
Rxeonal telah membasmi banyak sekali pasukan aliansi dengan satu tebasan, Makarov bahkan dengan berani-nya menghadapi raja iblis itu dengan dua senapan otomatis yang mampu membuatnya kesal. Untungnya serangan Rxeonal mampu ditahan oleh Aditya menggunakan senjata Keris-nya yang hampir saja mengenai tubuhnya.
"Terima kasih, teman Indonesia!" Kata Makarov.
"Aku butuh bantuan-mu... Tidak ada artinya bertarung melawan raja terakhir sendirian..." Jawab Aditya.
Rxeonal telah menganalisa kekuatan mereka berdua dan ternyata mereka kedua bisa disebut sebagai manusia yang sudah mengontrol penuh sumber sihir mereka yaitu [Mana]. Tubuh mereka sudah bisa disebut setara dengan bangsa Legenda, mereka bukanlah prajurit lemah melainkan prajurit manusia yang mencoba untuk bertahan.
Hal aneh lainnya adalah mereka dapat bernafas di luar angkasa, seharusnya manusia tidak bisa bernafas di luar angkasa tetapi Rxeonal bisa merasakan sumber Mana yang menyelimuti kedua lubang hidung mereka yang menggantikan Mana menjadi oksigen agar mereka bisa bernafas dimanapun.
Rxeonal terlihat sedikit terkesan melihat kedua manusia yang benar-benar menarik perhatiannya, mereka sangat berbeda dengan manusia yang terlihat seperti pahlawan... Pada akhirnya seseorang yang menjadi pahlawan itu mati dengan cara tragis oleh dirinya, kedua manusia yang ia hadapi ini berbeda... Mereka terlihat seperti bangsawan yang berasal dari Zuutouri.
Kali ini Rxeonal mulai tertawa terbahak-bahak, pada akhirnya pertemuan mereka akan berakhir dalam waktu yang dekat dengan satu tebasan dari pedang kehancuran, Aditya dan Makarov mulai gemetar ketika pedang itu melepaskan kegelapan besar... Jantung mereka seakan copot setelah kembali menyaksikan hal yang lebih mengerikan dari pedang itu dan tubuh Rxeonal yang tiba-tiba membesar sedikit.
Dengan cepat Makarov melepaskan beberapa bom asap yang mampu menghalang penglihatan Rxeonal, Aditya mengeluarkan sebuah bambu runcing yang diselimuti dengan mana-nya. Ketika Aditya melempar bamu itu ke arah kepala Rxeonal, ia bisa merasakan keberadaan Rxeonal seolah-olah berpindah ke belakang mereka dengan pedang yang sudah diangkat tinggi.
"Teman!" Makarov memberi Aditya sinyal untuk mundur, ia segera mundur ketika melihat Makarov yang sedang memegang sebuah granat [Flashbang], granat itu meledak dan mampu menyilaukan kedua mata Rxeonal serta mengganggu seluruh indra-nya.
Makarov tidak terpengaruh dengan granat itu yang meledak di tangan-nya karena tubuhnya diselimuti dengan garis-garis biru yang mengartikan Mana telah membuat tubuhnya kebal untuk beberapa saat. Rxeonal menjerit ketika terkena Flashbang dan efek itu memakan waktu cukup lama untuk kembali pulih.
Rxeonal sekarang bisa mengerti perbedaan antara Manusia dan Legenda, Legenda hanya mengandalkan kekuatan dan otot mereka sedangkan Manusia... Mereka dipenuhi dengan strategi mematikan serta kecerdasan mereka-lah yang mampu membawa mereka menuju ambang kemenangan.
Ketika Aditya melesat menuju arah-nya menggunakan bantuan dorongan dari Mana, ia segera mengayunkan Keris itu untuk memenggal leher Rxeonal tetapi gagal ketika Einz datang untuk menghentikan mereka berdua, kedatangan Einz sempat membuat Aditya dan Makarov tercengang karena senjata mereka tiba-tiba berubah menjadi partikel-partikel luar angkasa.
"A-Apa...!?"
__ADS_1
"Tidak mungkin...! Apakah ini sihir [Reality]!?" Aditya mengetahui efek dari sihir yang mampu mengubah Keris-nya menjadi partikel-partikel luar angkasa, terdapat beberapa orang tertentu yang memiliki sihir untuk mengubah realita semau mereka contohnya Einz yang dapat mengubah senjata mereka menjadi partikel.
Sihir Reality merupakan sihir yang memungkinkan penggunanya memanipulasi realita di sekitarnya. Realita yang hadir semuanya sesuai dengan keinginan sang pengguna, tidak peduli logis atau tidak.
Aditya dan Makarov mulai menyelimuti tubuh mereka dengan Mana agar sihir Reality Einz tidak mempengaruhi tubuh mereka seperti mengubah mereka menjadi batu atau partikel angkasa. Tanpa sengaja yang mereka pegang, Rxeonal mulai kembali dengan indra yang pulih, wajahnya terlihat kesal sampai ia melesat menuju arah mereka mencoba untuk mengayunkan pedang kehancuran itu.
"Mana Object: Bambu Runcing!" Kedua telapak tangan Aditya mulai diselimuti dengan garis-garis biru yang mampu menciptakan dua bambu runcing yang sudah mengandung Mana, serangan pedang itu mampu ditahan oleh Aditya dengan hasil kedua bambu-nya yang langsung hancur.
Ketika Einz mencoba untuk membantu Rxeonal, ia segera ditahan oleh Makarov yang melempar beberapa granat. Untungnya semua ledakan granat itu berubah menjadi berkilau-kilau sampai membuat Makarov merasa kesal karena sihir Reality itu cukup mengganggu dirinya. Makarov maju ke depan dan mulai menyerang Einz menggunakan ilmu bela dirinya.
Seorang manusia yang memiliki pengalaman bela diri melawan seorang Iblis yang sangat pintar dalam menggunakan sihir. Einz sempat terkejut ketika kekuatan mereka itu sama setara, sihir es yang dilepaskan oleh Einz tidak mampu membuat Makarov berhenti bergerak bahkan sihir tersebut tidak mampu memberikan efek negatif apapun.
"Kau melakukan kesalahan yang salah, setan!" Makarov segera melakukan sihir yang sama seperti Aditya yaitu [Mana Object: Russian Sabre], ia mampu menciptakan pedang yang cukup tajam.
"Cih...!"
"Sekarang aku mengetahuinya... Sihir apapun itu, aku sudah alami dengan suhu apapun... Apalagi kau mencoba untuk membekukan-ku menggunakan sihir es itu, bodoh sekali!" Makarov tersenyum serius.
"Sepertinya aku tidak harus meremehkan dirimu..." Einz mengarahkan tangannya yang diselimuti oleh aura gelap pekat untuk meningkatkan seluruh atribut-nya. Tubuhnya mulai diselimuti dengan aura hitam pekat yang semakin besar, aura itu mampu membuat Makarov berkeringat.
Seluruh matanya yang berwarna merah mulai bersinar seiring kekuatannya yang semakin bertambah. Einz menciptakan sebuah pedang dengan bilah pedang yang dipenuhi dengan duri-duri, sepertinya ia tidak dapat menggunakan sihir realita terlalu berlebihan. Makarov segera menembak beberapa sambaran petir yang mengarah kepadanya, ia menyerang semua sambaran itu sambil mundur ke belakang.
"Peluru yang mengandung Mana tingkat sepuluh... Itu artinya peluru ini dapat membiaskan serangan petir-mu itu!" Kata Makarov, seluruh tingkat Mana-nya sepertinya sudah berada di tingkat yang paling tinggi.
Petir itu mulai menciptakan lubang besar dimana keluarlah sesosok iblis dengan yang besar serta taring-taring merah tajam. Ukurannya sangat raksasa bahkan sempat membuat beberapa pasukan ketakutan, berbeda dengan Makarov yang hanya memandang itu sambil memegang pedang dan senapan-nya.
__ADS_1
"Hati-hati, orang rusia!" Kata Aditya yang saat ini sedang menahan semua serangan Rxeonal.
Monster itu tiba-tiba melahap tubuh Einz sampai dirinya perlahan-lahan memancarkan cahaya hitam pekat yang mampu membuat Makarov kebingungan, monster itu menghilang dan tersedot oleh tubuh Einz, memberi dirinya kekuatan yang sangat dahsyat. Ketika Einz melancarkan sebuah pukulan ke depan, celah dimensi yang panjang terbuka lebar dalam jarak yang luas.
Saat serangan tersebut mengenai Makarov, terjadi sebuah ledakan dahsyat yang membuat seisi tempat tersebut bergetar hebat. Rxeonal dan Aditya berhenti bertarung ketika mereka tidak lagi merasakan keberadaan Makarov. Ditengah kumpulan asap yang masih terlihat tebal di hadapan mereka, Makarov hilang entah kemana.
"Apakah kau sadar dengan batasan-mu, Manusia...? Kalian memang tidak akan bisa mendapatkan kesempatan apapun untuk melawan sesosok iblis seperti kami." Rxeonal terlihat terkesan ketika melihat kekuatan Einz yang sebenarnya.
"Ahahahaha...! Lihatlah, manusia ampas...! Kekuatan dan kecerdasan kalian tidak akan bisa mengimbangi profesor Einz---" Ucapan Einz belum selesai, jantungnya seakan berhenti berdetak saat Makarov secara mendadak muncul di atas udara sambil memegang sebuah tombol remote yang mengeluarkan beberapa Drone.
Semua Drone itu memiliki senapan masing-masing dengan peluru yang diselimuti mana tingkat tinggi, semua peluru itu meluncur menuju arah Einz sampai membuat dirinya lengah dan terkena semua peluru itu yang dapat melukai dirinya sendiri. Tubuh Einz seakan membuku ketika seluruh tubuhnya terkena dengan semua peluru-peluru itu.
"Tetapi... Apakah strategi kalian dapat mengimbangi orang rusia seperti-ku!?" Tanya Makarov dengan senyuman lebar di wajah-nya.
Einz dengan wajah pucatnya mulai membalik badan dan melesat cepat dengan kecepatan-nya yang lincah, punggungnya mulai dilindungi dengan tulang-tulang tajam tetapi Makarov tidak akan bisa membiarkan dirinya melarikan diri karena sepuluh Drone yang ia ciptakan langsung mengejar Einz.
Rxeonal melempar pedang-nya ke arah Makarov tetapi Aditya datang menghentikannya dengan sebuah perisai kaca yang bernama [Riot Shield], pedang itu berhenti meluncur dan membuat Rxeonal kesal sehingga ia menari kembali pedang tersebut lalu melancarkan beberapa serangan ke arah Aditya.
Masih terdapat beberapa peluang kemenangan untuk Makarov ketika melawan Einz, akan sangat bagus jika ia membunuh iblis paling cerdas yang dimiliki oleh Rxeonal agar ia tidak melakukan sihir yang menyusahkan-nya itu lagi yaitu sihir realita.
Makarov menggunakan sihir Mana-nya lagi untuk menciptakan sebuah [Rocket-Launcher] yang dapat menembakkan sebuah rudal dengan Mana yang menyelimuti rudal tersebut, tubuh Einz mulai langsung dibidik oleh Makarov dan ia juga dengan teliti mengarahkan senapan roket itu kepada Einz, tubuhnya bisa terlihat dan dia sudah melarikan cukup jauh...
Tetapi Makarov masih bisa melihat dirinya menggunakan teropong yang ada di senapan roket itu, teropong itu juga bahkan sangat canggih sampai bisa membidik lawan secara otomatis.
"Blyatt...!!!" Makarov menarik pelatuk-nya.
__ADS_1