
"Methode... Tolong lindungi Shuan dan Shou sebentar." Minami maju ke depan dan melihat Oskadon yang begitu kesal, dengan cepat ia mengangkat kedua lengannya untuk menciptakan meteor hitam yang menarik seluruh tanaman emas.
Kecepatan Minami yang tidak bisa di ukur mampu mengejutkan Oskadon lagi sampai ia terdorong ke belakang dan menerima beberapa pukulan dari Minami, dengan cepat ia melakukan satu putaran dimana tendangannya mengenai kepalanya beberapa kali.
"Grrgghh...!!! Minami!!!" Kristal merah yang terletak di dada Oskadon memancarkan cahaya merah dimana ia sekarang tidak akan menerima serangan apapun.
Serangan yang Minami lakukan hanya akan mengenai dirinya sendiri dan hasilnya tidak memiliki efek apapun kepada mereka berdua.
Minami menemukan cara lain dengan menghantam kristal itu sangat keras lalu memasukkan bibit emas yang menumbuhkan bunga emas.
"Aaaagggghhh...!!!" Oskadon tidak menyangka Minami menemukan kelemahan dari kemampuan untuk memindahkan kesakitan itu, ia tidak memiliki pilihan lain selain melepaskan pusaran dahsyat.
"Menjauhlah!" Minami menepuk dada Oskadon lalu melancarkan satu pukulan yang mampu melemparnya ke belakang dan mengenai beberapa rumah angker.
Methode mulai menatap Minami dengan tatapan serius, ia terlihat berbeda kali ini bahkan sihir cahayanya sampai mengejutkan dirinya karena terlihat begitu sempurna dan terkendali tanpa harus kehilangan tenaga dan Lenergy.
"Cahaya ini... Apakah ini yang selalu kau maksud sejak itu kah? Cahaya melalui alam dan energi kehidupan makhluk hidup yang di ubah menjadi cahaya..."
"Kalau tidak salah Shiratori Minami adalah seorang Neko Legenda yang mengendalikan penuh seluruh insting hewannya sampai ia bisa menggunakan semua kemampuan itu masing-masing..." Methode menatap Shuan yang tidak bisa berkata-kata lagi.
"... .." Shuan menunduk dan memasang ekspresi yang terlihat suram, ia merasa begitu kecewa dan gagal secara keseluruhan.
"Aku mengandalkan Kakakku lagi... sampai kapan..."
Sihir Minami jauh lebih kuat di bandingkan Oskadon jadi ia tidak dapat mengambil alih sihir cahaya Minami yang sekarang sudah tidak terasa seperti cahaya yang mengandung sihir di dalamnya melainkan cahaya biasa.
Cahaya biasa dengan tekanan dan kekuatan besar di dalamnya, mampu untuk melukai iblis kuat seperti dirinya yang sudah mendapatkan setengah kekuatan dari Demon God.
"Kau memiliki durabilitas yang begitu kuat, aku menghormati iblis soal hal tersebut tetapi kau sudah menyakiti keluargaku!" Minami memancarkan cahaya emas melalui kedua matanya sampai ia terlempar ke belakang.
Minami meningkatkan kecepatan cahaya lalu ia melakukan serangan kepada Oskadon yang mampu menyakiti dirinya sampai tubuhnya menerima banyak kerusakan dan darah yang ia keluarkan berubah menjadi bibit emas yang menumbuhkan tumbuhan.
Oskadon tidak bisa melihat serangan Minami lagi melainkan cahaya yang bergerak seperti pusaran angin, pergerakan yang begitu cepat bahkan tubuhnya sampai menerima banyak serangan.
Methode mulai berkeringat karena tidak bisa mengikuti pergerakan Minami, serangan dari sihir cahayanya itu mampu membuat Oskadon terlihat seperti berputar-putar di atas langit.
Tiga detik sudah terlewati dan Minami melakukan putaran ke depan lalu melepaskan serangan Shining Justice yang melempar Oskadon menuju daratan dengan tubuh yang setengahnya terbakar habis karena cahaya itu.
"Terasa seperti melakukan lompatan waktu saja... Serangan yang aku terima... Entah itu berapa..." Oskadon menatap Minami yang mendarat di hadapannya.
"Jangan mengharapkan sesuatu yang sudah terjadi sejak itu, sejarah tidak boleh di ulang... Maupun itu di benarkan dan di bedakan, sejarah yang mengerikan tidak harus di ulangi--" Minami menoleh ke belakang dan melepaskan Shining Justice yang tiba-tiba terlempar ke atas langit.
__ADS_1
"Redagon...!" Oskadon terkejut ketika melihat rekannya datang dalam waktu yang sangat tepat, kekuatannya saat ini masih belum mencukupi untuk mengalahkan Minami.
"Aku sungguh puas dan merasa kaget melihatmu mampu mengalahkan kekuatan dari Demon God milik Oskadon, Minami."
"Kau memanglah jodoh dan calon istri yang pantas untukku nanti..." Ketika Redagon mengatakan hal aneh seperti itu, Minami secara refleks melepaskan tekanan yang begitu kuat sampai mendorong Redagon ke belakang.
"Kau mengalami peningkatan yang baik sepertinya... Tetapi, melanjutkan pertarungan di situasi seperti ini hanya akan memperburuk keadaan." Redagon menunjuk Oskadon dan sirkuit sihir hitam muncul di atasnya lalu membawa dirinya pergi.
"Apa yang kau mau...? Apa tujuanmu dari kami keturunan Shiratori?! Kau bahkan sampai mengajak Shiratori dari dimensi palsu hanya sekedar balas dendam terhadap Ayahku sendiri...!?"
"Tutup mulutmu, Minami. Rasa balas dendam akan muncul kapan pun dan aku yakin kau juga pasti bisa merasakan apa yang aku rasakan..."
"Dunia ini memperlakukan dirimu kejam bukan...? Terutama bangsa Legenda yang tinggal di dalamnya." Redagon mendekati Minami sampai Minami mendadak tidak bisa menggerakkan tubuhnya, Minami mencoba untuk bergerak dengan melepaskan tenaga yang berjumlah besar.
Redagon mulai meraba pipi kanan Minami, "Aku bisa melihat banyak rasa putus asa dan depresi di dalam matamu, Minami... Walaupun terlihat begitu indah karena cahaya yang terkandung di dalamnya..."
"Kau memang hebat dalam menyembunyikan dan aku tidak menyangka kau masih bisa menahannya."
"Kau pasti lelah ya...?"
"Tutup mulutmu!!!" Minami melancarkan beberapa serangan dan Redagon menghindari semua serangan itu dengan melompat ke belakang lalu menciptakan sirkuit sihir yang besar.
"Jika kau terus melanjutkannya maka hanya rasa sakit yang akan kau rasakan..." Redagon menghilang begitu saja dan Minami berlutut di atas tanah dengan aura cahaya yang menghilang begitu saja.
Semua tanaman emasnya juga menghilang dan berubah menjadi partikel emas yang menghilang dengan cepat.
"Masih memiliki batas waktu... Aku beruntung." Minami bangkit sambil menatap kedua tapaknya lalu ia melihat ketiga saudaranya mendekati dirinya dengan sebuah senyuman lega.
"Minami, kamu baik-baik saja?" Tanya Methode.
"Hm, aman---" Minami dikejutkan dengan Methode yang memeluk dirinya.
"Kamu sudah tumbuh besar ya... Aku merindukan dirimu, Minami, kekuatan yang kamu miliki sekarang bertambah mengerikan saja." Methode mengusap kedua pipi Minami.
"Hahaha... Ayolah, Methode. Aku bukan lagi anak kecil, sekarang aku sudah 20 tahun."
"Kekuatanku juga harus bisa meningkat seiring umurku bertambah..." Minami dan Methode mulai melakukan beberapa jabatan tangan dan tepukan tinju.
"Kalian terlihat begitu akrab..." Shou tersenyum kecil.
"Kamu belum terlalu lama bertemu dengan Minami ya, Shou. Sejak dulu, dia selalu mengunjungi Yuusuatouri palsu hanya untuk berlatih dan mempererat hubungannya dengan kita semua keturunan Shiratori juga." Methode tersenyum.
__ADS_1
"Benar, aku jarang melihat dirimu, Shou. Sudah lama ya." Minami mulai berjabat tangan dengan Shou.
"Sudah lama sekali benar, aku jadi merindukan camilan yang selalu kamu bawa untuk kami..."
"Hehehe." Minami terkekeh, ia menatap Shuan yang terlihat putus asa, untuk sekarang ia mencoba untuk tidak memedulikannya.
Minami mulai mendekati Kou lalu menggendong dirinya, ia terlihat baik-baik saja hanya mengalami istirahat yang begitu panjang yaitu tidur.
"Sebenarnya apa yang terjadi...? Maafkan aku jika terlambat, sejak awal aku tidak pernah menyangka akan terdeteksi bahaya segila ini, iblis tadi memang kuat tidak ada mainnya."
"Aku juga tidak bisa menemukan keberadaan kalian tetapi ketika aku merasakan Shuan yang melepaskan seluruh kekuatan terakhirnya, aku bisa mengetahui lokasi tetapi tidak wilayah ciptaan ini."
Minami mulai menghancurkan pelindung Abyssal itu sehingga mereka kembali di dalam kota permohonan yang asli.
"Maaf karena sudah mengganggu waktu turnamen kalian... Minami, Shuan, tetapi masalah ini sangat serius karena berkaitan dengan iblis tadi." Methode mulai mendekati Minami, mencoba untuk menjelaskan keadaan.
"Iblis yang bernama Oskadon tadi sebenarnya adalah anak Rxeonal yang berasal dari dimensi palsu, selama ini ia bersembunyi hanya untuk melakukan proses latihan yang begitu besar selagi merancang rencana."
"Semua rencana itu sudah ia lakukan sekarang... Kekuatan yang ia dapatkan juga mampu menyulitkan keadaan di dunia kami karena saat ini Yuusuatouri yang palsu di kunci dengan energi hitam yang begitu kuat."
"Tidak ada yang bisa keluar dari dalam Yuusuatouri palsu yang sekarang menjadi neraka... Mereka yang mencoba untuk melarikan diri hanya akan berubah menjadi iblis yang terkendalikan."
Minami sontak kaget ketika mendengarnya, "T-Terus...? Bagaimana bisa kalian melarikan dari semesta itu?"
"Seorang dokter memiliki ramuan yang mampu menghilang infeksi dari aura itu, hanya tersisa dua dan Ayah mempercayai kami untuk menyelesaikan masalah dengan meminta bantuan kalian."
"Oskadon juga bilang bahwa ia ingin memulai kiamat bagi bangsa Legenda, perang antara kedua ras yang sama tanpa harus merugikan bangsa lainnya." Kata Shou.
Minami terdiam seketika, berita seperti ini harus di lapor secepat mungkin kepada Shira agar ia bisa mengurusi sisanya dengan membantu para penghuni yang palsu.
"Konflik lagi ya... Memang tidak ada akhirnya, untuk sekarang penjelasan itu cukup. Aku ingin membawa temanku ke ruang pemulihan, kalian juga ikut..." Minami menggendong Kou lalu melompat pergi meninggalkan wilayah itu.
Methode mulai bergerak mengikuti Minami karena ia sendiri mengetahui tentang kota permohonan itu memiliki sihir segel kuat yang melarang seseorang untuk terbang sebebas mungkin.
"Ayo, Shuan... Mari kita bahas selanjut ya di ruang pemulihan yang Minami maksud." Shou melihat Shuan yang masih terlihat kesal dan suram.
Shuan tidak menghiraukan Shou sama sekali, semuanya terasa begitu suram bagi dirinya sampai ia tidak bisa menatap Shou karena ia menganggap dirinya sebagai batu.
"Oi, Shuan. Cepat."
"Ya... Terserah..."
__ADS_1