Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 681 - Pemulihan Ingatan


__ADS_3

[Room of Light Spirit]


"... ..." Shira saat ini sedang melakukan meditasi dengan kedua matanya yang tertutup rapat, tidak ada gangguan apapun yang ia rasakan sehingga tubuhnya terus berputar 360 derajat tanpa henti.


Ruangan yang tidak memiliki batasan apapun, isinya hanya dipenuhi dengan cahaya emas, Shira terus melatih ketenangan dan cahayanya tanpa henti agar ia bisa menguasai Golden Spirit dengan cepat.


Shira langsung mengambil risiko yang paling berbahaya dengan memasuki ruangan yang berada di dalam kuil cahaya itu, ia bisa masuk ke dalam karena berhasil melakukan semua ritual dan tantangan yang cukup sulit.


Karena bantuan dari pengalaman dan semangatnya untuk menjadi Legenda yang dapat memunculkan kedamaian abadi, Shira terus berlatih tanpa henti sehingga ruangan itu terus mengeluarkan banyak cahaya.


Tidak ada konsep apapun di dalamnya, hanya saja Shira sudah menguasai ruangan itu sampai ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan di dalam.


Waktu di dalam berjalan jauh lebih cepat dibandingkan luar sehingga Shira terus mendapatkan ketenangan yang ia inginkan, kedamaian dari dalam tubuh yang terus mengalir sampai ia bisa saja melakukan gerakan tanpa berpikir.


Kekuatan bukan tujuan utamanya melainkan ia ingin menyempurnakan semuanya satu per satu, di mulai dari ketenangan dan sihir cahayanya agar ia bisa menjalani semuanya dengan mudah.


Proses itu ada, Shira sendiri hanya bisa bersabar dan mencoba untuk tidak memikirkan sesuatu yang mencoba untuk menghentikan dirinya, pikirannya dan imajinasinya dapat menciptakan sesuatu di hadapannya.


Perasaan kehilangan masih bisa Shira rasakan, semakin dirinya tenang maka semakin banyak kemenangan dan ingatan yang muncul di dalam pikirannya sampai menciptakan cahaya emas berjumlah besar di depannya.


Cahaya itu membentuk sebuah layar besar yang membuka celah dimensi, celah itu berisi pikiran dan ingatan Shira sampai ia membuka kedua matanya lalu memancarkan cahaya putih.


"Shiratori Shira... itu saja...? Apakah kamu tidak ingin masuk ke dalam jalan kekuatan yang berada di hadapanmu itu?"


"Pintu itu terbuka lebar untukmu... tetapi kedua kakimu tidak mau melangkah karena rasa kehilangan dan trauma yang kau rasakan sejak itu..."


"...kau di buang oleh orang tuamu karena kau terlalu lemah..."


"...kamu membiarkan kakakmu Shinra mati begitu saja bahkan kau tidak pernah bertemu dengan Kakak keduamu itu... Shiratori Shiro..."


"...kamu mengandalkan putrimu sendiri sampai ia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan semua alam semesta."


"...semua perasaan itu tidak bisa kau terima, potensi cahaya lebih lanjut adalah... penerimaan, kau harus bisa menerima apapun dalam situasi apapun."


Seseorang yang sedang berbicara dengan Shira adalah seekor elang yang terus menggerakkan kedua sayap emasnya sampai mengeluarkan banyak sekali partikel dan bulu emas.


Shira hanya bisa diam karena semua perkataan elang itu adalah kebenaran baginya, sejujurnya ia masih merasa ketakutan sejak kecil sampai masuk kembali ke dalam dunia tempat tinggalnya.


Ketakutan dalam kehilangan, ia juga bahkan merasa takut bahwa dirinya masih belum cukup untuk memenuhi harapan semua orang, dirinya sangat lemah sejak kecil sampai proses yang ia alami berjalan cukup lambat setiap ia memikirkannya.


Rasa takut dan khawatir terus memperlambat langkah kakinya untuk memasuki pintu yang menyediakan dirinya kekuatan lebih lanjut lagi karena perjuangan yang ia alami.


Hanya satu halangan saja, dan itu adalah rasa ketakutan yang selalu Shira tahan sejak dulu sampai terlepas sekarang, jantungnya terus berdetak cepat sampai merasa tidak begitu enak baginya.


Tubuhnya terus merinding sehingga pikirannya memulai memikirkan sesuatu yang seharusnya ia lupa begitu saja, Shira berhenti melakukan meditasi lalu menatap ke depan.

__ADS_1


"Akari... apa yang harus aku lakukan...? Sejak awal aku memang penakut dari lahir... dari awal, aku memang Legenda yang lemah." Ucap Shira dengan nada yang pelan.


"Kamu hanya perlu berpikir positif dan melawan semua rasa takut itu... seharusnya kamu bisa menatap dirimu sendiri yang sudah jauh lebih kuat dari siapa pun."


Akari yang bisa disebut dengan nama makhluk sihir cahaya itu mulai menepuk kepala Shira, Shira berhasil menjinakkan Akari dengan hasil latihan dan usahanya di dalam kuil sehingga bisa di bilang makhluk sihir cahaya itu telah menjadi peliharaannya.


Sama seperti Zoiru dan Bamushigaru, Shira telah menjadi seorang majikan untuk makhluk sihir cahaya yang bernama Akariagaru atau di singkat sebagai Akari.


"Rasa takut yang terus menghalangi dirimu... ketakutan itu bertambah buruk seketika kau menyalahkan dirimu atas semua hal yang menghilang di hadapanmu."


"Seolah-olah semua kegagalan itu... kamu selalu saja menampungnya dan menyalahkan dirimu, padahal kamu sudah melakukan yang terbaik, Shira."


Elang itu memancarkan cahaya emas sampai berubah bentuk menjadi gadis Legenda kecil yang memiliki rambut emas panjang, tinggi tubuhnya berbeda satu centimeter dengan Megumi.


Bisa terlihat sayap elang emas di belakang punggungnya yang terus menjatuhkan partikel emas, pakaian yang ia kenakan juga memiliki ciri khas dengan bangsa Legenda yaitu Kisetsu.


Shira hanya bisa diam karena ia sudah mengetahui makhluk sihir cahaya yang bernama Akari itu karena menghabiskan waktu yang sangat lama di dalam kuil itu sampai ia mengenal dirinya cukup dekat.


Akari berdiri di sebelah Shira lalu mengusap kepalanya, "Santai... kamu tidak akan bisa melangkah lagi jika rasa takut dan penyesalan itu terus muncul..."


"...jangan anggap semua kegagalan dan kesalahan itu disebabkan oleh dirimu karena kamu sudah melakukan hal yang terbaik." Akari mengelus kedua pipi Shira.


Shira hanya bisa diam, mencoba untuk menyingkirkan rasa takutnya itu sampai dirinya mengerutkan dahinya karena rasa stres yang tiba-tiba muncul.


"Aku tidak bisa...!" Shira memegang erat rambutnya selagi menunjukkan ekspresi yang kesal bahwa ia terus gagal mengatasi rasa takutnya yang bertambah parah.


"...jika tidak maka rasa ketakutan dan penyesalan itu akan menggetarkan kedua kakimu sampai kau tidak bisa masuk ke dalam jalan kekuatan yang sudah kamu buka dengan usahamu."


Akari mengelus kepala Shira menggunakan kedua tapaknya, mencoba untuk membantu dirinya melupakan semua ketakutan dan penyesalan yang ia rasakan.


Akari ingin membantu Shira untuk tidak menyalahkan dirinya beberapa kali karena itu tidak baik baginya yang sudah berusaha keras.


"Aku sudah melihat semua riwayat kehidupanmu, Shira... sejak kamu datang ke dalam kuil ini, aku tahu bahwa kamu sejak kecil memang lemah..."


"...tetapi aku tidak begitu yakin kau akan tetap seperti itu di masa depan nanti. Melihat kedua anakmu yang begitu hebat sampai mencapai tingkatan atas dengan cahayanya itu..."


"...membuat diriku percaya bahwa Shiratori Shira yang lahir sebagai Legenda lemah akan memiliki masa depan yang cerah karena sikap positifnya untuk terus bekerja keras dan berusaha."


"Aku juga memiliki masa lalu yang tidak bisa di terima begitu saja... aku di kutuk menjadi makhluk sihir karena Ayahku sendiri."


"Tetapi aku dapat mengatasi semuanya dengan usaha yang aku miliki... terus menenangkan pikiran sampai menyebabkan potensi cahayaku terus meningkat tiada batas."


"Aku yakin kamu juga bisa, Shiratori Shira... kamu adalah majikanku sekarang jadi aku akan membantu sebisa mungkin." Akari mulai mengelus kepala Shira beberapa kali.


"Masa laluku begitu buram... aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas tetapi aku tahu alasan kenapa mereka memindahkan diriku ke dunia asli." Shira mulai berbicara.

__ADS_1


"Kalau begitu, izinkan aku memperlihatkan dirimu tentang masa lalu itu... apakah kamu bersedia, Shiratori Shira?" Tanya Akari yang mulai menutup kedua telinga Shira.


Shira tanpa berpikir dua kali langsung mengangguk karena ia sendiri merasa sangat penasaran dengan Ayahnya, ia sempat bertemu dengan ibunya tetapi tidak ada rasa kepuasan yang ia dapatkan.


Shira ingin mengatasi rasa ketakutan itu dengan melakukan sebuah penerimaan besar dengan mengetahui seluruh masa lalunya yang buram sampai tidak bisa ia ingat.


Semakin ia mengingatnya maka rasa takut itu akan bertambah besar sampai membuat dirinya tidak bisa masuk ke dalam jalan kekuatan yang ia inginkan.


"Lakukan, Akari... biarkan aku menerima semuanya, kekuatan datang melalui penerimaan. Aku harus bisa melakukannya..." Shira memasang tatapan penuh tekad.


"Baiklah, kita mulai..." Akari mulai menutup kedua mata Shira sampai penglihatan mulai hitam sehingga ia bisa melihat titik cahaya putih yang mulai membesar.


"Golden Restoration: Past..." Ucap Akari pelan sampai pandangan Shira mulai dikejutkan dengan sinar cahaya putih yang membawa alam sadarnya ke dunia lain.


***


Shira muncul di atas langit yang begitu hitam, ia bisa melihat bulan purnama di atasnya sehingga ia sadar bahwa alam sadarnya mengalami perpindahan menuju masa lalu.


Shira mendarat di atas tanah, tubuhnya tidak bisa di lihat oleh bangsa Legenda yang sedang berkeliaran, kebetulan ia bisa melihat Shukaku berjalan melewati semua Legenda itu.


"Aku merasakan cahaya yang sama... itu pasti Ayah..." Shira mulai mengikuti Shukaku sehingga ia dikejutkan dengan kedatangan Shuri di hadapan Shukaku.


"Shukaku, selamat datang kembali." Shuri memberi suaminya sebuah pelukan hangat, ia merasa bersyukur melihat Shukaku selamat ketika menjalani misi yang sulit.


"Aku kembali... dimana Shinra?" Tanya Shukaku selagi melihat sekeliling.


Shira menyadari sesuatu yang janggal, Shukaku tidak pernah membicarakan soal kakaknya yang kedua itu bernama Shiro, kemungkinan besar terjadi sesuatu yang buruk dengannya itu.


"Shinra sedang menjalani misi bersama pangeran Rionald, kemungkinan besar mereka saat ini sedang mencoba untuk menyelamatkan Legenda yang meminta bantuan darurat."


"Menjalankan misi bersama dengan pangeran Rionald...? Sungguh langka, aku sendiri bahkan baru sekali menjalankan misi dengan sang raja." Shukaku terlihat kaget.


Shukaku mulai menatap Shira yang masih berumur empat tahun tertidur di pangkuan Shuri, "Dia masih kecil ya...? Apa yang dia lakukan hanya bersembunyi di belakang dirimu dan menangis."


Shira mendengarnya dengan jelas sehingga ia terdiam seketika, ia mulai mengingat ingatan empat tahun di Yuusuatouri sebagai Legenda kecil penakut yang selalu bersembunyi di belakang ibunya.


"Dia terlihat sepertimu kan? Selalu tidur ketika melakukan tugas sekecil apapun..." Shuri terkekeh selagi mengelus kepala Shira.


"Dia memiliki sikap Ayahnya dalam beristirahat... tidak begitu memaksa diri karena mengetahui batasan."


"Aku ingin membiarkan dirinya pergi... memindahkannya keluar dari dunia ini agar ia bisa menikmati kehidupan yang damai bersama bangsa Manusia asli."


Perkataan Shukaku mengejutkan Shuri seketika, "Hah...?! Kau pasti bercanda!"


"Tidak, aku serius..."

__ADS_1


"E-Ehh...?"


__ADS_2