Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 273 - Dwarf


__ADS_3

"Apakah dia semacam makhluk yang dapat memakan sihir...?" Vinna mulai melepaskan Shou dari ekor-nya, "Entahlah... mari kita coba lagi!!!" Selvia menciptakan beberapa portal di belakang-nya sehingga muncul beberapa rantai yang meluncur menuju arah kerang itu sehingga kerang tersebut langsung memakan semua rantai itu dengan mudah dan membuka mulut-nya dengan sangat lebar.


Terlihat batu kristal mulia di dalam mulut kerang itu sehingga kerang tersebut meluncurkan beberapa sihir kristal yang sangat tajam, untungnya Vinna berhasil menghancurkan semua kristal itu menggunakan kedua cakar-nya yang panjang. Sudah waktu-nya untuk serius, Shou mulai menatap kerang itu dan diam-diam mengeluarkan sihir rantai untuk mengikat kerang tersebut tetapi kerang itu masih memakan-nya.


"Apakah batu yang ada di dalam-nya adalah sumber kekuatan dan pembangkit untuk inti pusat itu...? Itu artinya tidak ada menara di sekitar sini, apakah kita harus membawa batu itu menuju inti pusat?" Tanya Vinna yang mulai menghindari semua serangan kerang itu sambil mengayunkan kedua lengan-nya beberapa kali untuk mencakar.


"Kalau begitu... mari kita beri dia tangan kita ini!!!" Selvia terbang menuju arah kerang itu lalu ia mencoba untuk melayangkan beberapa pukulan tetapi serangan-nya mampu di tahan dengan mudah ketika kerang itu menumbuhkan kedua tangan-nya, "T-Tidak mungkin!" Selvia berputar lalu mencoba untuk menendang-nya tetapi kerang itu malah melempar-nya ke depan.


"Oi, oi, oi... kalian jangan menyerang seekor kerang yang tidak berdosa seperti-ku lah... serangan kalian itu menyakitkan jika aku tidak menahan-nya loh." Kerang itu tiba-tiba berbicara, Selvia bersama yang lain-nya terkejut sampai mereka berpikir bahwa Palouce benar-benar dipenuhi dengan ras-ras aneh tetapi Selvia tidak terlalu keberatan dengan keanehan itu karena ia sudah terlalu banyak melihat-nya di semesta-nya sendiri.


"Kalian datang ke sini mengincar sumber tenaga untuk inti pusat 'kan? Aku tidak sengaja mendengar percakapan itu dan aku sadar bahwa kalian bukanlah ancaman untuk negara surga ini." Selama ini kerang itu adalah penjaga gerbang perbatasan negara [Paradise], Selvia bersama yang lain-nya mulai mendarat di atas tanah sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius dan waspada karena mereka takut bahwa semua ini adalah jebakan.


"Jangan terlihat geram seperti itu, mari-mari... aku akan membawa kalian menuju menara yang dapat membangkitkan inti pusat itu." Kerang itu mulai menumbuhkan dua kaki agar ia bisa bergerak menuju pintu gerbang itu, Selvia dan yang lain-nya mulai mengikuti kerang mereka sehingga mereka mulai melihat banyak air jernih... air yang terlihat sangat jernih dan kerang itu mengatakan bahwa air tersebut dapat memulihkan rasa lengah dan luka.


Ketika mereka tiba di depan gerbang itu, kerang tersebut membuka mulut-nya lebar sehingga pintu yang ada di depan mereka semua terbuka lalu menunjukkan ras [Mermaid], ras yang memiliki ekor ikan sebagai kaki untuk mereka berenang dan juga berjalan, mereka juga dapat mengubah ekor ikan itu menjadi dua kaki yang membantu mereka untuk berjalan.


Banyak sekali gelembung yang melingkari tubuh mereka seperti aura dan bahkan telinga mereka itu berbentuk seperti sirip ikan, ras yang memiliki pria dan juga wanita. Shou sambil melebarkan mata-nya ketika melihat banyak sekali putri duyung yang cantik dan hanya menggunakan pakaian seperti bikini.


"Mantap ini... Benar-benar surga para pria..." Kata Shou sehingga kedua hidung-nya mulai mimisan, "Punya keturunan yang sama gini amat..." Vinna menatap Shou dengan ekspresi yang terlihat jijik, mereka melanjutkan perjalanan mereka sehingga banyak sekali pria yang menatap Selvia karena ia memiliki penampilan seperti iblis yang sangat cantik.

__ADS_1


"Sungguh langka sekali melihat ras asing yang berasal dari Touri bisa berkunjung ke semesta ini juga masuk ke dalam negara yang dipenuhi dengan Mermaid, mereka semua sampai melihat kalian bertiga loh... ras Iblis, Legenda, dan juga Neko Legenda." Kata kerang itu.


"Apakah ras Mermaid menerima ras asing seperti kita? Termasuk iblis seperti-ku...?"


"Tentu saja, jika ras asing bisa masuk ke dalam negara ini maka mereka semua akan menerima kalian semua bahkan para pria berotot itu menatap-mu, iblis." Kerang mulai menunjuk rombongan pria yang sedang menatap Selvia sambil bergaya, Selvia menatap mereka dengan ekspresi yang terlihat aneh, "M-Mereka berotot sekali ya... rambut mereka juga bahkan sangat panjang, mengingatkan-ku kepada Ayah..."


"Mereka tentu-nya terlihat seperti Zoiru... Ugh, aku benci melihat pria yang memiliki otot berlebihan." Tubuh Vinna mulai merinding.


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah istana besar yang berwarna biru tua, terlihat banyak sekali penjaga yang sedang memegang Trisula untuk menjaga istana tersebut. Untungnya kerang itu dengan baik-nya menjelaskan sesuatu tentang menara yang dapat membangkitkan inti pusat dan penjaga itu langsung membiarkan mereka semua untuk masuk.


"Jadi asli-nya itu bukan menara...? Hanya istana?" Tanya Selvia.


"Hahhhhhh..." Vinna menepuk wajah-nya menggunakan ekor-nya sendiri.


Setelah mereka berada di atas atap istana itu, Selvia melihat sebuah lingkaran besar yang memiliki ukuran sama seperti batu kerang itu, kerang itu membuka mulut-nya lebar dan Selvia langsung mengambil batu tersebut untuk menempati-nya di tempat yang terdapat lingkaran besar itu. Batu itu bersinar biru tua lalu memancarkan gelombang cahaya besar menuju arah inti pusat.


"Misi kita telah selesai, kita serahkan sisa-nya kepada-mu, Mortem." Ucap Selvia yang sedang berkomunikasi dengan Mortem melalui sihir telepati.


***

__ADS_1


Mortem, Fidya, dan Syna saat ini sudah berada di dalam negara dimana para Dwarf tinggal, negara yang bernama [Dwarfeim], Dwarf atau bisa disebut sebagai kurcaci adalah ras manusia kerdil yang memiliki penampilan sama seperti Elf karena kedua telinga mereka runcing. Mereka juga sangat hebat dalam menciptakan senjata serta teknologi apapun itu.


"Tinggal menara terakhir... menara yang berbentuk seperti patung Dwarf yang sedang memegang tongkat bola besar itu." Kata Mortem sambil menunjuk sebuah patung Dwarf yang sangat besar, seperti-nya sumber tenaga dan kekuatan itu terdapat di dalam batu yang terpasang di atas tongkat tersebut.


"Perjalanan yang cukup jauh ya... hah, hah, hah... aku lelah, banyak sekali wilayah yang sangat panas di sekitar sini." Kata Fidya yang mulai mengusap keringat-nya lalu meminum botol yang berisi air itu, Syna saat ini sedang duduk di atas batu dan beristirahat bahwa wilayah yang mereka kunjungi memiliki suhu yang ekstrim serta gravitasi berat.


"Seharusnya aku tadi-nya bersama Ayah-ku... ugh, suhu dan tekanan seperti ini... aku masih belum terbiasa." Kata Syna yang mulai menghabiskan botol berisi air minum-nya itu.


Mortem bisa merasakan keberadaan Dwarf yang mulai bermunculan di atas tembok besar di depan-nya, mereka semua memegang senapan serta busur yang membidik Mortem bersama kedua teman-nya di belakang. Semua Dwarf itu tanpa berpikir dua kali langsung menyerang mereka semua menggunakan busur itu.


Dengan mudah Mortem hanya perlu menatap semua panah dan peluru yang meluncur menuju arah diri-nya, semua peluru dan panah itu langsung berubah menjadi partikel merah, "Kami datang dengan damai!!! Turunkan senjata kalian semua!!!" Seru Mortem keras sehingga ia merasakan keberadaan lain-nya di belakang.


"Nenek! Kita kedatangan ras lain!" Syna juga bisa merasakan-nya sehingga ia bisa melihat makhluk yang memiliki kulit hijau dengan zirah yang sangat tebal melindungi tubuh mereka, "Itu ras Orc...! Aku melihat-nya di peta bahwa mereka hidup dekat dengan negara Dwarf itu!" 


"Ras Orc bermusuhan dengan ras Dwarf, itu artinya mereka semua menyangka kita sebagai pemimpin dari ras Orc tersebut dan juga para Orc itu mengambil kesempatan dengan menggunakan kita sebagai pemimpin mereka...!" Kata Fidya yang mulai memunculkan dua tombak untuk melawan seluruh Orc itu yang seperti-nya tertangkap basah, mereka semua langsung bergerak cepat menuju arah Mortem dengan yang lain-nya.


"Para Dwarf itu masih salah sangka seperti-nya, aku serahkan ras Orc itu kepada kalian berdua... biarkan aku menahan semua serangan Dwarf itu, buatlah semua ras Dwarf itu yakin bahwa kita datang dengan damai!" Seru Mortem.


""Ya!""

__ADS_1


__ADS_2