Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1044 - Pelatihan Shichiro


__ADS_3

"Kakek akan melatih kita berdua?" Tanya Ako yang memperhatikan Haruki baru saja selesai melakukan sedikit latihan untuk meringankan tubuhnya.


"Iya, alasannya adalah kakek sudah melihat perkembangan kalian dalam menghadapi beberapa misi" kata Haruki.


"Dan juga satu bulan kita gunakan dengan efektif tanpa harus menghabiskan waktu dengan aktivitas lainnya kecuali latihan agar kita bisa bertahan dalam perang akbar."


Haruki menoleh ke belakang lalu ia melihat Yuuna dan Chloe sedang berlatih bersama yang lainnya, mungkin sekarang adalah waktu yang pas untuk membantu kedua cucunya bertambah kuat agar mereka tidak tertinggal dengan teman-temannya.


"Apa yang akan menjadi bahan latihan kami?" Tanya Konomi yang merasa cukup penasaran.


"Cukup mudah, kecepatan refleks tubuh" Haruki mulai melaju ke arah Konomi tanpa peringatan.


"Whoa" Konomi terkejut sehingga tubuhnya mundur secara refleks.


"Hindari ini." Haruki mulai membuat bola kecil elemen kegelapan yang melesat ke arah mereka berdua.


"Hyah!" Ako menghindari serangan tersebut ke samping dan mulai membuat sebuah busur es.


"Itu benar-benar nyaris." Konomi menghindari bola tersebut lalu ia mulai memunculkan pedang miliknya di belakang pinggangnya.


"Refleks yang cukup bagus untuk menghindari serangan secepat itu, tapi ingatlah musuh memiliki akal yang cerdas untuk melebihi pergerakan kalian." Haruki mengeluarkan sebuah pedang dari sarungnya lalu melancarkan serangan menuju arah Konomi dan Ako secara bergantian.


"Baik, kakek." ucap Konomi sambil terus menangkis dan menghindari serangan Haruki.


"Aku dan kakak akan berusaha sebaik mungkin!" Ako mengubah busurnya menjadi tombak setelah menembakkan beberapa panah es ke arah Haruki.


"Hohhh!" Haruki menangkap salah satu panah es itu dan menyerapnya lalu membuat tanah yang mereka bertiga pijak menjadi lantai es.


"Ah, iya, jangan lupa kalau kakek mempunyai penguasaan terhadap sihir elemental." Ucap Haruki selagi menyerang Ako.


"Tampaknya akan cukup sulit untuk menghadapi kakek kali ini." Konomi memunculkan tombak kesayangannya lalu mulai melesat menuju Haruki untuk membalas serangan menggunakan kedua senjata yang dipegangnya.


"Hya!!" Ako mulai mengambil ruang dan menembakkan beberapa panah es.


"Oh? Kerja sama yang baik, kakek bangga dengan kalian!" Haruki mulai mengambil pedang satunya lagi dan menangkis serangan Konomi dan membuat sihir perisai kecil yang menahan panah es tersebut.


"Pertahanan yang cukup menyulitkan." Konomi terus melanjutkan serangannya sambil melakukan analisa demi mencari celah.


"Kalian pasti bisa! Rajinlah berlatih dan bukalah gerbang potensi kekuatan yang sebenarnya!" Haruki menyemangati mereka berdua.


"Sudah cukup dengan pemanasan itu... sudah waktunya untuk meningkatkan semuanya sampai titik akhir dimana kalian akan menerima latihan yang paling intens!"


"Persiapkan mental dan fisik kalian berdua, karena ini akan me jadi latihan terakhir kalian yang sangat besar untuk Ragnarok...!"


"Kali ini jangan menahan diri, tidak apa-apa soal tangan terputus atau yang lainnya, mengerti?" Tanya Haruki yang mulai meningkat kekuatannya untuk melaksanakan latihan terakhir dengan mereka.


""Mengerti...!!!""


"Ambil posisi kalian!" Haruki mengeluarkan Shapeshifting Armament sampai mengejutkan mereka seketika.


"Apa itu...?! Senjata Kakek... bergerak!?" Ako mulai menjaga jarak dengan Haruki karena latihan yang akan dilaksanakan sekarang kemungkinan akan berakhir brutal.


"Aku merasakan terdapat semacam jiwa di dalam senjata milik Kakek Haruki..." Konomi mempersiapkan kuda-kuda bertarungnya.


"Mulai!!!" Haruki mengubah pedangnya menjadi senjata api yang menembak beberapa misil sihir dengan kecepatan tinggi sampai mengejutkan mereka berdua.


Ako dan Konomi langsung menghindari serangan Haruki yang langsung mengubah pedangnya menjadi besar, setelah itu ia melancarkan satu tebasan menuju arah Konomi.

__ADS_1


Konomi menundukkan kepalanya sampai wajahnya hampir saja ditebas oleh pedang tersebut, senjata yang Haruka pegang secara instan diubah menjadi senjata api untuk menembak Ako dan Konomi secara bersamaan.


Ako mencoba untuk menahan serangan Haruki menggunakan pedang sihirnya tetapi ia berhasil menyerap semua Lenergy yang terdapat di dalamnya, "Sayang sekali..."


"...itu tidak akan berguna!" Haruki menendang Ako sampai ia terpental ke belakang lalu ia mulai memfokuskan pandangannya menuju arah Konomi.


Haruki dan Konomi melesat ke atas langit lalu melancarkan beberapa tebasan yang saling berbenturan, "Ugghhh...!!! K-Kuat sekali, Kakek...!"


"Umbral Charge...!!!" Ako menerjang Haruki dengan sekuat tenaga untuk melancarkan satu serangan yang mencoba untuk melukai dirinya.


Haruki terkena oleh serangan itu tetapi ia tidak bisa merasakan apapun, "Guh!!! Kekuatanmu bertambah--- bercanda!"


Haruki menggunakan Omega Distortion untuk menyerap pertahanan, energi sihir, dan kekuatan Ako bersama Konomi lalu ia melepaskan dorongan besar yang mendorong mereka semua.


Mereka berdua mencoba untuk melakukan serangan jarak jauh menuju arah Haruki tetapi ia berhasil menyerap dan menahannya tanpa kesulitan apapun, "Serangan jarak jauh tidak begitu mempan padaku."


"Agar bisa mengakhiri latihan ini lebih cepat, aku akan memberikan kalian semua kemudahan dengan mencoba untuk memotong salah satu dari tangan atau kakiku..."


"Aku rasa tidak ada pilihan lain... sebaiknya aku coba saja!" Konomi mulai mempersilahkan diri lalu pandangannya hilang jejak dengan Haruki yang menipis seketika karena kecepatannya itu.


"Lost Integral Crosslight!" Konomi meluncur dan menyerang Haruki secara membabi buta sampai mengejutkan Ako dengan ekspresi kaget.


"Apa...!? Kakak ingin menggunakan itu!?" Ako memilih untuk mundur lalu ia memperkuat dirinya sendiri agar bisa menahan serangan Haruki atau melukai dirinya itu.


Haruki menahan serangan Konomi dengan mengubah pedangnya menjadi perisai besar, "Hoho~ seseorang sudah mulai serius sepertinya..."


Ako dari kejauhan menembaki Haruki dengan beberapa panah yang melaju cepat, Konomi meningkatkan serangan untuk bisa menerobos pertahanan Haruki yang selalu ia pasang.


Haruki langsung menghilang untuk menghindari serangan Konomi dan Ako, "Hindari ini ya, anak-anak~"


Haruki mencirikan lubang hitam yang menyerap apapun di area tersebut, Ako mengambil posisi jauh lalu mengeluarkan lubang hitam lainnya yang bernama [Intemporal Black Hole].


Mereka semua melanjutkan latihan di luar angkasa tanpa mengkhawatirkan planet berpenghuni untuk hancur karena semuanya sudah sepenuhnya terjaga oleh Shinobu yang memasang pohon emas untuk memindahkan semua kehancuran itu ke dalam pohonnya.


Haruki tidak menerima tekanan atau kesulitan apapun ketika mereka melawan mereka bahkan ia sendiri merasa begitu bangga untuk melihat peningkatan besar dari kedua cucunya.


Konomi memuntahkan banyak sekali darah karena sudah menggunakan kekuatannya secara berlebihan, "Grrrggghhh..."


"Hoho! Ini dia apa yang selama ini aku tunggu-tunggu!" Haruki menciptakan sebuah perisai lalu menghindari beberapa serangan dari Konomi dan Ako yang melakukan serangan secara kejutan.


Perisai itu berhasil menahan serangan mereka, "Oath Killer Integral Assault...!!!"


Konomi meluncur menuju arah lawan sampai mengejutkan Ako yang hampir mengenai dirinya, ia segera melompat ke arah lainnya untuk melihat Konomi yang mencoba untuk menyerang Haruki.


"Gaaaahhhhhhh...!!!" Konomi mengeluarkan banyak sekali darah dan tertebas dari Integral Crosslight Killer.


"Dengan darah yang kau keluarkan sebanyak itu, harusnya Legend's Boost aktif lebih lama lagi..." Haruki menangkis serangan Konomi lalu ia menendang wajahnya sampai terpental ke belakang.


"Sekarang giliran Ako...!!!" Haruki menyeringai lalu ia menatap Ako yang mencoba menyerang Kakeknya menggunakan Umbral Charge.


Kebetulan Haruki terlalu sibuk memulihkan kondisi Konomi sampai ia tidak terlalu fokus memperhatikan Ako yang mencoba untuk menyerang dirinya.


"Masih kurang..!!!" Haruki membalas serangan Ako dengan sangat keras hanya menggunakan tinjunya tetapi Ako mulai melakukan backflip ke belakang untuk menciptakan pedang sihir besar.


Ako menyerang Kakeknya dengan membabi buta tetapi Haruki langsung mengambil pedang cadangan untuk membalas pedang besar tersebut dan menekankan kekuatannya di pedang tersebut.


"Sekarang...!!!" Ako menghilangkan pedang tersebut lalu ia melancarkan satu pukulan dengan kecepatan menuju arah Haruki.

__ADS_1


"Whoa!" Tangan kiri Haruki menerima pukulan Ako sampai ia hampir saja terjatuh.


"Fourth Fortress Defense!!!"


Konomi mengeluarkan tombaknya, "Aku harus menghancurkan batasan ini, maka dari itu aku akan berjuang sekuat tenagaku meski harus membuatku terbunuh!!!"


"Sephiroth Oath Transcendence!!!" Tubuh Konomi dilapisi aura putih keemasan sampai menarik perhatian Haruki seketika mengetahui cucu tertuanya memiliki potensi yang cukup mengerikan.


"Decagrammaton Order: Tiphereth Starlight Judgement!" Konomi menciptakan hujan kristal bintang berbentuk tombak menuju arah Haruki.


"Chaos Barrier Bound!" Haruki menahan semua serangan tombak tersebut.


"Kakek sudah membuatmu terluka parah, Ako, seharusnya Legend's Boost mu sudah aktif! Keluarkan semua potensimu sekarang juga, jangan sampai kau kalah oleh Konomi!"


"Ako! Kamu pasti bisa melakukannya...! Summon Armament: Astra Gerbera Railgun!"


"Kalau begitu... Soul Enlightenment!" Aura Ako bertambah kuat dan seluruh tubuhnya dilapisi dengan aura berwarna biru.


Pertarungan mereka terus berlanjut tanpa jeda apapun, Haruki juga sudah memutuskan hal yang baik untuk mereka berdua agar bisa bertahan dalam medan perang.


"Kerja bagus kalian berdua." Haruki sempat menurunkan semua kekuatannya sampai Konomi dan Ako dapat melihat celah yang begitu pas untuk digunakan.


Mereka berdua terdiam ketika Haruki mencoba untuk memulai pembicaraan, "Kenapa kalian diam---"


Ako menarik sebuah senjata keluar sampai ia berhasil memotong tangan kiri Haruki dengan cepat sehingga ia tidak sempat untuk menghindari serangan yang sudah dilepaskan Haruki terlebih dahulu.


"Usaha yang bagus, Aku! Aku tidak akan mengira hal itu bisa berhasil..." Konomi dikejutkan dengan aksi Ako yang cukup mengejutkan karena memberikan keberhasilan.


"Hahaha, hampir saja kalian berdua lengah lagi..." Haruki mulai menyembuhkan semua luka yang mereka terima karena latih tanding sudah selesai.


Sudah saatnya untuk memperbaiki semua kesalahan yang mereka perlihatkan pada saat perang, "Coba tebak apa yang janggal dari perkataan Kakek sebelumnya?"


"Umm... apa?" Tanya Ako.


"Konomi, apa kau bisa menebaknya?"


"Soal menahan diri?"


"Itu benar, tapi ada satu pun hal lagi yaitu Kakek belum mengatakan jika latihan sudah selesai sebelum Ragnarok telah dimulai."


"Kerja sama yang sempurna, kalian berdua!" Haruki mengelus kepala mereka berdua selagi memperlihatkan senyuman lebarnya.


"Setidaknya aku sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya..." Kata Konomi.


"Ehehehe... terima kasih telah melatih kami Kakek."


"Ayo kita pulang, kali ini kita benar-benar pulang." Haruki yang awalnya sudah dalam perjalanan menuju rumahnya mulai mengingat sesuatu.


"Hampir saja lupa..." Haruki mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya untuk memberikan senjata yang bisa berubah bentuk kepada mereka berdua.


"Ini, sebagai pembantu kalian ketika mengalami kesulitan, jaga dan rawatlah senjata ini."


"Shapeshifting Armament, kalian hanya perlu memasukkan Lenergy negatif untuk mengubah ukurannya dan menambahkan kekuatannya."


"Wah..."


"Ini senjata yang dipakai oleh Kakek ya."

__ADS_1


"Simpan itu dengan baik-baik, anak-anak..."


__ADS_2