Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 271 - Menara Golem


__ADS_3

Haruka dan Okaho tiba di air terjun itu, mereka segera melompat masuk ke dalam air yang dipenuhi dengan partikel itu, ketika mereka merasakan air yang terasa dingin di kulit mereka... kekuatan dan tenaga menyebar di dalam tubuh mereka, memberikan mereka beberapa waktu dan juga memperluas batasan dalam menggunakan kekuatan mereka yaitu [Time] dan [Reality].


"Aku masih tidak mengerti... bagaimana jika Honoka yang menghancurkan Limiter itu? Jika kau tidak bisa." Ketika Haruka mengatakan itu, Okaho menggelengkan kepala-nya seolah-olah memberitahu dirinya bahwa Honoka pasti akan langsung pingsan sebelum ia sempat menghancurkan Limiter itu, "Honoka itu sangat lemah dalam jiwa dan mental-nya, dia terlalu malu... aku juga awal-nya bersyukur untuk bisa lahir dan selalu bersama dengan-nya."


"Aku ingin melindungi-nya dan mengajari-nya berbagai hal tentang menjadi seorang Legenda yang berani, kekuatan dan kemampuan Honoka soal realita itu memiliki keunikan-nya sendiri... dia sangat hebat... sama seperti diri-ku tetapi sayang sekali dia sangat pemalu." Okaho membasuh wajah-nya sendiri, air terjun itu mulai berubah menjadi air hangat untuk meningkat sumber God Lenergy mereka.


"Kakak... ayo berjanji-lah kepadaku... jangan hancurkan Limiter-mu yang terakhir ini." Okaho mulai mendekati Haruka untuk melihat simbol Limiter yang masih terlihat di dahi-nya, "Tidak janji... Limiter terakhir ini bisa aku gunakan untuk keadaan darurat, jika rencana kita tidak berjalan cukup baik maka aku mau tidak mau harus menggunakan-nya."


"Aku yakin semua-nya akan berjalan lancar, kita pasti akan bisa menghentikan Konari dengan tubuh dewasa kita! Air terjun ini sudah memberi banyak kita tenaga dan kekuatan untuk membantu kita dalam pertarungan nanti loh, ayolah... jangan gunakan ya?" Okaho mencoba untuk mengubah pikiran Haruka karena ekspresi-nya terlihat ia pasti akan bersikap keras kepala dan menghancurkan Limiter itu lagi.


Haruka langsung mengelitiki perut Okaho dengan cepat, "Memang-nya kamu kakak-ku...? Hahaha, jangan terus melarang-ku atau akan aku hukum kau!"


"H-Hyah... h-hentikan, k-kakak... geli!" Okaho mulai memegang kedua lengan Haruka sehingga mereka menatap satu sama lain lalu tertawa terbahak-bahak, Korrina baru saja datang dan wajah-nya terlihat lelah karena harus menyambut seluruh dewa-dewi itu.


"Hahhhh... lelah, aku lelah sekali. Anak-anak, apakah air ini aman untuk mortal seperti-ku?" Tanya Korrina yang mulai melepas pakaian-nya, "Tentu saja, Mama, air ini pasti akan memberi Mama beberapa kemurnian dan juga tenaga lebih untuk mempersiapkan diri melawan Komi."


Korrina masuk ke dalam air itu lalu duduk di sebelah Haruka dan Okaho sambil tersenyum, "Ancaman dan konflik terakhir~ Wajah-wajah senang~ Wajah-wajah penuh harapan~ Tidak ada kata mundur dan tidak ada kata putus asa~ Ayo~ Ayo~ Terus berjuang~ Ayo~ Ayo~ Legenda tidak akan pernah mati~" Korrina mulai menyanyi sehingga suara merdu-nya itu mampu membuat Okaho dan Haruka diam, hanya perasaan takut dan sedih mereka rasakan.


Korrina tersenyum ketika melihat wajah mereka yang sedang berusaha kuat untuk tidak menangis, ia mulai mengangkat jari kelingking-nya, "Mari kita berjanji dan bersemangat~ Untuk selamat di pertarungan terakhir~ Mama janji tidak akan mengorbankan nyawa ini..." Korrina mulai menarik jari kelingking mereka menggunakan jari kelingking-nya sendiri.


"Aku janji, Mama! Semua kegilaan dan kehancuran ini harus bisa dihentikan secepat mungkin sebelum kehancuran itu menyebar seperti virus! Aku... Okaho Comi akan terus berjuang demi bertahan hidup dan menyelamatkan Touri!" Okaho tersenyum lebar ketika menatap wajah Korrina yang dipenuhi dengan harapan.

__ADS_1


"Haruka juga janji! Aku dan Okaho pasti akan pulang dengan selamat ketika melawan Konari!" Haruka tersenyum, mereka semua mulai bernyanyi dan tersenyum untuk memperbaiki rasa khawatir dan ketakutan mereka sendiri.


***


"Tunggu, apa...? Rxeonal melakukan hal seperti itu? Konflik seperti itu bahkan lebih buruk lagi dari Zoiru, bukan-nya begitu, Haruki--- Maksudku Haki." Kurota baru saja mendengarkan sebuah cerita pendek tentang Rxeonal dari Shizen, mereka semua tidak menyangka bahwa konflik tentang raja Iblis Rxeonal akan lebih mengerikan lagi dari konflik Zoiru.


Saat ini Shizen sedang menceritakan semua ancaman dan konflik kepada keempat Legenda yang berasal dari dimensi palsu, Kurota, Haki, Shinra, dan Aiko sedang dalam perjalanan menuju negara dimana para Golem tinggal... tidak ada yang berani menyerang mereka ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju negara Golem karena keberadaan mereka semua mampu menakuti semua monster itu.


Mereka terus berbicara dan berbicara sehingga mereka tidak sadar bahwa sebentar lagi mereka akan melihat batasan negara Golem yang bernama [Rocky Falls], Shizen juga baru saja mendapatkan beberapa informasi tentang konflik dan ancaman yang melanda dimensi palsu... dia merasa penasaran tentang Zoiru serta makhluk Oather yang bernama [Bamushigaru].


"Kalau tidak salah... bam... babishi--- tidak bamu... bamu apa itu... lupakan tetapi mereka baru saja memberi-ku cuplikan masa depan yang bisa saja terjadi dengan dunia-ku sendiri, lumayan juga nih, aku mendapatkan banyak keuntungan tersesat bersama orang-orang asing seperti mereka. Mereka tidak buruk juga." Ungkap Shizen sambil tersenyum.


Tetapi benar juga, jika Zoiru dan Bamushigaru adalah ras Oather maka dimensi asli tidak perlu takut dengan ancaman mereka karena mereka sendiri memiliki Ophilia serta Haruka dan Okaho yang pasti akan membantu seperti biasa-nya, hal yang ia khawatirkan adalah... apakah mereka akan bisa mencari solusi untuk bisa menghentikan kegilaan dari Komi?


"Ngomong-ngomong, dimensi asli itu benar-benar keren... aku cukup iri kepada-mu dan kepada adik-ku sendiri untuk bisa tinggal di dimensi yang asli, dimensi yang sangat luas sehingga memiliki apapun. Aku juga tidak menyangka bahwa masih terdapat inti semesta lain-nya yang luas dan juga ras-ras unik yang belum pernah aku ketahui sebelum-nya." Shinra tersenyum sambil menatap langit-langit.


"Jika semua masalah ini sudah selesai... takdir apa yang akan kita miliki ya? Apakah kita akan menghilang dan kembali ke dimensi asal kita atau kita akan tetap tinggal disini?" Tanya Haki.


"Yahhh... apapun itu, kita kembali ke dimensi asal kita maka aku hanya ingin bisa kembali ke dimensi asli ini untuk menjelajahi sesuatu yang belum aku ketahui seperti membunuh para Mortal yang tidak berguna." Jawab Kurota.


Mereka semua berbicara dengan akrab berbeda dengan Aiko yang hanya diam, ia sama sekali tidak memiliki topik pembicaraan apapun... ia hanya melihat ke depan sehingga ia sudah melihat gerbang pembatas negara itu, banyak sekali golem yang sedang berjaga dan ukuran mereka sangat besar.

__ADS_1


"Ehem, apakah aku boleh mengganggu pembicaraan kalian? Kita baru saja sampai..." Aiko maju ke depan dan menunjuk ke depan, semua golem yang sedang menjaga gerbang itu langsung mendeteksi bahaya, mereka semua tanpa berpikir dua kali langsung menghampiri Shinra bersama yang lain-nya.


"K-Kenapa mereka menghampiri kita...? Apakah mereka agresif?" Tanya Shinra.


"Mereka bukan agresif... mereka hanyalah ras yang diberi berkah untuk bersikap netral, mereka tidak memiliki perasaan atau emosi apapun... mereka hanya melakukan apapun yang sudah ditugaskan oleh pencipta mereka, itu artinya negara golem ini sangat berbahaya untuk ras asing!" Aiko baru saja melihat beberapa informasi penting tentang Golem bahwa mereka hidup hanya untuk menjadi budak dan melaksanakan tugas, mereka juga memiliki batas kehidupan.


"Tidak ada cara lain selain melawan mereka semua ya?" Kurota memanggil pedang [Wrath] dan [Gluttony]-nya, Shinra langsung terbatas ke atas untuk menghitung seberapa banyak Golem yang akan menyerang mereka semua, seperti-nya Golem lain-nya datang dengan penampilan berbeda... sebagian dari mereka bisa terbang dan juga mengeluarkan sihir seperti penyihir.


"Melawan ras yang belum ada di dimensi kita seperti-nya menyenangkan." Haki menarik kedua pedang-nya sehingga Shizen maju beberapa langkah ke depan lalu menunjuk semua Golem itu menggunakan kedua tapak-nya, "Tenang... biarkan aku mengurus satu ini, simpan kekuatan kalian untuk pertarungan terakhir!"


"Bomber Nuker!!!" Shizen menunjuk ke atas sehingga ia menciptakan bola merah besar yang ia langsung turunkan, Aiko bisa melihat daya ledakan itu pasti akan dahsyat... ia langsung menggunakan sihir realita-nya untuk menciptakan tembok tajam yang melindungi negara golem itu sendiri sehingga ia bisa melihat patung Golem besar yang terlihat hampir seperti menara.


"Itukah menara yang dapat membangkitkan tenaga inti pusat...?" Ungkap Aiko.


Shizen berhasil menjatuhkan sihir itu hingga sihir-nya menyebabkan ledakan dahsyat, semua Golem yang mencoba untuk menyerang mereka semua langsung hancur menjadi kepingan batu kecil yang gosong. Shinra bersama yang lain-nya terlihat terkejut ketika melihat versi Shizen yang asli ini, kekuatan-nya sangat membantu dalam melawan musuh berjumlah banyak.


Baammmm...!!!


"Sepertinya kau berguna juga ya, Shizen, berbeda dengan Shizen yang kita kenal di dimensi palsu." Kata Kurota.


"Heh...? Diri-ku disana tidak berguna...?"

__ADS_1


__ADS_2