
Alvin melempar kedua sabit-nya menuju arah Zangetsu sehingga ia menghancurkan kedua sabit itu dengan hanya satu pukulan, jika mereka bertiga sudah kalah dan tidak bisa melanjutkan pertarungan-nya maka selanjutnya Alvin harus maju dan menahan-nya. Alvin juga memperingati Arata untuk memanggil Kuro nanti ketika situasi semakin buruk karena Haruka juga memperingati Kuro untuk tidak muncul dulu sebelum aba-abanya.
Ketika Alvin mendekati Zangetsu entah kenapa perasaan-nya semakin memburuk sehingga tubuh-nya diselimuti dengan hawa dingin dan cukup menakutkan... ia mulai bernafas berat dan tubuh-nya tiba-tiba merinding ketika menatap Zangetsu, "Aku sungguh terkejut melihat seorang Dewa memiliki keberuntungan untuk hidup kembali menjadi ras Astral, tetapi sekarang kau bukan tandingan-ku... tubuh ini tidak menerima diri-mu."
"Hah... hah... entah apa yang baru saja kau lakukan tetapi Legenda seperti-ku akan terus mencoba sampai kau menyerah untuk menguasai dunia..." Jawab Alvin, Zangetsu tersenyum jahat lalu ia memejamkan kedua mata-nya karena semua usaha yang mereka lakukan itu tidak berguna, mereka hanya membantu Zangetsu untuk terbiasa dengan tubuh-nya disambung dengan mengumpulkan kekuatan yang hebat, "Teruslah bekerja sama... sebanyak-banyaknya jumlah kalian, kalian tidak memiliki peluang menang."
"Ck... Jangan sombong dulu, cucu sang pencipta." Alvin mengepalkan kedua tinju-nya, "Lima Legenda yang mencoba untuk melawan-ku telah gugur, mereka tidak bisa melanjutkan pertarungan karena aura dan tekanan-ku yang hebat ini... Kau masih berniat untuk menghentikan diriku?"
"Itu benar... dan aku sebagai Legenda pertama yang akan melakukan-nya."
"Kau tidak bisa."
"Ck, kepercayaan diri-mu membuatku muak!" Alvin mencoba untuk berubah menjadi wujud [Limit Breaker X]-nya tetapi ia tidak bisa sehingga ekspresi-nya langsung berubah menjadi terkejut, hawa dan tekanan yang ia rasakan mampu menyerap seluruh kekuatan dan tenaga juga akses untuk berubah menjadi terkuat-nya itu. Aura dan tekanan milik Zangetsu benar-benar menakutkan sampai sebagian dari kekuatan Alvin tidak bisa ia kendalikan dan mendadak tidak berfungsi.
"Hoh? Bukan-nya yang terlalu percaya diri itu kau yang berani-beraninya menggunakan wujud biasa itu untuk melawan-ku?"
"Wujud ini sudah cukup untuk menutup mulut-mu dan mengalahkan-mu!!!" Alvin melesat ke depan dan ia melayangkan satu pukulan yang berhasil Zangetsu tahan, "Gghhh... Ahgggh!" Alvin melayangkan beberapa pukulan dan serangan-nya terlihat lambat karena ia kekuatan dan kemampuan-nya sendiri tidak begitu berguna karena wujud dari setengah ras Astral dan Legenda.
__ADS_1
"Tidak ada kekuatan di setiap pukulan, Alvin... apa yang dia pikirkan? Mencoba untuk membunuh diri-nya lagi?" Kata Arata.
Alvin mencoba segala cara sehingga ia menyerang Zangetsu dengan cara yang berbeda, ia sudah menggunakan kedua tangan dan kaki-nya berkali-kali, "Ini benar-benar memalukan, apakah kau dulu-nya Dewa Crimson yang kejam itu? Kau seharusnya menerima fakta bahwa kau takut untuk menghadapi-ku." Kata Zangetsu sambil menahan semua serangan itu menggunakan jari telunjuk-nya.
"Tutup mulut-mu! Dan ingat... tutup rapat-rapat!!!" Zangetsu langsung memegang tinju kanan Alvin sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat santai, "Jika kau ingin cara yang seperti ini maka aku terima, aku sudah muak bermain!" Zangetsu melancarkan satu pukulan yang mengenai dagu-nya sehingga terdengar suara retakan tulang dari pukulan itu, Alvin terlempar ke belakang.
"Oi, bodoh...! Lebih baik kau hentikan semua ini dan lari saja!!!" Seru Haruki.
"Tahan! Lebih baik kau mundur!!!" Seru Shizen.
Ketika menerima satu pukulan itu, Alvin bisa merasakan tubuh-nya terasa lemas dan tidak memiliki kekuatan yang tersisa di dalam dirinya... sekali ia melakukan pergerakan maka pergerakan itu terasa sangat lambat dan tidak memiliki sedikit tenaga apapun di dalam-nya, "Aku belum selesai... aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan-ku untuk hidup menjadi seperti ini..." Alvin mencoba untuk menstabilkan tubuh-nya agar ia tidak terjatuh menuju jurang yang dapat melewati-nya dari perbatasan Touri.
"Ck... apa yang kau lakukan hanya terus berbicara dan menunjukkan rasa kepercayaan diri-mu itu terlalu berlebihan! Apakah kau pernah melihat ras Legenda dari jarak yang dekat--- tidak, apakah kau pernah berteman dengan satu Legenda yang layak dan mempercayai harga diri-nya sendiri?! Melihat diri-mu seperti ini, itu artinya kau tidak pernah melihat proses tercipta-nya seorang Legenda dan juga sejarah-nya..."
"Dan jika kau sebodoh ini untuk meremehkan kami para Legenda maka bahaya mempersiapkan diri untuk bertemu dengan-mu, aku tidak mengerti kenapa kau bisa menjadi cucu sang pencipta jika kau tidak mengetahui potensi Legenda yang sebenar-nya!" Apa yang Alvin katakan bisa terdengar jelas oleh semua ras Legenda, "Hohh...? Ayolah, apakah kau pikir para Legenda ini bisa menjadi ras terkuat...? Bukan-nya mereka itu bodoh dan dipenuhi dengan otak yang penuh otot?"
"Kau adalah orang ***** dan apa yang kau bicarakan itu omong kosong."
__ADS_1
"Teruslah bersikap seperti itu, tidak menerima fakta tentang bangsa Legenda. Bertahun-tahun... tidak... dari masa ke masa, kita para Legenda memiliki banyak waktu untuk menyentuh sebuah tingkatan yang berbeda, dalam proses latihan yang kita alami juga usaha dan kerja keras yang selalu kita lakukan... kita para Legenda terus berkembang hingga menghancurkan batasan-batasan yang terus menghalang kita semua!" Alvin memejamkan kedua mata-nya lalu ia menatap Zangetsu dengan tatapan yang terlihat tajam, "Waktu demi waktu... aku yakin kau sudah melihat-nya bukan? Aku yakin ketika kau masih belum memiliki tubuh asli-mu ini, kau melihat Touri dan bahkan sejarah ras Legenda 'kan?"
"Grrggh..." Zangetsu mulai melihat sekitar dan ia bisa melihat para Legenda yang bertarung penuh dengan semangat sehingga perang ini juga dapat membuat mereka menghancurkan batasan yang selalu menghalang mereka semua, Shira saat ini sedang melayang di atas langit sambil memejamkan kedua mata-nya... partikel cahaya mulai ia kumpulkan hingga sekarang ia terus memancarkan cahaya tersebut tanpa diganggu oleh siapapun.
"Hrrgghhh... apa yang kalian rencanakan, ras Legenda sialan? Seharusnya kakek-ku sadar bahwa menciptakan Legenda itu adalah kesalahan, mereka bisa saja menginjak tingkatan segala-nya dengan hanya memiliki julukan sebagai seorang Mortal!" Shira membuka kedua mata-nya dan ia mulai menatap Alvin dengan tatapan yang terlihat tenang karena saat ini tubuh-nya sedang bersatu dengan segala cahaya.
"Ayo, Shira!!! Aku membawa-mu ke semesta ini...!!! Aku mengubah ras-mu menjadi seorang Legenda, carilah cara agar kau bisa terus bertambah kuat lagi dan lagi, aku mempercayai segala hal yang aku miliki yaitu harga diri-ku, kepercayaan-ku, dan semuanya!!! Aku tidak akan menerima kalian semua para Legenda merasakan kegagalan!!!" Seru Alvin keras sehingga semua ras Legenda mulai mengerang keras penuh dengan semangat dan melanjutkan pertarungan mereka demi bertahan hidup dan merebut kembali Touri.
"Bangkitlah! Bangkitkan harga diri dan jiwa yang kalian miliki di dalam hati kalian!!! Gunakan semua yang ada di dalam diri kalian untuk bisa mencapai tingkatan paling atas yaitu segala-nya, lakukan!!! LEGENDS NEVER DIES!!!" Seru Alvin keras.
"Semua-nya berakhir, Legenda, kau seharusnya tahu bahwa usaha kalian sudah selesai sampai titik ini saja! Apa yang mampu membuat kalian terdorong untuk melanjutkan pertarungan yang kalian tidak bisa menangkan?" Tanya Zangetsu.
"Heh... pertanyaan yang sangat bagus, percuma saja jika aku memberitahu dewa seperti-mu, kau tidak akan pernah bisa mengerti! Kau hanyalah dewa darah dingin sialan yang tidak pernah mengerti arti dari bertarung demi melindungi seseorang yang kau percayai dan sayangi bahkan melindungi tempat tinggal-mu sendiri yang sudah membantu-mu berkembang!" Alvin melesat menuju arah Zangetsu lalu ia mencoba untuk melayangkan beberapa serangan lagi.
Zangetsu hanya menyentuh kening Alvin menggunakan jari telunjuk-nya sehingga ia terdorong ke belakang, tetapi Alvin masih belum menyerah karena ia melesat ke depan untuk melayangkan beberapa pukulan lagi dan lagi, "Berakhir sudah..." Zangetsu menghantam wajah Alvin sehingga ia terlempar ke belakang dan mengenai beberapa asteroid di belakang-nya.
"Pada akhir-nya aku akan terus gagal lagi dan lagi... aku tidak bisa mengikuti apa yang ada di dalam jiwa-ku ini... semua ini... aku serahkan kepada kalian... para Legenda..." Alvin mulai menunjuk Arisu lalu memberikan kekuatan terakhir-nya sehingga ia mulai diselimuti dengan cahaya merah.
__ADS_1
"... ..." Arisu mengepalkan kedua tinju-nya sehingga lambang [Omni] muncul di kening-nya.
"Terima kasih, kakek... sudah saat-nya..."