
"Bagaimana, Dewi Touriverse?"
Mereka semua memasang tatapan kaget ketika mendengar Zephyra baru saja memanggil Korrina dengan sebutan Dewi, "Korrina, kau... kau terangkat menjadi Dewi Touriverse...?"
Korrina menundukkan kepalanya lalu ia mengepalkan kedua tinjunya karena tidak bisa mengakui dirinya sebagai Dewi Touriverse di hadapan teman-temannya yang tetap menanggapi dirinya sebagai ratu.
"Wah, sesuatu yang menarik sepertinya sedang terjadi... apakah kalian tidak mengetahui Korrina selama ini memang Dewi Touriverse yang menyamar menjadi Ratu Touriverse?" Tanya Zephyra.
"Sejak dulu identitasnya sebagai Dewi memang dirahasiakan karena ia terus menolak jalan tersebut sampai memilih untuk memberontak dan membunuh beberapa Dewa yang terus menyebutnya sebagai Dewi Touriverse."
Korrina memasang tatapan murka, "Jika kau membutuhkan kami hanya untuk melaksanakan---"
"Tidak, lebih baik kita mengurusi sesuatu terlebih dahulu untuk memenuhi rasa penasaran mereka..."
"...kenapa kau tidak menunjukkan kebenaran aslimu, Korrina?" Ketika Zephyra berbicara seperti sebuah cincin putih muncul di belakang punggungnya sampai mereka dapat merasakan esensi Dewi yang kuat di dalam tubuhnya.
"Kau ternyata benar-benar Dewi Touriverse... sungguh mengejutkan selama ini kau hanya mengakui dirimu sebagai ratu Touriverse." Ucap Shira ketika melihat cahaya dan cincin itu hampir mirip seperti yang dimiliki oleh Komi.
"Dia memang Dewi Touriverse yang menyamar menjadi mortal hanya untuk mengubah layer ini dengan cara yang cukup menyedihkan seperti menanggapi dirinya sebagai seorang Ratu."
"Seharusnya kau bersyukur, Korrina... kaulah yang menguasai mereka dan mereka yang akan menuruti dirimu kemanapun kau pergi..."
"Tidak ada yang menguasai siapapun... aku hanya ingin memberikan kebebasan untuk Touriverse, itulah kenapa aku menyerahkan Mortal yang turun tangan."
"Maaf, semuanya... selama ini aku memang seorang Dewi Touriverse yang menyamar menjadi Mortal demi bisa menyelesaikan semuanya bersama kalian." Korrina meminta maaf kepada mereka semua.
"Tidak apa, justru kamu tidak melakukan kesalahan apapun... kekuasaan yang kau miliki juga tidak digunakan dengan cara salah." Kata Ophilia yang tetap mendukung dirinya.
"Yah, seharusnya kalian sadar ketika aku berhasil mengalahkan Dewi Touriverse palsu yang bernama Komi..."
"...maaf." Korrina tersenyum ikhlas kepada mereka dan siap untuk menerima kebencian apapun dari temannya sendiri tetapi mereka tetap memberikan kesan yang sama kepada dirinya.
"Lupakan tentang hal itu, Korrina! Maupun Dewa atau Mortal, kita semua tetap terlibat dalam Ragnarok dan tujuan utama kita semua adalah bertahan sampai akhir..." Ucap Arata yang membahas topik lain.
"Ah, benar sekali... mungkin kebenaran dirimu sudah terungkap untuk mereka semua, sekarang kita akan langsung terjatuh ke dalam topik utama kita." Ucap Zephyra.
"Aku hanya membutuhkan dirimu Korrina untuk memilih tiga petarung yang siap melakukan latih tanding bersama tiga penghuni Kountraverse di dalam ruangan ketiadaan itu."
"Apakah kau tidak berniat untuk membunuh mereka...?"
"Tentu saja tidak, aku hanya ingin melihat tatapan awal Ragnarok sebelum memuncak sampai tahapan kedua." Zephyra mulai menatap ketiga Legenda yang sudah pasti akan dipilih.
"Shira, Arata, Haruki, datanglah denganku." Perintah Korrina dengan ekspresi serius karena ia mempercayai mereka bertiga sebagai mortal terkuat yang dapat ia percayai dalam cobaan ini.
""Baiklah.""
"Kalau begitu, mari kita masuk ke dalam ruangan ketiadaan itu." Zephyra memberikan ketiga Legenda itu sebuah jalan menuju portal itu terlebih dahulu sampai mereka melangkah masuk.
__ADS_1
Korrina menatap yang lainnya dengan ekspresi khawatir, "Tunggu sebentar ya... kami akan pulang secepat mungkin, dan..."
"...Koneko."
"I-Iya?" Shinobu menatap dirinya dengan ekspresi gugup.
"Aku serahkan sisanya padamu"
"Baiklah..." Shinobu mengangguk selagi melihat Korrina masuk ke dalam portal yang langsung tertutup rapat sehingga menyebabkan kesunyian di dalam ruangan tersebut.
***
Ketika Shira dan teman-temannya tiba di dalam ruangan ketiadaan yang dipenuhi dengan kehitaman, mereka juga dapat merasakan hawa yang begitu menegangkan sampai tubuh mereka mulai merinding.
"Ini adalah tempat dimana penghuni Touriverse dan Kountraverse akan bertarung, sepertinya tidak ada perubahan sama sekali..." Kuro mulai berbicara.
"...hanya saja ini pertama kalinya Zephyra membawa kalian untuk melakukan tahapan awal dari Ragnarok sebelum lanjut menuju tahapan selanjutnya."
"Terdengar menyenangkan...! Siapa yang harus aku lawan?!" Tanya Shira yang terbakar penuh semangat karena ia kembali terbawa seperti dulu dimana ia tidak sabar melihat lawannya.
"Kau sepertinya kembali seperti dulu ya..." Kata Arata yang melihat Shira mulai melakukan beberapa pemanasan kecil di dalam ruangan yang bisa dibilang cukup menekan.
"Bagaimana bisa Manusia masuk ke dalam ruangan ini sebelum tubuh mereka hancur kembali menjadi sel-sel kecil?" Tanya Haruki yang dapat merasakan tekanan gravitasi kuat dimana-mana.
"Pada Dewa mendukung mereka." Jawab Korrina yang melangkah keluar dari dalam portal itu.
"Ahh, Korrina, aku sampai sekarang tidak menyangka kau---"
Zephyra muncul di atas langit bersama Zangetsu sehingga mengejutkan Shira seketika, "Zangetsu...!?"
"Halo, Shira... sudah lama sekali kita tidak bertemu bukan?" Tanya Zangetsu dengan ekspresi yang terlihat senang untuk bertemu Shira lagi.
"Kenapa kau masih hidup...?"
"Jangan bersenang-senang secepat itu, Zangetsu yang kau bunuh hanyalah sekedar wadah, dan kebetulan wadah itu sudah cukup untuk menghancurkan Touriverse sampai menyebabkan dirimu kesulitan."
"Sial..."
"Membunuh keturunan Zangges adalah hal yang sulit, Shira..."
"...Zangetsu yang kau lawan dulu hanyalah sekedar wadah yang diberikan satu persen kekuatan oleh dirinya, kau tidak tahu kekuatan asli dari Zangetsu sebenarnya." Peringat Korrina.
Mereka bertiga hanya bisa diam lalu mencoba sekuat mungkin untuk tidak terbawa emosi oleh kedua Dewa segalanya itu yang sudah memperbudak mereka untuk mengikuti Ragnarok.
Tidak lama kemudian, sebuah portal muncul di hadapan mereka bertiga sampai ketiga petarung melangkah keluar sampai menyebabkan tubuh Shira dan yang lain merinding ketika merasakan kekuatan murni mereka.
"Tekanan ini... bertambah semakin kuat..." Ucap Shira yang mulai menatap kedua lengannya sampai bergetar cukup dahsyat karena kehadiran mereka bertiga.
__ADS_1
Brimgard telah datang bersama ketiga petarung yang ia bawa untuk melakukan tahapan awal dari Ragnarok yang dijadikan sebagai pembuka.
Brimgard langsung menatap Shira dan yang lainnya dengan ekspresi serius, ketangguhan dapat ia rasakan dengan jelas bahwa mereka petarung terbaik yang dipilih oleh Korrina untuk mengikuti tahapan awal ini.
"Siapa mereka?" Tanya Haruki.
"Dewa Kountraverse yang dinamakan sebagai Brimgard Zio, dia adalah ras Zerdian..."
"Zerdian...?"
"Ras petarung sehebat Legenda tetapi mereka selalu mempersiapkan segalanya dengan mengikuti tradisi Gladiator agar mereka bisa terus memperlihatkan ketangguhan yang sebenarnya..."
"...semenjak Brimgard menjadi Dewa Kountraverse, ia berhasil mengatur dunianya sendiri menjadi sesuatu yang lebih baik dan merugikan untuk kita karena ketiga petarung yang ia bawa bisa dibilang kuat."
"Ukuran tubuh mereka lebih besar dari kalian karena tambahan kedua lengannya itu, setengah dari tubuh mereka juga terlihat seperti monster berwarna ungu..."
"...hati-hati, mereka sangatlah kuat dan ras yang tidak memberikan kesempatan apapun kepada musuhnya."
"Bisa dikatakan mereka tidak pernah kekurangan jumlah pada saat Ragnarok dimulai, daya tahan dan kekuatan dalam segi apapun yang mengerikan..."
"...berhati-hatilah." Peringat Korrina sampai menumbuhkan rasa tekanan dalam tubuh mereka.
Brimgard membawa Zeindall, Memoria, dan Lilith untuk mengikuti tahapan awal tersebut karena mereka bisa dibilang cukup berpotensi untuk melawan ketiga Legenda legendaris di dalam layernya tersendiri.
"Kita tidak bisa meremehkan mereka semua..." Kata Arata.
""Ya...""
"Ras Zerdian, Witchest, dan Gem..." Batin Korrina.
"Aku membawa ras yang sama tetapi sangat mencolok bagi mereka yang mengenal sejarah bangsa Legenda, setidaknya di Ragnarok nanti mereka pasti akan terlalu fokus mengurusi bangsa Legenda."
"Sujud." Perintah Zephyra sampai mereka semua langsung sujud tanpa harus dilakukan sendiri, saking kuatnya mereka tidak sadar sudah bersujud di hadapan Zephyra.
"Karena kedua belah pihak layer sudah berkumpul, mungkin kita akan melakukan sedikit tahapan awal Ragnarok yang disebut sebagai pembuka..."
"...pembuka untuk memperlihatkan seberapa jauh potensi kedua belah pihak petarung sampai titik mana saja."
Zephyra mulai menjentikkan jarinya sampai Korrina mulai duduk di atas takhta bersama Brimgard yang duduk di hadapannya, mereka dapat melihat keenam petarung mulai saling berhadapan.
"Setiap Dewa dan Dewi di kedua layer, saksikanlah pembukaan pertama dari Ragnarok!" Zephyra menepuk tapaknya beberapa kali sehingga isi dari ruangan itu dipenuhi dengan banyak Dewa dan Dewi dari kedua layer.
Arata bisa melihat kedua orang tuanya yang terlihat ketakutan karena mereka semua sudah mengetahui Ragnarok akan kembali karena Zephyra yang menjelaskannya sendiri.
"Semua Dewa dan Dewi dari Touriverse serta Kountraverse berkumpul..." Ucap Korrina pelan yang dapat melihat ekspresi ketakutan mereka semua.
__ADS_1
"Selamat datang di pembukaan..."
"...Ragnarok!"