Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 206 - Aku telah Gagal


__ADS_3

Komi tertawa terbahak-bahak ketika melihat seluruh tempat yang terdapat di Kamitouri telah hancur karena perbuatan diri-nya, tidak ada satupun dewa-dewi yang berani untuk melawannya... mereka yang melawan hanya akan berakhir di tanah dengan nyawa yang hilang, dewa dan dewi kematian mengalami pekerjaan yang sibuk karena Komi mencabut semua nyawa dewa dan dewi itu.


Walaupun sudah banyak sekali dewa dan dewi yang terbunuh oleh dirinya, ia tidak merasakan pertanda kemunculan dari seorang dewa segala-nya yang tinggal di dimensi asli ini, sepertinya dia benar-benar tidak memiliki keberanian untuk datang dan menghadapi diri-nya sendiri... karena nafsu-nya yang ingin membunuh semua dewa-dewi itu, ia tidak sengaja membunuh dewa-dewi yang berasal dari dimensi-nya sendiri.


Komi melihat daratan yang dipenuhi dengan api berwarna biru tua, tidak ada satupun korban yang selamat... mereka semua terbakar sampai mati dan sebagian-nya masih hidup tetapi mereka dipenuhi dengan penderitaan yang sangat besar, para mortal tidak akan pernah menyadari keberadaan-nya karena dia sudah menyembunyikan-nya.


Ditambah lagi, tidak ada satupun Mortal yang akan menyadari keberadaan para dewa-dewi yang sebentar lagi akan musnah, tetapi... rencana Komi masih berjalan cukup sempurna karena fakta dan berita mulai tersebar tentang Korrina Comi bahwa dialah penyebab dari ledakan big bang dan kemusnahan untuk semua dewa dan dewi.


"Menyedihkan sekali... bagaimana mereka bisa memiliki identitas sebagai seorang Dewa dan Dewi jika kekuatan mereka sekecil ini, bukan tantangan... melainkan semua yang aku lakukan hanya untuk bersenang-senang, itu artinya pekerjaan-ku untuk memusnahkan semua dewa-dewi sebentar lagi selesai..."


"...sekarang, aku hanya harus mengurus tentang Mortal yang dengan omong kosong dan berani-nya berbicara seolah-olah mereka ingin membunuh dewa-dewi itu sendiri, cih... mendengar-nya saja sudah muak!!!" Komi mengangkat lengan kanan-nya ke atas lalu ia melempar sebuah meteor Sacred ke arah beberapa planet dan wilayah di Kamitouri hingga menyebabkan ledakan besar.


Ledakan yang menciptakan gelombang api berwarna biru tua, hanya senyuman yang tertera di wajah-nya hingga tidak ada satupun dewa-dewi yang datang untuk mengurusi kehancuran yang terdapat di dalam Kamitouri, sebagian berhasil melarikan diri dan pergi ke dimensi sihir tetapi Komi tidak berniat untuk mengejar mereka semua sebelum ia menghancurkan Kamitouri.


Kamitouri sekarang dipenuhi dengan lautan api biru tua, yang dulu-nya terlihat indah seperti surga sekarang terlihat seperti neraka... tempat yang pantas untuk menjalani penyiksaan, Komi menunggu beberapa menit agar dewa-dewi lainnya datang untuk melawannya tetapi masih tidak ada yang datang, jadi dia lebih memilih untuk menghancurkan-nya saja.


"Ck... aku memberi kalian semua waktu untuk menunjukkan kepantasan kalian sebagai seorang Dewa dan Dewi, tetapi kalian terlalu takut untuk menghadapi-ku... dasar pengecut, lebih baik Touri hanya membutuhkan satu dewi dan itu aku... aku yang akan menegakkan keadilan dan aku yang akan melindungi semesta yang aku cintai ini!" Komi melebarkan kedua mata-nya dan memuji diri-nya sendiri.


"Dunia yang aku tinggali ini sebentar lagi akan aku ubah menjadi dunia yang pantas untuk dijadikan tempat tinggal, hahaha... Hahahahaha! Populasi Touri asli sangat menyedihkan, tidak ada satupun dari mereka berani untuk melawan-ku dan menunjukkan kelayakan mereka kepada-ku!!!" Komi menghancurkan beberapa planet yang tersisa dengan meniup-nya pelan.

__ADS_1


Komi mengepalkan kedua tinju-nya ketika ia merasakan keberadaan yang terasa tidak asing, ekspresi-nya berubah menjadi sangat kesal... emosi dan perasaan yang ia rasakan kali ini hanya amarah dan rasa kesal kepada seseorang yang mengkhianati diri-nya dan meninggalkan dirinya demi tinggal bersama seseorang yang pantas.


"Kau berani-beraninya menunjukkan wajah itu di hadapan-ku...!!! Pembohong!!! Penghianat...!!! Semua perbuatan baik yang kau pernah lakukan kepada kita semua itu hanya sebagai tumbal agar kau dapat melarikan diri dari takdir-mu sendiri...!!! Semua ini bisa berubah jika keberadaan musnah sejak jaman kuno, Haruka!!!" Komi melirik ke belakang dan menatap Haruka dengan tatapan yang mengancam.


"... ..." Haruka hanya diam sambil menatap Komi.


"Kau memang memiliki keberanian yang besar untuk datang kepada kematian-mu sendiri...!!!" Komi mencoba untuk menggunakan sihir Scarlet-nya dimana ia mencekik Haruka menggunakan aura tetapi sihir itu tidak mempan ketika jarum jam di kedua mata Haruka bergerak mundur.


"Aku kira... mata-ku menipu pikiran-ku sendiri, ternyata rencana yang kau lakukan ini benar-benar menjengkelkan, kau berani-beraninya menciptakan konflik yang dapat mengadu domba seluruh populasi Touri untuk menyerang Mama..." Haruka mulai berbicara hingga wujud-nya perlahan-lahan berubah menjadi bertahap dimulai dari anak kecil sampai dewasa karena bantuan dari Konari yang sudah memberikan diri-nya sumber kekuatan dan Lenergy yang besar.


Komi tidak memiliki pilihan lain selain menunjuk semesta Touri yang berada di sebelah timur-nya, ia berencana untuk menghancurkan-nya dengan satu jentikan tetapi Haruka menunjuk Komi hingga ia mengontrol sebagian dari tubuh-nya yaitu kedua lengan-nya.


Komi hampir saja menghancurkan Touri dengan memaksakan tubuh-nya tetapi Haruka membuka kedua matanya lalu menatap-nya dengan tajam, "Jangan. Lakukan. Itu."


"Kau memiliki kewajiban apa untuk berbicara seperti itu...!!! Bukan-nya Touri masih bisa kau ciptakan dengan menciptakan sesuatu yang palsu!? Lihatlah takdir yang kita semua miliki di dimensi palsu itu...!!! Konflik yang sangat besar dan ancaman yang sangat dahsyat!" Komi menaikkan suara-nya hingga Haruka mulai merasa bersalah ketika mendengar suara-nya yang dipenuhi dengan amarah dan kesedihan.


"Kau hanya memperburuk keadaan, dengan melanggar peraturan yang diciptakan oleh para dewa-dewi, kau dapat melindungi Touri secara keseluruhan hingga tidak ada satupun konflik dan ancaman yang berani menyerang karena kekuatan segala-nya yang kau miliki itu."


"Aku tidak akan pernah membiarkan diri-mu untuk menghapus keberadaanku yang sudah menjadi nyata...! Kedua dimensi asli dan palsu telah bersatu menjadi satu yang mengartikan bahwa aku akan menggantikan posisi Korrina Comi yang asli dan menjadi satu-satunya Dewi yang menjaga Touri untuk tidak diancam oleh konflik lagi...!!!" Komi melepaskan jubah-nya, bersiap untuk bertarung melawan Haruka sampai mati.

__ADS_1


"Amarah dan nafsu kekuatan-mu itu telah melakukan-nya... kau salah untuk memilih, jalan yang kau tujui adalah jalan dimana orang sesat berada..." Belahan dada Haruka mulai memancarkan cahaya hijau hingga kenop pedang mulai keluar dari belahan tersebut.


"Kau membiarkan Dewa bodoh yang bernama Zangetsu itu untuk mempengaruhi diri-mu, memutar balikkan jati diri-mu yang sebenarnya... ini bukan Mama yang aku tahu sejak dulu, dulu... dulu kau sangat suci dan melindungi apapun yang kau mau tanpa harus menahan diri!"


"Jangan berbicara omong kosong lagi denganku, Haruka... Aku berada di dunia jauh berbeda dengan-mu, semua jawaban... aku mengetahui-nya dan mengerti kenapa semua konflik dan ancaman ini muncul, awal mula-nya kau... kau-lah parasit untuk kita semua yang ingin hidup damai...."


"...aku tidak takut dengan arti dari resiko dan konsekuensi, jalan apapun yang aku pilih... sudah jelas semua-nya akan menyediakan jalan pintas yang dapat membawa-ku kepada kebenaran. Aku telah membawa kedamaian dan keadilan untuk populasi-ku sendiri..." Komi membelakangi Haruka dan perlahan-lahan menciptakan pedang yang sangat kuat yaitu [Omni-Slayer], satu-satunya pedang yang dapat membunuh Haruka.


"...kebebasan! Populasi-ku berhak untuk mendapatkan kebebasan dan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan populasi asli ini yang menganggap diri mereka asli, dalam segala pandangan... semua itu sama tetapi pandangan itu menyediakan kelayakan untuk seseorang."


"Kelayakan...? Kita semua sama?" Haruka terlihat kebingungan ketika Komi berbicara seperti itu, "Jangan membuat diri-ku yang sudah mengasuh-mu untuk membunuh-mu, Haruka..."


"Komi, aku menciptakan dua dimensi ini untuk menjadikan keduanya sebagai satu Touri yang sama... satu untuk semua! Melindungi satu sama lain dari ancaman besar yang akan datang!!!" Haruka menaikkan suara-nya.


"Jika kau tidak bersama-ku maka kau adalah musuh-ku... siap-siap untuk merasakan takdir yang akan mendekati dirimu yaitu kematian." Dengan Komi yang mengatakan itu, Haruka sudah kehabisan kata-kata untuk membawa Komi kembali, ia tidak memiliki pilihan lain selain menarik pedang [Omni-Slayer] dari belahan dada-nya untuk melawan Komi.


"Aku telah gagal... aku benar-benar terlambat untuk membawa-mu kembali, Mama... Lebih baik aku melakukan apa yang harus aku lakukan..." Haruka menunjukkan kuda-kuda berpedangnya.


"...takdir kematian mendekat."

__ADS_1


__ADS_2