Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1049 - Bangga Padamu


__ADS_3

"Hah!? Demetrio!?" Koizumi memasang tatapan kaget ketika Shinobu ingin membawa Demetrio yang saat ini masih membayar semua dosanya dengan siksaan neraka.


"Melihat situasi sudah berubah sepenuhnya, itu artinya seluruh Mortal mempercayai seluruh Dewa agar mereka menerima kekuatan dalam perang Ragnarok."


"Bukannya tujuan Demetrio dulunya memang seperti itu...? Seluruh penghuni Touriverse mempercayai Dewa agar mereka bisa menerima kekuatan besar untuk melawan Zangetsu dan Zephyra."


"Zangetsu..." Koizumi memasang ekspresi kesal tetapi Shinobu langsung menghentikan amarahnya hanya dengan sebuah sentuhan di tangan.


Semua pasukan neraka sudah dalam kuasa Koizumi sekarang tetapi ia tidak bisa membiarkan beberapa penghuninya terlepas untuk mengikuti sebuah peperangan sebelum dosa mereka telah sepenuhnya terbayarkan.


"Kakak... dia bisa menjadi petarung yang cukup membantu dalam Ragnarok karena sihir tanahnya itu terutama lagi Dewa dan Dewi lainnya yang dulu kita bunuh."


"Bagaimana jika mereka menolak?"


"Untuk hari ini aku tidak bisa menggunakan The Mind tetapi jika mereka tidak mau ikut maka ajak Demetrio saja karena ia dapat mengubah wujudnya itu menjadi planet."


Shinobu mengingat perkataan Demetrio kepada dirinya bahwa ia bersedia untuk membantu Shinobu semampu mungkin untuk membalas semua dosanya dengan kebaikan agar bisa beristirahat tenang tanpa menanggung dosa apapun.


"Kalau begitu aku akan ikut denganmu, satu hari ini kita gunakan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya pasukan agar mereka dapat bertarung dengan baik dalam Ragnarok." Koizumi mulai menepuk kepala Shinobu.


"Sepertinya Lucifer tidak membutuhkan keluh kesah apapun darimu karena kau sendiri memang arwah yang memiliki wujud kehidupan..." Koizumi dan Shinobu berpindah secepat mungkin menuju Zuusuatouri.


Pintu neraka yang dapat membawa mereka berdua menuju neraka terletak di alam semesta Zuusuatouri, tanpa menghabiskan waktu lainnya mereka bergegas masuk ke dalam dengan Koizumi yang memandu.


Ini pertama kalinya juga ia masuk ke dalam neraka hanya untuk melihat situasinya seperti apa, kemungkinan besar ia akan melihat banyak sekali musuh yang sudah ia bunuh dan menerima pembalasan dosa mereka siksaan.


"Koneko merasakannya..." Shinobu mulai berbicara selagi memejamkan kedua matanya karena ia dapat merasakan keberadaan Demetrio yang melemah.


"Aku harap kau benar tentang dirinya yang akan membantu dirimu kapan pun, tetapi aku tidak bisa memiliki rasa curiga apapun kepada sepupu kecilku yang cerdik ini." Koizumi mencubit pipi Shinobu sampai memerah.


"Sa-Sakit, uuuuu..."


"Hehehe..." Koizumi mulai memeluk Shinobu dari belakang selagi melanjutkan perjalanannya.


"Aku harap kita bisa bertahan hidup ya... masih banyak sekali hal yang belum aku lakukan maka dari itu aku akan berjuang sebisa mungkin untuk bertahan dalam perang akbar."


"Shinobu, apakah kamu mau bersaing denganku?"


"Fueh? Bersaing...?"


"Ya, kita akan menghitung seberapa banyak musuh yang sudah kita jatuhkan, pemenang bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan."


"Tetapi aku tidak bisa fokus ketika sudah membunuh banyak sekali musuh, Kakak aneh sekali... kenapa jadi bersaing dalam kiamat yang berwujud perang ini." Shinobu menghela nafasnya.


"Ahahaha..." Koizumi mengelus kepala Shinobu pelan-pelan.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah tiba di lapisan neraka yang paling dalam sehingga semua penjaga mulai menyambut Koizumi sebagai ratu neraka yang baru.


"Aku ingin mengunjungi sel tahanan dari seorang Dewa tanah yang bernama Demetrio." Kata Koizumi sampai ia melihat seorang penjaga memberikannya jalur menuju sel tahanan itu.


"Teman yang cukup menegangkan ya, tetapi rasanya mereka yang sudah berdosa pantas dibayar dengan semua ini." Shinobu terkekeh lalu ia dapat merasakan keberadaan Demetrio yang sudah dekat.


"Yo!" Shinobu menyambut Demetrio yang sedang duduk di atas kasur berduri.

__ADS_1


"... ...!!!" Demetrio sempat memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu mendatangi dirinya langsung ke dalam neraka mungkin karena ia berpikir dirinya sudah menjadi gila karena terus menembus dosa dengan sesuatu yang menyakitkan.


"Sh-Shinobu Koneko...!?" Demetrio mulai mengedipkan matanya beberapa kali sampai pintu dari sel tersebut dibuka oleh Shinobu yang membutuhkan bantuannya.


"Kita membutuhkan bantuan sebanyak-banyaknya, walaupun sudah menjalani sejarah buruk bersama sejak itu tetapi kau sudah menjanjikan diriku satu hal."


"Itu artinya kau memang membutuhkan bantuan dariku ya...?" Tanya Demetrio yang sudah kembali berpikir normal ketika melihat Shinobu di hadapannya tetapi ia dapat merasakan tatapan mematikan di balik Shinobu.


Demetrio sempat melihat Koizumi yang mengancam dirinya untuk tidak macam-macam dengan Shinobu, "A-Ahh... ternyata semua ini memang kenyataan, aku baru saja melihat ratu neraka baru yang terangkat karena pengumuman dari beberapa penjaga."


"Tetapi aku masih terkejut dengan fakta bahwa kalian datang jauh-jauh menuju neraka hanya untuk bertemu denganku..."


"...aku harap kalian bisa menjelaskannya dengan baik..." Demetrio meraih tangan Shinobu tetapi lengannya langsung putus oleh Koizumi.


"Jangan menyentuh adik kecilku sembarangan."


"Kakak, jangan kasar seperti itu... dia tidak akan melukai kita semua, sekarang aku mempercayai dirinya dan ideal yang ia punya untuk bisa meraih kemenangan Touriverse bersama."


"Mungkin neraka memang tempat yang buruk bagi beberapa orang terutama lagi orang jahat yang sering membunuh dan menyiksa akhirnya dapat merasakan sesuatu yang sama." Shinobu terkekeh.


Lengan Demetrio kembali tumbuh berkat bantuan dari Shinobu, "Dengar... zaman telah berubah begitu cepat sampai aku ingin membahas sesuatu yang tidak asing dengan dirimu."


"Tetapi sebelum itu... apakah kamu bersedia untuk membantu Koneko meraih kemenangan bersama sebagai satu penghuni Touriverse?" Tanya Shinobu.


Ketika Shinobu mengatakan penghuni Touriverse, Demetrio sudah mengetahui pembahasan tersebut akan sampai ke mana karena ia sendiri mengingat jelas tentang sejarah kelam yang dinamakan sebagai Ragnarok.


"Ahh, Ragnarok."


"Aku senang kamu mengetahui dengan cepat tanpa memperlihatkan perasaan takut sedikit pun." Shinobu menyilangkan kedua lengannya sambil memperlihatkan senyumannya itu.


"...tetapi apakah kau bisa meyakinkan kemenangan jika Zoiru sudah tidak bersama kita lagi sekarang? Terutama lagi pasukan Kountraverse berhasil diratakan oleh Bamushigaru sejak itu."


"Zoiru itu dan Zoiru ini... memangnya dia sekuat itukah sampai semua orang selalu membicarakan dirinya dengan peliharaan naga itu." Koizumi merasa bosan ketika mendengar nama dari Dewa Oath.


"Kalian masih belum lahir sejak Bamushigaru menyerang... mungkin karena mengetahui Ragnarok tidak pernah kembali, Zoiru memilih kita semua menjadi makanan dari Bamushigaru."


"Sayang sekali, padahal dia bisa dibilang orangnya cukup baik dan membanggakan soal pertarungan." Demetrio menghela nafasnya.


"Tetapi karena Ragnarok telah diikuti oleh dirimu yaitu Shinobu Koneko maka aku tidak perlu merasa takut atau khawatir sama sekali..."


"...kau adalah keturunan Shiratori yang pasti bisa memberikan kita semua jalan untuk meraih kemenangan tersebut, jika kita berhasil melakukannya maka aku dapat mengumpulkan kepercayaan di luar layer."


"Kamu ikut?"


"Tentu saja, aku akan memperjuangkan Touriverse juga karena itu tujuanku sejak awal..."


"...salah satunya juga membunuh Zangetsu." Demetrio dan Shinobu mulai berjabat tangan bahwa mereka saling menyetujui satu pilihan yang sama yaitu meraih kemenangan.


***


"Shinji! Ternyata kau memang sudah kembali sesuai dengan yang dikatakan oleh Shinobu Koneko!" Demetrio mendatangi teman lamanya lalu ia mulai memukul pelan punggung Shinji.


"Aku kira kau sudah mati..."

__ADS_1


"Ya mati karena sepupumu sendiri, ironis."


Shinobu berhasil mendapatkan izin dari Koizumi yang membebaskan beberapa orang mati untuk membalas dosa mereka dengan berjuang dalam Ragnarok.


Tetapi risikonya cukup besar karena mereka yang sudah mati ketika bertarung dalam perang lalu gugur maka eksistensi mereka akan terhapus secara sepenuhnya sampai mereka tidak bisa melanjutkan kehidupannya.


"Apakah kau yakin tentang semua ini, Demetrio...? Risiko dapat kau tanggung sendiri dengan cara yang cukup menyediakan." Kata Shinobu.


"Aku tidak peduli jika eksistensiku lenyap, yang aku pedulikan hanyalah berjuang untuk terakhir kalinya sebagai bangsa Legenda dan membantu dirimu sebisa mungkin."


Shinobu tersenyum lalu ia mengangguk, hanya tersisa beberapa jam lagi sebelum seluruh penghuni Touriverse berkumpul dan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Korrina bersama dirinya sendiri.


Pandangan yang Shinobu lihat saat ini cukup menenangkan karena ia dapat melihat mereka semua terlihat saling akur dengan satu sama lain seolah-olah mereka mencoba untuk melupakan hari penghakiman.


"Nobu, aku sangat merindukan dirimu!!!" Ako menyerang Shinobu dengan sebuah pelukan dari belakang sampai mengejutkan dirinya.


Ako dan Konomi baru saja selesai melakukan latihan terakhir bersama Haruki, semuanya mulai berkumpul satu per satu di dalam dimensi saku yang diciptakan oleh Yuffie.


"Hehehe~ sepertinya Ako sudah bertambah kuat ya..." Shinobu membalas pelukan tersebut lalu ia bisa melihat Ako mencoba untuk menyemangati temannya.


"Pasti kamu akan diserang dengan rasa gugup dan malu, tetapi kamu hanya perlu bertahan sampai pidatomu selesai..."


"...semangat! Berjuang!" Ako terus menyemangati Shinobu sampai ia hanya bisa tersenyum lebar lalu menarik nafas dalam-dalam untuk mengatakan sesuatu yang sering ia katakan yaitu...


"Koneko..."


"...akan berjuang!!!"


Tidak lama kemudian, semua ras dari Touriverse mulai berdatangan satu per satu karena undangan dari Yuffie, mereka hanya memiliki beberapa jam sebelum Zephyra memberikan sebuah peringatan dimana mereka akan langsung terseret ke dalam ruangan ketiadaan.


Korrina menunggu semua penghuni Touriverse untuk sepenuhnya berkumpul, puntung rokoknya mulai terbakar sedikit demi sedikit sampai ia sendiri memiliki rasa gugup untuk menghadapi mereka semua.


Shinobu menatap ke atas langit yang begitu biru sampai memberikan dirinya kebahagiaan kecil di dalam hatinya yang membantu dirinya untuk tetap percaya diri.


Shinobu menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia menghembusnya pelan sampai tubuhnya menerima sebuah pelukan dari Koizumi, "Shinobu, berjanjilah padaku..."


"...kita akan bertahan dan menang."


"Mm!"


Koizumi menunjukkan senyuman penuh kebanggaan ketika melihat perkembangan Shinobu yang sangat jauh, ia mengingat sepupu kecilnya yang dulu tidak berdaya sama sekali karena membutuhkan bantuan teknologi.


"Shinobu, rasanya aku memang sulit untuk menjelaskan sesuatu dari perkataan..."


"...tetapi melihat dirimu yang dulunya sangat kecil dan tidak berdaya berjuang sampai titik dimana kamu dapat menerima banyak kehormatan..."


"...entah kenapa semua itu membuatku merasa bangga akan sepupu kecilku yang dianggap sebagai adik kecil karena kau memang akan selalu berjuang dalam keadaan apapun." Koizumi berhenti memeluk dirinya lalu ia mengusap kepalanya.


"Aku bangga padamu, Shinobu..." Koizumi memperlihatkan senyumannya kepada Shinobu yang menatap dirinya dengan tatapan polos.


"...sangat bangga."


...

__ADS_1


...


__ADS_2