
Brimgard berhasil menghancurkan semua pasukan Mecha Neko yang mengepung dirinya, semua barang tajam yang berada di dalam tubuhnya berhasil ia keluarkan semuanya sampai ia bisa memulihkan tubuhnya lagi.
"Serangan terakhir ya... itu adalah ketangguhan yang selalu aku tunggu selama ini, Shinobu Koneko." Brimgard menepuk dadanya beberapa kali sampai semua luka yang ia terima menghilang.
Serangan terakhir yang Shinobu lakukan dinamakan Santet bisa dibilang efektif karena melukai Brimgard cukup parah sampai pergerakannya mengalami penghentian ketika ia mencoba untuk menghancurkan tubuh Shinobu.
Tetapi semua itu masih bisa ia tahan sampai dirinya dapat melihat tubuh Shinobu di hadapannya yang sudah sepenuhnya kosong dengan kehidupan atau nyawa, sekali saja tembakan materi hitam sudah cukup untuk menghapus tubuhnya itu.
Setelah itu Brimgard bisa meratakan pasukan lainnya tanpa harus mengkhawatirkan siapapun, ia juga menatap ke atas langit hanya untuk melihat Zephyra yang sibuk memperhatikan pertarungan lain.
"Apakah kemenangan itu sudah berada di sisiku...?" Batin Brimgard.
Shinobu yang merasuki tubuh Mecha Neko mulai melepaskan banyak sekali tembakan cahaya melalui punggungnya yang mengeluarkan banyak sekali peralatan senjata.
"Hah... Hah... Hah..."
"...Koneko... Koneko masih ketakutan, pertarungan melawan bangsa Zerdian bukan lah hal yang baik karena rasanya mereka mirip sekali dengan seorang Higher Being." Shinobu melepaskan pembakaran besar melalui kedua tapaknya sampai tubuhnya terbelah menjadi dua.
Semua itu disebabkan oleh seorang raja yang memimpin pasukan Karmacoma bernama Archie, ia mulai terjatuh di atas tanah lalu menumbuhkan kembali tubuh bagian bawahnya karena besinya akan terus tumbuh selama sisa besi itu tidak hancur.
"Mencari Kak Koizumi hanya akan menghabiskan banyak sekali waktu, kalau begitu aku memang harus berjuang menggunakan tubuh robot ini dan sebisa mungkin mengumpulkan beberapa pasukan Mecha Neko." Batin Shinobu.
Pandangannya langsung terfokus kepada Demetrio yang kebetulan sedang bertarung melawan Karmacoma bersama pasukan Kitsuna lainnya, "Ahh...! Ide...! Ide baru!"
Shinobu melesat menuju arah Demetrio lalu membawa dirinya menuju lokasi yang aman, "Oi!? Apa yang kau lakukan, dasar rongsokan!!!"
Shinobu mulai mendarat di atas tanah lalu ia meminta Cyber untuk membawa sebagian pasukan Mecha Neko agar bisa melindungi mereka berdua hanya untuk membahas sesuatu yang penting.
"Ini aku, Shinobu Koneko!"
"Shinobu Koneko...?" Demetrio mengerutkan dahinya lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah Brimgard yang sedang menyerang pasukan Touriverse dengan membabi buta.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhmu itu...?" Tanya Demetrio yang mulai menumbuhkan banyak sekali konstruksi yang tercipta dari tanah agar diskusi mereka tidak terganggu.
"Aku kalah... jika saja aku tidak pernah mempelajari ilmu hitam maka kehidupanku sudah berakhir di sana, kehidupanku adalah arwahku sendiri dimana aku bisa pindah dan merasuki siapapun yang aku inginkan."
Demetrio memasang tatapan kaget ketika mendengarnya, "Itu artinya kau memang tidak memiliki tubuh asli atau semacamnya...?"
"Arwah atau wujud Astralku adalah jiwaku yang asli, hanya saja karena Ibuku menikah dengan Ayahku yang masih hidup maka aku campuran dari Astral dan Neko Legenda."
__ADS_1
"Tetapi jika aku tidak mempelajari ilmu hitam dan menjadi penguasa segala arwah maka diriku sudah pasti akan mati di sana..."
"...sungguh mengerikan, aku memerlukan sebuah strategi dan waktu untuk melawan dirinya lagi karena ia sangat amat kuat." Shinobu mulai menatap Demetrio.
"Kau memang sudah berkembang cukup jauh ya, hebat sekali, Shinobu Koneko..."
"...apakah kau bisa merasuki tubuh Brimgard?"
"Tidak, akan membutuhkan proses dan usaha yang lama untuk merasuki tubuh seseorang dengan kehidupan di dalamnya, benda mati saja yang bisa aku rasuki." Shinobu dapat melihat angka yang memperlihatkan pasukan Touriverse dan Kountraverse terus berkurang tanpa henti.
"Tetapi jika aku merasuki tubuh seseorang maka bisa dibilang kita mengendalikan setengahnya, mungkin itu bisa saja membantu." Shinobu terlepas keluar dari dalam robot itu sampai mengejutkan Demetrio.
Tubuh Astral Shinobu yang tembus pandang berwarna putih, "Kau memang tidak pernah berhenti untuk mengagumi diriku, kalau begitu apa yang kau butuhkan?"
"Manusia tercipta dari tanah... tubuh Manusia dan Legenda bisa dibilang sama karena kau pernah menciptakan prajurit Legenda dengan menggunakan sihir tanah liat itu."
Demetrio hanya bisa tertawa lalu ia mulai menjentikkan jarinya sampai tanah liat muncul di hadapan Shinobu lalu membentuk tubuhnya itu yang terlihat begitu persis, "Aku tahu kau memang bisa diandalkan."
Shinobu langsung merasuki tubuh tanah liat itu sehingga ia bisa merasakan kembali tubuhnya seperti yang asli, "Kalau begitu aku memang tidak membutuhkan semua peralatan ini lagi..."
Demetrio melihat Shinobu memunculkan tujuh buku dari Grimoire elemen dasar agar dirinya bisa mencapai potensi penuh untuk memperjuangkan Touriverse, "Aku masih harus membalas budi kau terus, Shinobu."
Demetrio menerima semua kekuatan Grimoire itu sehingga potensinya telah terbuka secara sepenuhnya sampai ia mulai melihat Shinobu yang mengeluarkan kacamatanya hanya untuk digunakan sampai berubah menjadi zirah teknologi.
"Kau memang berbahaya..."
***
Shira dan Brimgard kebetulan saling berpapasan sehingga mereka langsung menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat serius karena sebentar lagi akan terjadi pertarungan yang sengit.
"Sungguh kebetulan yang tidak aku sangka, awalnya aku mengincar adikmu tetapi aku mendapatkan abangnya yang dikatakan sebagai Dewa Kountraverse."
Brimgard hanya perlu melebarkan kedua matanya sampai melepaskan dorongan yang besar menuju arah Shira tetapi ia berhasil menahan semuanya menggunakan kedua lengannya itu.
Shira meneteskan keringat dinginnya lalu ia memiliki keberadaan yang cukup untuk menghadapi Brimgard, "Golden Multiversal!!!"
Shira melesat menuju arah Brimgard lalu ia melancarkan banyak sekali pukulan dan tendangan yang berhasil ditahan menggunakan keempat lengannya tanpa kesulitan apapun.
Setiap serangan yang dilakukan oleh Shira juga akan melepaskan banyak sekali cahaya yang terus menyerang tubuh Brimgard tetapi ia berhasil menahannya juga karena ia mulai menumbuhkan aura hitam yang mengandung Null di dalamnya.
__ADS_1
"Kau bertambah semakin tangguh... tetapi semua itu masih belum cukup!!!" Brimgard melancarkan satu serangan yang langsung menembus tubuh cahaya Shira sampai mengejutkan dirinya.
Shira melancarkan satu pukulan yang berhasil menghempas dirinya ke belakang, Shira melesat secepat mungkin menuju arah Brimgard lalu menghantam keempat tangannya yang mencoba untuk melindungi tubuhnya.
Brimgard berhasil menyerang balik dengan menendang perut Shira sampai ia terpental ke atas langit, dan punggungnya menerima hantaman dari materi hitam sampai tulang di dalamnya mulai remuk.
Shira terjatuh di atas tanah lalu Brimgard menginjak punggungnya beberapa kali, ia menarik kaki Shira lalu menghantam tubuhnya dengan semua konstruksi yang ia ciptakan menggunakan materi hitam.
"LIGHT OF HOPE!!! TINGKATAN TAK TERBATAS...!!!" Shira berputar cepat lalu menendang kepala Brimgard sampai tengkoraknya retak karena tendangan tadi keras sekali.
Brimgard langsung menarik kakinya untuk menurunkan dirinya yang berada di atas langit, Shira melompat ke belakang hanya untuk menghindari pukulan Brimgard yang sudah ia lepaskan.
Brimgard menoleh ke sebelah kanan lalu ia bisa melihat ratusan alam semesta melesat menuju arah dirinya tetapi Brimgard langsung mengecilkan semua itu dengan cengkeraman tangan dicampur ketiadaan.
Brimgard melakukan frontflip ke belakang hanya untuk menghindari semua Supernova yang Shira lempar beberapa kali sampai kedua lengannya tertangkap oleh tangan Brimgard.
Kali ini ia berputar seperti angin topan lalu melemparnya menuju daratan tetapi ia melesat kembali kepada Brimgard hanya untuk menerima kesakitan lainnya seperti wajah yang menerima hantaman.
Shira dan Brimgard langsung bermunculan dimana-mana sampai beberapa orang dapat melihatnya seperti Arata dan Haruki yang sibuk menahan pasukan Kountraverse, "Bukannya itu Shira...?!"
"Dia sudah langsung melawan Brimgard... itu artinya Shinobu...?!" Arata sempat berpikir Shinobu sudah gugur ketika Brimgard bertarung dengan petarung lainnya.
Brimgard menghantam dada Shira sampai ia langsung memuntahkan banyak darah karena jantungnya sempat hancur, setelah itu Brimgard mengangkat kaki kanannya cukup atas untuk menghantam kepala Shira sampai ia terjatuh di atas tanah.
"Nrrgghhh..." Tubuh Shira merasakan banyak sekali kesakitan karena daya kekuatan Brimgard yang memang bisa dibilang jauh dari kata normal dan wajar.
Brimgard mengangkat kepala Shira lalu pandangan mereka saling bertemu, "Aku kecewa... awalnya aku mengira dirimu bisa memperlihatkan ketangguhan yang sebenarnya kepada diriku!!!"
Brimgard menyentuh perut Shira lalu melepaskan materi gelap yang mementalkan dirinya ke belakang sampai menabrak banyak sekali pasukan kedua pihak sehingga mengacaukan pertarungan mereka.
Salah satunya adalah Megumi dan Chloe yang hampir saja mengenai serangan fatal menuju arah Memoria tetapi gagal karena mereka mulai terhempas ke belakang.
Brimgard mencoba untuk mengurusi hal lain tetapi ia menoleh ke belakang ketika sebuah gelombang cahaya terlepas ke atas langit sampai membentuk seekor burung.
"Kau mau pergi ke mana?! BRIMGARD...!!!" Shira melesat menuju arah Brimgard sampai ia sudah berada di hadapannya dirinya dengan pukulan tinju emas yang dilepaskan.
Tetapi pukulan itu mengenai lapisan Null tersebut sampai Golden Spirit mulai menghilangnya, namun wajahnya Shira tetap menerima pukulan dari Brimgard sampai ia terpental ke arah lain.
"Shira...!" Arata dan Haruki datang dalam waktu yang sempat tetapi ia bisa melihat banyak sekali pasukan mulai menghalangi dirinya.
__ADS_1
"Hah... Hah... Hah..." Shira menyentuh dadanya sendiri lalu ia meludah beberapa darah.
"...apakah aku selemah ini sejak itu...?! Sialan!!!"