
Zoiru baru saja pergi meninggalkan semesta Yuusuatouri karena ia ingin memenuhi sumpahnya sebagai dewa Oath untuk tidak berurusan dengan siapa pun yang tidak mengganggu.
Perkataan Kou sendiri sudah cukup untuk membuat Zoiru berhenti melukai Arata karena ia sendiri tahu bahwa Arata dan Kuro tidak memiliki kesempatan apapun untuk menang.
Kesempatan yang mereka miliki hanya menghancurkan seluruh alam semesta yang kemungkinan merugikan banyak orang, Zoiru sendiri akan tetap hidup lagi dan lagi walaupun alam semesta hancur.
Sumpah Oath adalah sesuatu yang mutlak dan Kou sejak awal terus memikirkan rencananya, pikiran dan semua ingatan Zoiru berhasil ia baca seperti buku, sekarang ia mengingatnya dengan jelas.
Beberapa menit kemudian, Kou duduk di atas kursi restoran dan ia sempat melihat Ophilia yang menangis bersama Ayahnya bahwa mereka telah kehilangan satu anggota yang sangat disayangi yaitu Valance.
Tidak ada yang bisa Kou lakukan kecuali diam karena ia tidak ingin ikut campur di masalah keluarga seperti itu, Arata menghantam meja, merasa kesal bahwa serangan penuhnya tadi masih belum cukup.
"Sumpah Oath..." Kou mulai mengambil Bam Bam yang berada di kepalanya lalu ia menatap dirinya.
"Shira dan Haruki berada di luar jangkauan... bertarung sendirian bukan lah pilihan yang baik untuk mencegah Bamushigaru." Kou mengusap kepala Bam Bam.
"Setidaknya aku harus meneliti kembali sihir Oath itu, kalau tidak salah Mama memiliki banyak buku tentang sihir kuno di kabin." Kou melihat Arata duduk di hadapannya dengan tatapan serius.
"Ahh, Arata... kenapa?" Tanya Kou yang mulai menempati Bam Bam di atas kepalanya.
"Tidak... aku Kuro, aku meminjam tubuh Arata sebentar untuk berbicara denganmu tentang sesuatu yang sangat mengganggu diriku." Kuro merasuki tubuh Arata dan ia mulai mengepalkan kedua tinjunya.
"Apa maksudmu menghentikan diriku...? Dewa Agung seperti Zoiru adalah dewa yang tidak bisa kita biarkan lepas begitu saja, ia terlalu kuat karena sihir kuno dan peliharaannya itu."
"Kau benar... tetapi Zoiru tidak akan bisa kalah dengan mudah, seberapa besar kau menggunakan kekuatanmu maka apa yang kau lakukan hanya membunuh kita semua." Kou melepas kacamatanya lalu ia memainkan sebuah rekaman.
"Jika kau dan Zoiru sempat bertarung maka Heaven's Gate ku tidak akan bisa bertahan, pertarungan kalian sudah pasti akan membunuh diriku terlebih dahulu." Kou mulai memegang layar virtual yang menunjukkan rekaman itu.
Ia mulai memperbesarnya dan menunjukkan satu alam semesta besar yaitu Touriverse, Kuro melihat alam semesta itu mulai retak ketika dirinya dan Zoiru bertarung bahkan 3 detik terlewati sudah dapat menghancurkan Touriverse.
"Hanya dengan hitungan detik, Kuro. Kau dapat menghancurkan apapun bersama Zoiru karena kekuatan kalian yang terus menekan satu sama lain sampai menyebar kemana-mana..."
Kou menyentuh beberapa layar itu sehingga menunjukkan celah dimensi yang terbuka lebar.
"Masalahnya seperti ini, Kuro. Kau bukan hanya akan merugikan kami semua melainkan seluruh hal yang ada, menghancurkan apapun di mulai dari masa lalu, masa depan, dan masa alternatif!" Kou menepuk meja sampai membuat Kuro terkejut ketika mendengarnya.
"Bayangkan saja... Touriverse yang bisa di sebut sebagai Megaverse hancur hanya dengan hitungan detik!"
"Megaverse memiliki banyak Multiverse. Omniverse adalah semua keberadaan dan kemungkinan Mama ku berada jauh mengunjungi Omniverse demi melindungi alam semesta kita."
"Satu Multiverse bisa lebih besar dari Megaverse karena jika satu Multiverse memiliki alam semesta tak terhingga dan Megaverse memiliki 3 Multiverse dengan 3 alam semesta di dalam Multiverse tersebut maka Multiverse itu akan lebih besar dari Megaverse itu!"
__ADS_1
"Kau dapat menghancurkan semuanya...! Kekuatan dari tujuh dosa besar adalah sesuatu yang kau tidak dapat lepaskan dengan kekuatan penuh!" Kou menunjuk Kuro dengan tatapan serius.
"Kau sendiri bahkan mempengaruhi dunia asli... hanya manusia yang tinggal di dalam sana dengan damai tanpa kekuatan, kekuatan yang mereka miliki hanyalah uang." Kou mengetahui semua itu berkat kemampuan maha mengetahui.
"Pertarungan kalian tidak akan pernah bisa berakhir... bahkan bisa saja mempengaruhi Absolute Origin/Totality." Perkataan Kou terus membuat Kuro mengetahui sesuatu yang begitu baru dan mengerikan.
"Intinya... Infinite." Kou mengambil gelas berisi air lalu ia meminumnya sampai habis karena suaranya mulai serak menjelaskan semua itu kepada Kuro.
"Bagaimana bisa kau mengetahui semua itu...? Sejauh sampai aku tidak tahu, kau memang keturunan Korrina yang sangat menarik." Kuro tersenyum serius.
"Aku menggunakan Omniscient atau bisa di sebut sebagai maha mengetahui, semuanya bisa aku ketahui... misteri apapun itu, aku tahu dan cara mengalahkan dirimu aku tahu." Kata Kou lalu ia menenangkan pikirannya.
"Hanya saja dengan kondisi tubuhku ini, aku tidak dapat mempertahankan kemampuan maha tahu itu, membutuhkan proses tetapi aku sudah mengetahui konsekuensi pertarungan kalian."
"Dan sesuatu yang lebih besar dari Touriverse dan tentunya Omniverse yaitu Absolute Origin, untuk sekarang aku ingin kamu mundur dulu, Kuro." Kou mulai menyantap hidangan madunya.
"Kou Comi, kau satu-satunya mortal yang membuatku tertarik atas pengetahuan itu, kau sudah berjuang keras ya." Kuro tersenyum serius lalu ia mengusap kepala Kou untuk menunjukkan rasa terima kasihnya.
"Hm~ Baiklah, kalau begitu aku harus membahas sesuatu soal Zoiru dan Bamushi, aku sudah membaca Zoiru dan Bamushi seperti buku jadi aku tahu apa saja yang mereka sembunyikan." Kou mulai menatap Kuro.
"Ya, aku siap untuk mendengarnya."
"Alasan kenapa Logic Breaker tidak mempengaruhi Zoiru karena dia sejak awal sudah meminta Bamushi untuk memakan sesuatu di dalam Arata." Kou mulai mengenalkan kembali kacamatanya.
"Ya, Bamushi atau anak dari Bamushigaru adalah makhluk sihir yang sangat kuat dalam urutan kedua, ingat... dia dapat memakan apapun, kau mengerti dengan istilah apapun bukan?"
Kuro terkejut ketika mengetahui kemampuan Bamushi yang dapat memakan apapun, apapun yang di maksud olehnya sudah pasti berpengaruh besar.
"Setahuku, dia dapat memakan planet, galaksi, dan alam semesta. Isi perutnya itu sesuatu yang misteri sehingga aku sendiri tidak tahu apa..."
"Isi perut Bamushi itu hampir sama seperti ruangan yang berbeda tetapi ruangan itu cukup mengerikan karena tidak memiliki jalan untuk keluar, intinya mereka yang masuk ke dalam perutnya akan menghilang!"
"Menghilang...? Apakah istilahnya sama dengan Vanish?"
"Tidak, berbeda, anggap saja perut Bamushi itu seperti ruangan tanpa batas... semuanya masuk ke dalam perutnya dan Bamushi sendiri dapat mempengaruhi apa yang ia makan."
"Istilah apapun... itu artinya Bamushi dapat memakan kemampuan seseorang dan memasukkannya ke dalam perutnya sendiri." Ketika Kou berbicara seperti, Kuro dan Arata langsung tercengang mendengarnya.
"Intinya Bamushigaru adalah pemakan segalanya, apapun itu... dia pasti akan memakannya tanpa masalah, sama halnya dengan kau memakan puding yang lembut." Kou menyilangkan kedua lengannya.
"Sial... ternyata Touriverse memang akan terus berjalan dan berputar sampai menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan ya?"
__ADS_1
"Terdapat langit di atas langit..." Kuro mengepalkan kedua tinjunya dan Kou mulai mengangkat pedang God Slayer.
"Tenang saja... tidak ada yang mustahil, apapun itu pasti akan tersedia sebuah jalan untuk di lewati. Aku akan meminjam ini dulu ya agar bisa di perkuat." Kou memegang God Slayer itu dengan santainya.
"Bagaimana bisa kau mengangkat God Slayer itu, Kou...?"
"The Mind membantu diriku untuk menetralkan apapun, apakah kamu tidak ingat bahwa aku tidak bisa di pengaruhi oleh waktu dan realitas, itu artinya aku juga dapat mengangkat God Slayer."
"Hanya saja aku tidak bisa menggunakannya." Kou terkekeh.
Kuro tersenyum kecil dan ia sudah mendapatkan semua informasi yang ia butuhkan, mulai sekarang ia hanya akan mengikuti apa yang Kou katakan karena ia mempercayai dirinya berkat kemampuan dan kecerdasan yang ia miliki.
"Baiklah, Kou, percakapan kita cukup menyenangkan juga... aku sekarang dapat mengetahui berbagai macam hal tentang alam semesta dan dimensi sampai aku sendiri tidak menyangka..."
"...bisa menciptakan kehancuran yang sangat besar, berakhir dengan istilah Infinite." Kuro tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengelus kepalanya Kou.
"Mungkin ini kedua kalinya aku berterima kasih kepada seorang Mortal atau setengah Dewi selain Arata dan Korrina... tetapi..."
"...terima kasih, ratu Touriverse yang baru." Perkataan Kuro menunjukkan dirinya yang mulai menghormati Kou, Kou hanya bisa terkekeh dengan pipi yang merah karena mendapatkan sebuah pujian besar.
"Kalau begitu, Kuro... mau kah kau mengikuti rencanaku?" Tanya Kou dengan senyuman yang ia tunjukkan kepada Kuro.
"Rencana apa?"
"Untuk bisa bertarung tanpa merugikan seluruh alam semesta, kekuatan tujuh dosa besarmu itu membutuhkan peningkatan dan perkembangan yang seimbang..."
"...maksud dari seimbang itu adalah dalam kendali penuh agar kau tidak bisa menghancurkan apapun kecuali musuh, menghancurkan saja sesuatu maka kehancuran itu akan pindah kepada musuhmu." Tatap Kou serius.
Perkataan Kou benar-benar mempengaruhi harga dirinya, sebagai seorang Mortal yang bertindak netral dalam masalah apapun, ia tidak tahu harus menerimanya apa tidak.
Tetapi Kuro mengetahui sebuah fakta besar bahwa jika ia bertarung dengan Zoiru maka apa yang dipertaruhkan adalah segalanya, mungkin sudah saatnya untuk berlatih agar bisa mengendalikan penuh kekuatan dari tujuh dosa besar.
"Baiklah, aku akan melakukannya." Kuro mengangguk sampai membuat Kou tersenyum lebar bahwa ia berhasil mengajak seorang Mortal terkuat untuk berlatih.
"Itu bagus! Kalau begitu mari kita sama-sama berjuang keras---" Kou terkejut ketika Kuro mulai mengelus kepalanya lagi.
"Kau pemimpin yang hebat, nak. Terima kasih, Kou Comi." Kuro berhenti merasuki tubuh Arata sehingga kesadarannya kembali kepada Arata yang sedang menatap Kou sambil mengusap kepalanya.
"Aku cukup terkejut, Kou."
"Terkejut?"
__ADS_1
"Kau telah mendapatkan rasa kehormatan dan kepercayaan besar dari Kuro..."
"...selamat."