuai dengan apa yang Shinobu katakan, jadi ia hanya akan melakukan sesuatu sesuai dengan ucapannya.


"Kita sebenarnya memiliki banyak pasukan, pasukan itu bisa di bilang kuat dan sekali pakai di keadaan tertentu." Shinobu tersenyum lalu ia menoleh ke belakang.


Mereka semua memasang tatapan kaget ketika melihat seseorang dengan keemasan di sekitar tubuhnya datang, bentuknya terlihat sama seperti Neko Legenda tetapi terbuat dari emas.


"Shinobu, jangan-jangan ini...!?" Konomi memasang tatapan kaget karena apa yang ia lihat saat ini mengejutkan dirinya.


"Mmm, Koneko akan memperkenalkannya... Mecha-Neko, itulah nama yang aku berikan." Ternyata Neko Legenda yang terbentuk dari besi emas itu adalah robot ciptaan Shinobu ketika masih enam tahun.


"Sebuah robot tarung yang sudah aku program mirip dengan bangsa Legenda dengan gaya bertarung sepertiku, itu artinya dia itu aku tetapi versi robot dan terkendali karena sudah aku masukkan The Mind."


"Koneko sudah membuatnya dulu sekali... walaupun gagal beberapa kali, tetapi sekarang semuanya akan berjalan lancar." Shinobu menyentuh Mecha-Neko itu sampai merasakan sumber cahaya di dalamnya.


"Semuanya mendapatkan tenaga dan kekuatan dari sinar matahari serta Lenergy yang aku miliki... Lenergy yang aku masukan ke dalam inti tubuh mereka dapat mengubah sumber cahaya apapun menjadi sebuah tenaga."


"Di dalamnya juga mengandung atom... atom yang dapat digunakan sebagai serangan terakhir ketika Mecha-Neko hancur, ia akan mengaktifkan ledakan terhadap dirinya sendiri untuk melawan musuh."

__ADS_1


"Ledakan itu juga dapat menghancurkan musuh dan memulihkan kehancuran yang disebabkan olehnya..." Shinobu tersenyum karena ia berhasil menciptakan robot yang mirip dengannya.


"Koneko sudah berjuang... mungkin akan aku tingkatkan lagi ketika memiliki waktu luang, tetapi sekarang adalah waktunya."


"Semua Mecha-Neko yang aku ciptakan sudah aku jemur lama sekali sampai mengumpulkan banyak sinar matahari yang cukup..."


"...ini hanya sebagai contoh. Mungkin aku akan menciptakan teknologi atau sesuatu yang lebih menyenangkan untuk memuaskan hobi Koneko." Shinobu terkekeh.


Menyebabkan ekspresi mereka terlihat sangat kaget sampai tidak bisa mengeluarkan perkataan apapun, perbuatannya sudah melebihi apa yang profesor dan mekanis lakukan.


Di umur enam tahun berusaha keras dengan belajar lagi dan lagi sampai meningkatkan pikiran serta The Mind yang sudah menempel dengan dirinya karena mengetahui Shinobu layak memiliki kekuatan itu karena kerja kerasnya.


"Ahh~ sepupuku memang sangat imut, membanggakan, dan cerdas sekali!!!" Hinoka mendekati Shinobu lalu memeluk dirinya sampai mengelus kepalanya beberapa kali.


"Fuehhh!?"


"Elus~ elus~ elus~ elus~ elus~" Hinoka terus mengelus kepala Shinobu selagi mengusap pipinya yang begitu lembut dengan pipinya juga karena ia sungguh sempurna di pandangannya sendiri.


"Nyaaaaa..." Shinobu mengeluarkan suara kucing lalu menggerakkan ekornya selagi memejamkan kedua matanya karena ia sudah kenyamanan dengan elusan itu.


"Nobu, hebat sekali... aku sangat beruntung untuk bisa menjadi temanmu~ kamu sangat cerdas ya." Ako bertepuk tangan sampai menyebabkan Shinobu bertambah semakin merah.


"Aku tidak mengerti kenapa mereka masih tidak mau menerima dirinya... lihatlah Shinobu sekarang, bukannya dia cukup hebat untuk dijadikan sebagai anggota tim mereka." Kata Konomi.


"Biarkan saja mereka, penyesalan tidak tahu kapan akan terjadi tetapi mereka sungguh brengsek untuk membenci Shinobu selama ini..."


"...sudah berumur dua belas sampai empat belas tahun tetapi sikap mereka layaknya seperti anak kecil yang tidak mau menerima perubahan." Kata Koizumi yang terlihat sebal.


"Yah... kerja yang bagus, Shinobu. Tetapi... pujian ini, kau perlu jadikan sebagai motivasi untuk mengalahkanku di pertarungan selanjutnya!" Kata Koizumi dengan tatapan seriusnya.


"Mm~" Shinobu tersenyum selagi memejamkan kedua matanya.


"J-Jangan perlihatkan tatapan dengan senyuman polos itu...!" Koizumi menghalangi cahaya yang keluar dari senyuman itu, Konomi juga melakukan hal yang sama karena senyuman tadi terasa seperti matahari mulai mendekat.


"Kalau begitu, sekarang kita memiliki pasukan seperti Mecha-Neko ya." Hinoka menatap Mecha-Neko itu lalu ia mencoba untuk melancarkan serangan kepadanya tetapi serangan itu berhasil di tahan menggunakan ekornya.


"Wah, ternyata benar... rasanya aku seperti melawan Koneko!" Hinoka terus melancarkan beberapa pukulan yang berhasil di tahan oleh robot itu sehingga ia melebarkan matanya ketika robot itu melancarkan pukulan padanya.


Untungnya Hinoka mundur ke belakang dan berhasil menghindari serangan itu, "Kenapa kamu tidak mencoba kekuatannya dulu, Kak Hinoka?"


"Uhh~ menarik~"


***


Hinoka melakukan sedikit tes terhadap robot itu, ternyata serangan yang ia lakukan mirip sekali dengan Shinobu sampai robot itu juga memiliki Keris yang terbentuk dari logam emas.


"Robot itu juga memiliki senjata Keris ya... Hebat sekali, satu robot saja mungkin setara dengan jutaan pasukan Legenda." Kata Konomi yang berpikir bahwa Shinobu dapat mengalahkan jutaan pasukan.


"Shinobu, apakah robot ini memiliki daya tahan yang cukup untuk adu jotos denganku?" Tanya Koizumi yang mulai mendekati robot itu.


"Tentu, coba saja." Jawab Shinobu sampai robot itu menerima perintahnya untuk melakukan adu jotos dengan Koizumi yang langsung melancarkan satu pukulan.

__ADS_1


Pukulan mereka mulai beradu sampai melepaskan tekanan dan dorongan besar di sekitar mereka yang menyebabkan daratan retak sedikit demi sedikit lalu menggerakkan rambut mereka semua karena angin yang terlepas.


"He-Hebat sekali... kekuatannya mirip denganmu!" Koizumi memasang tatapan kaget lalu ia melihat tinjunya yang memerah.


"Mm... mungkin memang sudah aku perbaiki semua kesalahannya, ketika dia kalah dan kewalahan maka Mecha-Neko akan meledak."


"Tubuhnya itu terbuat dari logam Golden Alchemist, logam itu bisa saja hancur terlepas sampai mengenai tubuh seseorang lalu menciptakan sebuah zirah untuknya yang akan meledak."


""Whoaaaa!"" Mereka semua terkesan ketika melihatnya sampai Shinobu mulai menatap Ako.


"Ako."


"Iya?"


"Bisakah kamu melakukan sedikit tes dengan serangan jarak jauh?" Tanya Shinobu.


"Tentu saja!" Ako memunculkan panahnya lalu ia membidik robot itu dan melepaskan banyak sekali panah menuju arahnya yang langsung ditangkis dan hancurkan.


Semua serangan jarak jauh itu sebenarnya kelemahan untuk robot itu, satu panah saja sampai mengenai mata dari robot itu sehingga mengejutkan mereka semua termasuk Ako.


"Ahhh?! Maaf...!"


"Tidak apa-apa... Inilah masalah yang belum Koneko pecahkan, Mecha-Neko memiliki kelemahan dengan serangan jarak jauh..."


"...tetapi mereka lebih cocok bertarung dari jarak dekat, mungkin aku akan mempersiapkan banyak peningkatan untuk robot tarung ku yang suatu saat nanti bisa dijadikan sebagai perlindungan."


"Tesnya sudah selesai ya, hasilnya sangat memuaskan karena dia memang mirip sepertiku..."


"...anu, ini hanya satu loh... enam tahun itu lumayan lama jadi Koneko menciptakan Mecha-Neko sebanyak seribu." Sebuah lubang pintu di belakang mereka semua langsung terbuka lebar.


Banyak sekali Mecha-Neko terbang keluar dari dalam lubang itu sampai mengejutkan mereka semua, satu Mecha-Neko saja sudah bisa dibilang sulit untuk dikalahkan karena robot itu memiliki riwayat dan pengalaman bertarung Shinobu.


"Sebanyak ini...!?"


"Seribu...!?"


"Pasukan Mecha-Neko~ uwahhh~"


"He-Hebat..."


"Mereka semua juga sama seperti Mecha-Neko yang kalian tes tadi, riwayat dan pengalaman pertarungan yang aku rasakan..."


"...semuanya terlihat dari mata buatanku dan The Mind, aku yakin kita semua bisa melakukan ini! Serahkan semua pengikut itu kepada Mecha-Neko."


Semua Mecha-Neko yang keluar dari lubang itu mulai berkumpul di belakang Shinobu sampai berbaris dengan rapi karena Cyber yang memprogramnya.


Entah kenapa mereka merasakan semangat dan tekad besar untuk mencegah ancaman para Dewa dan Dewi serta Legenda fanatik yang tidak bisa dimaafkan lagi.


Kebetulan Anastasia datang dalam waktu yang tepat dengan sapu terbangnya sampai ia memasang tatapan kaget ketika melihat pasukan Mecha-Neko yang berbaris.


"Hehh...? Robot?"

__ADS_1


__ADS_2