Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 606 - Pembantaian Massal


__ADS_3

"ZOIRUUUU!!!" Shinra melesat maju ke arah Zoiru sehingga ia menerima satu pukulan yang mampu menghempas dirinya ke belakang.


Zoiru mengangkat alisnya ketika ia berhasil membangkitkan kekuatan besar di dalam tubuhnya, tubuh Shinra di selimuti dengan emas dan ia mulai menghantam wajah Zoiru lagi dan lagi.


Setelah itu, ia melemparnya ke atas menggunakan rantai emasnya lalu ia mengikatnya dengan erat, Shinra melebarkan kedua lengannya untuk menyerap semua cahaya lalu ia melepaskan sirkuit sihir besar di hadapannya.


"HAARRRGGGGHHHHH!!!" Shinra melepaskan gelombang cahaya yang terbakar ke arah Zoiru sampai menciptakan ledakan besar di atas langit.


"BERANI-BERANINYA KAU... KEPADA ISTRIKU, ZOIRU...!!!" Tubuh Shinra mulai terbakar dengan api emas lalu ia melepaskan dorongan besar di sekitarnya sampai mengejutkan Kurota dan Haki.


Shinra melesat ke arah Zoiru dengan kecepatan penuh lalu ia mengikat tubuhnya dengan rantai emas agar ia tidak bisa melarikan dirinya.


Zoiru menghantam wajah Shinra tetapi ia masih bisa menatap Zoiru dengan tatapan kesal, Zoiru melebarkan kedua matanya dan wajahnya langsung menerima pukulan api emas beberapa kali.


Kecepatan Shinra terus ia tingkatkan sampai menginjak titik maksimal, setiap serangan yang ia lakukan mampu mengenai wajah Zoiru sebanyak jutaan kali dengan kecepatan cahayanya.


Shinra menendang wajah Zoiru sampai mengeluarkan gelombang api besar melalui puncak kepalanya, Shinra terus melancarkan beberapa serangan yang terus meningkat sehingga Zoiru mulai mengingat kesakitan dari serangan Arata.


Bangsa Legenda memang tidak jauh mengerikan jika sudah mengamuk, insting mereka untuk terus bertarung dan melanjutkan pertarungan dalam kondisi apapun membuat mereka bertambah kuat lagi dan lagi.


Amukan mereka bahkan bisa di bilang sangat mengerikan di seluruh alam semesta karena mereka tidak tahu kapan akan menerima serangan dengan kekuatan dan kecepatan maksimal yang bisa membunuh sebelum satu detik terlewat.


"HAAARRRGGGHHHH!!!" Shinra menendang pinggang Zoiru sampai menghancurkan seluruh tulangnya dan membuat mulutnya mengeluarkan darah segar.


"Tidak buruk, Legenda palsu...!!! Ternyata apa yang di katakan Arisu benar...!!! Legenda palsu dan asli tidak memiliki perubahan apapun---" Zoiru terus menerima serangan Shinra yang bertambah cepat lagi.


Setiap pukulan yang mengenai tubuh Zoiru mampu menciptakan kobaran api emas yang melelehkan seluruh anggota tubuh termasuk organnya sendiri sehingga Zoiru merasa puas.


Sesuatu yang palsu memang bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas mereka jika ingin berkembang atau lebih baik lagi jika ingin mengalahkan sesuatu yang asli.


1 menit terlewati dan tubuh Zoiru telah menerima lebih dari triliun serangan karena kecepatan Shinra yang melampaui cahaya, Zoiru masih belum puas karena serangannya jauh lebih lambat di bandingkan Arata.


Tetapi, Zoiru bisa merasakan efek sihir dan kekuatannya jauh lebih kuat di bandingkan Arata sehingga ia melebarkan kedua matanya ketika melihat Shinra sudah mengumpulkan banyak sumber cahaya di kedua tapaknya.


"MENGHILANG LAH BERSAMA CAHAYA INI...!!!" Shinra melepaskan ledakan cahaya besar yang mampu mengubah wilayah di sekitarnya menjadi warna emas.


Tidak lama kemudian, daratan langsung memunculkan banyak kobaran api yang memulihkan luka Kurota dan Haki secara perlahan-lahan.


"Hah... Hah... Hah..."


"Sudah cukup---" Zoiru menendang kepala Shinra sampai ia terjatuh di atas tanah dan pingsan.


"Shinra...!!!" Kurota melihat Shinra terjatuh di atas tanah dan ia bisa merasakan keberadaannya mulai hilang secara perlahan-lahan.


Zoiru mengangkat tubuh Shinra lalu ia meminta Bamushi untuk membuka mulutnya, "Aku menghormatimu, Shinra... untuk sekarang, aku akan menjebak dirimu di dalam perut Bamushi."


Zoiru memasukkan Shinra ke dalam mulut Bamushi dan ia langsung menelannya tanpa mengubah tubuhnya, Shinra masih bisa di bilang hidup tetapi ia terjebak di dalam perut Bamushi untuk selamanya.

__ADS_1


"Waktunya menyapu yang lain... kalian berdua, aku menyarankan kalian untuk menyerah dan menjadi satu bersama dengan semua arwah serta mayat yang Bamushi telan dan makan." Zoiru menunjuk mereka.


"Aku tidak akan membunuh mereka yang tidak membuatku kesal, hanya saja mereka akan terjebak di dalam perut Bamushi untuk selamanya." Zoiru mengepalkan kedua tinjunya.


"Jika kalian dapat bertarung dengan baik, mungkin aku akan memberikan beberapa kesempatan." Zoiru tersenyum serius, Haki dan Kurota mulai memasang tatapan yang terlihat kesal.


"Pilihan yang sulit membutuhkan niat yang besar, kalian mengerti, bangsa Legenda palsu? Apa yang aku inginkan adalah..."


"...kedamaian yang kalian inginkan, sesuatu yang palsu tidak akan bisa bertahan bersebelahan dengan yang asli."


"Aku sarankan untuk beristirahat di dalam perut, Bamushi." Zoiru mengelus perut Bamushi sampai ia memuntahkan kepala Shinra.


Kurota dan Haki tercengang ketika melihatnya, apa yang Zoiru maksud soal ketenangan adalah kematian dan kehidupan selanjut mereka akan berada di dalam perut Bamushi.


"Oops... sepertinya Bamushi tersedak." Zoiru mengambil kepala Shinra lalu memasukkannya kembali ke dalam mulut Bamushi.


"Armaggeddon!" Seru Kurota sehingga langit-langit menjatuhkan meteor yang mengenai tubuh Zoiru, Haki maju ke depan dan ia mulai menebas kedua matanya untuk membutakan Zoiru.


Kurota menendang kedua kaki Zoiru sampai ia terjatuh di atas tetapi mereka berdua langsung di sambut oleh Bamushi yang mencoba untuk melahap mereka berdua.


Untungnya Methode dan Shou datang dalam waktu yang tepat untuk mengikat tubuh Bamushi lalu melemparnya ke arah lain, Methode datang membawa bala bantuan dan mereka adalah saudaranya.


Shiratori Eclipse dan Shiratori Syna, Zoiru melepaskan tekanan besar di sekelilingnya sampai menjatuhkan mereka di atas daratan.


Kurota dan Haki mulai mengepung Zoiru lalu melancarkan beberapa tebasan untuk menyibukkan dirinya, Zoiru menghantam wajah Kurota sampai ia terjatuh dan tubuhnya langsung menerima serangan api.


Zoiru menoleh ke belakang dan melihat Eclipse melepaskan rantai cincin yang mengikat tubuhnya termasuk dengan kedua lengannya sampa ia tidak bisa bergerak.


Zoiru mencekik leher Syna lalu ia melemparnya ke arah Eclipse sehingga Haki mulai menyambut dirinya dari depan tetapi Zoiru berhasil menahannya menggunakan taring yang tumbuh di kedua lengannya.


Zoiru menghantam Haki mundur lalu ia berbalik ke belakang untuk melepaskan laser yang mengenai lengan kanan Shou sampai ia terjatuh di atas tanah.


Zoiru mulai di serang dari arah yang berbeda dan kombinasi yang mereka lakukan berjalan cukup menyusahkan sampai tubuhnya terus menerima sihir api dan cahaya milik Methode dan Eclipse.


Syna melayang ke atas lalu ia melempar beberapa meteor api yang menciptakan ledakan di sekeliling Zoiru sampai ia terjatuh lalu menunjukkan senyuman puasnya karena ini yang ia inginkan.


"Esensi kalian cukup lezat...!!!" Zoiru menghantam daratan sampai menjatuhkan mereka semua, ia mulai mengangkat jari telunjuknya untuk menciptakan hujan laser yang menusuk seluruh anggota tubuh mereka.


Syna menerima serangan laser itu paling banyak sampai perutnya menerima satu pukulan yang menghempas mundur sampai Bamushi mulai melahap dan menelannya.


"Syna...!!!" Seru Methode keras, ia merasa kesal dan tubuhnya mulai memancarkan cahaya emas yang mengarah kepada tubuh Zoiru sampai membakarnya.


Methode melancarkan satu pukulan tetapi Zoiru menahannya lalu mematahkan lengannya, setelah itu ia melemparnya ke depan.


Kurota muncul di hadapan Zoiru lalu ia mengayunkan semua pedang dosanya tetapi Zoiru berhasil menahannya lalu ia menghantam wajahnya menggunakan dahinya.


Kurota terhempas ke belakang sampai Bamushi hampir saja melahap dirinya, ia berhasil menghindar dan mencoba untuk memulihkan tubuhnya yang menerima banyak kerusakan.

__ADS_1


Zoiru melihat rantai emas yang Eclipse lepaskan mencoba untuk mengikatnya tetapi ia berhasil menariknya lalu menendang perut Eclipse sampai ia masuk ke dalam mulut Bamushi.


"SIALAAAAN!!!" Shou menjerit keras dan ia mulai menciptakan beberapa gerhana bulan yang langsung di lemparkan ke arah Bamushi.


Bamushi dengan mudah membuka mulutnya lebar lalu melepaskan gelombang hijau besar yang mampu menghancurkan apapun.


Gelombang itu mengenai semua sihir Shou dan planet yang bersebelahan dengan Legendarius. Shou melebarkan kedua matanya dan ia terhempas ke belakang karena dorongan gelombang itu.


Zoiru melihat Haki mencoba untuk menebasnya tetapi ia berhasil mengambil pedang itu lalu menusuk perut Haki, Haki mengeluarkan banyak darah melalui mulutnya.


"Kalian sangat menarik!!!" Zoiru menendang perut Haki sampai ia terlempar ke belakang dan masuk ke dalam mulut Bamushi yang terbuka lebar.


Kurota memunculkan beberapa meteor lagi tetapi Zoiru langsung mendorong semua sihir itu kembali lalu ia meluncurkan dua laser melalui kedua matanya yang mengenai kedua kaki Kurota.


"Aggghhh...!!!" Kurota terjatuh di atas sampai tubuhnya mulai diselimuti dengan lidah yang Bamushi keluarga.


"Arata...!!!" Methode melihat suaminya di tarik oleh Bamushi menggunakan lidahnya, dengan cepat ia meraih tangan Kurota lalu menariknya sekuat tenaga.


"Tidak apa-apa, Methode... semuanya akan baik-baik saja..." Perkataan Kurota terdengar pasrah sekarang karena ia sudah menerima takdir kiamat untuk sesuatu yang palsu.


Semuanya harus berakhir karena tidak akan ada satu pun yang dapat bertahan secara abadi terutama lagi untuk suatu hal yang palsu, Kurota hanya bisa mengharapkan kedamaian yang besar di semesta asli.


"Selamat tinggal..."


"...aku mencintaimu." Kurota memotong kedua lengannya sehingga ia tertarik ke dalam mulut Bamushi.


Methode melebarkan kedua matanya sampai kedua pipinya terbakar dengan api emas, Methode mencoba untuk menyerang Bamushi tetapi ia langsung menerima satu serangan ekor yang melemparnya ke belakang.


Zoiru mencekik leher Shou lalu ia membanting tubuhnya di atas tanah, "Itu saja, bangsa Legenda?"


"Jumlah kalian terus berkurang secara drastis sekarang bahkan pasukan Bam Bam sudah memakan hampir semua bangsa Legenda palsu..."


"...kiamat telah tiba atau sebutan lainnya adalah pembantaian massal!!!" Zoiru menendang wajah Shou sampai ia terhempas menuju arah Bamushi.


Shou melepaskan gravitasi dengan tekanan tinggi sampai menjatuhkan Bamushi di atas daratan, Shou kembali menyeimbangkan tubuhnya lalu ia menatap Zoiru.


"Kau memang monster... kenapa Dewa agung sepertimu berani-beraninya merebut semua yang aku sayangi...!!!" Shou mengepalkan kedua tinjunya.


"Merebut? Aku hanya memperbaiki sesuatu, Shiratori Shou." Zoiru menyilangkan kedua lengannya sampai Shou melepaskan cahaya api di sekeliling tubuhnya.


"Brengsek...!!! Akan aku sediakan tempat neraka paling dalam untukmu...!!!"


[Shiratori Shinra - Gugur]


[Shimatsu Kurota(Arata) - Gugur]


[Shichiro Haki(Haruki) - Gugur]

__ADS_1


[Shiratori Eclipse - Gugur]


[Shiratori Syna - Gugur]


__ADS_2