
Minami menghindari semua serangan yang di lakukan oleh Shuan, kali ini mereka mampu melakukan latih tanding yang begitu sengit dan setara sehingga bisa di jadikan sebagai proses latihan.
Minami juga ingin Shuan menginjak kembali kekuatan dahsyat yang baru saja ia gunakan beberapa jam yang lalu tetapi sekarang Minami melihat Shuan memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat di bandingkan sebelumnya
"Ya, terus seperti itu, Shuan!" Seru Minami selagi menahan semua serangan Shuan dengan cepat, "Sekarang coba untuk menekannya lebih tinggi lagi!"
Shuan melompat ke belakang, menunjuk ke depan menggunakan kedua tapaknya untuk melepaskan Shining Hope, Minami melakukan sebuah salto untuk menangkis serangan itu.
"Baiklah, kakak lumayan lelah sekarang. Belum beristirahat sejak masuk ke dalam kubus ini, kau bisa melanjutkan sisanya ya, adikku." Minami mendekati Shuan lalu menepuk kepalanya pelan, ia melesat ke arah tempat istirahat.
Shuan menoleh kepada Methode dan Shou yang masih berlatih, ia mencoba untuk tidak mengganggu latihan mereka jadi ia memilih untuk berlatih sendiri dengan menjadi beberapa planet tidak berpenghuni sebagai samsak tinju.
Hanya melakukan beberapa serangan saja sudah cukup untuk menghancurkannya jadi beberapa kepingan kecil, Minami beristirahat sebentar hanya untuk mengambil makanan seperti ikan mentah.
"Shucchi! Sini sebentar!" Seru Minami, mencoba untuk memanggil Shuan sehingga ia mulai menghilang dan muncul tepat di hadapannya.
"Ada apa, kakak?" Tanya Shuan.
"Setiap Legenda mendapatkan hadiah setelah pencapaian mereka yaitu perayaan makanan besar, bisakah kamu membakar ikan ini?" Minami tersenyum, Shuan langsung menunjuk ikan itu.
Jarinya melepaskan sedikit sinar cahaya yang mampu membakar ikan tersebut, Minami langsung menangkapnya dan mencoba untuk memakannya tetapi ikan itu malah terbakar dengan api yang begitu panas, mengenai wajah Minami sendiri.
"A-Ahh...! Kakak, rambutmu..." Shuan terkejut ketika melihatnya, ia lupa untuk mengontrol sinar cahayanya tadi.
"Apa yang baru saja aku katakan sebelumnya, Shucchi? Kendalikan dirimu termasuk sihirmu sendiri secara keseluruhan."
"A-Aku tahu... Lebih penting lagi, rambut indahmu itu, kakak."
"Jangan mengganti topik, Shucchi. Tidak sopan untuk meng--- K-Kok bau gosong?!" Minami sadar ketika rambutnya sedikit terbakar karena serangan sinarnya tadi.
"Hahhhh!"
***
"Baiklah, kita sudah kenyang sekarang. Mari lanjutkan proses latihan selanjutnya yaitu kecepatan, sekarang... Apakah kau bisa menangkap diriku, Shucchi?" Minami melesat ke belakang dengan kecepatan cahayanya.
Shuan melesat ke atas, ia mencoba untuk mencari keberadaan Minami yang sedang bersembunyi.
"Kau tidak akan bisa lari, Kakak. Aku merasakan keberadaanmu..." Shuan menoleh ke belakang lalu melepaskan sihir cahaya, sihirnya itu hampir saja mengenai Minami yang sedang duduk di atas asteroid kecil.
"Ya, seperti itu. Tetapi kau harus bisa melakukannya lebih baik lagi dari sebelumnya" Minami mulai menghilang dan bermunculan di sekitar Shuan.
Shuan dengan cepat melepaskan berbagai macam sihir cahaya ke arah Minami tetapi tidak ada satu pun yang mampu mengenai dirinya, semua cahaya itu berhasil Minami hindari.
"Tadi itu hampir---" Tatapan Minami bertambah tajam, ia menoleh ke belakang dan melihat seluruh sihir milik Shuan yang kembali melesat menuju arahnya.
Sihir yang memiliki kecepatan cahaya tetapi Minami berhasil menghindari, Shuan mencoba untuk mengepungnya dengan sihir tetapi Minami menghancurkan semua sihir cahaya itu dengan sihir cahaya juga sehingga terciptalah dorongan besar di sekitarnya.
__ADS_1
Minami menghela nafasnya dan Shuan langsung menepuk punggung Minami, "Dapat..."
"Wah, selamat."
"Bagaimana tadi? Apakah aku melakukan hal yang terbaik?" Tanya Shuan sehingga Minami menunjuk beberapa planet yang hancur olehnya.
"Setidaknya kamu tidak menghancurkan tempat istirahat kita."
Untuk pertama kalinya Shuan tersenyum dan tertawa, "Ahahaha... Maaf, kesalahanku."
Minami sekarang bisa melihat Shuan yang sudah menemukan jawaban untuk dirinya sendiri sebagai seorang Neko Legenda, tidak ada lagi amarah dari Beast Neko Legenda yang dapat menguasai dirinya karena Shuan sudah cukup kuat sekarang.
"Untungnya kamu tidak menghancurkan yang asli di luar kubus ini, dunia ini hanya ciptaan Haruka dengan bantuan Honoka."
"Hebat sekali ya... Bisa menciptakan tempat latihan yang begitu menakjubkan."
Beberapa menit kemudian, mereka baru saja selesai beristirahat dan latihan selanjutnya di mulai dengan Minami yang bermeditasi sedangkan Shuan mengerahkan seluruh kekuatannya dan menggunakan kekuatan dari Golden Solar System.
"Aku harus bisa mengontrol emosiku... Jika aku berhasil memperbaiki semua kekuranganku maka aku sudah sepenuhnya siap untuk memulai latihan menjadi Legenda yang layak seperti Kakak."
Shuan melesat ke atas lalu melancarkan beberapa pukulan dan tendangan, Minami mulai memperhatikan pergerakannya begitu cepat.
"2 detik sudah mampu mengenai ribuan serangan... Kecepatan cahaya yang menakjubkan." Minami bisa melihat kecepatan Shuan yang terus meningkat seiring pertarungan berjalan lama.
"Itulah adikku... Dia pasti akan menjadi Legenda layak di masa depan, Kou beruntung untuk memilikinya." Minami tersenyum bangga.
Setelah itu, Shuan beristirahat sebentar karena Minami terlihat begitu tenang seperti bunga yang mekar dan air terjun yang terdengar begitu menenangkan.
Ia menghampiri dirinya dan Minami bangun lalu menatap Shuan, "Shucchi... Sebagai hadiah karena sudah menunjukkan potensimu tadi, aku akan memperlihatkan apa yang aku miliki."
Shuan memiringkan kepalanya, melihat Minami melayang di atas langit selagi melepaskan cahaya yang begitu terang di sekujur tubuhnya tanpa harus melepaskan kekuatan atau tenaga apapun.
Shuan sontak kaget ketika merasakan sumber kekuatan yang besar di dalam tubuh Minami walaupun ia belum mengerahkan sedikit sihir atau kemampuannya tetapi ia terlihat seperti meningkat dengan cara yang menenangkan.
Aura emas yang terlihat begitu tenang mulai menyelimuti tubuhnya sehingga dorongan dan tekanan yang besar mampu mendorong siapa pun yang berada dekat dengan Minami bahkan Methode dan Shou bisa merasakannya.
Minami menatap kedua tapak tangannya, "Sekarang aku tidak perlu lagi mengandalkan sihir berkat instingku sebagai Neko Legenda yang telah menguasai seluruh hewan dan alam."
"Ibu alam... Mother's Nature..." Terlihat beberapa kelompok bunga emas yang mengelilingi tubuhnya, Shuan tercengang ketika melihatnya karena kekuatan serta energi yang tidak bisa ia rasakan.
"Kekuatanmu.... Lenergy mu... Aku tidak merasakannya..."
"Itu karena aku mengandalkan kemampuanku sendiri, Shucchi. Semua cahaya dan kekuatan ini datang berasal dari alam dan seluruh hewan, aku tidak memerlukan sihir untuk menciptakan cahaya."
"Hal itu disebabkan oleh beberapa hewan yang mampu menciptakan cahayanya sendiri... Bioluminescence."
"Bioluminescence?"
__ADS_1
"Ya... Kekuatan cahayaku berdasarkan tata surya dan galaksi sedangkan kakak hanya berdasarkan alam itu sendiri serta seluruh hewan." Minami tersenyum karena kemampuan yang ia gunakan kali ini tidak berkaitan dengan sihir apapun.
"Bisa di bilang ini adalah wujud terkuat Kakak, Golden Mother's Nature: Bioluminescence." Minami berhenti menggunakan wujud itu karena ia ingin menyimpannya pada saat pertarungan yang asli di mulai.
"Jadi... Kakak tidak perlu menggunakan sihir?"
"Iya, murni dan alami melalui diriku sendiri. Sekarang, ayo lanjut, adik kecil." Minami terkekeh lalu mengusap kepala Shuan beberapa kali.
"Menggunakan wujud tadi sama saja dengan aku tidak akan mengalami kendali apapun soal pengurasan tenaga dan Lenergy karena aku baru saja menjadi ibu alam itu sendiri." Minami tersenyum.
Mereka melanjutkan latihan dengan memulai latih tanding, kali ini mencoba untuk bertarung mengelilingi galaksi sampai mereka mulai menendang planet dan menjadi tendangan itu sebagai serangan.
Beberapa planet mulai melesat menuju arah satu sama lain karena tendangan mereka, kedua Neko Legenda yang mampu menunjukkan sejarah bahwa kegagalan dapat berubah menjadi kesuksesan.
"Hahhhh!!!" Minami melancarkan satu pukulan ke arah Shuan tetapi ia langsung menahannya menggunakan tapak kanannya.
Mereka kembali menghilang dan saling mengadu pukulan serta tendangan dimana-mana, kecepatan yang meningkat sedikit demi sedikit sehingga mereka mampu melakukan ratusan serangan per detik.
Minami melepaskan tiga Shining Justice ke arah Shuan dan ia langsung menghindari sihir tersebut, membalasnya dengan sihir Shining Hope sehingga kedua sihir mereka saling beradu dan menimbulkan ledakan besar.
Mereka berlatih selama satu jam dan hasilnya Shuan kelelahan sehingga ia tidak bisa melanjutkan pertarungan, untungnya Minami menggendong dirinya lagi dan membawanya ke tempat istirahat.
Minami menempati Shuan di atas kasur, "Kakak... Aku akan melakukan yang terbaik..."
Minami menatap Shuan yang sudah bangun, "Aku janji... Aku akan menunjukkan hasilnya..."
"Hehe, kamu melakukan sebisa dan sekuat mungkin untuk hari ini, Shucchi. Kau yang terbaik." Minami berlutut di hadapan kasur itu lalu ia memberi sebuah elusan di keningnya.
"Istirahat juga penting dan jangan menganggap istirahat sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kegagalan dan kekalahan."
"Aku akan menunggu dirimu untuk bertambah kuat, melampaui diriku dan Papa."
"Benarkah...? Kamu mau menunggu diriku...?"
"Tentu saja, kita sudah berjanji akan melakukannya bersama bukan?"
Shuan duduk di atas kasur, "Itu benar! Kita bisa melakukannya, kau bersama denganku, Agh..." Tubuh Shuan terasa keram seketika.
"Mungkin sudah cukup untuk hari ini, beristirahat lah." Minami membantu Shuan untuk berbaring dan ia mulai menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"Dengar, kau pasti bisa, adik kecil. Jangan menyerah, kamu, aku, kita memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang terbaik berkat cahaya."
"Kita seperti harapan itu sendiri, sebagai penerus Mama dan Papa."
"Benar...!"
"Sekarang, mari kita makan Whiskas~"
__ADS_1
"Ayo!"