Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 162 - Tidak ada yang bisa Mengalahkan Grimoire


__ADS_3

Pertarungan Selvia melawan Shinku berakhir cukup tidak terduga karena Selvia disambut dengan seseorang yang sangat ia kenal yaitu Aldine, berkat simbol yang Shinku ciptakan melalui kedua telapak tangan-nya... Selvia tidak bisa lagi melawan Shinku karena ia ditahan oleh Aldine yang memiliki sihir [Void]. 


"B-Bagaimana bisa...? I-Ibu, ini aku Selvia---" Selvia melakukan salto ke belakang dan berhasil menghindari serangan Aldine yang cukup mematikan.


Selvia mencoba sekuat mungkin untuk tidak menyerang balik karena seseorang yang dia lawan adalah seseorang yang sangat ia cintai dan percayai yaitu Aldine, Aldine tidak memiliki perasaan apapun kecuali menyerang Selvia terus tanpa memberi dia celah untuk melarikan diri atau melawan Shinku. Sama hal-nya seperti Kuro melawan Hikari dimana pertarungan mereka terus berjalan setara.


"Lebih baik kau bertarung hanya untuk melindungi dirimu sendiri dibandingkan kau terbunuh oleh seseorang yang sangat kau cintai..." Kuro mulai berkomunikasi dengan Selvia melalui telepati, beberapa dari mereka juga mengalami masalah yang sama yaitu bertarung dengan seseorang yang sama setara dengan mereka sendiri.


Yusa bahkan dikejutkan oleh Ibu-nya, Yusa dan Alter sama-sama bertukar serangan... Ia benar-benar merasa bingung dan muak ketika melihat semua omong kosong yang dilakukan oleh Shinku. Korrina yang berada di dalam pelindung itu hanya bisa diam, fokus-nya terbelah karena Grimoire dan lambang yang dimiliki oleh Shinku.


"Sekarang kalian tidak memiliki pilihan lain selain melawan---" Asuka datang menghampiri Shinku dan berhasil melayangkan beberapa serangan yang mampu membuat dirinya terlempar ke belakang, Shizen melepaskan sihir ledakan yang cukup besar di depannya sampai Akina menciptakan pelindung yang sangat besar di sekitar Shinku agar ledakan itu tidak tersebar.


Baaaammmm...!!!


"Dasar sampah...!!! Berani-berani sekali kalian menyerang-ku lagggiiii...!!!!" Teriak Shinku keras, rasa muak-nya mampu membuat dirinya terus bertambah kuat sampai ia menciptakan kedua lambang itu untuk mereka.


"Hati-hati, jangan sampai kalian tersentuh dengan kedua telapak tangan-nya... Bisa saja dia menggunakan ilusi atau sihir yang tercantum di dalam buku sihir itu, sekali kita tersentuh maka kita tidak memiliki pilihan lain selain melawan seseorang yang sama setara-nya dengan kita semua." Kata Akina sambil menyelimuti tubuh-nya dengan cahaya suci.


Seluruh pasukan Crimson melesat ke arah Haruki yang melepaskan sihir [Black Hole] ke atas agar semua pasukan itu bisa tersedot ke dalam lubang hitam itu, tanpa basa basi lagi Haruki mengeluarkan kekuatan penuh dan melibas mereka yang berhasil selamat dari lubang hitam-nya. 


Tidak membutuhkan waktu yang lama Haruki berhasil membabat habis mereka semua. Namun tidak lama berselang seluruh pasukan Crimson itu kembali bangkit dan menciptakan pasukan yang lebih besar lagi.


"... ..." Haruki tidak memilih pilihan lain untuk terus bertarung melawan mereka, dia tidak memiliki pilihan lain... Mengeluh dan marah saja hanya akan menghabiskan tenaga-nya untuk melawan mereka semua.


Korrina yang menyaksikan mereka semua mulai kaget karena masalah yang lebih besar terus muncul dan menghambat mereka untuk menyelesaikan perang antar semesta ini, semua pasukan Crimson akan abadi jika mereka berada di wilayah-nya sendiri... Setiap luka dan kesakitan yang mereka dapatkan hanya akan membuat mereka bertambah kuat.


"Tech... Apakah tidak ada kesempatan lain untuk mengembalikan wilayah ini...?" Tanya Korrina.


"Tidak bisa. Semua penyebab ini berasal dari buku sihir yang bernama Grimoire of Crimson itu, sekali sebuah buku sihir menginjak sebuah area maka area itu akan menjadi kekuasaan-nya untuk selamanya dan akan terus menyebar... Inilah kenapa dimensi diciptakan untuk menjaga Touri lebih aman dari semua buku sihir itu." Kata Tech.

__ADS_1


"Haaaaahhhhhh!!! Hancurlah!!!" Korrina mencoba segala cara untuk menghancurkan buku itu tetapi semua cara yang ia lakukan tidak mempan, buku itu terus bertambah kuat dan melepaskan aura Crimson yang berjumlah tak terbatas.


"Tech... Sebarkan semua informasi penting tentang Crimson kepada mereka semua...!" Perintah Korrina hingga seluruh penduduk Touri yang masih hidup mulai mendapatkan informasi penting dari Tech, Tech bisa menyebarkan informasi itu melalui telepati-nya hingga mereka mulai merasa terkejut.


"Kita tidak akan menang...! Jumlah mereka terlalu banyak...!!!" Kata Elvano dengan ekspresi yang terlihat kesal, seluruh pasukan aliansi terus bertarung dan mengalami luka yang cukup parah.


Korrina mulai dikejutkan dengan semangat mereka terhadap perjuangan untuk melindungi Touri dari ancaman mereka semua, melihat semangat mereka semua membuat Korrina berlutut di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kecewa terhadap dirinya sendiri karena dia terlalu lemah untuk menghancurkan Grimoire itu.


"Ugghh... Aku terlalu lemah... Sialan...! Diriku memang lemah untuk menyelamatkan mereka semua...!!!" Korrina menghantam tanah, air mata suci mulai mengalir keluar dari dua matanya hingga Alisha mulai menyentuh punggung Korrina dan membuat dirinya segera menatap wajah Alisha.


"Alisha..." 


"Apakah kau suami dari kakak-ku...?" Tanya Alisha dengan ekspresi yang terlihat serius.


"Seharusnya aku tidak pantas... Mortal seperti-ku seharusnya tidak berurusan dengan Dewa atau Dewi, lebih baik aku memilih jalan-ku sebagai seorang Mortal tanpa harus merasakan masalah yang besar seperti ini..." Jawab Korrina dengan tubuh yang gemetar karena rasa penyesalan.


"Kau memang imut seperti biasa-nya, Korrina... Ahahaha, rasa penyesalan itu-lah yang akan membuat dirimu sadar dan kuat." Kata Sabrina.


"Alisha... Sabrina... Katrina... Terima kasih, aku akan bertarung terus...!!!" Korrina mulai menyentuh buku itu dan ia mulai mencoba untuk membuka buku itu sekuat mungkin sampai ketiga gadis yang ada di belakang-nya mulai membantunya.


"Jangan bodoh..." Kata Sabrina.


"...Kita akan membantu-mu..." Kata Katrina.


"...Demi Touri...!!!" Kata Alisha.


"Hmm...!!! Ayo kita lakukan bersama!!!" Korrina tersenyum dengan penuh semangat.


 Mereka segera menyentuh buku itu dan mengalirkan semua kesucian yang mereka miliki ke dalam buku sihir tersebut, Shinku mulai merasakan jantung-nya berdetak cepat ketika melihat buku sihir-nya yang akan terbuka sebentar lagi, ia mulai merasa panik sampai dirinya segera melesat menuju arah Korrina.

__ADS_1


"Kau tidak akan aku beri kesempatan untuk menguasai buku sihir itu...!!!" Teriak Shinku keras hingga Vania datang menghentikan-nya dengan menghantam wajah-nya menggunakan kapak-nya.


"Semua gadis itu membutuhkan privasi..." Kata Vania.


Vania mendaratkan serangan yang langsung ditahan oleh Shinku, dia lalu memutar tangan Vania hingga bunyi tulang yang patah terdengar jelas. Vania menjerit dan berusaha melepaskan cengkraman tersebut dengan melepaskan pukulan dengan tangan yang masih bebas. Sayang-nya sebelum pukulan itu mengenai Shinku, pukulan keras yang dilayangkan oleh Shinku terlebih dahulu mendarat pada tubuh Vania yang membuatnya perlahan tumbang.


Vania yang telah tumbang mencoba untuk bangkit kembali, tubuhnya bergetar hebat saat dia berjuang keras agar dapat berdiri tegak, tidak ada satupun orang yang bisa menghalang Shinku kecuali dirinya yang berhasil bebas. Shinku mencoba untuk menyentuh-nya menggunakan lambang itu tetapi Vania melindungi dirinya dengan darah hitam.


"Cih, dasar ras Vampire...!!!" Shinku tidak menghiraukan Vania karena tujuan utama-nya adalah mengganggu Korrina dengan yang lainnya, tetapi sebuah kapak besar meluncur menuju arah Shinku dan berhasil menebas punggung-nya.


"Acccckkkk...!!!" Shinku menjerit keras karena semua darah yang ada di dalam dirinya mulai disedot oleh kapak tersebut, Vania muncul di belakangnya dan menendang kenop kapak-nya sampai Shinku terlempar ke depan.


Vania harus bisa menahan Shinku sampai Korrina bisa membuka segel buku itu dan setelah itu Shinku harus bisa terus ditahan karena Korrina harus membaca semua buku dalam waktu yang cepat sebelum Shinku merebut-nya kembali dari dirinya, salah satu-nya cara untuk menghancurkan buku itu adalah dengan kata-kata yang tercantum di dalamnya.


Shinku melempar kapak itu ke arah Vania dan ia langsung mundur ke belakang hingga Shinku muncul di belakang-nya dan berhasil menghantam punggung belakang-nya... membuat dirinya pingsan dan tumbang di atas tanah. 


"Vania...!" Elvano melebarkan matanya.


Shinku melesat menuju arah Korrina dan Korrina hanya bisa diam sambil menatap wajah Shinku dengan ekspresi yang terlihat tenang, ketika dirinya sudah mulai mendekati Korrina, Shinku mulai merasakan firasat buruk karena tubuh-nya tiba-tiba menembus mereka berempat.


"A-Apa...!?" Shinku menatap Korrina dan ia mulai menghilang menjadi aura biru tua yang mengartikan bahwa dia adalah ilusi.


"T-Tidak mungkin---"


"Sekarang, Ophilia...!!!" Kata Korrina.


"Aku memanggil-mu...!!! Bamushigaru...!!!" Ophilia mengangkat lengan kanan-nya ke atas sampai naga yang paling besar dan mematikan di [Realm of Oath] muncul di bawah Shinku dan berhasil mendorongnya sampai ke atas menggunakan kepala-nya.


"T-Tidak mungkin...!? Naga legendaris Bamushigaru---" Bamushigaru langsung melahap tubuh Shinku dan segera menelan-nya, tubuh Ophilia bergetar hebat ketika mencoba untuk menahan kemunculan naga itu.

__ADS_1


"Lakukan lebih cepat...!" Seru Ophilia keras.


"Sedang kami coba...!"


__ADS_2