Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1079 - Musuh dan Rekan


__ADS_3

"Shiratori Shira..."


"Shimatsu Arata..."


"Shichiro Haruki..."


"Aku tidak pernah menyangka akan melihat kalian bertiga mencapai puncak sejauh ini, seorang Mortal Legenda yang menemukan jalannya sendiri menuju kekuatan asli..."


"Kalian bertarung bukan hanya untuk mengincar kemenangan, kalian bertarung hanya untuk memperkuat harga diri itu dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak menerima kekalahan agar bisa melampaui batasan yang menghalangi..."


"...itulah kenapa alasan kalian untuk tetap bertarung tanpa harus merasa takut dengan musuh atau tantangan yang kalian hadapi."


"Rasanya cukup mustahil untuk melihat Legenda berjenis biasa dalam era modern akan tetap memperjuangkan harga diri itu sampai membawa dirinya menuju puncak yang sangat atas...."


"...bertahanlah kalian bertiga, aku sangat bangga untuk melihat kalian masih memiliki harapan tersisa untuk terus bertarung!" Korrina tersenyum serius.


Korrina melihat Zeindall melepaskan dorongan yang sangat besar menuju arah dirinya karena ia masih belum bisa dibilang kalah, pada akhirnya mereka berdua tetap melawan satu sama lain dengan alasan untuk menahan agar tidak mengganggu pertarungan mereka berempat.


***


Demetrio dan Shinobu hanya memperhatikan Ogun yang berhasil menghancurkan planet di atas tubuhnya dengan sekali bangkit, "Brengsek, ternyata masih ada satu orang yang mencoba untuk mengganggu diriku..."


Ogun menatap Demetrio yang sempat melihat banyak sekali lambang Dewa elemen pada tubuh sendirinya, "Ternyata kau adalah seorang Dewa juga, rasanya cukup langka untuk melihat Dewa membantu mortal yang kesulitan di Touriverse."


"Gadis ini adalah sebuah pengecualian... kita sebenarnya membenci satu sama lain karena dulunya memiliki riwayat musuh yang begitu besar." Demetrio menepuk kepala Shinobu.


Shinobu menatap dirinya dengan tatapan polos dan kebingungan, "Tetapi kali ini berbeda karena tujuan utama kita semua adalah bertahan hidup dalam Ragnarok hanya untuk mencoba meraih kemenangan..."


"...aku berhutang budi kepada gadis satu ini walaupun dulunya aku adalah musuh yang membuatnya kesulitan karena hampir menghancurkan dunianya itu."


Ogun sempat dikejutkan dengan sebuah fakta bahwa mereka berdua adalah musuh yang saling membenci satu sama lain, tetapi mereka masih bisa bekerja sama cukup baik sampai menyebabkan dirinya kewalahan.


"Bagaimana bisa...? Dalam istilah seni bela diri kematian, mengubah musuh menjadi seorang rekan adalah hal yang sangat memalukan dan tidak logis."


"Ahh, aku memang sudah mati karena dibunuh oleh gadis ini." Kata Demetrio sampai mengejutkan Ogun seketika karena ia sendiri bingung untuk memprosesnya seperti apa.


"Di lihat dari penampilannya saja aku tahu kau meremehkan dirinya, tetapi gadis satu ini berhasil mengalahkan Dewa sepertiku yang sudah menerima banyak sekali kekuatan dari pengikutku."


Ogun menatap Shinobu yang sedang memperhatikan Demetrio menjelaskan tentang sejarah yang terjadi dulu sekali, "Sangat bodoh...! Tidak mungkin gadis ini membunuh Dewa semudah itu."


"Bahkan aku sendiri saja membutuhkan beberapa waktu dan pertarungan intens dengan melawan Dewa kehancuran yang berada di Kountraverse!"

__ADS_1


"Oh, aku tahu ini... dulu sekali generasi demi generasi yang terbalik sempat mengadakan tradisi seni bela diri kematian dimana kita harus mengampuni musuh dengan mencoba untuk menyadarkan dirinya."


"Tunggu, Koneko baru tahu musuh harus disadari, terdengar cukup menarik seni bela diri kematian itu." Shinobu tersenyum polos kepada Ogun sampai ia memasang kesal.


"Hanya dengan menceramahi musuh saja, seni bela diri kematian berhasil mengubah dirinya menjadi seseorang yang baik?"


""Heh...?"" Demetrio dan Shinobu memasang tatapan datar ketika mengetahui ras Myrmidon menyadari musuhnya dengan hanya menceramahi dirinya tanpa melakukan perlawanan apapun.


"Hanya dengan berbicara dan menceramahi...? Sungguh cara yang sangat memalukan bagi bangsa Legenda, kalau begitu Koneko coba dulu." Shinobu menatap Demetrio lalu menunjuk dirinya.


"Demetrio, aku mengetahui perasaanmu... sangat menyedihkan bukan? Aku juga pernah merasakan hal yang sama..."


"...tetapi kau harus berubah agar bisa menjadi sesosok orang yang baik." Shinobu mencoba untuk menceramahi Demetrio sampai ia langsung menahan tawanya.


"Ahh... itu artinya aku masih bisa berubah, kalau begitu aku akan menjadi orang baik."


"Bagus."


"Itu bodoh sekali." Demetrio menghantam kepala Shinobu.


"Awww...!" Shinobu menyentuh kepalanya sendiri lalu ia membalasnya dengan satu pukulan sampai Demetrio terpental ke belakang.


"Itu artinya kau sebagai musuh Shinobu Koneko sadar hanya karena dirinya yang berhasil membunuh dirimu?" Tanya Ogun dengan tatapan kesal.


"Tentu saja, itu adalah harga diri kita sebagai bangsa Legenda untuk tidak berbicara dan berceramah dalam sebuah pertarungan..."


"...biarkan tinju kita ini yang berbicara dan memutuskannya dengan kematian agar ia bisa sadar dan menyesal." Jawab Demetrio selagi menunjukkan tinjunya.


"Bangsa yang sangat aneh, aku sekarang sepenuhnya yakin bahwa Dewa satu ini sadar ketika kau menggunakan kekuatan pertemanan." Ogun mulai mengumpulkan kekuatan penuhnya untuk menghajar mereka berdua.


""Kekuatan pertemanan...?"" Demetrio dan Shinobu menatap satu sama lain sehingga mereka langsung menertawakan Ogun sampai harga dirinya sempat hancur ketika mendengar mereka menertawai dirinya.


""Hahahahaha--- Tidak...!"" Demetrio dan Shinobu langsung melancarkan satu serangan yang berjalan secara bersamaan sehingga mengenai wajah Ogun sampai melempar dirinya ke belakang.


"Ck... jika kau ingin mempermainkan diriku seperti itu maka akan aku balas kalian dengan pukulan kematian!!!" Ogun melesat menuju arah mereka berdua tetapi tubuhnya menerima banyak sekali lemparan batu yang membesar menjadi planet.


Semua itu menabrak tubuhnya sampai Demetrio dan Shinobu mulai menatap satu sama lain dengan ekspresi serius, "Rasanya aneh sekali, aku akan bekerja sama dengan dirimu untuk melawan ras yang bisa membunuhmu secara instan."


Shinobu dan Demetrio melepaskan aura yang sangat besar sehingga mereka semua melesat maju menuju arah Ogun lalu mengelilingi dirinya sampai mengejutkannya yang tidak bisa mengikuti pergerakan mereka sama sekali.


"Apa yang...?! Kecepatan mereka..." Pandangan Ogun hanya memperlihatkan aura emas dan coklat yang terus mengelilingi tubuhnya sampai ia tidak mengetahui kemana mereka akan menyerang.

__ADS_1


Shinobu menendang wajah Ogun sampai ia terpental ke belakang lalu perutnya menerima sat hantaman menggunakan ekornya itu sampai ia terjatuh menuju daratan.


Dengan kecepatannya saat ini dapat memberikan banyak serangan yang dapat mementalkan Ogun menuju arah yang berbeda, ia juga menerima bantuan dari Ogun yang menendang punggungnya sampai dirinya terhempas ke depan.


Demetrio melancarkan serangan lainnya sampai mengenai punggung Ogun lalu membawa dirinya ke atas langit sampai tubuhnya menerima tabrakan dari Shinobu yang melanjutkannya dengan satu tendangan sampai ia terpental ke atas langit.


Shinobu dan Demetrio terus menjadikan Ogun sebagai bola yang terus dihantam menggunakan tendangan dan pukulan sampai ia tidak bisa bergerak sama sekali karena kecepatan mereka itu.


Shinobu dan Demetrio mengakhiri serangan itu dengan melakukan salto sampai menghantam kepala Ogun lalu menghempas dirinya menuju daratan, "Demetrio..."


"Ya...!" Demetrio melesat laju ke atas langit sampai wujudnya diselimuti dengan tanah liat serta batu yang mengubah dirinya menjadi planet besar yang berada dalam perjalanan menuju Ogun.


Ogun bangkit dari atas langit lalu ia melihat Shinobu yang menunjuk dirinya mengunjungi tapaknya untuk mencoba menipu dirinya lagi, Ogun sudah mempersiapkan pertahanannya tetapi tubuhnya menerima tindihan lain dari Demetrio berwujud planet itu.


Terjadilah ledakan yang sangat besar sampai menghempas Demetrio menuju arah Shinobu lalu ia dapat melihat banyak sekali asap di hadapannya karena tertimbal dari planet yang menabrak tubuhnya itu.


Demetrio dan Shinobu dapat merasakan kekuatan murni yang memuncak besar di hadapannya dimana terlihat Ogun bangkit dari atas tanah dengan kedua matanya yang menghitam.


"Sudah cukup... kau terpaksa membuatku mengeluarkan kekuatan asliku ini...!!!" Ogun langsung membesarkan tubuhnya kembali sampai dipenuhi banyak otot yang menonjolkan uratnya sendiri.


Demetrio memunculkan tembok besar di hadapannya sampai ia dapat melihat Ogun langsung menghancurkan semuanya itu dengan melepaskan dorongan besar yang dihasilkan tubuhnya sendiri.


"Sudah cukup...!" Shinobu melesat menuju arah Ogun lalu ia melepaskan satu pukulan Neutron yang mengenai wajahnya tetapi tidak memberikan efek apapun.


"... ...!?" Shinobu mencoba untuk melancarkan serangan lainnya tetapi Ogun hanya perlu satu sentilan di kening Shinobu sampai tubuhnya hanya lalu mengeluarkan arwahnya itu.


"... ...!!!" Shinobu terkejut ketika tubuhnya telah dipaksa keluar oleh Ogun sampai ia sendiri langsung mencoba untuk menghindari semua serangan yang dihasilkan oleh sentilan itu.


Demetrio memunculkan banyak sekali elemen basis yang menyerang Ogun secara bersamaan, tetapi dengan satu sentilan saja sudah cukup untuk membalikkan semua serangan itu sampai mengenai Demetrio.


Ogun menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia melancarkan satu pukulan menuju arah Shinobu sampai mengenai perutnya lalu menghampar dirinya ke belakang dengan kondisi kritis.


"Ugghh...!" Shinobu merapatkan giginya lalu ia mencoba untuk menghubungi Cyber agar membawa salah satu Mecha Neko agar bisa memberikannya tubuh untuk digunakan.


"Shinobu Koneko, kau serahkan saja pertarungan ini kepada diriku..."


"...anggap saja ini seperti pembalasan budi terakhir, terutama lagi aku sangat berterima kasih kepada dirimu yang sudah mau bertarung di sebelahku."


"Rasanya aku seperti bertarung dengan putriku sendiri jika dia tidak terbunuh oleh Zangetsu..."


"...kalau begitu majulah!!!"

__ADS_1


__ADS_2