Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 903 - Essential


__ADS_3

"Maafkan aku, Kakak... sebenarnya aku tidak mau mengandalkan dan mempermasalahkan siapa pun dalam masalah seperti ini." Kata Shinobu dengan kedua telinganya yang ia turunkan karena merasa kecewa pada dirinya sendiri.


"Tidak juga, Shinobu. Ini semua adalah masalah kita bersama, itulah kenapa kita bisa menyelesaikannya dengan saling membantu satu sama lain..."


"...kita adalah Mortal yang masih bergantung kepada satu sama lain, tetapi kau masih menyembunyikan kekuatan di dalam dirimu yang harus kau bangkitkan dengan satu dorongan lagi!"


"Koneko tidak bisa melakukannya... tidak ada lagi, menyedihkan ya... tetapi Koneko tidak akan menyerang, Legenda sepertiku tidak mengenal batasan!" Kata Shinobu yang mulai memasang tatapan serius sampai Koizumi tersenyum bangga melihatnya.


Shinobu memperhatikan Rosa yang terus bertarung tanpa henti melawan Demetrio, walaupun dirinya tahu bahwa ia bukan tantangan yang dapat membuat Demetrio kesusahan karena kekuatannya terus bertambah karena kepercayaan dan harapan semua Legenda fanatik.


"Aku terlahir sebagai Dewi tumbuhan, dan harus menjaga posisi dari seluruh tumbuhan yang terdapat pada seluruh alam semesta... itulah kenapa aku harus menjaga posisi di antara kebajikan dan keburukan."


Rosa memancarkan cahaya kehidupan yang membuat Shinobu melebarkan matanya karena keberadaannya mulai melemah, "Rosa... kau bisa mati...!"


"Jadi bahkan jika semesta ini kacau ataupun hancur, aku harus diam dan melihat saja... sungguh menyedihkan!" Rosa terus melancarkan beberapa serangan yang ditahan oleh Demetrio.


"Namun, selama kau mencoba untuk membantu diriku dalam melawan Legenda kerajaan, aku tidak menyangka kau juga bisa bersikap netral kepada musuhmu sendiri..."


"...rasanya aku bisa merasakan sebuah ikatan tumbuhan di dalam tubuh kita, jika aku bisa mengalahkan para Legenda kerajaan yang aku benci maka kau bisa mengurus Demetrio bukan?"


Shinobu memasang tatapan kaget sampai ia melihat Rosa menerima banyak serangan dari Demetrio yang terus melukai dirinya tanpa henti, "Melihat tekadmu untuk membantu musuhmu sendiri..."


"...sekarang aku sadar bahwa kedamaian di seluruh dunia layak untuk diperjuangkan meskipun tidak akan bertahan lama, kalian mortal tetap berusaha keras untuk mempertahankannya."


"Khususnya setelah melihat dirimu, Shinobu..."


"Sungguh mengejutkan bahwa kau masih bisa memancarkan harapan itu yang mungkin bisa membutakan bagi beberapa orang tetapi sebagian orang lainnya akan melihat hal tersebut sebagai keindahan!"


"Apa rencanamu sekarang...? Hentikan sekarang juga, bukannya kau masih harus mengurus tanaman lainnya?!" Tanya Shinobu yang melihat Rosa menerima banyak sekali luka dari Demetrio.


Demetrio mencekik leher Rosa lalu menatap kedua tatapannya itu dengan ekspresi yang mengancam, "Waktumu sudah habis, pengkhianat...! Aku tidak menyangka kau akan ikut memberontak bersama mereka!"


"Rosa..." Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat Rosa mulai melirik kepada dirinya dengan sebuah senyuman yang tertera.


"Shinobu... jika kau berhasil meraih kekuatan selanjutnya... sebuah kekuatan alam emas yang masih kau pendam di dalam dirimu itu... itu akan jauh lebih stabil bagi tubuhmu yang dapat melanjutkannya."


"Alam dapat menstabilkan apapun... terutama lagi dengan cahaya yang kau pegang serta sinar matahari itu, aku yakin... alam pasti akan merasa nyaman menerima lindungan dan berkahmu itu."


"Kau tak akan kalah dengan siapa pun... terutama lagi semua orang jika kamu mau membangkitkan hal itu, menyempurnakan alam dan cahaya sampai menjadikannya sebagai kombinasi sempurna."


"Aku mohon... jagalah semua alam dari dunia yang berbeda---" Demetrio menghancurkan lehernya lalu membakar tubuhnya sampai mengeluarkan sebuah kristal hijau atau yang bisa disebut dengan elemen alam.


"Dengan ini, aku berhasil mendapatkan semuanya...!!!" Demetrio meraih kristal itu lalu memasangnya pada dadanya sendiri sehingga ia melepaskan kekuatan yang sangat besar di sekitarnya.


Tekanan dan God Lenergy yang ia lepas bertambah semakin menakutkan sampai mereka memasang tatapan yang tercengang karena tidak bisa melakukan apapun kecuali bertahan dari setiap serangan yang akan ia lepas.

__ADS_1


"Rosa..." Shinobu melemaskan tubuhnya sampai Koizumi melihat banyak sekali aura emas yang berbentuk seperti asap mulai keluar dari tubuhnya itu.


Mereka semua hanya bisa memasang tatapan kesal selagi melihat Demetrio yang terus mengerahkan semua kekuatannya dari atas langit sampai ia sekarang dapat menerima kemurnian dari alam itu sendiri yang menyebabkan kekuatannya melonjak tinggi juga.


"Aku belajar satu pelajaran penting dari seorang Dewa yang tidak egois... apa yang ia lakukan adalah kewajaran bagi julukannya sendiri untuk menjaga semua alam..." Shinobu mulai berbicara.


"Apa itu?" Tanya Koizumi.


"Aku tidak bertarung sendirian... selama ini aku memang tidak sendirian, tetapi aku tetap saja merasakan perasaan yang begitu menyedihkan yaitu kesepian."


Shira bersama kedua temannya melihat dari jauh bahwa Demetrio sudah melewati batas kewajaran mereka, salah satunya ingin turun tangan tetapi Shira menahan mereka terlebih dahulu karena ia bisa melihat Shinobu mulai menaikkan kekuatannya.


"Kita lihat hasil akhir ini sekarang juga... ini mendesak, tapi apa dia bisa mengendalikan emosinya dengan baik?" Tanya Arata yang melihat Shinobu mulai melepaskan banyak asap emas.


"Aku diselamatkan oleh Kakak... dan juga Rosa yang sudah memberikan kembali daun emas pemberian itu, dan pada akhirnya aku malah melihat seluruh dunia terkutuk menjadi batu." Shinobu mengepalkan kedua tinjunya.


"Melihat Dewi seperti dirinya itu... yang selama ini bertujuan untuk melindungi alam tanpa harus memaksa seseorang masuk ke dalam kepercayaan..."


"...dia melakukannya demi alam, dia melakukannya demi seluruh alam semesta dengan alam yang tertera di dalamnya...!!!" Shinobu mencoba untuk mengendalikan emosi monster dan ketenangannya.


Tetapi ia bisa merasakan sebuah pelukan halus di belakangnya yaitu wujud Astral Kou yang melihat dari surga, "Kunci kekuatanmu adalah ketenangan, nak..."


Bisikan itu langsung menenangkan emosi Shinobu seketika walaupun ia tidak bisa mendengar apa yang Kou katakan dari surga, ia mulai menghembus nafas pelan lalu menatap ke atas langit yang begitu gelap dengan warna coklat.


"Bisakah aku bertanya sesuatu padamu, Kakak...? Kenapa kamu bertarung?" Tanya Shinobu yang mulai menatap Koizumi.


"Aku akan terus menerapkan harga diriku sebagai bangsa Legenda dengan bertambah kuat, melihat Dewa brengsek itu berubah menjadi setengah Golem sudah cukup puas karena aku yang melakukannya dengan Keris hebat itu."


"Sekarang adalah giliranmu... dia adalah tugasmu yang harus kau selesaikan sendiri, lagi pula... sekuat apapun dirimu, aku akan mencoba untuk melampaui dirimu dan mengalahkanmu lagi."


"Begitulah tujuan aku bertarung, tidak hanya pria yang bisa bertambah kuat... kita juga para gadis dapat melakukannya karena ras kita sendiri." Koizumi mengelus kepala Shinobu sampai ia tersenyum.


"Benar, Koneko juga merasa begitu..."


"...saat ini, aku adalah seorang Legenda yang ingin terus memancarkan harapannya sendiri sampai bisa menjadi seorang pemimpin yang terbaik untuk semua orang."


"Jadi melindungi sesuatu... atau mungkin melawan seseorang yang mencoba untuk menghalangi diriku adalah tugasku, walaupun apa yang mereka lakukan benar... Dalam pandanganku tetap salah."


"Maupun itu Dewa atau seseorang yang berkuasa, aku tidak akan membiarkan mereka bertindak semaunya." Shinobu memasang tatapan serius lalu melihat Demetrio yang selesai menikmati kekuatan penuhnya.


"Demetrio, lawanmu adalah aku sekarang!" Seru Shinobu, Demetrio hanya bisa tersenyum puas selagi menyilangkan kedua lengannya karena sekarang ia sudah menguasai semua unsur elemen.


"Kau...? Masih berkata omong kosong itu..."


"Kau dengan kejamnya membunuh rekanmu sendiri, aku tidak pernah menggunakan teman dan rekanku menjadi pion yang kau korbankan dalam pertempuran!"

__ADS_1


"Semua tekad dari segala bangsa Legenda yang memperjuangkan masa depan dengan penuh kedamaian dan keamanan... aku tampung...!!!" Kedua mata Shinobu memancing cahaya emas.


Tubuhnya juga melepaskan dorongan cahaya yang langsung menumbuhkan rumput emas di sekitarnya sampai auranya membesar luas ke atas langit lalu mengeluarkan banyak sekali partikel serta dedaunan yang berputar mengelilingi aura itu.


Koizumi sudah mengembalikan kondisi Shinobu seperti semula menggunakan Greed dengan melakukan transfer semua Lenergy ke dalam dirinya.


Sekarang ia hanya perlu mundur lalu menerima semua cahaya dan kesejukan alam yang entah kenapa memberi dirinya kebugaran sampai Lenergy di dalamnya mulai terisi sedikit demi sedikit.


Shinobu memejamkan kedua matanya sampai auranya melepaskan gelombang emas keluar angkasa sampai mampu menyebar ke seluruh alam semesta lalu menghancurkan kutukan batu itu sampai semua penduduk kembali bebas.


"Apa yang kau lakukan sekarang...?!" Tanya Demetrio dengan tatapan yang mengancam, ia bisa melihat langit-langit gelap terlihat begitu cerah sampai memunculkan banyak pelangi.


Dari atas langit juga mulai banyak sekali kelopak bunga yang turun hampir seperti musim gugur, "Kelopak bunga ini... semuanya terasa begitu murni dan halus akan kehidupan..."


"Itu Nobu...! Dia akhirnya kembali melepaskan semua cahaya yang dikombinasikan dengan alam sampai menghasilkan sesuatu yang begitu murni akan kehidupan!" Kata Ako.


"Kelihatannya berjalan lancar..." Arata bisa melihat cahaya itu sampai tubuhnya merasakan esensial alam yang begitu murni dengan kehidupan halus di dalamnya.


"Ya, sepertinya begitu... kita akan menyaksikan kekuatan cahaya yang dikombinasikan dengan alam sampai Shinobu sekarang sudah menghancurkan cangkangnya sendiri." Shira tersenyum serius.


Semua cahaya itu menghilang seketika tetapi langit-langit masih menurunkan banyak kelopak bunga, Demetrio mengangkat kedua alisnya lalu melihat Shinobu yang sedang menatap ke atas langit mulai menurunkan kepalanya.


Koizumi dari jarak dekat mampu melihat aura emasnya yang bergerak begitu mulus sampai cahayanya juga terus bersinar-sinar, semuanya terasa begitu murni sampai partikel di sekitarnya membentuk kelopak bunga dan daun setiap detiknya.


"Tanahnya berhenti bergetar... aku tak merasakan apapun, sunyi sekali." Kata Hinoka yang awalnya berlindung karena getaran kekuatan alami tadi.


"Rasanya seperti badai tapi tak pernah terjadi." Jawab Anastasia.


Demetrio bisa merasakan kekuatan baru dari tubuh Shinobu, semuanya terasa begitu murni akan alam dan cahaya matahari sekarang sampai ia perlu berhati-hati dengan dirinya..


Shinobu membuka kedua matanya yang begitu emas sampai ia mulai memasang tatapan mengancam kepada Demetrio dimana pupilnya berubah menjadi pupil yang selalu dimiliki oleh Beast yaitu merah darah dengan ketajaman hewan buas.


"Semuanya...!" Demetrio merasakan kekuatan yang mengerikan di dalamnya sekarang, yang tadinya murni dengan alami sekarang mendapatkan tambahan dari kemurnian hasrat haus akan darah.


Shinobu memasang tatapan mengancam yang membuat Demetrio langsung menerima ketakutan hingga menyebabkan tubuhnya bergetar tak karuan.


Tubuhnya menjatuhkan banyak sekali keringat dingin bahkan ia mencoba sebisa mungkin untuk bangkit dan melawan tatapan mengancam Shinobu yang mengandung ketakutan besar di dalamnya.


"Padahal aku tak bisa dipengaruhi dengan ketakutan itu..."


"The Mind mengabaikan kehebatan dirimu untuk tidak merasakan sesuatu yang dinamakan sebagai ketakutan."


"Kemurnian alam sudah aku kuasai dengan serapan cahaya matahari..." Shinobu mengeluarkan suaranya yang terdengar lebih halus sekarang.


"...Golden Essential--- tidak..."

__ADS_1


"...kekuatan ini adalah Golden Sunshine: Essential Ascension!"


__ADS_2