Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 237 - Tidak akan Selalu Sama


__ADS_3

Pada saat Komi hendak melayangkan serangan pada Chloe yang berada di tempat aman, Haruki melebarkan mata-nya sehingga ia muncul di depan Komi lalu mengayunkan kedua pedang-nya secara bersamaan dan mampu mendorong Komi mundur.


Haruki sempat tidak melihat pergerakan Komi sebelum-nya, tadinya ia berdiri tepat di hadapan-nya tetapi ia merasakan keberadaan Komi yang dekat dengan Chloe. Komi memiliki niat untuk membuat pertarungan-nya melawan Haruki menjadi lebih menarik dengan mencoba untuk membunuh kekasih-nya tetapi ia gagal dan hanya membuat Haruki kesal.


"Jika kau berniat untuk membuat-ku marah maka kau sudah membuat amarah-ku mencapai puncak-nya..." Haruki menatap Komi dengan penuh ancaman.


"Ck... Aku sangat tidak terkejut!" Komi mencoba untuk menyerang Haruki tetapi kecepatan-nya meningkat hingga muncul di atas langit dan segera melakukan serangan-nya, "Higanbana: Blade Dance!" Haruki menggunakan seni berpedang dengan memutarkan diri bersama pedang-pedang tersebut ke arah Komi.


Komi melirik ke belakang dan ia hanya tersenyum hingga senyuman itu mampu mementalkan kedua pedang itu kembali ke arah Haruki, senyuman itu mengandung tekanan besar yang mampu menghancurkan segala kemampuan dengan efek ketakutan serta negatif. Walaupun tidak terdengar masuk akal, senyuman itu juga dapat membuat beberapa benda merasakan ketakutan.


Haruki mencoba cara lain dengan menggunakan seni pedang yang berbeda tetapi Komi mampu menahan semua serangan itu menggunakan jari-jarinya hingga Haruki tidak memiliki pilihan lain, ia meluncurkan beberapa black hole kecil melalui tapak-nya. Komi mulai merasakan kenikmatan besar melihat kemampuan Haruki yang sangat unik.


"Ini yang aku tunggu...!!! Hahahahahahaha!!!" Komi tertawa terbahak-bahak hingga semua black hole itu langsung Komi makan, Haruki melebarkan kedua mata-nya dan ia tidak melihat resiko apapun ketika Komi baru saja memakan black hole itu.


"Black hole itu sudah seperti makan malam-ku... enak sekali, perut-ku mulai bergetar penuh dengan kekuatan!!!" Komi membuka mulut-nya lebar hingga beberapa benda dan gedung yang hancur mulai diselimuti dengan aura Crimson lalu tersedot masuk ke dalam mulut Komi.


Haruki terlihat jijik ketika melihat Komi sekarang memiliki kemampuan dalam menghisap apapun dengan mengubah semua itu menjadi kecil karena bantuan dari sihir Crimson-nya itu yang sama seperti virus dan parasit. Haruki hampir saja tersedot masuk ke dalam mulut-nya, malaikat yang lain-nya selamat karena Akina meminta bantuan Hikari untuk menciptakan banyak rantai suci.


Haruki melempar kedua pedang-nya ke arah Komi dan ia segera bergerak menuju arah Komi, Komi menatap kedua pedang itu dan ia tiba-tiba melihat bola putih besar yaitu White Hole yang melesat menuju arah-nya... Komi tersenyum lebar dan ia tidak bisa merasakan apapun ketika white hole itu menyentuh tubuh-nya, Komi terlalu menikmati white hole itu sehingga ia melupakan Haruki.

__ADS_1


Haruki berhasil mengambil kembali kedua pedang-nya lalu ia mengayunkan kedua pedang itu dan melakukan serangan kombinasi yang mampu membuat Komi terkejut, ia baru saja lengah dan ceroboh untuk melupakan lawan. Ketika Haruki berhasil melukai Komi, ia tidak berniat untuk berhenti karena serangan yang ia lakukan mampu membuat Komi terpojok hingga tidak bisa melakukan apapun.


"Aggghhhh!!! Hentikan!!! Sialan...!!!" Komi mencoba untuk menyerang balik tetapi Haruki berhasil menghindari-nya, kecepatan-nya semakin meningkat hingga ia melanjutkan serangan kombinasi lain-nya dan dilanjutkan dengan seni berpedang-nya yang mampu melukai Komi lebih parah lagi.


Komi tidak memiliki pilihan lain, ia segera menggunakan ilusi kebal dimana serangan Haruki sekarang menembus tubuh-nya tetapi Haruki memiliki cara lain sehingga ia tersenyum lebar, "Chaos Drifter!" Haruki menggunakan kemampuan berpedang-nya yang mampu menembus pertahanan yang paling sulit untuk ditembus termasuk ilusi sendiri.


Haruki juga sempat menyerap Lenergy Komi yang memiliki tipe berbeda seperti [God] dan [Omni], setelah itu Haruki melanjutkan serangan lain-nya dengan merapalkan sihir [Chaos Heart], sihir penguatan yang mampu menaikkan atribut sebanyak 50% dan mampu bertahan dari serangan yang amat fatal.


"Aaaahhhhh!!!" Komi mampu merasakan kesakitan sekarang ketika menerima semua serangan itu dari Haruki, Komi mulai geram melihat Haruki seorang mortal mampu melukai diri-nya... sama seperti Arata dan Kuro yang memperlakukan-nya rendah, seorang dewi segala-nya tidak seharusnya terluka oleh Mortal yang tidak memiliki kekuatan berkaitan dengan dewa.


"Kaigan: Blade Resonance!" Seru Haruki keras, ia membuat gerakan berpedang-nya menjadi secepat frekuensi suara di udara. Kemarahan Haruki yang meluap-luap tidak menyulutkan nyali-nya untuk tetap menyerang Komi tanpa memberi diri-nya belas kasihan atau ampunan, seperti Legenda yang baru saja kehilangan seseorang yang penting bagi diri-nya.


"Serangan-mu itu hebat...!!! Kau membuat kenikmatan-ku menginjak klimaks, Haruki!!!" Komi menghentikan serangan Haruki dengan melebarkan kedua mata-nya hingga dorongan besar langsung terlepas dan menghentikan serangan Haruki untuk sementara, Komi segera memegang puncak kepala-nya.


"Ini... aku kembalikan rasa kenikmatan-nya untukmu..." Aura Crimson yang besar menyelimuti sekitar tangan Komi yang menciptakan gelombang ledak yang terdengar begitu nyaring. 


Terkena serangan telak tersebut membuat Haruki terlempar ke belakang hingga membuat Chloe kaget, ia ingin menyerang Komi tetapi ia sudah dilarang oleh Haruki untuk tetap diam dan menjaga diri-nya sendiri. Kepala Haruki terlihat deras bercucuran darah segar, ia hampir saja tumbang ke tanah, namun seketika itu juga dia merapatkan gigi dan menahan tubuh-nya agar tetap berdiri tegak.


"Aku masih bisa bertarung... seorang Legenda seperti-ku tidak seharusnya kalah dengan mudah oleh-mu... kau... kau memang harus membayar-nya... semua yang kau lakukan...!" Napas Haruki terasa sesak, tapi dia tetap berusaha menunjukkan ekspresi kuat sambil menyorot tajam Komi walau darah di sekitar kepala-nya telah mengalir deras.

__ADS_1


"Uwahhhhh~ Uhhhmmm~ Hyaahhh~ Aku terangsang penuh dengan kekuatan melihat-mu masih ingin bertarung~ Ayo! Kerahkan semua-nya!!!" Komi tersenyum sinis melihat Haruki, Haruki hanya berdiri tegak dengan luka yang cukup parah, ia merasa lemas untuk mengangkat pedang-nya sendiri bahkan Lenergy-nya terus terkuras karena darah di sekitar kepala-nya yang terus mengalir deras.


Komi segera mencengkram wajah Haruki dengan kuat, namun pada saat itu juga Haruki kembali mengerahkan sihir yang masih ia bisa gunakan, semua sihir itu tidak mampu membuat Komi terluka melainkan hanya membuat diri-nya semakin bertambah kuat. Komi terbang ke atas udara dan melewati beberapa langit hingga ia sekarang tiba di luar angkasa dengan Haruki yang ia genggam di tangan kanan-nya.


"Mari kita sama-sama melewati beberapa langit lagi, Ha-ru-ki~" Komi terbang menuju arah planet yang berada di Xuusuatouri dengan kecepatan maksimal lalu setelah itu ia menghantam tubuh Haruki tepat di atas planet tersebut hingga menyebabkan guncangan besar yang mampu membelah planet itu menjadi dua.


Komi melompat ke atas dan mendarat di atas daratan lalu melihat Haruki yang berbaring di dalam lubang, ia sudah tidak bisa bertarung karena hantaman tadi membuat seluruh tulang-nya retak dan sebagian-nya hancur, Haruki tidak bisa bergerak dan nafas-nya terasa sesak. Komi menunjuk-nya tetapi Yuuna berhasil menghentikan-nya dengan menendang-nya mundur.


Tendangan itu mampu mendorong Komi mundur tetapi Yuuna merasa nyeri di bagian kaki-nya yang baru saja menendang Komi, ia seolah-olah menendang sesuatu yang sangat keras dan kuat. Chloe muncul di dalam lubang itu lalu ia membawa Haruki pergi karena dia sudah tidak bisa lagi bertarung.


Komi tersenyum semakin lebar, ia sudah tidak sabar untuk bermain dengan seorang Saint Soul seperti diri-nya, "Wah~ Wah~ Seperti-nya kau sudah siap untuk membuat hasrat nafsu-ku menginjak klimaks yang lebih tinggi lagi, Yuu-na~" 


"Ck... kau benar-benar menjijikan, jangan menyamakan nafsu dengan pertarungan sebagai hal yang sama...!!! Itu sangat menjijikan!" Yuuna meningkatkan aura-nya dan ia sudah bersiap siaga untuk mengambil resiko apapun ketika bertarung dengan Komi, tujuan utama-nya adalah menahan Komi tetapi ia tidak tahu sampai kapan harus menahan-nya.


Komi tertawa terbahak-bahak lalu ia meningkatkan seluruh kekuatan, Akina ingin sekali membantu tetapi ia menunggu sampai kekuatan-nya telah sepenuh pulih bahkan luka yang diberikan oleh Komi itu cukup parah, sepertinya Yuuna hanya harus bertahan sampai Akina dan Hikari bisa kembali bertarung.


"Karena aku sangat baik hati dan anggun maka aku akan membiarkan-mu menyerang duluan."


"Jangan meremehkan diri-ku...!" Yuuna bergerak menuju arah Komi dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


"Hooooo.... Kau menghampiri-ku...?"


__ADS_2