
"D-Dia... Dia dengan gegabah-nya menghancurkan Limiter-nya seperti itu...!" Konami menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat terkejut, Komi sendiri bahkan tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat kekuatan asli dari Haruka sendiri... sangat mengerikan sehingga ia bisa melihat tatapan-nya itu dipenuhi dengan amarah.
"Sialan... dia berani-beraninya... menunjukkan kekuatan hebat itu kepada kita!" Semua dewa-dewi kuno itu langsung bersiap untuk bertarung melawan Haruka sendiri sehingga mereka tidak perlu takut untuk menggunakan kekuatan mereka secara langsung, Haruka hanya diam sambil menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat kesal.
"Kalian semua... berniat untuk melawan-ku?" Haruka mulai berbicara, suara-nya mulai terdengar menggema dimana-mana hingga mampu membuat mereka semua berkeringat dingin, Okaho sendiri bahkan ketakutan ketika melihat kakak-nya sendiri menghancurkan Limiter-nya itu, dia telah berubah menjadi seseorang yang berbeda.
"Jangan sombong dulu, Haruka... jangan pikir kau bisa mengalahkan kami semua dengan wujud True Quintessence ke satu-mu itu, tingkat rendah seperti itu tidak ada arti-nya untuk kami semua yang sudah berada di tingkatan terakhir yaitu lima!" Judas mulai meluncurkan beberapa partikel bintang ke arah Haruka tetapi semua partikel itu tiba-tiba berhenti dan tidak bisa bergerak.
"Ahhhh... Tingkat ke satu kata kalian ya? Memang-nya kalian sama seperti 'kah? Apakah kalian tidak lupa bahwa aku sekarang dua keturunan...? Keturunan Comi dan sang pencipta Zangges... itu arti-nya tingkat satu ini adalah tingkat dimana aku menyesal untuk mengeluarkan-nya, terlalu kuat... sehingga pandangan-ku hanya melihat banyak sekali mayat yang akan kembali ke tempat-nya masing-masing..." Haruka tersenyum jahat. Senyuman itu mampu membuat mereka terdorong ke belakang hingga pergerakan mereka sekarang melambat.
"Apa yang aku katakan seperti-nya harus terjadi... jika kalian menganggap-ku jahat maka aku akan menjadi Haruka jahat yang menghancurkan keadilan kalian semua, keadilan yang hanya dibuat oleh omong kosong... keadilan yang tidak pantas... keadilan yang akan membayar hutang-hutangku kepada... KALIAN SEMUA!!!" Haruka menunjuk Judas sehingga ia langsung melayang ke atas, setelah itu ia memperagakan seperti memutuskan seluruh tubuh Judas.
"A-Acckkk... Aaaaggghhhhhhh!!!" Tubuh Judas terbelah menjadi beberapa bagian lalu kembali menyatu, "Time-Loop Eternity!" Sekarang Judas akan selalu hidup dengan tubuh-nya yang terus terbelah menjadi beberapa bagian lalu menyatu kembali karena kemampuan dari sihir waktu Haruka yang sangat kuat.
Komi mundur beberapa langkah dan setiap langkahan-nya itu lambat sekali... ia benar-benar terpengaruh dengan sihir waktu yang melambat seperti-nya, "Jangan sombong dulu, pendosa!!!" Ketika mereka mencoba untuk bergerak dan mengeluarkan sihir, mereka tidak bisa bergerak dan bahkan sihir mereka berjalan sangat lambat sehingga berhenti dengan sendiri-nya.
"Kalian masih ingin berniat untuk melawan...? Kalian memanglah dewa-dewi kuno dari sihir kalian masing-masing tetapi aku adalah Haruka... Waktu.... seluruh waktu adalah kekuasaaan-ku termasuk waktu kehidupan kalian sendiri...!!!" Haruka menatap tajam Eternio sehingga waktu kematian-nya mundur dan menginjak angka 0 yang mengartikan dia sudah mati karena pengaruh dari [Death Time].
[Death Time] adalah sihir waktu yang sangat mematikan, Haruka mampu memberi hitungan waktu mundur kepada orang yang lihat lalu ketika angka itu menginjak nol maka mereka akan langsung mati.
__ADS_1
Setelah menunjukkan kekuatan-nya itu, Haruka langsung memegang wajah-nya karena pikiran-nya saat ini terganggu, "Ucckkk...!!! Ggghhhh...!!!" Haruka langsung berlutut di atas tanah sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesakitan, mereka semua langsung bebas dari sihir waktu Haruka.
"Ini kesempatan kita...!!! Crimson---" Okaho langsung menciptakan tembok yang besar untuk menghalang mereka semua lalu mendorong mereka semua mundur, setelah itu ia menghampiri Haruka dan menatap-nya dengan ekspresi yang terlihat serius, "Ini yang akan terjadi jika kau ceroboh menghancurkan Limiter-mu... kekuatan dan kemampuan hebat itu... ya... kau bisa mengalahkan mereka tetapi aku tahu... di dalam diri-mu, kau tidak ingin menghabisi Mama bukan!?"
"Grrgghhh...!!! Jangan ikut campur, Okaho...!!! K-Kau akan terluka...!!! Jauhi aku...!!!" Haruka melepaskan dorongan yang besar hingga Okaho terdorong ke belakang, kedua jam pasir yang melayang di kedua bahu-nya mulai berputar cepat sehingga menarik Komi bersama seluruh dewa-dewi kuno itu.
"Tidak ada jalan keluar...!!!" Haruka membuka mulut-nya lebar lalu ia memakan sesuatu, "Time...!!! Devour...!!!" Haruka mulai mengunyah sesuatu hingga Konami dan Ananke langsung tidak bisa bernafas, mereka memegang leher mereka dan mulai mengeluarkan banyak darah dari sekujur tubuh-nya lalu pada akhir-nya mereka berdua terbunuh... berubah menjadi energi kehidupan Necromancer.
"Oi...!!! Dia masih di tingkat satu bukan!? Bagaimana bisa dia menggunakan Time Devour!?" Ignatia menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat terkejut, [Time Devour] sihir waktu yang dapat memakan waktu seseorang... itu artinya jika waktu yang mereka miliki di makan oleh Haruka maka mereka semua akan langsung mati.
"Lima detik... ubah menjadi satu... lalu selanjut-nya... angka terakhir..."
"... ..." Semua partikel itu bergerak dengan sangat lambat dan berhenti begitu saja, "apakah kau ingin masuk ke dalam Time-Loop Eternity lagi...? Ahhh... tidak... aku akan menjebak-mu di dalam jam pasir-ku untuk selama-lamanya." Haruka menunjuk Judas bersama seluruh dewa-dewi kuno itu hingga kedua jam pasir yang melayang di bahu-nya melesat menuju arah mereka lalu membesar dan menjebak mereka di dalam jam pasir itu.
"Hourglass...!" Jam pasir yang pertama itu langsung masuk ke dalam jam pasir yang kedua, menjebak mereka semua di dalam jam itu... tidak ada jalan keluar dan tidak akan bisa melarikan diri. Ketika berada di dalam jam pasir itu, mereka bisa melihat pasir berjatuhan dan mulai membuat tubuh mereka merasa kesakitan sehingga membunuh mereka semua.
Tetapi... jam pasir itu akan memundurkan waktu untuk menghidupkan mereka kembali lalu memberikan siksaan lain-nya tanpa henti... untuk selama-lama-nya. Komi mulai gemetar ketakutan ketika melihat kekuatan Haruka yang sangat mengerikan, ia mampu mengalahkan sepuluh dewa-dewi kuno itu dengan mudah.
"I-Ini... Padahal ini hanya tingkatan ke satu-nya... sial..." Komi mulai melarikan diri tetapi pergerakan-nya sangat lambat, lebih lambat dari siput. Okaho melebarkan kedua mata-nya ketika melihat Haruka yang mencoba untuk menghabisi Komi, itu artinya dia mencoba untuk mengubah masa depan mutlak yang mereka lihat.
__ADS_1
"Kakak...! Sudah cukup...!!!" Okaho muncul di hadapan Haruka dan ia mencoba untuk menghentikan diri-nya, "A... aku... tidak berniat untuk membunuh-nya... aku... mencoba untuk mengembalikan diri-nya kepada Mama yang aku kenal---" Haruka bisa merasakan keberadaan buku sihir Necromancer itu yang mulai mengeluarkan dewa-dewi kuno yang baru saja ia segel.
"... ...!!!" Okaho melebarkan mata-nya ketika melihat mereka semua kembali, "Bodoh sekali... kita ini abadi karena buku sihir itu, anggap saja kita memiliki nyawa yang tak terbatas sehingga kita dapat menggunakan-nya tanpa henti...!!!" Abysnia tersenyum jahat.
"Jika kalian ingin bermain kotor seperti itu maka aku akan hapuskan semua waktu yang ada--- Hugghhh!!!" Haruka mulai memuntahkan banyak sekali darah, Okaho sudah mengetahui apa yang akan terjadi kepada Haruka jika ia menghancurkan Limiter-nya sendiri lalu menggunakan kekuatan waktu-nya itu yang sangat kuat.
"HOURGLASS!!!" Seru Haruka keras sehingga semua dewa-dewi kuno itu langsung tersedot masuk ke dalam jam pasir itu, Komi memiliki kesempatan besar untuk menyerang Haruka yang lengah tetapi Okaho datang dan menendang wajah-nya sehingga ia terlempar ke belakang, "Haruka sudah memberi-mu kesempatan untuk berubah tetapi kau malah bersikap seperti ini..."
"...akan kubunuh kau!!!" Okaho mengepalkan tinju kanan-nya dan tiba-tiba ia langsung terlempar ke belakang karena sihir waktu Haruka yang dapat mengundurkan waktu, "K-Kakak...!? Lebih baik kita lupakan masa depan itu dan langsung bunuh si sialan ini---"
"H-Hentikan... Dia ilusi..." Peringat Haruka sehingga Okaho langsung terbang ke atas langit dan hampir saja terserang oleh Komi yang berkamuflase dengan luar angkasa, "Sial... tadi hampir saja."
Punggung Haruka tiba-tiba langsung mengeluarkan banyak sekali darah dan wujud-nya mulai kembali ke semula karena masih terdapat beberapa Limiter di butuh-nya sehingga lambang dari Limiter itu mengeluarkan petir hitam besar yang menyambar tubuh Haruka sendiri, "Aagggggghhhhhh...!!! Aaaaaaahhhhhhhh!!!"
"Kakak...!!!" Okaho langsung menghampiri Haruka dan tidak menghirau semua dewa-dewi kuno itu yang terbebaskan dari jam pasir itu, mereka langsung meluncurkan beberapa sihir ke arah Haruka tetapi Okaho mengubah semua sihir itu menjadi debu lalu ia menciptakan barrier yang dilapisi dengan sihir realita di sekitar-nya.
Okaho langsung mengangkat tubuh Haruka, ia tidak sadarkan diri karena sambaran petir itu mampu membuat diri-nya pingsan, "Sial... kau benar-benar ceroboh..." Okaho melirik ke belakang dan melihat Komi bersama dewa-dewi kuno lain tertawa terbahak-bahak tanpa henti.
"Hanya memberikan ketakutan sementara ya...!? Sudah kuduga semua ini akan berakhir seperti ini, Haruka bukan Haruka jika batasan-nya menghalang-nya sendiri...! Apa yang kami harapkan dari wadah sebuah waktu!" Komi tersenyum jahat dan senyuman itu mampu membuat Okaho kesal.
__ADS_1
"Sial...! Kubunuh kalian...!"