Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 938 - Mereka yang Merugikan adalah Musuh Kita Semua!


__ADS_3

"Dengan musnahnya konsep sihir, umat Manusia berpikir bahwa kita bangsa Legenda di anggap sangat rendah dan lemah tanpa yang dinamakan sihir...!"


"Mereka telah mengalami kesalahan besar...! Inilah kenapa umat Manusia adalah makhluk serakah dengan ego besar ketika mengetahui musuh memiliki kelemahan besar tanpa melihat sisi lainnya!"


Shinobu untuk pertama kalinya mengucapkan pidato yang mengandung banyak harapan dan semangat di hadapan semua Legenda yang berada pada planet Legenia karena mereka semua sudah menghormati dirinya.


"Aku di sini ingin mengingatkan kalian bahwa mereka yang sudah merugikan dan menjatuhkan bangsa kita berhak mati...! Maupun itu Dewa atau Mortal yang memiliki riwayatnya sendiri..."


"...kita sebagai bangsa Legenda akan melawannya dengan harga diri yang kita pegang teguh sampai kematian tiba!!!" Seru Shinobu keras sampai mereka semua langsung melepaskan teriakan penuh semangat.


"Keguguran bangsa kita tidak akan menjadi hal yang sia-sia tanpa nyawa dan darah mereka...!!! Darah yang menciptakan sungai besar semasa perang...!!!"


"Ketika deklarasi perang kita di mulai dengan bangsa Manusia...! Kalian perlu mengetahui betapa mengerikannya perang yang akan disediakan oleh mereka karena persenjataan yang mereka pegang."


"Kita tidak bisa menggunakan sihir lagi... tetapi apa yang kita miliki adalah ini!" Shinobu menepuk dadanya beberapa kali, mengartikan sebuah harga diri dan tekad besar yang disimpan oleh seluruh bangsa Legenda dalam jantung serta hati.


""Harga diri kita sebagai bangsa Legenda...!!!"" Teriak semua Legenda selagi menepuk dada mereka masing-masing dengan kebanggaan besar.


"Kita memiliki kekuatan yang terbatas karena hanya Lenergy... yang berkemungkinan untuk memberikan kita semua kesempatan, tetapi fisik Manusia dan Legenda memiliki perbedaan yang jauh!"


"Pertarungan ini akan menentukan... mana yang pantas meniru rupa ini, aku sudah muak melihat wujud Manusia yang sudah menyebabkan banyak keguguran untuk bangsaku...! Untuk semua penghuni alam semesta...!!!"


"Bangsa Manusia menjadi tersangka yang pertama akan kemusnahan konsep sihir, kita hanya memerlukan jawaban yang sebenarnya dari mereka semua...!"


"...konsep sihir yang sudah hilang memberikan kita sebuah pelajaran penting untuk tidak mengandalkan yang nama sihir! Dan tentunya mengembalikan kita bangsa Legenda menuju masa kuno..."


"...yang kita andalkan hanyalah harga diri dan tekad yang kita pegang untuk melawan mereka yang memiliki keuntungan besar akan kemenangan, fisik kita cukup untuk mengguncangkan segala dunia!!!"


Semua Legenda itu menunjukkan ekspresi yang bangga akan bangsa mereka sendiri, salah satunya juga menangis karena mendengar perkataan Shinobu yang mencoba untuk memberinya semangat.


"Lihatlah perkembangan dia..." Ophilia mulai berbicara sampai semua teman Shinobu langsung menatap dirinya.


"Bukannya dia sejak kecil selalu menerima kebencian dan tindasan dari bangsa Legenda...?"


"Tetapi sekarang dia sudah berkembang sampai titik dimana bukan hanya kalian saja yang dapat menghormati dan mempercayai dirinya."


"Itu benar... Koneko sudah berkembang pesat sekali~ dia terlihat lebih keren soal kepemimpinan~" Jawab Hinoka yang merasa bangga untuk melihat perkembangannya.


"Aku ikut senang untuk Nobu, ia mendapatkan apa yang dia selalu inginkan yaitu berbicara di hadapan bangsanya sendiri, mencoba untuk memberi mereka semangat soal perang." Kata Ako.


"Dia terlihat sangat serius... ini pertama kalinya aku melihat Shinobu menunjukkan rasa amarah dan keseriusan yang begitu kuat soal pertempuran." Ucap Koizumi.


"Perjuangannya tidak memberikan hasil sia-sia apapun, sangat membanggakan sekali." Kata Konomi.


"Dia sudah terlihat sangat jelas seperti teman masa kecilku dan tentunya Kou Comi." Ophilia kembali menyaksikan Shinobu yang mencoba untuk memberikan semangat besar kepada para Legenda di planet Legenia.


"Bagi mereka yang akan bertahan hidup dalam peperangan ini... kalian adalah bangsa Legenda yang terus memegang teguh harga diri itu untuk tetap berjuang keras...!!!"

__ADS_1


"Tetapi... kalian tidak perlu melihat sisi buruknya, kematian bukanlah arti dari pengakhiran untuk kita semua karena tekad yang kita miliki akan berpindah kepada generasi selanjutnya!"


"Legenda tidak akan pernah mati...!!! Harga dirinya juga...!!! Semua tekad yang mereka pegang akan diwariskan kepada Legenda lainnya!"


"Pertanyakan hal ini kepada diri kalian masing-masing, apakah kalian bersedia untuk mewariskan semua harga diri dan tekad itu kepada Legenda lainnya ketika kalian gugur dalam medan perang?"


""Legends Never Dies...!!!""


"Jika terus seperti ini... kita harus tetap bertarung sebagai bangsa Legenda! Tidak ada yang namanya rasa ketakutan atau kekalahan...!!!" Seru Shinobu dengan tatapan serius.


"Sekuat apapun musuh, kita harus maju tanpa melihat ke belakang." Seru Shinobu yang memberikan beberapa harapan tersisa di dalam tubuhnya kepada semua Legenda yang bertahan hidup dari ledakan nuklir tadi.


"Kita akan melakukan serangan!"


"Tujuan kita adalah melanjutkan semua tekad dan harga diri bangsa Legenda yang sudah gugur dengan menyerang balik bangsa Manusia yang sudah mengacau dan menyebabkan banyak kerugian!!!"


"Tentu saja, itu akan membuat nyawa kita dalam bahaya besar. Kita akan menunggu hingga semua pasukan Manusia itu siap melakukan serangan secara membabi-buta dengan melepaskan semua persenjataan mereka...!"


"Ini artinya kita pasti akan menerima serangan yang sangat banyak... tidak peduli seberapa banyak pasukan dan persenjataan yang mereka pegang, kita akan tetap maju!"


"Persiapkan diri kalian semua...!


"Apa kita akan mendekati... kematian kita sendiri?" Tanya salah satu Legenda yang terlihat gugup karena ia tidak bisa mengandalkan yang namanya sihir lagi melainkan senjata yang akan disediakan oleh Yuffie dan tentunya fisik mereka masing-masing.


"Benar." Jawab Shinobu dengan tatapan serius.


"Benar."


"Ini semua tidak berarti apa-apa, apapun impian atau harapan yang kalian milik, tak peduli kehidupan seperti apa yang kalian jalani..."


"...semuanya akan sama saja jika kalian mencoba untuk bertarung melawan musuh sekuat mereka, semuanya akan mati suatu hari nanti... sampai waktu tiba... sampai batu takdir mengatakannya."


"Apakah kita terasa begitu sia-sia dengan kehidupan ini jika mengetahui pengakhiran kita adalah kematian?" Tanya Shinobu.


"Apakah kehidupan memiliki arti yang sebenarnya...? Kita sebagai bangsa Legenda... menulis banyak sejarah, kisah, dan dongeng yang tidak akan pernah bisa berakhir."


"Bisakah kalian mengatakan semua perkataan itu kepada keluarga dan teman kita yang sudah gugur karena ledakan nuklir tadi...?"


"Nyawa mereka... apakah bisa disebut sia-sia...?" Shinobu mengenang kepalanya untuk memperkuat jiwa kepemimpinannya.


"Tidak!!! Kalian salah!!! Kita lah yang seharusnya memberikan arti kepada kehidupan semua teman, keluarga, dan generasi selanjutnya!!!"


"Semua bangsa Legenda yang gugur demi menulis sejarah baru serta kisah yang akan diketahui oleh generasi selanjutnya...!!! Semua Legenda yang mengingat mereka adalah kita yang masih hidup...!"


"Kita akan mati sembari mempercayakan arti kehidupan kita pada mereka yang masih hidup...!!! Itulah metode dasar yang bisa kita gunakan untuk menulis sejarah!"


"Sekarang kita maju...!!! Jiwa kita sebagai Legenda...!!! Harga diri kita yang tidak akan pernah mati...!!! Pasti akan memberikan banyak kesempatan untuk bertahan tanpa yang dinamakan sihir!!!" Teriak Shinobu keras.

__ADS_1


Semua pasukan kembali terbakar dengan rasa semangat dan perjuangan tinggi untuk menjalani hidup seperti biasanya, mereka tidak perlu takut akan kematian karena kematian bukanlah akhir bagi mereka.


"Jumlah tidak selalu menentukan kemenangan melainkan semangat dan usaha kita sebagai bangsa Legenda untuk terus berjuang sampai mati!"


"Sekuat dan sehebat apapun musuh kita, bangsa Legenda akan terus maju dan berjuang tanpa membiarkan harga diri mereka hancur!!!"


"Sebagai bangsa Legenda, satu-satunya hal yang kita takuti adalah kehancuran dari harga diri kita sebagai bangsa Legenda yang layak!"


"Kita akan bertarung... di medan perang yang akan menanti kita semua, jika di diamkan saja maka umat Manusia hanya akan menyebabkan lebih banyak kekacauan!"


"Sekali lagi...!!! Pertanyakan hal ini kepada diri kalian masing-masing, apakah kalian bersedia untuk mewariskan semua harga diri dan tekad itu kepada Legenda lainnya ketika kalian gugur dalam medan perang?"


""YA!!! LEGENDS NEVER DIES!!!""


"Kita akan bergerak ketika aku berhasil menemukan informasi yang cocok untuk membantu kita semua maka pada hari itu tiba... aku akan membawa kalian semua langsung menuju Yuutouri!"


Beberapa menit kemudian, semuanya telah bubar untuk membangun kembali semua kehancuran yang terjadi dan menyempatkan waktu untuk melakukan beberapa latihan menggunakan tangan kosong dan senjata.


Shinobu bersama yang lainnya berkumpul di dalam restoran Shimatsu untuk membahas soal keberadaan yang lainnya.


"Arata...? Dia sedang menjalani misi penting untuk memusnahkan beberapa kerajaan di planet yang lumayan jauh bernama [Leconvei]."


"Sedangkan untuk Haruki dan Chloe, mereka berada di alam semesta Zuutouri untuk membasmi beberapa Eldritch yang baru saja lahir katanya..."


"...ya, mereka semua sibuk memberontak kerajaan dan sebagian keluar dari Yuusuatouri untuk mengurusi hal lain, Yuuna dan Shizen salah satunya."


"Kalau begitu, aku harus menyampaikan pesan soal kemusnahan sihir kepada mereka semua..." Shinobu mengenakan kacamatanya untuk meminta Cyber melepaskan semua Mecha Neko.


"Masukkan rekaman yang aku katakan sebelumnya, Cyber.... jelaskan kepada mereka semua tentang kemusnahan sihir itu..."


"Akan saya laksanakan dengan cepat, putri kecil." Cyber membuka pintu ruang bawah tanah lagi untuk mengeluarkan lebih banyak Mecha Neko untuk menyampaikan pesan kepada mereka semua.


"Baiklah, kembali ke topik utama kita..." Ucap Konomi.


"...apakah kita akan langsung mengunjungi Yuutouri sekarang juga? Kita tidak tahu mana musuh kita yang sebenarnya."


"Kalau soal itu, aku mengenal seorang Manusia yang sudah membantu kita cukup lama sejak dulu sekali ketika Korrina masih ada."


"Ahh, Manusia dari Indonesia itu...?" Tanya Shinobu.


"Itu benar! Bagaimana jika kalian mencoba untuk mengunjungi Aditya untuk menanyakan soal kemusnahan konsep dan tentunya pelepasan rudal nuklir itu."


"Jika Nenek pernah bertemu dengannya maka Tech juga sudah mengetahui dirinya seperti apa... Cyber juga pasti tahu."


"Mencari seorang Manusia yang bernama Aditya Loka... sudah ketemu, dia saat ini sedang berada di planet Bumi, negara Indonesia, lokasi Riau."


"Itu adalah tahapan awal kita..."

__ADS_1


"...mari bersiap!"


__ADS_2