
"Ahh... ternyata seekor keledai datang terlambat di perang seperti ini." Zoiru menyilangkan kedua lengannya, melihat Haruki menarik kedua pedangnya lalu melepaskan aura yang besar melalui tubuhnya.
"Percuma saja kau bertarung dan melepaskan kekuatan semaksimal mungkin... aku sekarang telah membalasnya dengan kekuatan yang lebih besar." Zoiru mengepalkan kedua tinjunya dan menatap Kuro.
"Tidak ada lagi pelampiasan serangan karena tadi itu cukup mematikan, aku hampir saja mati, sialan!" Zoiru tersenyum serius, melihat Haruki yang mulai berbicara dengan Kuro dan Kou.
"Maaf, Zoiru. Kita tidak akan tahu dengan sebuah cobaan, jadi aku sebisa mungkin akan mencegah dirimu membangkitkan makhluk sihir itu!" Kata Haruki yang sudah mengetahui situasi berkat bantuan Kou.
Haruki sendiri tidak memiliki rencana apapun jika musuh yang ia lawan tidak bisa mati walaupun menerima banyak serangan dari Kuro, musuh yang level melebihi Outerverse terdengar cukup mengerikan juga.
Zoiru dengan santainya membiarkan mereka berdiskusi karena ia menghargai bangsa Legenda dalam menciptakan strategi dan rencana, bukan itu saja tetapi ia tidak sabar apa yang dapat Haruki lakukan.
"Kekurangan dua orang lagi ya... Shiratori Shira dan Korrina Comi... apakah mereka akan datang sebelum kebangkitan Bamushigaru tiba?" Tanya Zoiru.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Haruki kepada Kuro, Kuro hanya bisa diam lalu ia menyalurkan pertanyaan itu kepada Kou yang sedang berpikir.
Kou merasakan sesuatu yang mencurigakan dari Bamushigaru karena ia mengadakan perang ini pasti dengan alasan tertentu, mungkin hanya esensi saja yang ia cara dan dijadikan sebagai makanan.
Kemungkinan besar serangan Kuro yang ia sengaja kenakan berhasil di makan oleh Bamushigaru untuk memenuhi ritualnya, itu saja yang dapat Kou prediksikan tetapi ia sendiri tidak tahu harus apa.
Menyerangnya lagi dan lagi atau melakukan kerja sama bisa saja menyebabkan korban gugur lebih banyak lagi, situasi bertambah semakin buruk ketika Zoiru mulai memancarkan auranya itu.
"Sepertinya kau terlihat kebingungan, ratu Touriverse. Tidak memiliki cara lain atau semacamnya...?" Tanya Kuro karena ia sendiri kehabisan rencana selain bertarung habis-habisan agar bisa menahan dirinya untuk membangkitkan Bamushigaru.
"Tidak... aku hanya bingung saja, penggunaan sihirku memiliki keterbatasan tertentu dan lebih baik mencegahnya lebih cepat." Kou mulai berbicara, ia membuka zirah bagian kepalanya.
"... ...!" Kou membaca pikiran Zoiru cukup lama dan semua kekuatan yang ia dapatkan berasal dari aura yang berbentuk Bamushigaru itu.
Kuro bisa melihat tatapan Kou yang dipenuhi kejutan ketika membaca isi pikiran Zoiru, sepertinya ia mengetahui sesuatu yang berbahaya akan terjadi atau kemungkinan besar dia mengetahui sumber kekuatannya itu.
"Apa yang kau dapatkan...?" Tanya Kuro.
"Ini buruk... aura Bamushigaru itu sebenarnya adalah Bamushigaru asli dengan arwahnya yang mengartikan dia sudah membangkitkan dirinya dengan setengah." Kata Kou sampai mengejutkan semua orang.
"Apa...!? B-Bangkit begitu saja?! Tidak mungkin bukan?! Kita yakin Zoiru terus di siksa oleh Kuro!" Seru Shuan dengan tatapan yang terlihat ketakutan.
"Itu hanya arwah atau esensinya... aura Bamushigaru tidak dapat lepas sesuai dengan keinginannya melainkan ia hanya bertugas sebagai aura Zoiru saja." Kata Kou dan menutup kembali kepala zirahnya.
"Kemampuan The Mind sudah habis dan membutuhkan waktu lagi untuk menggunakan sekali lagi..."
"Intinya apa yang aku ketahui dari inti pikirannya bahwa ia sudah berada di tahap terakhir kedua untuk membangkitkannya!"
"Apa yang harus kami lakukan!? Menyerangnya tidak akan mengubah sebuah fakta bahwa kita tetap kalah, menyerangnya secara bersamaan juga ide buruk... Dia berdarah dingin!" Seru Hana dengan tatapan serius.
"Hanya satu cara..." Kou mengacungkan jempolnya sehingga mereka semua menatap Kou dengan kedua telinga yang siap untuk mendengarkan rencananya.
"Kita perlu mengeluarkan Grimoire itu di dalam perutnya... dengan melakukan satu serangan fatal seperti lengan kirinya yang sudah hilang itu." Perkataan Kou dapat di mengerti oleh mereka semua.
"Kalau begitu, Haruki." Kuro memanggil Haruka dan ia langsung menatap dirinya.
"Aku benci untuk mengatakannya tetapi... gunakan cara yang bisa di bilang simpel yaitu bekerja sama." Kata Kuro yang mulai menarik pedangnya, Haruki hanya menjawab dengan mengangguk.
__ADS_1
Kuro maju ke depan dan ia langsung menerima satu pukulan dari Zoiru sampai ia terhempas ke belakang dengan memuntahkan banyak darah, kali ini ia bisa melihat Zoiru mau menyerang.
Haruki memegang erat kedua pedangnya lalu ia maju ke depan sehingga Zoiru memberi dirinya kesempatan untuk melukainya, Kou bisa melihat bahwa Zoiru sepertinya bosan berurusan dengan Kuro.
"Kuro, hentikan..." Suruh Kou sehingga Kuro mendarat di sebelahnya dengan tatapan serius, ia sendiri mengetahui keadaan yang sedang di hadapannya.
"Si brengsek itu sepertinya sudah menganggap diriku bosan."
"Dia menyerangku dengan penuh kekuatan seperti itu sedangkan Haruki hanya dibiarkan begitu saja." Kuro memasukkan pedang itu ke dalam sarungnya.
"Untuk sekarang kamu kumpulkan dosa itu lagi untuk melakukan serangan kombinasi bersama Haruki, kalian bekerja sama cukup baik..." Kata Kou karena ia sempat melihat Arata dan Haruki bertarung bersama sejak itu.
"Aku dan Arata berbeda tetapi jika kerja sama ini dijadikan sebagai alasan untuk menang maka aku akan melakukannya." Kata Kuro yang mulai melakukan meditasi untuk mengumpulkan semua dosa itu.
Haruki dengan kekuatan maksimalnya dari awal mulai melancarkan beberapa kombinasi melalui kedua pedangnya, serangan Haruki lebih fokus kepada Zoiru.
Zoiru bisa mengetahuinya bahwa Legenda yang ia lawan memiliki potensi asli juga, berbeda dengan Kuro yang kekuatannya dapat menghancurkan dirinya dan sekelilingnya.
Haruki hanya mencoba untuk menghancurkan Zoiru menggunakan serangannya itu, tubuh Zoiru menerima beberapa luka karena ia terlalu terbiasa dengan cara bertarung Kuro sampai melupakan hal penting bahwa ia melawan Legenda lain
Setiap Zoiru melepaskan sihir juga, semua sihir itu tersedot oleh lubang hitam yang ia ciptakan dengan cepat, Kuro memperhatikan sambil melakukan meditasi dan ia sudah memikirkan beberapa cara bekerja sama dengannya.
Haruki mendorong Zoiru mundur dan ia melepaskan sebuah hujan darah yang mampu menghancurkan semua aura Bamushigaru itu.
Kou tersenyum ketika melihat kemampuan sihir Haruki memiliki anti-sihir yang cukup manjur.
"Bloody Cries of The Empress!" Haruki melepaskan hujan darah, mampu menimbulkan efek negatif permanen merusak, dan membunuh siapa pun dengan mutlak bila mengenai tetesan air itu.
"Ck... pukulannya benar-benar keras... sangat keras..." Kata Haruki sambil mengusap darah yang keluar melalui mulutnya itu.
"Absolute Impalement Torture!!!" Haruki mengangkat kedua pedangnya lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tanah dan langit sehingga muncul tiang-tiang.
Semua tiang itu berbentuk lancip berduri yang sangat tajam dan terlumur racun di bagian-bagian yang tajam, dan di tiang-tiang berduri tersebut menghantarkan listrik dengan tegangan yang sangat tinggi bahkan mampu untuk menyetrum musuh hingga tak bernyawa.
Semua tiang itu melesat ke arah Zoiru tetapi ia dengan mudahnya menghapusnya semua itu menggunakan sihir laser yang keluar melalui jari-jarinya juga kedua matanya.
"Kemampuan sihir memang unik!!! Cukup menyakitkan maka biar aku menjawab kesakitan dengan rasa sakit lainnya!!!" Zoiru tersenyum serius lalu ia menghantam wajah Haruki beberapa kali.
Zoiru tidak memberi dirinya ampun sehingga Haruki terus menerima beberapa serangan yang membuat sebagian dari tulangnya hancur, Zoiru menghantam Haruki sampai ia terlepas ke atas langit.
Setelah itu ia muncul di atasnya dengan menginjak punggungnya sampai ia terjatuh di atas tanah lalu kedua tangannya menggabungkan dua gumpalan Oath yang ia lemparkan ke arah Haruki sampai ia terbawa dengan sihir itu.
"Ayah!!!" Seru Asriel keras.
BAAMMMMMM!!!
Zoiru melihat asap hijau di hadapannya mulai menipis, menunjukkan Haruki berdiri tegak dengan setengah pakaiannya yang sudah robek.
"Ternyata benar... kau memang kuat... setidaknya aku melawan dirimu yang jauh lebih kuat dibandingkan kau melawan Kuro." Haruki berbicara dengan mulutnya yang mengeluarkan banyak darah.
Kuro berhenti melakukan meditasi karena sudah saatnya ia bekerja sama dengan Haruki dalam menghentikan Zoiru, ia juga akan mencoba untuk mengeluarkan Grimoire itu.
__ADS_1
"Tunggu, Kuro... aku masih belum selesai memberi pelajaran untuk si brengsek ini." Kata Haruki yang mulai memegang erat kedua pedangnya.
"Setidaknya aku dapat melihat dirimu sangat berpotensi dengan sihir apapun... hebat sekali, namamu adalah...?" Tanya Zoiru karena dua sihir sebelumnya mampu melukai dirinya.
"Shichiro Haruki..."
"Haruki, kamu adalah mortal yang cukup menakjubkan tetapi kau tidak begitu memuaskan dalam segi kekuatan seperti Kuro. Hanya melalui kemampuan itu saja..." Zoiru mengepalkan tinju kanannya.
"Ya... karena kami berbeda dan aku sendiri bertarung untuk bisa memenangkan pertarungan itu dengan langsung kepada intinya." Aura Haruki kembali muncul dan ia mulai menunjuk Zoiru.
"Terkadang aku tidak selalu mengandalkan harga diriku sebagai bangsa Legenda... apa yang harus aku lakukan adalah menghancurkan dirimu agar kau dapat memuntahkan Grimoire itu!"
"Kau bilang aku berada di tingkat yang bawah dari Kuro dan aku setuju... setidaknya aku berada di tingkatan paling atas soal kemampuan untuk menghancurkan dirimu!!!" Haruki melepaskan seluruh kekuatannya.
"Tekadku... aku menggunakan tekad terakhir ini untuk menghancurkan tubuhmu sampai Grimoire itu bisa terlepas dari dalam dirimu!" Haruki terus meningkatkan kekuatannya tanpa pembatas yang menghalanginya.
"Tidak ada yang mustahil untuk mengalahkan dewa agung, walaupun serangan ini tidak dapat menghentikan dirimu setidaknya aku bertarung langsung kepada intinya...!!!"
"Kemenangan dan kekuatan yang aku incar...! Melihat dirimu datang dan melakukan deklarasi perang sudah cukup untuk diriku mengetahuinya!!!"
"Biarkan Kuro memiliki kekuatan dosanya itu yang tak terbatas dan Kou yang memiliki ilmu pengetahuan cukup untuk menghentikan dirimu!!!"
"Tetapi aku... aku melakukannya dengan caraku sendiri, Zoiru! Setidaknya kau akan merasakan arti dari kesakitan itu lagi dan lagi, aku harap kau puas!!!"
Kuro terkejut melihat mortal seperti Haruki mengumpulkan banyak Lenergy untuk melepaskan sihir terkuatnya itu, ternyata apa yang ia inginkan jelas.
Buku Grimoire itu adalah intinya dan Haruki tidak ingin menghabiskan waktu lebih banyak terluka ketika menerima serangannya itu.
Zoiru hanya bisa diam selagi menyilangkan kedua lengannya, ia melihat kedua tapak tangan Haruki memunculkan sirkuit sihir yang sangat besar.
"CHAOS VENGEANCE...!!!"
"...REMORSE!!!" Haruki melepaskan serangan gelombang mematikan ke target musuh yang dapat mematahkan semua sihir Zoiru termasuk menghapus aura berbentuk Bamushigaru itu.
"Apa!?" Zoiru melebarkan kedua matanya ketika ia bisa merasakan rampasan semua jenis energi sihir yang dimiliki dirinya itu bahkan sampai menggagalkan sihir terlarangnya juga.
Serangan itu termasuk serangan cepat yang langsung kena ke arah musuh meskipun musuh memiliki tingkat kecepatan yang sangat tinggi.
Gelombang itu menembus ke depan sampai menciptakan lubang hitam yang sangat besar dan terjadilah sebuah ledakan yang dahsyat.
BAAAAMMMMMMMMM!!!
Kou melebarkan kedua matanya ketika melihat beberapa kertas dengan aura hijau mulai beterbangan, Kuro mengambil semua itu dengan cepat lalu memberikannya kepada Kou.
"Ahhh...!!!" Kou melebarkan kedua matanya.
"...ini tidak komplit! Aku hanya mendapatkan lima halaman!"
"Itu yang aku temukan..." Kata Kuro sambil melihat sekeliling.
"Dia seharusnya sudah mengalami penghapusan besar karena sihir gelombang tadi." Kata Haruki sambil bernafas berat.
__ADS_1
"Itu belum cukup..."