Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 250 - Tahap Selanjutnya


__ADS_3

Haruka dan Okaho merasakan sesuatu yang janggal dan berbeda ketika melihat Komi, entah kenapa kekuatan dan kemampuan-nya terasa berbeda... ia tidak mau lagi menunjukkan ilusi atau sihir yang biasa mereka ketahui, Haruka menggunakan sihir waktu beberapa kali untuk melukai-nya tetapi Komi tidak bisa merasakan apapun ketika Haruka mencoba untuk melukai-nya.


"Kakak... mungkin saja ini semua jebakan..." Ungkap Okaho.


Komi tiba-tiba menciptakan gelombang api hitam yang besar di sekitarnya, Okaho dan Haruka terkejut ketika melihat itu bahwa ia terlihat seperti menggunakan kemampuan yang sama seperti Okaho sendiri yaitu realita tetapi... mereka merasakan sesuatu yang berbeda dan itu kurang baik.


"Sihir apa itu...?" Tanya Haruka hingga ia langsung terkena dengan gelombang tersebut sehingga terlempar ke belakang, Okaho mengerutkan dahi-nya ketika melihat Komi yang dapat mengendalikan ruangan itu seperti mengendalikan realita, Okaho langsung mengembalikan gelombang itu kepada Komi tetapi Komi mendorong-nya lebih kuat sehingga gelombang itu hampir saja mengenai diri-nya sendiri.


"Ck...!" Okaho terbang ke atas lalu menatap Komi dengan ekspresi yang terlihat serius, ketika Okaho mencoba untuk menggunakan sihir realita... semua sihir itu tiba-tiba mengenai beberapa gelombang yang diciptakan oleh Komi, Komi hanya harus membuat Okaho sibuk dengan sihir-nya yang tak terbatas agar ia tidak mampu untuk menyerang diri-nya sendiri.


"Dengan sihir ini aku akan menyerang kalian dengan energi kehidupan dari semua planet yang ada... termasuk dengan inti Touri itu sendiri, gelombang ini bukan dari kekuatan-ku tetapi dari planet yang aku jadikan tumbal... dan harus kukatakan, planet yang aku jadikan tumbal ini punya energi yang luar biasa." Komi tersenyum jahat hingga Okaho dan Haruka tercengang ketika mendengar itu.


"Energi kehidupan!? Okaho...!!! Dia menggunakan sihir Necromancer-nya itu!!!" Seru Haruka keras, ia mencoba untuk menghentikan waktu tetapi sihir-nya tiba-tiba gagal ketika Komi mengerahkan serangan lain-nya menggunakan energi kehidupan, Okaho mengubah semua serangan itu menjadi udara lalu ia meluncurkan beberapa sihir Crimson ke arah Komi tetapi Komi berhasil menyerap-nya.


"Sekuat apapun sihir kalian... aku sudah mengendalikan penuh buku sihir itu, ditambah lagi... kekuatan dan kemampuan yang kalian keluarkan itu hanya akan membuat-ku kuat sehingga aku dapat beradaptasi dan menggunakan sesuatu yang sama dengan kalian semua...!!!" Komi menjentikkan jari-nya hingga mereka berdua mulai bergerak dengan sangat lambat karena Komi menggunakan sihir [Time-Lag].


Haruka dan Okaho berhasil menghancurkan sihir waktu itu menggunakan sihir mereka masing-masing tetapi mereka lengah karena Komi mengangkat jari-nya sehingga gelombang hitam yang sangat besar mulai menyerang mereka berdua dari atas. Mereka terlambat untuk melakukan sesuatu, semua gelombang itu mengenai mereka lalu Komi mengubah gelombang itu menjadi batu yang sangat keras.


Okaho berhasil bebas dari dalam batu itu lalu ia mengisi sihir [Final Shine Attack] di tangan kanan-nya, Komi tersenyum sadis lalu ia mengangkat kedua lengan-nya sehingga Okaho dihentikan oleh gelombang besar yang muncul tepat di hadapan-nya, untungnya Okaho sempat untuk berhenti dan mengubah gelombang itu menjadi udara tetapi Komi memunculkan gelombang yang lebih banyak lagi.


"Tidak berguna... kau hanya menghabiskan waktu-mu menggunakan sihir realita yang dapat menghabisi Lenergy-mu sendiri...! Fuahahahaha!!!" Lengan kanan Komi mulai diselimuti dengan sihir Crimson lalu ia mengayunkan lengan-nya ke arah Okaho yang berhasil menghindari semua serangan-nya itu.


Komi menggunakan sihir yang sama sehingga gelombang yang berbentuk seperti ombak mulai menyerang Okaho dari arah barat, Okaho melihat-nya dan ia langsung mengubah gelombang itu menjadi batu, ia langsung merasakan keberadaan Komi yang berada di belakang-nya. Ketika Okaho melirik ke belakang ia melihat Komi yang melempar sebuah gelombang hitam besar, untung-nya Okaho sempat untuk menahan gelombang itu menggunakan kedua tapak-nya.


Okaho menunjukkan ekspresi yang kesal, ia mengubah gelombang itu menjadi udara lalu ia melesat ke depan dan berhasil menendang perut Komi sangat dalam, "Jangan membuat-ku kesal seperti ini...!!!" Okaho melayangkan beberapa serangan yang mengenai tubuh Komi lalu ia menggunakan sihir realita-nya untuk melakukan hal yang sama dengan Komi, menggunakan energi kehidupan.


"Aaccckkkkk!!!" Komi terlempar ke belakang.


"Bagus sekali, Okaho!" Haruka tersenyum dan tibap-tiba tubuhnya merinding seketika, "A-Apa...?" Haruka menatap kedua tapak-nya lalu ia melihat sekitar-nya... tidak ada fenomena aneh yang ia lihat, mungkin itu hanya firasat-nya saja yang ia rasakan.

__ADS_1


"Jika kau mampu menggunakan energi kehidupan maka aku juga dapat melakukan-nya... maaf, Mama, kau itu orang baik dulu-nya tetapi sekarang kau sudah menjadi seseorang yang sangat gila dengan kekuatan dan balas dendam." Ucap Okaho.


Komi bangkit lalu ia mengangkat lengan kanan-nya sehingga ia mengumpulkan energi kehidupan yang sangat besar di tapak kanan-nya itu, "Apa yang kau coba lakukan sekarang?" Tanya Haruka.


"Sebesar apapun itu... sihir-mu tidak berguna lagi untuk melawan-ku." Kata Okaho.


Komi mengecilkan bola energi itu lalu ia memakan-nya sehingga tubuh-nya melepaskan dorongan yang sangat besar serta mengeluarkan aura yang terlihat sangat aneh, setelah itu Komi melesat menuju arah Okaho lalu mencengkram wajah-nya dan melempar-nya ke depan, Haruka melebarkan kedua mata-nya dan menyadari sesuatu bahwa ia tidak bisa menggunakan sihir-nya.


"L-Lenergy kita hilang...! A-Apa!?" Komi melepaskan gelombang besar ke arah mereka berdua, Haruka mencoba untuk menggunakan sihir waktu-nya tidak bisa bahkan Okaho juga tidak bisa menggunakan sihir realita-nya hingga mereka berdua terkena dengan gelombang tersebut lalu terlempar ke belakang.


"Hahahahaha...!!! Percuma saja... Aku sudah menyerap seluruh energi apapun yang ada di dalam diri kalian...!!! Itu artinya kalian tidak bisa lagi menggunakan sihir untuk sementara...!!!" Komi langsung mengangkat mereka berdua dan mulai menyiksa mereka dengan menghantam mereka semua ke arah asteroid yang ada di sekitar mereka lalu membakar mereka semua dengan gelombang hitam.


"M-Mustahil...!!! Bagaimana bisaaaaagghhh!!!" Okaho menjerit keras ketika gelombang itu mengenai-nya, ia sekuat mungkin mencoba untuk menggunakan sihir realita-nya tetapi gagal lagi dan lagi.


Haruka dan Okaho mendarat di atas tanah, "O-Okaho... Kau masih hidup...?"


"B-Brengsek... Tentu saja aku masih hidup... A-Apakah... Ini salah satu masa depan yang kau lihat...?"


"Seharusnya kau memberitahuku dari awal---" Komi mencekik leher mereka sehingga kedua tangan-nya langsung memancarkan cahaya yang sangat besar, setelah itu ia melepas mereka berdua dan memegang dua bola energi yang ia dapatkan dari mereka.


"Sayang sekali ya...?" Komi melempar kedua bola energi itu ke dalam simbol yang masih terbakar di dalam-nya, Okaho dan Haruka tidak sadarkan diri... Bahkan kedua pupil-nya telah hilang dan mulut mereka terbuka seolah-olah mereka sudah mati.


"Berkat kalian... Ritual-ku berjalan dengan cepat...!!!" Komi mengangkat kedua lengan-nya sehingga api-api suci itu langsung membesar dan menipis beberapa detik kemudian lalu menunjukkan beberapa orang di dalam-nya.


"Aku berhasil...!!! Aku berhasil...!!! Ritual of Necromancer: Life Force!!!" Komi berhasil membangkitkan beberapa orang yang sudah mati.


"Hahahahaha...!!! HAHAHAHAHAHA!!! HAHAHAHAHAHAHAHA!!!"


***

__ADS_1


"A-Apakah tidak ada cara lain untuk mengalahkan-nya...?!" Tanya Shira, tubuh-nya dipenuhi luka bahkan ia sendiri sudah tidak bisa lagi bertarung ketika merasakan tekanan Hitori saat ini.


"Masih ada satu cara yang aku pikirkan di dalam pikiran-ku... Tidak membutuhkan penjelasan tapi setidaknya cara ini cukup membantu juga..." Kata Shinra yang mulai bangkit dari atas tanah.


"Cara apa yang kau maksud...?"


"Adik kecil, bantu aku..."


"Bantu apa...?"


Sebuah lambang aneh muncul di lengan kanan Shinra, ia langsung menunjuk ke depan sambil memperlihatkan lambang tersebut, lambang itu langsung menciptakan bola yang besar di depan mereka.


"Kita akan bergabung... Menciptakan Legenda yang lebih hebat dan kuat dari kita berdua!" Shinra tersenyum.


"A-Apa!? Pergabungan...?" Ini pertama kalinya Shira baru saja mengetahui tentang pergabungan, jika ia mengetahuinya sejak awal maka dia akan terus menggunakan-nya untuk bertarung melawan musuh.


"Aku tidak perlu menjelaskannya kepadamu... Tidak ada waktu lagi, kita harus menggabungkan tubuh dan kekuatan kita untuk bisa mengalahkan si sialan itu." Kata Shinra.


"Intinya pergabungan ini hanyalah sementara... Kita membutuhkan setengah jam untuk bisa menghabisi Hirato." Ucap Shinra.


"Baiklah! Ayo!" Shira mengangguk, "Mari kita masuk ke dalam bola itu...!!!" Shinra melompat masuk ke dalam bola tersebut dan Shira melakukan hal yang sama sehingga bola itu memancarkan cahaya putih yang besar.


Hirato memejamkan kedua mata-nya beberapa detik lalu ia menatap ke depan dan melihat seseorang yang melompat ke atas lalu berhadap dengan dirinya.


"Siapa kau?" Tanya Hirato.


"Jika kau adalah gabungan DNA dari kami dan Alvin maka kita juga sama-sama bergabung... Aku adalah gabungan Shiratori Shira dan Shiratori Shinra, namaku adalah..."


"...Shitori!"

__ADS_1


1st COUR ENDED



__ADS_2