Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 653 - Mental Breakdown


__ADS_3

Hana dan Ophilia saat ini berada di ruangan pemulihan, Kou sudah membawa beberapa ahli medis dan psikologis untuk menenangkan mereka tetapi hasil yang ia dapatkan tetap sama.


Mereka merasa sangat depresi sampai kehancuran mental mereka sudah tidak bisa di tolong sama sekali, Kou hanya perlu mengandalkan dirinya sendiri karena kondisi mereka terdengar sangat serius sekarang.


Hana mulai menyentuh kepala Ophilia, pikirannya langsung muncul tentang perasaan Ophilia yang hancur dan isinya dipenuhi pilihan untuk melakukan bunuh diri.


Hana juga tidak jauh berbeda, ia ingin cepat mati agar bisa bertemu dengan Minami lagi dan berbicara seperti biasanya, keduanya berpikir terlalu negatif sampai Kou harus mengajak Arata soal masalah Ophilia nanti.


Desain alat pembantu untuk Arata agar ia bisa kembali berjalan sedang dikerjakan oleh Tech di ruangan teknologi, kali ini ia ingin mengurus Hana terlebih dahulu karena dia masih sangat muda.


Hana membuka kedua matanya ketika ia merasakan sentuhan dari Kou yang terus menyentuh kepalanya, ia juga sempat mengusap kedua pipinya untuk menenangkan dirinya.


"Selamat pagi, Hana... kamu sudah tertidur selama tiga hari."


"Tiga... hari...? Jangan-jangan aku bermimpi... ancaman Zoiru tidak pernah terjadi?"


"Sayang sekali... kamu hanya tidur selama 3 hari untuk menenangkan pikiranmu itu." Kata Kou yang mulai memegang erat tangannya sampai ia bisa melihat kedua matanya masih terlihat mati.


Kou melihat Hana mengeluarkan banyak sekali air mata melalui kedua matanya dan ia segera menghapusnya, ia mencoba untuk memenangkan pikirannya tetapi sulit.


Kou terus merasakan Mental Breakdown di dalamnya sampai ia terus mengusap kepalanya, mencoba untuk memberikan obat dari kemampuannya yaitu The Mind agar Hana bisa segera pulih.


"Kamu bisa melepaskannya kok... sepuasnya... karena tidak akan ada yang mendengarnya kecuali diriku." Kata Kou sambil mengelus kepalanya.


"Aku ingin dia bisa merasakan... kebahagiaan yang sebenarnya... melupakan semua penderitaannya dulu..."


"Aku ingin dia tetap menjaga dan mengawasi diriku sampai aku bisa melebihi dirinya... sejak di turnamen, dia menantikan diriku..." Kata demi kata terus Hana keluarkan dari dalam hatinya.


"Minami memang selalu menantikan dirimu untuk melakukan hal yang terbaik... dia juga sekarang sedang memperhatikan dirimu di atas sana."


"Tapi aku hanya bisa menunjukkan kepadanya hal yang buruk, dan sesuatu yang tidak baik dari diriku..."


"Minami akan selalu mengawasi diriku... arwah Legenda tidak akan pernah mati, mereka hidup di dalam kita masing-masing."


"Dia memiliki keyakinan bahwa kau adalah Legenda yang akan memenuhi semua yang dia inginkan." Kou mulai menunjuk kening Hana, menghapus semua efek Mental Breakdown dengan The Mind.


Kou dapat masuk ke dalam pikirannya sekarang karena Hana bertambah tenang ketika ia ingin berbicara dan untungnya ia juga menjawab semua perkataannya itu.


"Dan Minami benar-benar percaya bahwa ia melihat dirimu sebagai sahabatnya yang mau menerus tugasnya itu..."


"...guru di Neko Isle, apakah kamu mau menerus tugasnya dan melanjutkannya demi masa depan Neko Legenda?" Tanya Kou, mencoba untuk membuat Hana kembali bersemangat.


"Dia selalu membual tentang dirimu... berkat bahwa kau seperti adiknya sendiri yang sangat dekat atau mungkin seseorang yang jauh lebih spesial dibandingkan pasangan."


"Bahkan saat ini, dia mengawasi dirimu dari suatu tempat... di surga, Minami merasa sedih melihat dirimu terus depresi seperti ini." Kou berhenti menyentuh dahinya dan ia berhasil menghapus Mental Breakdown itu.


"Aku..."


"Kau harus menjadi dirimu... dirimu yang selalu Minami sayangi, yang sering dia puji." Kou mengeluarkan sebuah kertas di dalam sakunya.


"Ingin mewariskan semua bangsanya kepada dirimu." Kou memberikan kertas itu dan Hana segera mengambil sehingga kertas itu berisi tulisan Minami.


Isi dari kertas itu mengatakan bahwa suatu saat nanti jika ia sudah merasa lelah dan ingin menikmati waktu pensiun, Minami ingin mewariskannya kepada Hana.


"Untuk Hana... aku ingin memberikan kertas sertifikasi ini kepada dirimu di masa depan nanti ketika aku ingin menikmati waktu pensiun... Neko Isle milik kita..."


"...aku harap kamu ingin meneruskan pekerjaanku untuk mengajar seluruh bangsa Neko Legenda tentang hal yang positif."


"...sayang Minami." Kedua mata Hana kembali hidup, air matanya terus berjatuhan karena ia baru saja mendapatkan semangat dan tujuan untuk hidup lagi.


"Mungkin Minami sendiri sudah tahu bahwa takdir batu kematiannya dekat... jadi ia berjaga-jaga menulis itu di kamarnya... aku menemukannya di dalam lacinya..." Kata Kou pelan.


Kou mulai menepuk kepala Hana, "Sekarang... bangkitlah Hana, tunjukkan kepada seluruh dunia dan Minami bahwa kamu akan terus berjuang."

__ADS_1


"Walaupun reputasimu sudah hancur... tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya, kau harus tetap bangkit seperti Minami."


Hana tersenyum kecil dan ia mulai menangis penuh rasa sedih sebagai pelampiasan terakhir, sudah waktunya untuk melanjutkan kehidupan tanpa sahabat yang terus mendampingi dirinya.


"Kau tidak sendirian... aku tidak menganggap kalian salah, jika kalian di benci maka aku, Kou Comi, akan mendampingi kalian dan menemani kalian!" Kata Kou dengan tatapan penuh tekad.


Hana bangkit dan memeluk Kou dengan sangat erat, ia bisa membaca perasaan dan pikirannya yang dipenuhi semangat sampai ia kembali memiliki niat untuk terus melanjutkan hidup di saat sulit ini.


"Terima kasih, Kou..."


"Hm... Ibumu sudah membantu Mamaku... jadi tidak ada salahnya jika aku membantu." Kou tersenyum dan mengelus punggungnya.


***


1 Minggu lebih telah berlalu, dan Kou tidak melihat tandan kebangunan Ophilia, ia masih tertidur dengan damai dan pikirannya terasa kosong, itu adalah tanda yang baik bagi dirinya sendiri.


"Ophilia masih belum bangun ya...?" Tanya Arata yang terus menjaga dirinya di sebelah.


"Sebentar lagi... aku coba membangunkan dirinya..." Kata Kou, ia mulai meminta Tech membawakan alat yang baru saja jadi untuk Arata.


"Arata..."


"Kenapa?"


"Maafkan aku..."


"Kenapa kau meminta maaf seperti itu..."


"Karena diriku... seharusnya aku merencanakan sesuatu yang bercabang dan melindungi Ophilia tetapi aku tidak menyangka Zoiru akan menggunakan dirinya."


"Seharusnya aku mengorbankan tubuhku ini untuk menggunakan The Mind agar bisa membaca seluruh rencananya..." Kou mulai berlutut kepada Arata selagi menundukkan kepalanya.


"Oi, oi, oi... kenapa kamu seperti itu, Kou? Kau sudah melakukan semuanya sendiri... di mulai dari rencana sampai titik sekarang."


"Hanya saja... malang sekali melihat kalian yang sangat dicintai oleh semua orang karena restoran itu sekarang telah di anggap rendah... kebencian kalian terus bermunculan setiap hari berjalan..." Kou kembali bangkit.


"Nyonya..." Tech membawakan dua pasang kaki teknologi yang dapat membawa Arata untuk berdiri dan berjalan sementara sampai kondisi pulih.


"Arata... seperti yang Hana katakan kemarin, memulai kehidupan kembali dari nol... aku ingin kamu memiliki ini." Kou mulai memasangkan kedua teknologi itu di kedua kaki Arata.


"Kau tidak perlu melakukan ini..." Arata terkejut ketika ia bisa bangkit dan melakukan beberapa pergerakan normal sampai ia mulai mendekati Ophilia lalu duduk di sebelahnya.


"Kou... terima kasih... sudah berapa kali kamu memberikan kami semua kebaikan itu."


"Aku sudah bilang... kebaikan tidak ada batasnya, aku ingin membagikan semua kebahagiaan agar kalian tetap melaksanakan kehidupan seperti biasanya." Kata Kou, mencoba untuk menahan tangisannya.


Kou tersenyum lalu ia mendekati Ophilia untuk membangunkan dirinya dengan mengelus kepalanya sampai ia membuka kedua matanya, melihat Arata sedang tersenyum kepadanya.


"Arata...!!! Arata...!!! ARATAAA!!!" Jerit Ophilia keras, dipenuhi rasa depresi dan kesedihan karena ia baru saja bangun dari mimpi tenangnya, sekarang dirinya harus merasakan kesakitan dari kehidupan lagi.


Mengetahui dirinya penyebab masalah dari Bamushigaru membuat Ophilia merasa ingin menyingkirkan bahaya itu dengan melarikan diri dari kenyataan, mencoba untuk melakukan bunuh diri.


Tetapi dirinya tidak bisa melakukan hal buruk seperti itu karena Kou sudah menghapus niat bunuh diri Ophilia bahkan sampai menyegel perasaan bunuh diri itu sampai tidak akan pernah mempengaruhi dirinya lagi.


Ophilia terus menangis di pelukan Arata yang sudah bisa bergerak sekarang, dirinya terus menangis tanpa henti sampai membuat baju Arata basah.


Arata hanya bisa diam, memberi istrinya sebuah pelukan selagi mengusap kepalanya dengan pelan agar dirinya bisa tenang dan melupakan soal mereka yang mengatakan dirinya sebagai inti ancaman.


"Jika saja... keluarga tidak menciptakan makhluk sihir dan diriku... sejak itu tidak di selamatkan..."


"...aku yakin semua ini tidak akan pernah terjadi, tidak ada nyawa yang akan gugur dan berjatuhan..."


"...semuanya salahku... kehancuran alam semesta palsu... kematian Minami... semuanya...!!!" Ophilia memegang baju Arata erat dan terus menangis sampai Kou hanya bisa diam karena ia terus melampiaskan perasaannya itu.

__ADS_1


"Semuanya orang dulunya memilih kami sebagai senjata kehancuran karena dapat menciptakan makhluk sihir... kita ditandai oleh beberapa orang..."


"...keturunan kamu sudah menyebabkan bahaya besar sejak itu karena kelepasan dari semua makhluk sihir itu... aku sendirian... tidak tahu jalan kemana yang harus di tempuh..."


"seharusnya... Korrina tidak menyelamatkan diriku sejak dulu... mungkin... jika aku mati sejak itu... semua ini tidak akan pernah terjadi...!!!"


"... keturunan kami masih mendapatkan kepercayaan sejak... Korrina mengancam mereka semua... tetapi sekarang semuanya telah kembali kepada asalnya..."


"...keturunanku telah menjadi inti ancaman... semua orang sudah mulai kembali membenci kami dan aku... aku... sampai membawa nama keturunan Shimatsu...!!!" Ophilia terus menangis tanpa henti.


"TIDAK ADA KATA MAAF LAGI... REPUTASI DUA KELUARGA SUDAH AKU HANCURKAN LAGI...!!!"


"Ophilia... Ophilia...!" Kou mencoba untuk menenangkan dirinya lagi karena ia bisa merasakan efek Mental Breakdown mulai muncul kembali.


Arata dengan cepat membantu Ophilia yang sudah terjerumus ke dalam lubang penyesalan dan kesedihan, ia menyentuh kedua pipinya lalu memberi dirinya sebuah kecupan di bibir.


Ophilia terdiam seketika sampai semua perasaan sedih dan penyesalan hilang, ciuman yang cukup untuk membuat dirinya merasa tenang sampai Arata mulai berhenti lalu memberi dirinya sebuah usapan di kepala.


"Aku tahu kok, Ophilia." Kata Kou.


"Itulah kenapa kamu tidak akan pernah sendirian mulai dari sekarang... kamu memiliki suami yang hebat dan kuat."


"Aku sudah mengetahui riwayat kehidupanmu... sejak kecil sampai sekarang, aku merasakan penderitaan itu." Kou mulai meraba kepala Ophilia, mencoba untuk menghapus pikiran negatifnya.


"Aku memperhatikannya... aku peduli... aku ingin terus membantu kalian sampai akhir hayat hidupku. Semua yang kesusahan... akan ku bantu..." Bisik Kou pelan.


"Aku ingin membantu kalian semua... memulai kehidupan baru dari nol, walaupun kebencian terus bermunculan dan reputasi kalian sudah hancur."


"Aku akan tetap membantu kalian sebisa mungkin... tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki reputasi itu." Ketika Kou berbicara seperti itu, Arata dan Ophilia menatap dirinya.


"Sebagai ratu Touriverse... tidak untuk sekarang, ini adalah harga diriku sebagai Comi yang mau membantu siapa pun dan membalasnya dengan kebaikan tanpa imbalan."


Kou melihat Ophilia sudah merasa tenang sekarang, ia mulai tersenyum lembut, "Mulai dari sekarang... kalian adalah tanggung jawabku, aku akan melindungi dan menjaga kalian."


"... ...!" Ophilia melebarkan matanya, mendengar perkataan yang pernah ia dengar sebelumnya.


"Kau adalah tanggung jawabku... sahabatku yang sudah mau menerima kekuranganku... aku ingin melindungimu dan menjagamu..." (Korrina)


"Ternyata... apel jatuh tidak jauh dari pohonnya ya...?" Ophilia mulai tersenyum penuh rasa bersyukur.


"Ehh...?"


"Ophilia, kamu sudah tenang---" Perkataan Arata terpotong ketika Ophilia memberi dirinya sebuah kecupan.


"Hm... terima kasih, Arata... tolong jaga diriku... mari kita memulai kehidupan dari nol kembali..." Ophilia menyadarkan kepalanya di dada Arata.


"Ya... selalu..."


"Syukurlah~ Kalian sudah kembali... kalau begitu aku akan membantu kalian." Kou berjalan keluar sebentar untuk mengambil sebuah koper dan kartu sertifikat.


"Terimalah hadiah dariku... koper ini berisi 1 miliar Legend's Diamond dan kartu sertifikat ini adalah bukti bahwa kalian menempati sebuah pulau yang sangat indah..."


"...pulau itu dipenuhi Legenda yang baik hati karena masih menerima kalian, aku juga sudah menyediakan rumah besar di sana."


"Aku juga akan membangun restoran yang lebih besar dan hebat agar Arata bisa bekerja kembali... tetapi kali ini kami bekerja secara diam-diam karena aku akan memesan beberapa pelayan juga."


""Kou...""


"Ayo! Bangkit...! Sudah waktunya untuk terus melanjutkan kehidupan...!" Kou tersenyum lebar.


Ophilia memeluk Kou erat lalu ia mengusap kepalanya, "Kou Comi..."


"...terima kasih."

__ADS_1


__ADS_2