Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 441 - Rush Point


__ADS_3

"Rush-Point... itu adalah ujian yang akan kalian semua ikuti bersama dengan kelas tetangga kalian, di mulai dari A sampai E. Ketiga angkatan juga akan melaksanakan ujian yang sama untuk menentukan siapa yang masih layak untuk tetap belajar di akademi dan di daftarkan pada saat turnamen di mulai nanti."


"Kesempatan pengurangan murid di ujian ini sangat besar jadi kalian semua harus berhati-hati." Guru itu mulai membuka sebuah peta besar lalu menempelkannya di papan tulis untuk ditunjukkan kepada seluruh murid.


"Tujuan dari ujian ini tidak jauh dari kata bertahan dan melawan jika kalian ingin mendapatkan poin, kalian wajib untuk mengumpulkan poin untuk bisa bertahan dan poin yang kalian dapatkan dapat direbut oleh murid kelas lain."


"Kalian dapat menemukan poin di tempat yang berbeda-beda dan Bapak menyarankan kalian semua untuk tetap fokus kepada tujuan utama yaitu mengambil [Flag]."


"Jika kalian menguasai satu Flag maka kalian sudah berada di zona aman tetapi murid lainnya dapat merebut bendera yang kalian dapatkan, di ujian ini kalian dapat mengumpulkan poin dengan cara yang berbeda juga seperti mengerjakan soal yang akan berserak di tempat yang berbeda-beda.


"Mengalahkan musuh kalian dengan membuatnya pingsan akan mendapatkan poin juga mengeluarkan orang tersebut dari ujian dan akademi."


Semua penjelasan itu langsung ditulis oleh Hana karena ia sebagai pemimpin harus bisa memimpin seluruh teman kelasnya.


"Ujian ini hanya akan diikuti oleh lima murid tertentu dan Bapak ingin kalian memilih murid yang benar jika tidak maka kesempatan kalah kalian akan besar, ingat saja ya angkatan ketiga adalah murid yang sangat agresif."


"Mereka pasti akan menggunakan cara yang kasar untuk menyingkirkan kalian dari ujian itu jadi berhati-hati lah." Bel mulai berdering dan guru itu membereskan buku di atas mejanya lalu berjalan keluar.


"Untuk sekarang, hanya itu yang bisa Bapak berikan, kalian diskusikan selanjutnya bersama-sama." Ketika guru itu pergi.


Honoka menghampiri Hana untuk melihat apa yang sedang ia tulis dan ternyata informasi yang dipenuhi tentang ujian yang akan terjadi beberapa hari kemudian.


Mereka benar-benar harus bersiap jika tidak ingin dikeluarkan karena ujian ini dapat mengeluarkan satu kelas sekaligus, hanya tiga kelas yang akan bertahan jadi mereka perlu fokus tentang ujian ini agar bisa bertahan.


"Ujian ini hanya mengutamakan tentang pengumpulan poin jadi kita harus tetap fokus dan waspada dengan angkatan ketiga, akan lebih baik jika kita mendapatkan bendera juga agar mendapatkan zona yang aman."


"Katanya aku pernah mendengar bocoran bahwa ujian ini menyediakan tempat yang bernama [Shelter], jika kita mampu mendapatkan Shelter maka keuntungan yang kita dapatkan agak besar karena tempat persembunyian itu dapat mengumpulkan poin setiap detik."


Hana menunjukkan buku itu kepada Honoka lalu ia membacanya sedikit demi sedikit, seperti biasanya tujuan utama yang ia butuhkan hanya bisa bertahan sambil mengumpulkan poin untuk membawa mereka menuju zona yang nyaman.


Honoka menghela nafasnya lalu ia memberikan buku itu kepada Hana kembali, ia berjalan pergi meninggalkan kelas itu sebentar, "Kau mau ke mana, Honoka?"


"Sebentar, aku hanya ingin bertemu dengan seseorang."

__ADS_1


Minami dan Hana menatap dirinya dengan tatapan yang terlihat bingung, Honoka entah kenapa terlihat kesal sekarang mungkin karena harus mengikuti hukuman dari sistem nilai yang memiliki banyak sekali risiko.


Honoka berjalan turun dari tangga dan ia melihat sebuah penghalang yang mencoba untuk menghalang murid dari kelas lain masuk tetapi Honoka mulai melebarkan matanya sehingga tubuhnya memancarkan cahaya biru muda dan ia mulai menembus masuk penghalang tersebut bahkan tidak ada satu pun murid yang melihatnya.


Ketika Honoka berada di kelas 3S, kebetulan ia melihat Haruka dan Rokuro berbicara di lorong, dengan cepat Honoka menepuk punggung Haruka sehingga keberadaannya muncul kembali.


Haruka dan Rokuro terkejut ketika melihat Honoka yang berada di lorong kelas 3S, seharusnya ia tidak bisa melewati sihir pelindung yang sangat kuat itu tapi sebenarnya Honoka menggunakan [Heaven's Reality] untuk melewati apa pun bahkan sampai tidak ada yang bisa melihat dirinya pergi.


"Honoka, apa yang kau lakukan di sini?"


"Rokuro... aku meminjam Kakak sebentar." Honoka mulai menyentuh wajah Haruka sehingga mereka berdua menghilang dan membuat Rokuro kebingungan kenapa Honoka menggunakan kemampuannya sejauh itu hanya untuk bertemu dengan Haruka.


Kemungkinan ia memiliki urusan dengan dirinya dan Rokuro hanya bisa menunggu di depan kelas selagi melihat Shuan yang baru saja memperingati dirinya bahwa malam mereka harus menyingkirkan kelas 3R.


***


"Apa yang kau mau dariku, Honoka? Sampai membawa kita ke surga realitas ini?" Haruka melihat sekeliling dan ia dikejutkan dengan pemandangan yang begitu indah.


Kemampuan realitas milik Honoka yang sudah dicampur dengan surga terlihat begitu bermanfaat dan berbahaya jika digunakan kepada seseorang karena Haruka sendiri tidak tahu bagaimana cara agar bisa melarikan diri dari surga yang dipenuhi dengan kenikmatan dan kepuasan yang berbeda-beda.


Terlihat niat jahat di balik ekspresinya itu dan Haruka bisa membacanya, ia kesal karena terpaksa harus ikut ujian Rush-Point yang dipenuhi dengan risiko bahwa angkatan tiga juga sampai ikut dan mereka tidak jauh lagi akan menyelesaikannya dengan cara membunuh.


"Bukannya ini terlalu berlebihan, Kakak?! Mama tidak pernah memberitahuku bahwa akademi permohonan ini akan berjalan sangat menyebalkan dan menyusahkan, semuanya ketat!"


"Apakah kita di penjara dan harus mengikuti apa yang guru-guru itu inginkan...!?"


"Lebih buruknya lagi angkatan kedua dan ketiga sudah terlalu dalam menerapkan segala sistem sampai mereka hanya peduli sampai diri mereka berada di tingkat paling atas, membunuh dan cara licik yang mereka ketahu!"


"Aku ingin lima bulan ini berjalan dengan cepat...! Gunakan sihir waktumu! aku ingin kau mempercepat waktu, aku mohon! Aku sudah muak, aku ingin pulang!"


Honoka memegang kedua bahu Haruka dan Haruka hanya menatap dirinya dengan tatapan yang terlihat kecewa.


"Bagaimana dengan adikmu? Biarkan saja? Tanpa mendapatkan permohonan yang kita mau untuk menyembuhkan kondisi kita...?"

__ADS_1


Honoka langsung terdiam ketika mendengarnya, hanya saja ia tidak ingin mengetahui korban yang berjatuhan karena akademi ini, seharusnya semua yang terjadi di akademi menyenangkan tetapi semuanya berjalan seperti pembunuhan dan kekacauan yang selalu terjadi.


Tidak seperti generasi satu sampai tiga, tidak terlalu banyak kekacauan dan pembunuhan, semuanya berjalan dengan aman bahkan misi yang dilaksanakan juga lebih menyenangkan dibandingkan sekarang.


"Tapi... aku tidak ingin diriku menjadi gila, harus mengumpulkan poin... mendapatkan nilai yang baik, semuanya harus diatur dengan peraturan yang tidak masuk akal. Jika Morgan ingin melihat bakat seluruh murid."


"Kenapa ia harus memperbolehkan kelicikan dan ia tidak peduli jika melihatnya kecuali seorang murid mau melaporkannya dengan bukti yang pas!"


Percuma saja Honoka mengeluh seperti itu, satu-satunya cara untuk mempercepat keadaan sepertinya menyingkirkan seluruh murid dari setiap angkatan dan kelas.


Haruka melihat Honoka berhenti berbicara, kali ini ia menghela nafasnya lalu menutup wajahnya dan mencoba untuk menenangkan jiwanya yang lelah karena terus diatur.


Ia terlalu biasa mengikuti peraturan yang sangat adil tetapi sekarang peraturan itu sepertinya harus dilaksanakan dengan kelicikan, Honoka mulai menunjuk Haruka dengan jari telunjuknya.


"Kakak, kau juga seharusnya gunakan kekuatan surgamu untuk bisa mempercepat akademi ini, jika murid terus berkurang maka aku yakin pendaftaran turnamen itu akan berjalan dengan cepat."


"Di ujian satu ini aku ingin melakukan sesuatu, aku ingin mengubah takdir yang disediakan akademi ini, realitas bisa menjadi apa pun yang aku mau!"


Ketika Honoka berbicara seperti Haruka langsung tersenyum, akhirnya ia tidak ingin menahan diri lagi melainkan menggunakan kemampuan yang sangat kuat itu untuk bisa mempercepat pendaftaran turnamen.


Haruka memiliki harapan tinggi kepadanya karena kemampuan realitas yang dapat mengalahkan dirinya dengan mudah.


Haruka tidak ingin menghentikan dirinya karena Shuan bersama Asriel dan Rokuro melakukan hal yang sama untuk menyingkirkan angkatan ketiga terlebih dahulu.


Setelah itu menyingkirkan angkatan kedua yang masih main aman. Walaupun main aman, mereka tetap musuh yang harus disingkirkan agar bisa menjalani turnamen permohonan dengan cepat.


"Kakak..."


"Ya, adikku?"


"...bisakah aku meminta sesuatu kepadamu? Hanya untuk hari ini saja, aku akan membalas dirimu dengan sesuatu yang lebih baik."


"Tentu saja, kita kan bersaudara. Meminta saja kapan pun karena Kakak akan memberikannya." Haruka bangkit lalu ia menyentuh kedua pipi Honoka.

__ADS_1


"Jangan berikan siapa pun kesempatan untuk menang, aku ingin kau menyingkirkan mereka semua!"


"Ya... aku mengerti."


__ADS_2