Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1025 - Pembahasan Barisan


__ADS_3

"Karena semuanya sudah mengerti tentang bagaimana cara bekerja Ragnarok maka kita langsung saja memberikan pesan itu kepada seluruh penghuni Touriverse..."


"...jadi aku meminta bantuan kalian untuk tidak memperlihatkan rasa takut apapun terutama lagi Ragnarok sangat dipentingkan kesatuan dan kerja sama." Korrina menundukkan kepalanya kepada mereka.


"Oh, ayolah, kau tidak perlu meminta maaf terus seperti itu... seharusnya kau sudah sadar bahwa kita tetap akan membangun Touriverse menjadi sesuatu yang lebih baik." Ucap Shira.


"Ya, aku dapat melihatnya... kita akan kembali bersatu untuk menghentikan Ragnarok lalu mencari solusi untuk menghentikan Zephyra dan terlepas dari layer yang memperbudak kita semua."


"Dulu kita benar-benar di gendong oleh Zoiru dan Bamushigaru... dia yang paling banyak membantai." Korrina mulai memegang dagunya selagi memikirkan pasukan apa saja yang dapat ia bawa.


"Baiklah, tunggu dulu..." Haruki mulai berbicara.


"...kau selalu saja membicarakan tentang Zoiru, apakah kau mengetahui dirinya sudah memakan banyak sekali hal di Touriverse termasuk dimensi dan Yuusuatouri palsu?"


"Aku tahu, dia dulunya tidak seperti itu karena ia memiliki motivasi sendiri yaitu mengikuti setiap perang hanya untuk memberikan makanan bagi Bamushigaru agar ia tetap bertahan."


"Sejak Ragnarok ketiga tidak pernah terjadi, dia memutuskan untuk menunggu dan tetap bersabar sampai Bamushigaru jatuh sakit."


"Tetap saja, jika dia masih hidup... aku bisa menyadarkan dirinya, tetapi yah... apa yang sudah terjadi biarkanlah terjadi karena kita perlu melangkah maju dengan memilih cara lain."


"Rasanya menghidupkan Zoiru hanya akan menyebabkan pengorbanan Minami menjadi sia-sia..." Ucap Hana.


"Kau ada benarnya, aku juga khawatir dengan Zephyra yang kemungkinan akan melakukan sesuatu kepada dirinya jika ia terus mendominasi dalam Ragnarok."


"Sekarang yang perlu dipermasalahkan adalah pasukan para Dewa dan Dewi... aku yakin mereka akan merasakan ketakutan yang tidak terkendali."


"Apa maksudnya dengan itu?"


"Para Dewa juga terlibat, mereka sudah pasti memiliki pengalaman dan ingatan tentang Ragnarok yang menyebabkan mereka untuk merasa ketakutan juga karena mengingat kejadian itu."


"Ditambah lagi Zephyra mengendalikan mereka untuk tetap bertarung dengan kesadarannya sendiri, mereka juga tidak jauh dari sebutan pion bagi Zephyra."


"Hahhhh... sulit sekali, bagaimana caranya aku menyadari para Dewa untuk tetap bertarung dan berjuang dalam Ragnarok..." Korrina mulai berpikir hal yang lain seperti mereka akan melakukan bunuh diri.


"Koneko mungkin bisa membantu." Shinobu mengacungkan lengannya sampai menarik perhatian mereka semua.


"Ahh, benar juga... kau masih bisa disebut sebagai Ratu Touriverse ketiga karena sudah menyatukan sebagai penghuni Touriverse ya." Kata Arata.


"Mm, ini bukan tentang jumlah melainkan siapa yang benar-benar layak dan kuat untuk tetap bertahan sampai titik akhir dalam Ragnarok..."


"...Manusia, bagaimana performa mereka dalam Ragnarok?" Tanya Shinobu kepada Korrina yang langsung menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Mereka yang paling banyak gugur, rata-rata senjata mereka dapat dengan mudah diserang balik oleh beberapa Zerdians di pasukan paling depan."


""Zerdians...?""


"Ahh, soal penghuni Kountraverse bisa kita bahas untuk lain nanti, sekarang kita fokus mengumpulkan banyak petarung yang bersedia untuk menepati beberapa barisan."


"Aku dan Koneko pernah mendiskusikan tentang hal ini, sekarang diriku tidak perlu mengkhawatirkan tentang Yuutouri yang hanya akan memberikan jumlah gugur terbanyak."

__ADS_1


Shinobu memunahkan umat Manusia bersamaan dengan alam semestanya, itu artinya mereka tidak akan bisa berpartisipasi dan itu adalah sebuah keuntungan sebelum Ragnarok di mulai karena hal tersebut tidak akan terhitung.


"Koneko sudah memiliki beberapa pasukan."


"Ahh, kamu akan menggunakan Mecha Neko?" Tanya Ako.


"Mm~ mungkin mereka akan sangat membantu untuk berada di barisan paling depan dan langit-langit." Shinobu mulai menghubungi Cyber untuk mengeluarkan ratusan Mecha Neko.


"Itu artinya kita mendapatkan sebuah pasukan tambahan yang dapat membantu untuk menahan beberapa penghuni Kountraverse." Korrina menoleh keluar lalu ia bisa melihat banyak sekali robot yang berbentuk Shinobu.


"Mecha Neko sudah aku perbarui lagi karena bantuan dari Malaikat, mereka bisa sangat membantu dalam situasi seperti perang..."


"...karena Ragnarok kedua terdapat perang antar kedua ukuran ras yang besar maka mereka juga bisa berubah menjadi Beast Mecha."


"Aku mendesain mereka dari Neko Legenda, hanya saja tidak memiliki sembilan nyawa itu. Hanya saja daya tahan mereka bisa dibilang kuat selama serpihan dari logam itu tidak pernah hancur sama sekali."


Dengan bantuan teknologi dan pasukan robot yang sudah Shinobu ciptakan, mereka langsung memasang ekspresi bersemangat untuk tetap berjuang dalam perang yang dijadikan sebagai akhir dari segalanya itu.


Korrina mengeluarkan sebuah catatan yang ia gunakan untuk mengatur posisi, strategi, dan rencana agar bisa menetapkan kemenangan mereka berturut-turut sampai yang ketiga.


"Kamu bisa menjelaskan semua kemampuan yang dimiliki oleh Mecha Neko kepadaku nanti ya." Korrina mengelus kepala Shinobu.


"Koneko juga masih memiliki pasukan lainnya."


"Ehh...?"


Shinobu mulai bersiul keras sampai menarik perhatian seluruh hewan dan monster yang berada di Yuusuatouri sampai berkumpul di hadapan kerajaan sampai mengejutkan Legenda lainnya.


Korrina mengangguk lalu ia menulisnya kembali sampai mereka semua langsung bertepuk tangan kepada Shinobu yang mengangkat lengannya, "Pasukan terakhir... Ti-Tidak, tolong jangan memujiku..."


"Sebenarnya kamu memiliki berapa bawahan sih?" Tanya Korrina dengan ekspresi kaget karena tidak menyangka Shinobu akan memiliki banyak bawahan yang dijadikan sebagai pasukan.


"Tunggu, Shinobu... jangan-jangan kau ingin memanggil seluruh ras Astral untuk ikut bertarung?" Tanya Shira.


"Selama mereka masih bisa disebut sebagai ras dan dapat bertarung dalam wujud tersendiri maka aku tidak melihat larangan apapun..."


"...Sakti, apakah kamu mendengar apa yang kita bahas?"


"Hampir seperti kiamat dalam perwujudan perang ya, kalau begitu kita sebagai bangsa yang berwujud hantu akan selalu mendukung Anda." Jawab Sakti.


Korrina sempat merinding ketika mendengar suara yang muncul entah dari mana, nadanya terdengar begitu halus sampai mengingatkan dirinya kepada sesuatu.


"Sekarang aku adalah penguasa alam gaib, itu artinya semua makhluk halus dengan jenis apapun akan mengikuti apa yang aku coba lakukan semisalnya berperang..."


"...wujud mereka yang tidak terlihat dan bisa merasuki atau menyerang tanpa menyentuh adalah keuntungan terbesar yang dapat kita gunakan!" Shinobu tersenyum serius.


"Ada juga yang berukuran besar sampai ludahnya dapat membutakan lawan dan membakar tubuhnya... kalau tidak salah itu namanya pocong apa ya---"


"Pocong!?" Korrina memasang tatapan kaget sehingga sebagian dari mereka yang mengetahui dirinya takut dengan hantu Indonesia hanya bisa menahan tawa.

__ADS_1


"Nenek takut...?"


"Ti-Tidak kok."


"Kalau begitu, aku akan perlihatkan contoh---"


"Ahhhh! Tidak! Tidak! Tidak! Lebih baik simpan ketika kita sudah terjun di medan perang itu!" Seru Korrina dengan ekspresi panik sampai membuat seisi ruangan kesulitan untuk menahan tawanya.


"Aku... tidak menyangka ibu dari segala surga masih memiliki rasa ketakutan terhadap pocong..." Sarkas Shira yang sedang menutup mulutnya.


"Be-Berisik...! Kalian tidak akan mengerti dengan wajah hitam dan bentuknya itu seperti guling!" Seru Korrina dengan wajah yang memerah.


"Jadi begini sosok asli dari nenek kita ya..." Ucap Koizumi selagi memperhatikan Korrina yang mencoba untuk membela dirinya sendiri di hadapan ketiga Legenda legendaris itu.


"Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Mama, hahaha... dia juga ternyata takut dengan pocong." Ucap Hinoka.


"Bukannya kau juga sama...


"Sshhhh!"


"Eh... Ehem!" Korrina mulai kembali membahas topik tentang pengumpulan pasukan, lebih baik menyusun hal tersebut dibandingkan memberitahu berita yang hanya akan memperbesar masalahnya.


"Kalau begitu kita lanjut saja---" Perkataan Korrina terpotong ketika sebuah portal hitam muncul di hadapan mereka semua sampai Zephyra melangkah keluar.


Ketika dirinya berjalan keluar, perasaan yang dirasakan oleh seisi ruangan itu adalah ketegangan yang begitu kuat sampai menyebabkan tubuh mereka untuk merinding dan berkeringat dingin.


"Ze-Zephyra... Kenapa kau datang ke sini?" Tanya Korrina.


"Kau sepertinya sudah mengatur formasi ya, aku kira kau membutuhkan waktu untuk melepaskan semua penderitaan yang kau rasakan dari Ragnarok sebelumnya."


"Bangsa Legenda tetap melangkah maju demi bisa mencatat sejarah lainnya, apa yang kau inginkan?" Tanya Korrina dengan ekspresi kesal.


Zephyra menatap mereka semua satu per satu sampai ia dapat menebak Touriverse akan memiliki banyak penghuni baru yang akan berpartisipasi dalam Ragnarok untuk pertama kalinya.


"Ahh... ternyata kau." Zephyra berbicara kepada Shira yang langsung terdiam sampai ia tidak bisa bergerak sama sekali dari posisinya.


"Perasaan tegang ini... hampir sama seperti diriku bertemu dengan Zangetsu untuk pertama kalinya tetapi dia jauh lebih kuat." Batin Shira.


Zephyra melangkah mendekati Shira lalu ia tersenyum, "Aku harap kau bersama teman-temanmu bisa menjalani Ragnarok menjadi perang yang sangat menarik..."


"Apakah kau bisa menyebutnya menarik jika hasilnya kita akan melihat banyak seorang orang yang gugur?" Tanya Shira dengan ekspresi kesal.


Shinobu terus memperhatikan Zephyra dengan ekspresi kesal bahwa kedua matanya sudah memerah karena ia melihat Zephyra sebagai ancaman yang dapat memberi dirinya sebuah kesempatan untuk bebas dari labirin.


Korrina mulai menghadapi Zephyra, "Jangan berbicara dengan mereka... lebih baik kau beritahu diriku kapan Ragnarok akan dimulai?"


"Sebelum itu kalian perlu ikut denganku ke dalam portal tersebut untuk melakukan beberapa persiapan serta pemanasan..."


"Apa maksudnya dengan itu?"

__ADS_1


"Setidaknya berikan aku tiga pertarungan di dalam Nothingness itu sendiri." Zephyra baru saja membicarakan tentang latih tanding yang langsung mengejutkan seisi ruangan.


"Apa maksudmu...? Tiga pertarungan...?!"


__ADS_2