Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 551 - Kembali Pulang untuk Beristirahat


__ADS_3

Semua permohonan Minami berhasil di kabulkan oleh Solicitation's Order yang ia dapatkan, sekarang ia merasa tidak sabar untuk mengunjungi pulau tersebut bersama keluarganya agar bisa bersatu kembali dengan bangsanya sendiri.


Bangsa Neko Legenda yang seharusnya di kenal oleh semua orang dan di anggap sebagai bangsa Legenda, Minami bercita-cita untuk menjadi seorang pelatih dan guru.


Minami telah memilih pilihannya untuk mengajarkan dan melatih seluruh Neko Legenda terhadap berbagai macam hal agar mereka bisa menunjukkan sikap positif ke semua orang.


"Kalau begitu, mari kita dengar permohonan yang kau ingin sampaikan, Rokuro. Aku harap kubus ini dapat mengabulkannya dengan baik..." Morgan tersenyum.


"Kalau begitu... untuk berjaga-jaga kembali, bisakah kau menghapus ketukan Haruka...? Aku ingin dia bisa merasakan kebahagiaan dan banyak berkah tanpa harus merasakan sial dan kesakitan karena kutukan itu..."


"Apa yang kau katakan, Rokuro? Bukannya kami sudah mencoba untuk mengabulkan permintaan yang hampir sama dengan itu?" Tanya Shuan.


"Be-Berhasil...!" Morgan seketika berbicara, ia melihat kubus itu menghilang seketika sampai membuat mereka semua tercengang ketika mendengarnya.


"Melihat permohonan tadi terkabulkan, aku yakin Haruka memiliki banyak kutukan dan masalah yang menghampiri dirinya, berbeda dengan Kou dan Honoka."


Perkataan Rokuro terdengar masuk akal, sepertinya keturunan Comi saat ini berada di tingkat aman karena selanjutnya mereka akan hidup damai bersama.


Melanjutkan kehidupan layaknya seperti orang biasa yaitu melakukan beberapa tugas dengan penuh tanggung jawab.


Asriel saat ini masih memikirkan tentang permohonannya, ia mendengar Morgan memberitahu dirinya untuk pelan-pelan dalam memohon sesuatu.


Morgan saat ini merasa terkejut ketika keempat Legenda di hadapannya tidak meminta sesuatu yang besar seperti menjadi dewa atau semacamnya, hanya Minami saja yang berani untuk menghidupkan seluruh Neko Legenda yang di bantai.


"Permohonanku sepertinya terdengar simpel karena semuanya sudah terlaksanakan... berikan kami kesempatan untuk menang ketika bencana atau konflik berikutnya datang."


Ketika Asriel berbicara seperti itu, Solicitation's Order tersebut langsung menghilang yang mengartikan permohonan Asriel telah berhasil, membuat Minami tersenyum mendengarnya.


"Ide yang cukup baik, Asriel... Satu untuk semua, jika masalah atau konflik datang maka kita pasti akan menerima permohonan itu!" Minami mengangguk.


Morgan mencoba untuk berbicara tetapi ia bisa mendengar suara langkahan kaki yang begitu cepat, pintu ruangannya terbuka dan terlihat Kou mulai melompat ke arah Shuan lalu memeluknya erat.


"Shuan...! Shuan...! Shuan...! Aku bisa berbicara...! Aku bisa merasakan tubuhku bugar... aku telah menjadi gadis yang normal!" Suara Kou terdengar begitu jelas dan bahagia bahkan sampai membuat Shuan terkejut.


Shuan mulai meneteskan beberapa air matanya, merasa terharu ketika melihat Kou bersikap bahagia seperti bahwa ia telah menjadi gadis dan Legenda biasa yang tidak memiliki banyak kekurangan di dalam dirinya.


"Kou..." Shuan memeluk erat Kou, merasakan tubuhnya yang begitu hangat dan wangi, ia sendiri bisa merasakan esensi dan keberadaan Kou begitu jelas sekarang.


"Ahh... Pak Morgan, maaf, sepertinya aku telah melepas adikku yang sangat bersemangat ini." Haruka masuk ke dalam ruangan.


"Tidak apa, santai saja. Sepertinya Kou merasa sangat senang dan lega bahwa ia telah berubah normal, berkat bantuan Minami yang mau memberikan satu permohonannya kepada Kou."


Kou dan Haruka langsung menatap Minami yang saat ini sedang mengusap kepalanya sendiri dengan wajah yang tersipu, awalnya ia ingin menyimpannya sebagai rahasia.


"Minami..." Haruka tersenyum lebar, Kou langsung menabrak tubuh Minami dan memeluknya erat bahkan ia sampai merasakan perasaan baru dari Kou.


Kou terlihat lebih bersemangat dan penuh energi, seolah-olah ia terlihat jelas seperti anak-anak yang merasa bahagia dengan kehidupannya sendiri, melihat Kou tersenyum lebar kepada Minami.


Entah kenapa hatinya terasa tenang dan membentuk kembali, sebelumnya yang terasa hampa dan hancur akhirnya telah kembali karena berhasil menyampaikan ucapan maafnya.


"Aku berhasil... sekali lagi, maafkan apa yang aku pernah ucapkan pada dirimu sejak itu, Kou." Minami mulai jongkok lalu memeluk Kou erat.


"Kamu tidak perlu mengingat kejadian yang sudah lama terjadi, Minami. Yang lalu biarkan berlalu..." Kou tersenyum.


Semuanya terasa begitu menenangkan dan damai di dalam ruangan Morgan, entah kenapa Morgan sendiri merasa lega untuk hidup panjang dan melihat penerus generasi sebelumnya.


Bertarung cukup hebat sampai menunjukkan potensi dan bakat secara keseluruhan.


Rokuro mulai menghampiri Haruka lalu ia memberi dirinya sebuah kecupan di kening, "Besok malam... maukah kamu pergi kencan denganku?"

__ADS_1


Haruka tersipu ketika mendengarnya, ia mengangguk pelan sambil menatap arah lain, "H-Hm... ayo..."


"Haruka, semuanya sudah di tangani bahkan ras yang dulunya di anggap remeh dan rendah telah kembali, semua yang merasakan pembantai sejak zaman kuno itu telah kembali di hidup kan..."


"...sekarang mereka berada di pulau besar penuh dengan pertahanan ketat yang dapat menjaga mereka semua dengan aman, untuk sekarang aku tidak semua penghuni atau bangsa mengetahui bahwa populasi Neko Legenda telah bertambah."


Haruka terkejut ketika mendengarnya, selama ini permohonan yang ia inginkan terdengar cukup berlebihan untuk menghidupkan seluruh Neko Legenda itu.


"Aku benar-benar kaget mendengarnya, Minami... bukan permohonan yang buruk karena aku sendiri ingin melihat mereka semua."


"Mulai dari hari ini sampai seterusnya, aku akan menghabiskan waktu di pulau tersebut, menjadi seorang guru dan pelatih demi melatih seluruh Neko Legenda menjadi seperti diriku."


"Jika hasilnya baik maka aku ingin semua orang mengetahui soal Neko Legenda yang akan kembali hidup bersama, melakukan aktivitas yang positif tentunya." Minami mengangguk.


Haruka merasa bangga ketika melihat usaha Minami telah memberikan hasil yang cukup baik dan menguntungkan bagi semua orang, ia mengalami perkembangan dan perubahan yang cukup besar.


"Bangsa Legenda..." Morgan mulai berbicara.


"Kalian bertarung dengan baik, menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Legenda adalah bangsa yang cukup hebat soal pertarungan dan usaha yang sangat besar..."


"...permohonan kalian juga terdengar sangat bermanfaat untuk satu sama lain, mungkin ini yang terakhir kalinya kalian melihatku."


"Sampai jumpa lain hari." Kata Morgan.


Mereka mulai menundukkan kepala mereka kepada Morgan, menunjukkan kehormatan terakhir kepada seorang kepala akademi yang mendirikan kota dan turnamen permohonan.


Setelah itu, mereka semua berjalan keluar dari ruangan Morgan dan menghampiri seluruh teman-temannya untuk pulang bersama, tujuan selanjutnya adalah rumah dan mereka bisa melihat pesawat luar angkasa mulai mendarat.


Seluruh Legenda itu menantikan suasana yang mereka rindukan yaitu Yuusuatouri dan tentunya rumah, tidak menghabiskan waktu selama satu jam karena 10 menit saja mereka sudah sampai tujuan.


Pesawat luar angkasa itu membuka pintu besar dan para Legenda tersebut berjalan keluar lalu menatap satu sama lain untuk mengucapkan perpisahan hangat kecil dengan lambaian tangan.


Minami bersama teman-teman langsung bergegas pulang untuk menemui orang tua mereka, mereka semua dikejutkan dengan sebuah pesta keluarga kecil yang cukup meriah.


Minami dan Shuan yang saat ini sedang membicarakan pulau mulai dikejutkan dengan Shira yang melepaskan partikel emas di hadapan mereka.


"Selamat datang, anak-anak. Kalian berdua sudah sangat membanggakan kami semua, untuk hari ini kali berhak menikmati pesta dan makan-makan besar!" Shira menunjuk ke belakang.


Melihat Megumi telah menyiapkan berbagai macam makanan yang siap untuk di santap, perut Shuan dan Minami langsung bersuara keras sampai mereka tertawa terbahak-bahak.


Bukan hanya kediaman Shiratori saja yang mendapatkan suasana meriah, Hana dan Rokuro bahkan sampai mendapatkan banyak kejutan dari Ophilia.


"Selamat datang kembali~ Turnamen permohonan tadi... kalian bertarung cukup hebat, sudah saatnya untuk beristirahat dan makan-makan." Ophilia mulai mengajak kedua anaknya untuk duduk di atas kursi.


Terlihat Arata berdiri di hadapan meja dengan topi koki dan peralatan masak yang sudah ia siapkan, "Kerja yang bagus, anak-anak..."


"...sekarang, mari kita menikmati makanan dan pesta besar keluarga bersama-sama!" Ucap Arata sambil menunjukkan tatapan serius karena ia harus fokus untuk memasak makanan paling lezat.


Di kediaman Shichiro, Asriel merasa sangat tidak sabar untuk menemui Haruki yang saat ini sudah pulang, ia membuka pintu rumahnya dan menerima satu serangan pelukan dari Chloe.


"Asriel~ Selamat datang kembali...! Kerja yang cukup bagus untukmu karena bisa memenangkan final!" Ucap Chloe dengan nada yang terdengar bangga.


"Hm... aku pulang, Ayah dimana!" Tanya Asriel dan Haruki mulai menutup kedua matanya itu.


"Aku di sini..."


"Ayah!" Asriel mulai memeluk kedua orang tuanya dengan erat, setidaknya ia masih bisa merasakan kebahagiaan walaupun seluruh keberuntungannya sudah habis.


Kediaman Ichinose, Mitsuki membuka pintu rumahnya dan ia melihat Yuuna berdiri tepat di hadapannya selagi memegang sebuah kue besar yang memiliki tulisan 'Selamat datang kembali'

__ADS_1


"Mitsuki, selamat datang~ Di turnamen tadi, kamu cukup hebat untuk bisa bertanding dengan Minami dan bertahan sangat lama..."


"...untuk sekarang, mari kita menikmati kue ini bersama-sama."


"Hm!" Mitsuki mengangguk.


Kediaman Shizukaze, Bakuzen membuka pintu rumahnya lalu ia melihat Shizen di hadapannya dengan tatapan yang terlihat serius.


"Ahh... Ayah..." Bakuzen menatap arah lainnya dengan pipi yang memerah, Shizen awalnya ingin mengejutkan dirinya tetapi ia bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari putranya.


"Bakuzen...? Kenapa wajahmu merah seperti itu? Walaupun kau tidak memenangkan pertarungan, setidaknya kau sudah menunjukkan ledakan semangat kepada seluruh---"


"Aku ingin makan... sialan segera!" Jawab Bakuzen dengan tatapan serius.


"Tatapan itu berbeda..."


"Tidak apa... ayo, makan."


***


Haruka bersama kedua adiknya berhenti tepat di hadapan gedung besar yaitu Co. Corp, tempat tinggal mereka juga tempat mereka bekerja dan membantu semua orang yang kesusahan.


"Kita sudah pulang... Suhu Yuusuatouri masih terasa sejuk, mungkin karena aku merindukan suasana Yuusuatouri dan rumah kita." Haruka menatap Honoka dan Kou yang tersenyum kepadanya.


"Ayo, kita masuk dan menyambut para pelayan juga Mama..." Kata Honoka, mereka semua mengangguk lalu menghampiri gedung itu.


Pintu otomatis terbuka lebar, Haruka bersama kedua adiknya masuk dan menerima beberapa sambutan dari para pelayan, semua pelayan itu tentunya merasa senang melihat pemilik Co. Corp telah kembali.


""Selamat datang kembali, nyonya Haruka, nyonya Honoka, dan nyonya Kou"" Ucap para pelayan.


Mereka tentunya mulai menyambut semua pelayan itu satu per satu dan menanyakan soal keadaan Co. Corp, mereka mendapatkan jawaban yang baik karena Co. Corp berjalan jauh lebih lancar dan baik sekarang.


"Aku akan mengurus soal dokumen itu nanti... untuk sekarang, kalian boleh beristirahat." Kou mulai berbicara, mengejutkan seluruh pelayan ketika melihat Kou berbicara biasa.


"Ahh...! Nyonya Kou, apakah seluruh penyakit Anda sudah sembuh?"


"Hm~ tolong siapkan semua informasi di meja kerjaku ya." Kou tersenyum lalu menarik lengan kedua Kakaknya untuk segera pergi menuju lantai paling atas agar bisa menyambut Korrina.


Beberapa menit kemudian, Honoka melompat menuju karpet yang terasa begitu empuk, melepaskan helaan nafas lega bahwa ia telah pulang dan merasakan kembali suasana yang sangat damai baginya.


"Honoka... Kou... kalian mau makan apa hari ini?" Tanya Haruka sambil mengenakan celemek nya.


"Bebas... asalkan penutupnya hidangan madu." Jawab Kou sambil menghampiri sebuah lemari kecil di sebelah kamar Korrina.


"Aku apa saja asalkan kamu mau mengupaskan pir itu untukku." Kata Honoka sambil menyalakan layar Virtual di hadapannya untuk melihat berita.


"Baiklah, akan aku segera kerjakan." Kata Haruka, ia mulai membuka kulkas dan menoleh ke belakang untuk melihat Kou yang saat ini sedang menyatukan kedua tapak tangannya.


Kou tersenyum lebar, memejamkan kedua matanya dan menyatukan kedua tapaknya seperti menunjukkan rasa hormat dan tentunya berdoa kepada seseorang spesial di hadapannya.


"Mama... aku pulang, semua penyakitku hilang seketika dan aku bisa bersikap layaknya seperti gadis biasa..." Kou menatap gambar Korrina di hadapannya.


"...aku harap Mama bisa pulang secepat mungkin untuk melihat diriku yang baru." Kou tersenyum.


Haruka dan Honoka mulai mendekati Kou lalu melakukan hal yang sama dengannya yaitu menatap gambar Korrina dan berbicara bahwa mereka telah pulang.


Haruka mulai mengusap kepala Kou, "Makan yuk."


"Heh?! Secepat itu?!" Honoka tercengang ketika melihat meja makan saat ini dipenuhi dengan makanan.

__ADS_1


"Hehehe, kemampuan waktu dapat mempercepat apapun bahkan dapat membuat diriku masak dengan cepat...!"


__ADS_2