
Mereka semua mulai beristirahat sebentar karena sudah berlatih selama satu jam, pukul 12 siang ini terasa lebih baik jika beristirahat sambil menikmati makanan yang disediakan oleh Arata, makanan yang dapat menghangatkan tubuh mereka di cuaca sejuk seperti ini, hari ke hari cuaca sejuk itu akan bertambah dingin dan kedinginan itu sangat cocok untuk tubuh Legenda yang selalu panas karena terbakar penuh dengan perjuangan dan semangat.
Asriel saat ini sedang duduk di atas kursi selagi melihat beberapa berita di layar yang ia pegang, berita yang seperti biasanya berisi tentang acara yang berbeda-beda, semuanya terlihat menarik bahkan jika sempat ia ingin pergi bersama seseorang karena Chloe menyarankan dirinya untuk pergi berdua bersama seorang gadis untuk mendapatkan pengalaman menghangatkan yang baru di musim sejuk itu. Kebetulan Mitsuki duduk di sebelah Asriel karena Honoka yang memaksa dirinya untuk memberanikan diri, Hana juga bahkan mendukung dengan menyalakan lagu romantis.
"Ahh, kamu sepertinya cukup tertarik untuk menikmati hidangan spesial di musim sejuk ya...? Es krim goreng dengan kehangatan dari kopi itu ya." Asriel melihat Mitsuki memasang hidangan yang terlihat menarik, Honoka dan yang lain melihat dari jauh bahkan Ophillia meminta mereka semua untuk tidak mengganggu waktu romantis mereka berdua karena musim sejuk adalah hari yang pantas untuk bermesraan.
"Apakah Asriel tidak ingin memasang hidangan ini...? Ahh, aku takut bahwa semua hidangan yang aku minta ini mengandung lemak yang besar, tidak baik untuk tubuhku."
"Tidak kok, Arata bilang bahwa semua hidangannya itu sehat dan tidak akan merugikan tubuh. Entah kenapa melihat dirimu memesan semua manisan ini membuat diriku ingin seorang adik imut yang memesan manisan seperti ini, hahaha." Asriel baru saja mengatakan sesuatu yang cukup mengganggu pikiran Mitsuki, entah kenapa hatinya terasa begitu sakit ketika Asriel melihat dirinya sebagai seorang adik, padahal ia ingin Asriel menganggap dirinya sebagai seorang gadis biasa, akan lebih baik jika menganggap dirinya sebagai seorang gadis yang disukai.
"Aku tidak ingin itu..."
"Ehh...?"
"Aku tidak mau... aku tidak ingin menjadi adikmu."
"Apa...?" Ketidakpekaan Asriel membuat keadaan semakin sulit bahkan Honoka menepuk wajahnya, ia sepertinya harus mendorong Asriel untuk menghancurkan dinding tidak peka itu karena Mitsuki sepertinya sudah menantikan cinta dari Asriel dalam waktu yang lama karena ia mencintai dirinya berkat sikapnya yang begitu baik dan bahkan kekuatannya juga ia gunakan beberapa kali untuk melindungi dirinya bahkan sampai membuat Mitsuki memiliki harapan tinggi untuk bertambah kuat, lebih kuat dari Asriel.
Ronda takdir mereka saat ini berputar begitu cepat, rasa canggung mulai dirasakan oleh Mitsuki karena ia seharusnya tidak mengatakan perkataan yang tidak sopan seperti itu karena Asriel mengharapkan seorang adik, Hana menghela nafas-nya dan menganggap Asriel sebagai laki-laki yang pengecut karena belum menyadari perasaan Mitsuki. Setelah menghabiskan hidangan makan siang mereka, latihan berlanjut dan Asriel sekarang mulai melatih Mitsuki tentang suaranya yang kadang terdengar cukup kaku.
"Baiklah, Mitsuki... Kumpulkan semua suara yang kau miliki di dalam perutmu dan katakan hal yang sama denganku." Kata Asriel sambil membaca kertas yang ia dapatkan dari Honoka, Honoka tidak bisa membantu semua orang secara sekaligus jadi ia hanya bisa membantu Marie dan Hana saja karena salah satunya sudah berpengalaman, contohnya Hana dan bahkan Asriel juga sudah bertambah semakin mahir.
"Baiklah..."
__ADS_1
"Selamat datang!"
"Selamat..."
"Tidak bisa seperti itu, Mitsuki. Kamu sudah mengeluarkan suara malu itu, lebih percaya diri, menggunakan rasa percaya diri dan menganggap pelanggan-mu itu sebagai seseorang yang sudah kau kenal akan mempermudah-nya." Kata Asriel, mudah untuk Asriel mengatakan itu karena Mitsuki malu karena seseorang yang melatih dirinya adalah laki-laki yang selalu peduli kepadanya, sulit sekali untuk menunjukkan sisi imut kepada dirinya.
"Bukan hanya perasaan malumu yang aku dengar tetapi suaramu terdengar pelan sekali... Baiklah, kita lanjut dengan... terima kasih banyak~!" Asriel tersenyum.
"Um... teriwma... kawsih..."
"Kamu mencampurkan kata yang salah, ulang-ulang. Sekali lagi coba, pelan-pelan saja dan hilangkan rasa gugup yang menghalangi suaramu itu. Kau pasti akan menunjukkan sisi yang sangat imut jika memberanikan diri." Kata Asriel, ia mengharapkan sesuatu yang lebih dari Mitsuki karena ia menantikan suara imut dan sisi pelayannya ketika menunjukkan sikap keimutannya itu. Mitsuki menelan ludahnya dan tersipu merah karena ia sudah tidak bisa menahan rasa malu untuk tidak menunjukkan sisi imutnya kepada Asriel.
"Terima kasih~" Mitsuki memberanikan diri, ia berhasil mengatakannya dengan ekspresi yang gugup.
"Kita ulang..."
"Selamat datang, Tuan!"
"S-Selamat datang... tuan..."
"Kenapa... Apa yang membuat dirimu gugup, Mitsuki?"
"Maaf..."
__ADS_1
"Selanjutnya, terima kasih banyak!"
"Terima kasih banyak..." Mitsuki menundukkan kepalanya, setidaknya percobaan tadi sudah cukup untuk membuat Asriel puas karena ia baru saja menyaksikan sisi baru dari Mitsuki, terlihat begitu indah bahkan ia sampai ingin melihatnya lagi tetapi terlambat karena sudah waktunya untuk melakukan hal yang lain.
Seperti biasanya mereka melanjutkan latihan itu sampai waktu istirahat yaitu pukul dua sore, para gadis saat ini sedang membicarakan makanan seperti biasanya dan Honoka sendiri menghampiri Asriel yang sedang menonton acara yang membosankan, ia tidak memiliki pekerjaan apapun pada saat istirahat, Honoka sekarang berencana untuk membantu Asriel lebih lanjut agar ia bisa merasa lebih peka lagi kepada Mitsuki.
"Sepertinya kamu memiliki bakat juga ya untuk menjadi seorang pelayan, bukan pelayan saja tetapi kau benar-benar guru yang hebat untuk mengajarkan Mitsuki yang malu-malu di hadapanmu itu." Honoka mulai menggunakan kode dengan pelan.
"Mungkin... setidaknya kami bersenang-senang."
"Astaga, kamu masih belum mengerti sepertinya, dasar laki-laki."
"Sebenarnya aku masih merasa penasaran tentang tadi, menurutmu jika seorang gadis mengatakan tidak ingin menjadi seorang adik... alasannya kenapa?"
"Hah!? Kau serius tidak mengerti soal itu... astaga, tembok tidak peka itu harus kau hancurkan dengan cepat Asriel sebelum dia menyerah karena mengetahui kau tidak tertarik dengan apapun terutama gadis." Honoka menghela nafas lalu ia meminum cangkir teh hangatnya yang baru saja disediakan oleh Ophilia, ia merasa tertarik juga dengan perkataan tentang Asriel tadi yang membicarakan soal gadis yang mengatakan tidak ingin menjadi seorang adik.
"Kamu benar-benar tidak mengetahui apa yang ia katakan...? Itu tidak baik..." Kata Ophilia dan Honoka setuju tentang itu, mereka mulai menatap satu sama lain lalu tersenyum karena merencanakan sesuatu yang lebih baik agar mereka dapat mengerti tentang perasaan satu sama lain, kebetulan besok malam terdapat sebuah acara untuk para kekasih yaitu kontes pakaian cocok atau persis yang dikenakan oleh para kekasih.
Honoka dan Ophilia berencana untuk tidak memberitahu Asriel karena mereka menginginkan dirinya untuk bisa menghancurkan tembok yang tidak peka itu agar ia dapat menyatakan perasaannya duluan kepada Mitsuki, Honoka sendiri tidak ingin memaksa Asriel untuk langsung menyatakan perasaan cinta karena cinta yang dipaksa tidak akan berjalan dengan baik bahkan Asriel sendiri ini masih belum peka, hubungan mereka bisa saja tidak berjalan sesuai rencana.
Ophilia mulai meninggalkan Asriel sendirian karena ia ingin membicarakan tentang sesuatu yang penting dengan Honoka, rencana agar Asriel bisa menghancurkan tembok tidak peka itu. Kebetulan acara yang akan terjadi di pusat kota cukup menarik karena Honoka sendiri cukup tercengang ketika melihatnya, Haruka pernah mengatakan sesuatu tentang kontes ini bahwa ia akan mengikutinya bersama Rokuro, jika Asriel dan Mitsuki yang masih bisa dibilang hubungan teman mengikuti kontes ini maka semuanya akan berjalan cukup sulit tetapi apa salahnya mencoba.
"Bagaimana, Honoka? Apakah ini ide yang bagus agar Asriel bisa mengerti tentang perasaan Mitsuki? Kontes kekasih yang selalu diadakan setiap hari." Ophilia tersenyum dan Honoka langsung mengacungkan jempolnya karena kontes seperti ini cukup menarik perhatian dirinya sampai ia harus memikirkan sesuatu agar Mitsuki dan Asriel mau mengikutinya.
__ADS_1
"Kita harus menjebak mereka...!"