
Kekacauan di alam semesta Yuutouri telah di mulai, semua itu disebabkan oleh Manusia aliansi yang mencoba untuk mengambil alih semua sumber daya dari berbagai macam negara termasuk dengan senjata yang mereka pegang.
Semua yang dimiliki negara berhak di dapatkan oleh Manusia aliansi yang bertujuan untuk menaikkan derajat bangsa Manusia menuju puncak atas agar bisa melanjutkan kehidupan biasa tanpa adanya ras dari mereka dan juga sihir.
"Sejak insiden Bamushigaru... dunia telah membusuk sedikit demi sedikit, menumbuhkan rasa kehausan dan hasrat untuk berperang agar bisa menginjak tingkatan paling atas..."
"...seberapa jauh kau akan pergi untuk meraih semua itu kembali? Kewarasan yang tersisa akan menghilang dalam hitungan hari..."
"...bukan hanya Dewa yang memegang dunia, semua ras yang memiliki kekuatan cukup untuk memegang satu dunia juga sudah bisa menyebabkan peperangan terjadi."
"Sebuah perang yang tidak akan pernah tahu kapan berakhir... sebuah kejujuran dan misteri yang terkandung hanya bisa dipecahkan oleh mereka yang bertahan hidup dari kekacauan dunia ini."
"Manusia... saling membenci satu sama lain, berperang demi bisa menjaga keamanan dan tentunya mencuri semua kebutuhan untuk suatu rencana yang para aliansi itu lakukan..."
...
...
"Jangan menghalangi jalan...! Kita memiliki banyak sekalian pasien yang berjatuhan, amankan semuanya dari serangan senapan dan tank yang mereka bawa...!" Seru seorang Manusia yang sedang mendorong kasur roda.
"Kau harus bertahan, Kakek...! Indonesia membutuhkan kekuatanmu untuk bisa menghentikan Extinction Order...!"
"Bukan hanya Manusia saja yang memiliki hak untuk hidup, tetapi semua bangsa dan ras juga sama...!" Seru seorang pria yang terus mendorong dada Kakeknya dengan sekuat tenaga agar ia bisa melepaskan banyak pernafasan.
"Kau akan baik-baik saja, Aditya...! Tenang saja!" Ucap seorang pria yang berada di sebelahnya, Manusia yang terluka parah itu selama ini adalah Aditya yang bertahan dari serangan hujan granat oleh para aliansi.
Mereka semua berhasil membawa Aditya ke dalam ruangan perawat, cucunya langsung menarik seorang doktor dan mendorong dirinya ke arah Aditya untuk membantunya yang sudah kehilangan banyak darah.
Dokter itu meraih Defibrilator yang langsung ia gesek-gesek lalu menekannya di dada Aditya untuk memberikannya sebuah kejutan untuk membantu detak jantungnya kembali berfungsi.
***
"Di sini Elang nomor satu dua... kita telah dibutakan oleh musuh, banyak sekali kabut yang menghalangi pandangan helikopter...!" Peringat seorang tentara yang menerima kesulitan.
"Bagaimana kondisi dengan Riau...?! Jangan sampai mereka merebut lebih banyak minyak atau senjata buatan mereka akan menerima daya kehancuran yang lebih besar!"
"Para aliansi telah menghancurkan semua persiapan senjata yang menjaga langit-langit, jika mereka terus memanfaatkan langit-langit maka kesempatan menang kita akan menginjak nol...!"
"Jangan sampai kita kehilangan Riau...! Terutama lagi jika sumber daya minyak itu mereka habiskan...!"
"Apakah masih ada beberapa tentara militer di sana yang dapat kita perintah untuk bergerak menuju Riau demi bisa menghentikan semua serangan para aliansi itu...?"
"Di sini Andrian... kami akan segera pergi menuju Riau, lanjut." Jawab Andrian yang berbicara melalui alat yang ia simpan dalam telinganya untuk dijadikan sebagai komunikasi agar bisa mendengarkan beberapa misi darurat.
"Senang untuk mengetahui kau berada dekat dengan Riau, sultan Andrian. Para aliansi itu memiliki sebuah alat yang berhasil mematikan semua senjata otomatis kita yang menjaga langit-langit dan lautan..."
"Alat yang mereka pegang berlokasi di atas langit-langit... sebuah pesawat besar dimana banyak sekali pengaman dan prajurit di sana yang menjaga alat itu..."
"...kita tidak memiliki lebih banyak waktu sebelum minyak yang dimiliki Riau telah di ambil alih oleh para aliansi brengsek itu."
"Baiklah, kami akan segera melaksanakannya."
***
Jenderal kedua dari aliansi itu memperhatikan dari dalam pesawat luar angkasa yang memperlihatkan semua negara di dalam planet bumi, tujuan utama mereka hanyalah mengambil semua sumber daya dan merampas senjata api.
"Kapan konsep sihir itu akan musnah? Aku sudah merasa sangat gatal untuk menyentuh tombol ini..." Kata Jenderal itu yang sedang memegang sebuah tombol dengan lambang nuklir di atasnya.
"Rasanya ini seperti mimpi saja... mungkin takdir memang sudah membaik kepada kita semua ketika mengetahui konsep sihir akan di hapus."
"Apakah semua ras mampu menahan serangan nuklir yang diperkuat oleh sumber Mana...? Ini akan menjadi pembantaian massal yang mencatat sejarah untuk bangsa Manusia."
__ADS_1
"Namun, musuh kita juga bisa di bilang Manusia yang berada dalam pihak kesalahan... jika semua Manusia mau bersatu maka bangsa kita akan tetap berada di puncak atas tanpa mengetahui yang namanya ras atau bangsa asing...!"
***
"Shinobu... apakah kau sudah siap?" Tanya Koizumi yang mulai melakukan kuda-kuda bertarung sampai Shinobu hanya bisa tersenyum lalu ia memasang kuda-kuda bertarungnya juga.
"Ya...! Koneko akan berjuang...! Golden Essential!"
Shinobu melepaskan aura emas yang besar ke atas langit sehingga aura tersebut ia perbesar sampai partikel di sekelilingnya membentuk kelopak bunga dan daun emas yang mengelilingi tubuhnya.
Koizumi dan Shinobu melesat menuju arah satu sama lain, melancarkan beberapa serangan yang menyebabkan banyak tekanan dan dorongan di sekitar mereka, tetapi semua itu tertahan dengan sebuah gelembung.
Gelembung yang tercipta karena mesin milik Yuffie dapat menahan banyak sekali serangan dengan tekanan atau daya kekuatan sehebat apapun, mereka sekarang dapat menikmati pertarungan tanpa harus mengkhawatirkan kehancuran.
Pertarungan mereka terlihat berjalan sangat cepat karena kecepatan yang melebihi cahaya sampai satu detik saja sudah cukup untuk Shinobu melancarkan jutaan serangan yang Koizumi tahan.
"Mereka benar-benar menyeramkan kalau soal latih tanding ya, rasanya ini bukan lagi latihan melainkan saling membunuh satu sama lain dengan kekuatan penuh mereka." Kata Ako.
"Harus menyiapkan banyak ramuan..." Konomi mengeluarkan beberapa ramuan untuk mereka minum, hasilnya sudah jelas akan dipenuhi dengan luka, memar, dan darah.
"Wah... gawat... sebenarnya mereka ini memang berniat untuk saling membunuh satu sama lain jika gelembung yang aku ciptakan dapat menyerap daya serangan kekuatan murni dan sihir mereka seperti ini." Yuffie menunjukkan sebuah layar kepada mereka.
"Seratus Legend Power...?"
"Ya... Legend power adalah pengukuran yang aku temukan, angka satu saja sudah cukup untuk menghancurkan banyak planet..."
"...sedangkan mereka sudah mencapai batas yaitu seratus, jika gelembung itu tidak menyediakan mereka area tempur maka seluruh alam semesta akan berguncang bahkan menyebabkan kehancuran satu per satu..."
"...mereka juga dapat mempengaruhi garis waktu dan dimensi lainnya, sungguh kedua gadis yang mengerikan... melihat Koneko memiliki ukuran gadis kecil~ rasanya aku tidak ingin macam-macam dengannya."
"Benar-benar gila..."
***
"Sudah selesai..." Anastasia menoleh ke sebelah kanan, melihat tubuh Zangetsu perlahan-lahan berubah menjadi senar karena tubuhnya yang terbentuk dari sihir tanah lihat sudah terhapus karena pancaran sinar itu.
"Apa yang terjadi denganku...?!" Tanya Zangetsu yang melihat tubuhnya berubah menjadi boneka yang mulai mengeluarkan banyak senar seperti proses pembentukan boneka yang terbalik.
"Cahaya yang dilepaskan oleh kristal itu telah menghapus konsep sihir yang kita pegang..."
"Apa?! Ternyata kau bersedia untuk menerima konsep sihir yang terhapus bagi dirimu? Sungguh langka sekali untuk mengetahui seorang penyihir membuang harga dirinya itu..."
"Aku sudah bilang bukan? Tujuanku hanya satu, menghapus konsep sihir adalah eksperimen terakhir untuk mengubah dunia dan memberinya ujian mandiri..."
"...apakah dunia bersama dengan seluruh penghuninya dapat bertahan tanpa yang namanya sihir?" Anastasia menunjuk ke arah kristal itu menggunakan kedua lengannya.
"Sekarang...!!! Mulai lah era baru dimana tidak ada yang namanya konsep sihir...!!!"
"Consceptual Manipulation: hapuskan konsep sihir dari segala dunia yang ada...!!!" Teriak Anastasia keras sampai kristal itu merespon apa yang ia inginkan sesuai dengan kegunaan dan Eldritch yang berada dalam kristal itu.
Kemampuan untuk memanipulasi konsep telah aktif karena Anastasia yang menyebutnya, "Crystal of Catastrophe...! Pergilah dengan bebas...!!! Kau adalah kunci masa depan dan dunia baru ini tanpa yang dinamakan sihir...!!!"
Kristal itu langsung melesat keluar dari markas Anastasia sampai menyebabkan dorongan dan tekanan besar yang mementalkan mereka semua ke belakang.
Kristal itu melaju cepat menuju sebuah lokasi yang sangat jauh, tetapi dengan kecepatan yang dimilikinya itu. Tidak memakan sampai satu menit untuk sampai di puncak pohon emas tersebut.
Kristal kekacauan itu bertambah besar lalu berputar dengan kecepatan cahaya sampai melepaskan dorongan cahaya berwarna ungu yang mengenai seluruh alam semesta sampai melewati berbagai macam batasan dan lapisan yang membatasi dunia antar dunia.
Dimensi, masa, layar, alam semesta, dan segala dunia telah menerima cahaya dari kristal itu yang langsung menghapus konsep sihir sekaligus tanpa menyisakan apapun kecuali sumber energi sihir yang mereka miliki.
***
__ADS_1
"A-Apa...?" Tubuh Shira merinding seketika, ia menatap kedua tapaknya yang sempat bergetar.
"Shira... apakah kamu... sempat merasa merinding?" Tanya Megumi dengan tatapan khawatir, ia mencoba untuk menggunakan sihir cahaya tetapi tidak bisa sama sekali.
"Sihirku...! Aku tidak bisa menggunakannya...!"
"Aku juga... aku masih bisa merasakan Lenergy di dalam tubuhku tetapi aku tidak dapat mengeluarkan yang sihir cahaya itu." Shira melompat ke atas tetapi ia tidak dapat terbang.
"Apa yang terjadi di luar sana...!" Shira memejamkan kedua matanya, tidak bisa merasakan keberadaan apapun karena sihir telah hilang dan ia tidak bisa merasakan keberadaan apapun tanpa menggunakan sihir.
"Shira...! Kita terjebak di sini... jika kita tidak bisa menggunakan sihir maka kita sudah terjebak untuk selamanya di Realm of Light!" Seru Megumi.
"Brengsek...!!! Apa yang terjadi di luar sana...!?" Shira merapatkan giginya lalu ia mengingat sesuatu.
"Megumi! Cepat ikut aku!" Shira melesat maju menuju sebuah lokasi yang perlu ia kunjungi, dirinya masih bisa lari secepat cahaya karena ia masih bisa dibilang sebagai bangsa Legenda.
"Tunggu aku, Shira!" Megumi mengikuti dirinya dari belakang dengan bergerak seperti kucing menggunakan kedua tangan dan kakinya itu.
***
Pertanda dari tubuh mereka yang merinding sampai menunjukkan salah satu anggota tubuh yang bergetar itu disebabkan oleh kristal kekacauan yang sudah menghapus konsep sihir.
Tidak ada satu pun orang yang dapat menggunakan sihir sekarang, dimana pun mereka berada... semuanya tidak bisa menggunakan sihir apapun karena konsep yang dimanipulasi oleh kristal dengan skala tanpa batasan apapun sehingga bisa mempengaruhi segalanya.
"SHINOBU!!!"
"KOIZUMI!!!"
Koizumi dan Shinobu melancarkan satu serangan terakhir yang langsung menerima sebuah jeda, tubuh mereka sempat membeku dan merinding sampai mereka langsung terjatuh menuju daratan.
"A-Apa...?!" Koizumi memasang tatapan kaget ketika dirinya tidak menggunakan sihir penerbangan itu walaupun masih memiliki Lenergy di dalamnya.
"Kakak!" Shinobu langsung mengeluarkan kedua lengan robot di bahunya yang terpecah menjadi zirah untuk melindungi kedua kaki dan tangannya agar bisa membantu Koizumi untuk mendarat dengan aman.
Mereka semua memasang tatapan bingung karena tubuh mereka merasakan sesuatu yang aneh, "Oi... apakah kalian merasakannya...!?"
"Ya... entah itu berasal dari mana tetapi tubuhku dapat meresponsnya... merinding sekali..." Jawab Yuffie.
...
...
"Bagi mereka yang mau memulai rencana... sekarang adalah waktunya..." Peringat Anastasia yang berbicara melalui alat komunikasi sampai menuju beberapa orang yang mau bekerja sama dengan dirinya.
Jenderal itu tersenyum puas, "Sekarang...!!! Adalah hari dimana Manusia akan mendapatkan derajat yang lebih Basar...!!!"
"Jatuhkan sekarang juga, nuklirnya...!!!"
Jenderal itu menekan tombol nuklir sehingga pesawat terbangnya itu langsung menampakkan wujudnya untuk melepaskan satu rudal nuklir yang melesat menuju berbagai macam alam semesta dan menyebar ke arah planet lain.
***
"Putri kecil...! Sistem keamanan mendadak mati...!!! Sesuatu telah memasuki atmosfer...!" Peringat Cyber.
Shinobu menoleh ke atas, melihat sebuah rudal besar yang dapat ia lihat mulai terjatuh menuju arah planet yang berada di alam semesta Xuusuatouri.
Shinobu sempat berubah menjadi Beast Neko Legenda hanya untuk melindungi semua temannya dari ledakan nuklir yang menyebabkan daya ledakan sangat besar.
Pendengaran semua penghuni hanya bisa mendengar yang dinamakan dari suara ledakan nuklir, radiasinya juga mengurangi daya tahan mereka yang sudah diperkuat dengan sumber sihir.
Mereka yang kuat bertahan dari ledakan nuklir itu...
__ADS_1
Mereka yang lemah... mati tanpa menyisakan apapun kecuali debu...