
Musim Semi... Musim yang akhirnya bisa merasakan apa arti dari kedamaian... Aku tidak pernah menyangka bahwa seluruh orang akan menghormati-ku atas tindakan gegabah yang aku perbuat, tindakan gegabah yang seperti itu seharusnya dapat membuat orang lain di sekitar menyangka bahwa dia benar-benar bodoh...
Sepertinya usaha keras-ku tidak pernah memberikan hasil yang cukup membuat diriku kecewa, semuanya di mulai dari titik nol sih... Dengan diriku yang terlahir kembali dengan penampilan yang berbeda... Kemungkinan besar aku akan kembali ke titik nol lagi tetapi bersama teman-temanku disekitar... Hari ini adalah hari yang cukup menyenangkan untuk bisa melihat mereka semua...
Seluruh populasi Touri telah mengetahui tentang berita yang sangat penting dimana Korrina Comi diberi kesempatan dua untuk hidup dan melindungi Touri karena aksi hebat-nya yang dapat membuat seluruh orang termasuk dewa dan dewi terkejut, sang dewa takdir-pun merasa kagum ketika melihat dirinya yang memiliki takdir seperti itu walaupun dia tidak menciptakan takdir untuk Korrina.
Legenia... Itu adalah planet yang cukup populer, banyak orang dari berbagai semesta datang hanya untuk mengunjungi rumah Korrina dan menyambut dirinya, bahkan planet itu sudah bisa disebut sebagai planet yang paling banyak dikunjungi... Berkat sistem yang Korrina ciptakan yaitu Tech, Legenia sekarang menjadi lebih maju dan ketat.
Para turis datang hanya untuk melihat sejarah Korrina dan semua hal tentang diri-nya yang terletak di museum paling besar, di dalam museum itu hanya menunjukkan semua pahlawan dan Legenda legendaris yang ada. Tiga hari ini Korrina tidak diberi istirahat sama sekali karena seluruh populasi Touri datang hanya untuk menyambut dirinya.
Di sisi lainnya, Shira sedang berada di dalam sebuah toko berlian... Sudah saatnya dia membelikan sesuatu yang sangat spesial untuk Megumi karena mereka sebentar lagi akan bertunangan, dia merasa terganggu ketika melihat beberapa cincin berlian yang memiliki bentuk seperti wajah Korrina.
"Gadis itu benar-benar populer... Wajah-nya saja bahkan menjadi berlian cincin, ini cukup mengerikan..." Shira tidak bisa memilih cincin yang pas untuk dikenakan Megumi karena hampir seluruh berlian itu memiliki wajah Korrina, ia mulai menghela nafas-nya panjang dan menanyakan tentang cincin yang tidak berbentuk wajah Korrina.
"Apakah kau mencari cincin langka seperti ini...?" Pedagang itu mulai menempati sebuah kotak berwarna merah di atas meja lalu membuka-nya hingga Shira bisa melihat beberapa cincin yang berkualitas cukup baik dan menarik perhatian-nya, apalagi cincin dengan berlian emas yang membuat diri-nya bertambah kuat.
"Ini terlalu berbahaya... Kenapa tubuh-ku masih mengumpulkan banyak kekuatan dari cahaya...? Bahkan sinaran berlian emas itu membuat-ku kuat."
Bzzzzttt...!
Perhatian Shira dan pedagang itu mulai teralihkan oleh sebuah layar virtual yang muncul di depan mereka semua, ia melihat Tech yang memberitahu mereka semua bahwa Korrina ingin bebas dan tidak lagi menerima sambutan dari mereka semua... Bukan-nya dia sombong tetapi dia benar-benar lelah untuk selalu bertemu dengan orang baru dan orang yang mencoba untuk mengajak-nya menikah karena dia sekarang sendirian.
Layar virtual itu mulai menunjukkan Korrina yang sedang memohon kepada semua orang yang melihat pesan virtual tersebut bahwa dirinya ingin mengundurkan diri menjadi sesosok orang yang legendaris, dia hanya ingin disambut sebagai orang biasa yang seperti biasanya menjalankan kehidupan-nya sendiri.
__ADS_1
Dengan ucapan Korrina yang panjang dan lebar, semua penduduk Touri dapat mengerti dengan situasi-nya karena dia yang baru saja hidup sudah diberi banyak sekali kelelahan oleh diri mereka sendiri yang mencoba untuk menyambut dirinya, Shira bahkan bisa merasakan kelelahan yang ia alami dengan melihat kedua mata-nya yang mencoba sekuat mungkin untuk tidak tertutup.
Beberapa waktu yang lama, semua layar virtual itu menghilang ketika Korrina selesai berbicara... Dia tidak akan lagi memanggil dirinya sebagai seorang pahlawan karena dia hanya ingin hidup dengan damai tanpa gangguan siapapun, kesombongan... Dia juga bahkan membicarakan sesuatu tentang itu bahwa dia tidak mau bersikap sombong karena tidak ingin bertemu dengan mereka.
Shira melebarkan matanya ketika pedagang itu mulai mengambil seluruh cincin yang memiliki berlian berbentuk Korrina, sepertinya apa yang dikatakan dirinya langsung dituruti oleh mereka semua. Spanduk dan poster tentang Korrina yang terdapat di desa itu juga mulai mereka cabut untuk bisa menghormati Korrina.
"Kenapa kau menyingkirkan semua cincin berlian berbentuk Korrina itu?" Karena penasaran, Shira langsung menanyakan-nya.
"Nyonya Korrina sudah memberitahu hal ini hampir tiga kali ketika dia melakukan sesuatu yang terbaik untuk semesta yang sangat kita cintai yaitu Touri, dia tidak suka diperlakukan seperti ini karena dia hanya ingin hidup besar menjadi dirinya sendiri tanpa harus ada orang-orang yang mengagumi dirinya..." Pedagang itu mulai memasukkan seluruh barang-nya ke dalam sebuah ruangan kecil lalu setelah itu menutupnya dengan rapat.
"Jadi... Pemuda, apakah kau ingin membeli sesuatu?" Tanya pedagang itu.
"Aku membeli yang satu ini..." Kata Shira sambil mengambil cincin berlian emas itu.
***
"Ini tidak buruk kok... Rambut merah ini sangat cocok untuk-mu apalagi panjang seperti ini, awal-nya ketika kau kembali hidup... Kami tidak pernah menyangka bahwa gadis dengan rambut pendek itu adalah diri-mu yang kembali hidup dengan penampilan baru-mu." Jawab Ophilia sambil menyisir rambut Korrina yang benar-benar panjang melebihi pantat-nya.
"Semakin banyak orang yang berdatangan untuk melihat-ku dan melamar-ku... Itu sangat menyebalkan, aku tidak mau menjadi seperti ini lagi...!!! Aku ingin hidup bebas dan menjadi diri sendiri...!!!" Korrina mulai menggerakkan kedua lengan-nya dan sebuah ide muncul di dalam kepala-nya.
"Ahh! Benar juga, Ophilia... Apakah kau bisa mencukur rambut-ku dengan gunting kutukan ini...?" Tanya Korrina sambil mengeluarkan sebuah gunting yang diselimuti dengan hitam pekat, Ophilia bisa mengetahui gunting yang terlihat tidak biasa itu... Sekali gunting itu memotong sehelai rambut maka helai rambut itu tidak akan tumbuh lagi.
"Hehh...!? Apa kau yakin...!? Memotong rambut-mu menjadi pendek untuk selama-nya...!?" Ophilia mulai terlihat panik.
__ADS_1
"Lakukan saja, aku sudah bosan memiliki rambut yang selalu sama setiap hari, lagipula rambut pendek seperti-nya sangat pas untukku... Beberapa orang tidak mengenal diriku karena rambut-ku yang pendek dan aku hanya ingin menjadi diriku sendiri... Bisakah kau melakukan-nya, Ophilia?" Tanya Korrina.
Ophilia menghela nafas-nya ketika melihat ekspresi Korrina yang terlihat cukup merayu, tidak ada pilihan lain selain memotong rambut Korrina menjadi pendek. Gunting yang ia berikan kepada Ophilia sepertinya Korrina mendapatkan-nya di suatu tempat agar dirinya tidak bisa dikenali oleh beberapa orang.
Menghabiskan beberapa menit untuk Ophilia memotong rambut Korrina sampai pendek, ketika Korrina membuka kedua matanya ia mulai tersipu karena rambut pendek-nya itu dengan warna yang pas yaitu merah... Terlihat sangat cocok untuk dirinya, dia terlihat seperti seseorang yang baru dan Ophilia bahkan harus terbiasa dengan penampilan Korrina seperti itu.
"Aku mulai menyukai rambut pendek ini..." Korrina tersenyum.
"Jika kau suka maka aku ikut menyukai-nya, Korrina. Kamu sejak itu pernah 'kan memiliki rambut pendek tetapi gaya seperti ini cukup cocok juga untuk dirimu."
"Benar sekali... Dengan ini aku adalah Korrina Comi dengan penampilan yang berbeda, sepertinya tidak akan ada orang yang mengenal diriku." Korrina bangkit dari atas kursi-nya dan menginjak beberapa rambut merah di atas lantai, ia segera mengubah semua rambut itu menjadi aura merah yang mulai merasuki dirinya.
Arata datang menghampiri mereka berdua, "Makan siang sudah jadi... Apakah kalian---"
"Siapa kau!?" Arata mulai menatap Korrina dengan penuh waspada.
"Ini aku, Korrina." Kata Korrina sambil menunjukkan diri-nya sendiri, ia segera menghampiri dapur untuk mencicipi makanan yang telah dibuat oleh Arata.
Makanan yang terlihat cukup lezat dan gurih mampu membuat perut Korrina bersuara cukup keras, tanpa basa-basi lagi ia mengambil sebuah sendok untuk mencicipi makanan itu dengan satu penuh. Ketika makanan yang ia cicipi itu dikunyah, Korrina tidak bisa merasakan rasa enak melainkan rasa yang terasa seperti biasa... Seolah-olah dia seperti minum air putih seperti biasa-nya.
"Rasa ini... lagi..." Korrina menempatkan sendok-nya di atas meja sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat senang, ia segera menghampiri Arata dan Ophilia.
"Sepertinya aku sudah kenyang, kalian bisa makan siang tanpa-ku ya." Korrina pergi menghampiri ruang kerja-nya lalu menutupnya dengan rapat.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku...?" Korrina menatap kedua telapak tangan-nya yang mulai diselimuti dengan garis merah lagi, "Garis yang sama seperti itu..."
"...Apakah Grimoire itu ada di dalam diri-ku?"