
Shinobu yang baru saja menutup kembali lubang bekas galiannya merasakan sumber God Lenergy yang sangat besar sampai ia mendengar jeritan banyak orang lemah yang terkutuk menjadi batu.
Jeritan itu langsung membuat Koneko ketakutan sampai tubuhnya bergetar karena kemungkinan keberadaan yang ia rasakan adalah kebangkitan seluruh Dewa agung elemen serta kutukan Demetrio yang terjadi.
Shinobu terbang tinggi ke atas langit lalu melihat banyak sekali patung batu yang terlihat seperti ketakutan dan menjerit, semua itu adalah korban yang tidak bisa menahan tekanan dan kekuatan dari God Lenergy.
"Gawat... ternyata sesuai dengan prediksiku, tetapi... ini yang terbaik, menjebak mereka tidak akan mengubah fakta bahwa Keseimbangan itu masih hancur."
"Para Dewa berhak mati!" Shinobu memasang tatapan tajam sampai ia pergi meninggalkan planet itu lalu bergegas kembali menuju inti semesta Touri dimana ia merasakan God Lenergy yang besar di sana.
"Aku harus menyimpan cahaya dan tenagaku... jika menggunakan kecepatan penuh cahaya maka diriku tidak akan bisa menahan Demetrio bersama Dewa agung lainnya..."
"...teman-teman, semoga kalian bisa menahan mereka. Aku perlu melakukan semua ini demi menumbuhkan pohon emas yang dijadikan sebagai inti pemulihan Golden Sunshine."
Shinobu melihat pohon emas besar atau bisa disebut sebagai makam Minami, "Tante Minami... apakah aku memilih kekuatan yang cukup untuk mengembalikan semua kehancuran menjadi semula?"
"Aku tidak peduli dengan penduduknya tetapi tadi adalah peringatan pertama untuk mengajak semua ras mengikuti kepercayaan Demetrio..."
"...peringatan kedua pasti lebih buruk, dia berniat untuk mengubah planet menjadi batu... mengembalikan zaman yang sangat kuno sejak itu yaitu zaman batu."
"Tetapi apa yang harus aku lakukan... semuanya memerlukan tekad yang kuat, jika aku terus khawatir seperti ini maka kemenanganku tidak begitu jelas..." Shinobu mulai menyentuh ikat kepalanya.
"...Koneko..."
"...akan berjuang!"
***
"Ternyata tebakan yang kau miliki benar, Demetrio... gadis pemberontak seperti mereka dapat bertahan satu lawan satu melawan Dewa." Kata Dallas yang sedang melancarkan beberapa ombak menuju Ako.
"Mereka tidak bisa diremehkan... ingat saja, Legenda berkembang semakin mengerikan berdasarkan kemajuan dan juga gen melalui keturunan itu sendiri..." Kata Demetrio selagi memperhatikan pertarungan.
Semua Legenda fanatik yang berada di Lemia mulai pergi berpencar untuk menyebarkan kepercayaan karena keempat pemberontak itu termasuk Anastasia akan diurus oleh hukuman para Dewa dan Dewi elemen.
"Lenergy yang sangat kuat... Demetrio, sepeti teriakan kematian dari jutaan orang..."
"...dia memang Dewa yang mempertahankan julukannya itu tanpa turun jabatan." Batin Anastasia selagi memperkuat keempat gadis itu dengan sihir pendukung.
"Sebenarnya dia sudah melakukan apapun saja di masa lalu itu...? Merusak dan memperbaiki masa lalu tidak akan begitu mempengaruhi masa ini ini..."
"...entah kenapa hal tersebut membuatku semakin khawatir, tetapi melihat kekacauan yang saat ini sedang terjadi... Crystal of Catastrophe akan bisa aku gunakan untuk melakukan eksperimen besar-besaran."
"Ternyata dunia ini memang terjebak dalam labirin penuh masalah... salah satunya adalah aku yang ingin melakukan tes kecil, semoga beruntung, para gadis." Anastasia terus memfokuskan Lenergynya untuk membantu mereka.
"Sepertinya Shinobu Koneko masih belum datang ya, aku sudah menantikan kedatangan dirinya itu..." Demetrio duduk di atas kursi takhta yang ia ciptakan melalui batu.
"Dia akan datang... kau hanya tunggu saja, hasilnya sudah pasti tidak jauh dari perebutan Grimoire itu!" Jawab Hinoka yang sedang bertarung melawan Ignatius.
"Jika saja jumlah kita melebihi lima maka kau sudah pasti akan tertekan..."
"Yang kau maksud adalah robot berbentuk seperti kucing kerdil itu?" Tanya Demetrio yang sempat menghancurkan satu robot itu, ledakannya tidak memberikan efek apapun kepada tubuh batunya.
Sekali saja menerima kehancuran maka tubuhnya akan terbentuk dengan batu, tanah liat, dan lumpur sampai memberikan dirinya keabadian yang sudah ia capai sejak dulu sekali.
"Sekarang tidak ada lagi yang namanya batasan, Realm of Earth sudah bergabung dengan Yuusuatouri bahkan Grimoire of Earth sudah berada di dalam tubuhku..."
__ADS_1
"...seperti jantung yang terus berdetak dan memberikan diriku kekuatan tanpa batas!" Demetrio mulai memunculkan tembok batu besar di depannya untuk melihat proses penyebaran kepercayaan itu.
"Akan sayang sekali untuk melawan kalian... para Dewa agung ini pasti akan merasa cemburu karena tidak kebagian lawan."
"Bisa dibilang kalian beruntung karena aku dapat menghentikan kalian semua dalam sekejap... saat pulang dari masa lalu dan menerima semua kekuatan melalui kepercayaan pengikutku."
"Aku tidak perlu takut dengan yang namanya pemberontak seperti kalian, setelah aku mengurus kalian maka aku akan mengutuk mereka yang membantah ajakan kepercayaan itu."
"Planet Legenia saat ini masih bersih, aku yakin terdapat banyak sekali kekuatan yang besar di sana... bukannya begitu, Barak?" Tanya Demetrio.
"Planet itu... seingatku sejak kecil sudah cukup terkenal karena memiliki banyak Legenda hebat yang memperjuangkan kedamaian itu seperti Kou Comi..." Barak mulai menjelaskan.
"...namun kedamaian yang ia perjuangkan hilang begitu saja sampai menjadikan dirinya sebagai Legenda yang dibenci oleh semua orang karena menyebabkan banyak keguguran."
"Kau dengar itu? Perjuangan Kou Comi tidak mampu mempertahankan kedamaian dan keamanan untuk Touriverse..."
"...semuanya akan terjatuh pada masanya karena mereka adalah Mortal yang tidak dapat mengabadikan kedamaian itu!"
"Lihatlah... Dewa sepertiku akan tetap mempertahankannya, semua orang yang mempercayai diriku pasti merasa sangat senang karena tidak ada lagi labirin yang dipenuhi masalah itu."
"Untuk Mortal itu sementara... sedangkan bagi Dewa itu abadi... jika aku berhasil menyingkirkan para pemberontak dan Legenda munafik itu maka tidak ada lagi yang namanya masalah besar!"
"Itulah kenapa aku memberikan kalian satu---"
""Tidak!!!""
"Hahaha... sayang sekali ya, kalian masih muda... dengan kekuatan seperti itu lalu mengikuti kepercayaanku maka kita dapat memperjuangkan kedamaian bersama!"
"Mempertahankannya lalu memecahkan misteri di balik semua masalah dan dunia kejam ini... sayang sekali kalian menoleh, mungkin Shinobu dengan pikiran terbukanya akan mengerti." Demetrio dengan sabar menunggu kehadirannya.
"Shinobu Koneko? Ya... dia sangat kuat sampai aku tidak menerima semua tindakan yang sangat memalukan itu..."
"...kali ini, karena aku sudah bebas dari Realm of Electric maka aku bisa membalasnya dengan berbagai macam penyiksaan yang sudah aku pikirkan saat ini." Barak menghantam tapaknya sendiri.
Demetrio tersenyum puas karena ia akan menandakan Barak sebagai pion untuk dirinya, ia masih penasaran dengan apa yang dapat Shinobu lakukan saat ini.
"Aku hanya perlu waspada dengan The Mind... jika daya tahan dan kekuatannya melemah maka ia sedang berproses menggunakan The Mind." Batin Demetrio.
"Baiklah, semuanya... agar hukuman ini berjalan lebih menyenangkan, biarkan aku memberikan kalian semua zirah Golem yang keras!" Demetrio menepuk tapaknya beberapa kali.
Semua Dewa yang sedang bertarung itu langsung terlindungi dengan zirah Golem yang meningkat daya tahan dan kekuatannya, Konomi yang sedang menahan pukulan Asper merasakan tulangnya mulai retak.
"Aggghhh...!"
Asper terus maju ke depan sampai mendorong Konomi mundur yang tidak dapat menahan penambahan kekuatannya itu karena zirah yang diterimanya dari Demetrio.
Koizumi menggunakan beberapa tangkisan dari kedua tapaknya selagi menunjukkan kuda-kuda seni bela diri yang berbeda untuk menghindari serangan fisik Erion.
Hinoka dengan santainya menghancurkan zirah milik Ignatius lalu menghantam wajahnya cukup keras sampai ia terjatuh di atas tanah, "Sekeras apapun itu... tidak ada yang bisa menembus ledakanku..."
"Sekarang... maju Dewa Ignatius, aku tidak membutuhkan yang namanya basa-basi!" Hinoka memasang kuda-kuda bertarungnya, kedua tangannya juga diam-diam memegang batu kecil yang akan ia ubah menjadi flashbang.
Ako dapat membekukan zirah milik Dallas, jadi ia tidak perlu mengkhawatirkan soal bantuan dari Demetrio karena ia akan mengalahkan musuh dewa untuk pertama kalinya.
"Ck... lemah sekali... sungguh mengecewakan." Demetrio memasang tatapan kecewa melihat semua dewa agung itu memakan waktu yang lama untuk membunuh mereka semua.
__ADS_1
"Aku malah merindukan semua Dewa agung yang terangkat sama denganku... kenapa mereka memilih pensiun dan bunuh diri...?" Batin Demetrio.
Demetrio sudah meremehkan para gadis itu sampai ia mulai memerintah Barak untuk segera mengurusi mereka semua dengan serangan penuh kejutan.
"Pandangan yang aku lihat cukup memalukan... urus mereka sekarang juga, Barak."
"Baiklah..." Barak menandakan musuh yang berada di depannya yaitu Konomi, ketika ia mencoba untuk menyerangnya dari belakang...
"Agghhh...!!!" Barak terdorong ke belakang dengan perut yang mengeluarkan banyak partikel cahaya, Demetrio mengangkat kedua alisnya ketika melihat seseorang yang ia cari akhirnya datang.
"Akhirnya kau datang... mungkin hal yang wajar untuk seekor kucing yang melarikan diri, apakah kau takut ketika melihat semua peringatan ini?" Tanya Demetrio.
"Tidak ada alasan untuk takut." Jawab Shinobu dengan tatapan polos.
"Lagi-lagi tatapan itu... Shinobu Koneko, dasar kau hama..."
"...aku tidak bisa mengampuni perbuatan yang kau lakukan sejak itu!" Demetrio memasang tatapan kesal tetapi ia masih memiliki satu kesempatan terakhir untuk dirinya.
Shinobu muncul di hadapan Barak yang mencoba untuk menyerangnya, ia langsung terpental ke belakang dengan tatapan kaget karena kecepatannya mendadak meningkat pesat.
"Diam di tempat... aku ingin mendengar apa yang Demetrio katakan selanjutnya." Peringat Shinobu dengan ekspresi yang masih terlihat polos.
"Kau berani-beraninya melupakan pertarungan kita sebelumnya?"
"Kita bisa melanjutkannya setelah aku mendengar apa yang coba Demetrio katakan." Shinobu menghadapi Barak lalu ia bergerak tak kasat mata menuju arah Barak lalu menyerangnya tanpa henti.
Demetrio mengangkat kedua alisnya ketika melihat Shinobu menghilang entah kemana tetapi Barak terlihat seperti menerima banyak sekali serangan beruntun yang tak pernah habis.
Shinobu memegang kaki Barak lalu melemparnya menuju arah Demetrio yang menyerang dirinya juga dengan menjatuhkan meteor dari atas sampai meteor itu membawa Barak ke dalam tanah.
"Aku juga berharap bisa langsung menghadapimu... tapi aku rasa tak akan semudah itu." Shinobu berdiri di hadapan Demetrio dengan senyuman lembut yang ia pasang.
Barak keluar dari dalam daratan lalu melihat Shinobu yang berada di hadapan Demetrio, "Jeda dulu pertarungan itu, Barak... dia ingin mendengarkan sesuatu yang akan aku katakan."
"Shinobu Koneko... kau sendiri tahu apa yang aku inginkan bukan? Tujuan kita sama, hanya saja aku membutuhkan banyak kepercayaan untuk menerima kekuatan yang mampu mengabadikan keselamatan dan kedamaian itu..."
"...jika aku berhasil menerima kepercayaan seluruh alam semesta Touriverse maka aku sudah menjaminkan banyak keselamatan dan kedamaian sampai aku juga akan pergi keluar semesta yang lebih jauh."
"Untuk mencapai semua itu... apakah kau ingin membantu diriku? Tujuanmu sama bukan, kau juga ingin menjadi harapan yang dapat menyelamatkan mereka semua dan menghentikan labirin konflik ini..."
"...jika kau mau membantu diriku dan menjadi salah satu dari pengikutku maka semua itu sudah cukup karena aku pasti akan menghancurkan semua kemustahilan itu."
"Bagaimana? Aku sendiri ingin membunuh seseorang yang sudah menciptakan labirin itu... seorang Dewa yang memperhatikan segala hal, namanya adalah Zenzaku!"
"Zenzaku...?" Shinobu memiringkan kepalanya.
"Itu benar... dengan menjaminkan keselamatan dan kedamaian abadi maka semuanya pasti akan berjalan penuh kebahagiaan sampai aku dapat mencari dimana si sialan Zenzaku itu!"
Demetrio mengulurkan lengan kanannya untuk menyepakatinya, "Bagaimana? Dewa memiliki kesabaran tak terbatas... mereka mengampuni banyak perbuatan buruk dari seorang Mortal."
"Aku harus membantumu...? Begitu?"
"Ya... dengan kekuatan kita maka semua keamanan dan kedamaian itu akan terjaga dengan aman."
Ketika Demetrio berbicara seperti itu, ia melihat Shinobu memejamkan kedua matanya selagi tersenyum lebar dengan ekor yang bergerak ke kiri dan ke kanan.
__ADS_1
"Apa ada untungnya aku membantumu...?"