Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 790 - Hinoka Lepas Kendali...! Amarah Ledakan Kekacauan!


__ADS_3

Legenda misterius itu melesat maju ke arah salah satu pesawat luar angkasa lalu menabraknya menggunakan tubuh kekar sampai ia tidak memerlukan kedua lengan dan tubuhnya yang saat ini terikat oleh rantai ungu.


Leher Shinobu tadi sempat tercekik karena rantai itu tetapi untungnya ia masih bisa bertahan sampai Koizumi saat ini menjaga dirinya dari dekat karena Legenda misterius itu menarik perhatiannya sendiri.


Legenda misterius itu mulai mengamuk, intinya bisa dia bilang ia sangat bar-bar karena menerima serangan laser dan peluru tanpa harus menahan.


Tubuhnya tetap terluka, tetapi ia masih bisa maju terus sampai menerima keuntungan dari kemampuan alami seorang Legenda yaitu Legend's Boost karena berhasil bertahan menerima serangan mematikan.


Semua Manusia yang berada di ruang pengendali dan penyerangan terlihat panik seketika sampai mereka tidak memiliki kesempatan untuk pergi menuju ruangan darurat yang menjatuhkan mereka kembali menuju bumi.


Pesawat itu hancur ketika Legenda tersebut masuk ke dalam, sisa pesawat tersebut berjatuhan menuju bumi sampai menyebabkan kehancuran lainnya.


Kekacauan bertambah semakin besar dan parah sampai seluruh Manusia tidak akan pernah kalah begitu saja sampai mereka terus melawan, Manusia yang berada di bumi melihat Legenda misterius itu sebagai ancaman netral lainnya.


Legenda misterius itu mencoba untuk menyerang pesawat yang paling besar tetapi ia berakhir terpental ke belakang karena pesawat tersebut memiliki pelindung yang begitu kuat sampai mengandung Lenergy serta Mana yang di campur menjadi satu.


"Gawat, Shinobu... sepertinya kasus ini sama seperti Zodiac Crusaders, apakah kau mengingat kesatria yang tidak berperasaan dan tak bernyawa itu?" Tanya Koizumi.


"Kak Hinoka pernah menceritakannya... aku tahu... isi pikiran Legenda ini juga dipenuhi amarah dan rasa ingin bertarung yang begitu besar."


"Benar, dosa Gluttony, Wrath, dan Greednya sangat besar... semuanya murni terisi dengan pertarungan dahsyat yang selalu ia inginkan selama seumur hidupnya." Koizumi melihat pergerakan Legenda misterius yang sangat cepat.


"Lenergynya sangat besar tetapi aku tidak melihat dirinya menggunakan satu pun sihir atau kemampuan yang berkaitan dengan sumber Lenergy." Kata Shinobu.


"Fisiknya bertambah kuat... lagi dan lagi... sihir itu sendiri bahkan ia anggap sebagai mainan." Shinobu melepas kacamatanya yang sudah memberikan dirinya cukup informasi.


Legenda itu melepaskan teriakan yang sangat keras sampai auranya terlepas ke arah yang berbeda hingga menyebabkan kehancuran besar, Koizumi mulai menangkis semua itu satu per satu lalu melesat ke arahnya.


"Kita serahkan Manusia kerajaan itu kepada yang lain, kita urus Legenda satu ini, Shinobu!" Seru Koizumi.


"Baik! Kakak!"


"Aku tidak pernah merasakan kekuatan murni sebesar ini, ternyata ia memang lebih menonjol dalam segi fisik serta kekuatan karena bantuan Lenergy sebesar itu."


***


"Apakah kau melihat gadis kecil berambut merah dengan gaya rambut kepang...? Ya... itu dia... berikan dia darah dan melati maka misimu akan selesai."


Penyihir itu saat ini sedang berbicara melalui pikiran kerajaan itu yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi kepada dirinya, perkataan tadi terdengar sangat lembut dan menggoda sampai ia melakukannya tanpa kesadaran.


Suara penyihir itu sudah cukup untuk mencuci otak seorang pria yang tidak memiliki perlawanan apapun, sekarang ia hanya perlu melihat kekacauan Yuutouri melalui kawah yang terus menunjukkan berbagai macam gambaran.


Manusia yang memegang kekuasaan kerajaan itu mulai meminta beberapa Manusia yang sedang mengendarai pesawat luar angkasa kecil untuk menyerang pesawat yang berbentuk kucing itu secepat mungkin lalu merebut Hinoka.


Mereka semua setuju lalu mengendarai pesawat itu ke arah pesawat kucing sampai Konomi melihat beberapa serangan mengarah.


"Ako! Serang balik mereka... sepertinya Koizumi sudah mengurus masalah Shinobu, kita perlu menyelesaikan semua Manusia itu." Konomi mulai membidik semua pesawat itu.


"Konomi! Ako! Kak Hinoka! Aku serahkan kerajaan itu kepada kalian... kami saat ini kesulitan melawan---" Shinobu menerima satu pukulan sampai ia terpental menuju arah Saturnus.


""Baiklah...!""


Hinoka bergegas masuk menuju ruang pengendaraan sampai ia menggerakkan pesawat tersebut secara asal dan aman sampai Konomi bersama adiknya mendapatkan posisi yang pas untuk menembak pesawat itu.


Tembakan pesawat kucing itu jauh lebih kuat karena mengandung sumber Lenergy dan sihir yang berbeda, satu serangan berhasil mengenai sayap dan roket semua pesawat Manusia itu sampai menyebabkan ledakan besar.


"Tepat sasaran...! Entah kenapa rasanya cukup menyenangkan." Kata Konomi yang mulai membidik pesawat lainnya.


Perang di luar angkasa telah terjadi menggunakan pesawat, mereka akan menyimpan kekuatan dan Lenergy yang dimiliki untuk melawan seseorang yang jauh lebih kuat.


Pesawat kucing itu sudah cukup untuk menjadi serangan, menyerang pasukan kecil jauh lebih penting agar mereka bisa mengarahkan serangan penuh kepada pesawat kerajaan yang sangat amat besar.


Pertarungan di dalam pesawat itu berjalan lancar sampai mereka tiba-tiba melihat beberapa rudal terlepas dari planet Bumi lalu mengarah menuju setiap pesawat luar angkasa.


"Rudal itu...! Sepertinya mengarah kepada kita...!" Hinoka langsung membelokkan pesawat tersebut lalu meningkatkan kecepatan untuk menghindari roket tersebut.


Hinoka melihat rudal tersebut berada di sebelahnya sampai ia melihat tulisan aneh yang dapat ia mengerti, "Rudal dari negara Rusia...!"

__ADS_1


"Tidak mungkin! Kenapa Manusia republik menyerang kita yang bertujuan untuk menghentikan kerajaan!?" Tanya Konomi.


"Mungkin karena kita bertarung di dalam pesawat ini... kita harus menjelaskannya dengan cepat." Ako membidik pesawat lainnya lalu menembak beberapa sihir es yang berhasil membekukan semua pesawat itu.


"Ck... kalau begitu, aku menerimanya...!" Hinoka menaikkan pesawat itu ke atas lalu melakukan beberapa putaran demi menghindari rudal yang terus mengejar pesawatnya.


"Hinoka..."


"Hinoka..."


"... ...!" Hinoka melebarkan matanya ketika kedua pendengarannya mendengar suara Ibunya seketika, entah itu dari mana tetapi kedua pupilnya mulai berubah warna.


"Hinoka... kenapa kamu tidak menyelamatkan diriku...?"


Suara itu berasal dari sang penyihir yang dapat meniru suara apapun sesuai keinginannya sendiri, bisa di bilang penyihir tersebut memiliki kemampuan dan sihir yang berkaitan dengan suara.


"Mama..." Hinoka mulai menangis sampai ia mencoba untuk menahannya untuk tidak hilang kendali, pikirannya mulai kacau karena mengingat kembali kematian Honoka.


Honoka yang mati lalu berbohong kepada putrinya sendiri demi kebaikannya pada masa kecil, awalnya Hinoka mengira ia baik-baik saja dan bermain tetapi semua itu salah sampai terasa jauh lebih mengerikan serta menderita.


Di sisi lainnya Legenda misterius itu terus mengamuk sampai menarik lengan Koizumi lalu menabrak tubuhnya dengan Shinobu sampai mereka terpental menuju planet Neptunus.


Legenda itu kembali memasuki beberapa pesawat lalu bertarung dengan Manusia di dalamnya, mereka tidak bertahan lama karena tubuhnya langsung terbelah menjadi dua sampai ia melemparnya ke arah lain.


Semuanya terlihat seperti mainan bagi dirinya sendiri sampai Legenda itu menerima tembakan dari rudal nuklir Rusia tetapi tubuhnya terlihat baik-baik saja.


"GWAAAAGGGGGHHHH...!!!" Legenda itu mulai mengamuk sampai aura ungunya bertambah besar dan melepaskan dorongan yang mampu menggerakkan seluruh planet dan pesawat.


Hinoka terus memegang kepalanya sehingga Manusia yang sudah mati mulai menabrak kaca di bagian ruangan pengendaraan sampai mengejutkan Hinoka seketika karena kaca tersebut mulai ternodai dengan darah.


"... ...!!!"


"Mama..."


"Hinoka... Mama baik-baik saja kok..." Bisik penyihir itu.


"Grrgghh...!!!" Hinoka memegang erat kepalanya yang terasa pusing sampai kedua penglihatannya buram seketika sampai kedua pupilnya berubah menjadi merah sampai ia melepaskan ledakan dahsyat di dalam ruangan itu.


Konomi dan Ako terkejut seketika karena lampu di dalam ruangan senjata mulai berkedip-kedip warna merah sampai sebuah layar muncul di hadapan mereka.


Terjadi sebuah kerusakan di bagian pengendaraan sampai pesawat kucing itu mulai hilang kendali sampai tidak sengaja mengenai rudal di sebelahnya, pada akhirnya terjadi sebuah ledakan yang lebih besar lagi.


BAAAMMMM!!!


Koizumi bangkit lalu melihat pesawat kucing itu meledak, "Shinobu...! Mereka...!"


Shinobu bangkit lalu ia menyentuh mata buatannya sampai Tech memperingati dirinya bahwa pesawat itu mengalami kerusakan yang begitu besar sampai ia segera menunjuk ke arah ledakan tersebut.


"Sunshi---"


Koizumi melebarkan matanya ketika melihat Hinoka muncul di hadapan Shinobu lalu mencekik lehernya dan melemparnya menuju bumi, setelah itu ia meledakkan tubuhnya sampai mendorong Koizumi mundur.


"Hinoka... gawat... kacau... bertambah semakin kacau...!" Koizumi sekarang sadar bahwa sebelumnya Hinoka terlihat pucat, mungkin karena faktor ingatan atau mimpinya itu.


Legenda misterius itu melihat Koizumi lalu melesat maju ke arah dirinya selagi merapatkan giginya cukup keras.


"Time stop---"


BAAGGGGG!!!


Wajah Koizumi menerima satu pukulan dari Legenda itu sampai ia terjatuh kembali di atas planet Neptunus dengan tatapan kaget karena sihir waktunya tidak bisa ia gunakan seketika.


"Sihir waktuku...? A-Apa yang terjadi...!?"


Shinobu terjatuh di atas bumi sampai ia mendarat dengan selamat sampai dirinya melihat banyak sekali Manusia dengan peralatan senjata yang terarah ke atas langit.


Salah satu dari mereka melihat Shinobu lalu melepaskan suara keras bahwa penyusup telah datang, "Tu-Tunggu...!!!"

__ADS_1


Salah satu Manusia mengeluarkan senjata rudal yang melesat ke arah Shinobu, ia tidak sempat untuk menghindar tetapi untungnya Ako datang lalu membekukan rudal tersebut sampai terjatuh di atas tanah dengan aman.


"Ako... terima kasih... syukurlah kamu baik-baik saja..."


"Kakakku tadi sempat menggunakan sihir perlindungan, tenang saja... dia saat ini sedang mengurusi kerajaan dan Legenda yang mengamuk itu bersama Koizumi."


"Tetapi... masalah terpenting adalah Hinoka itu---"


Cahaya tiba-tiba menghilang seketika sampai mereka melirik ke atas lalu melihat Hinoka yang memegang rudal dari Rusia itu ke arah wilayah tersebut sehingga mereka semua panik seketika tetapi tidak bisa melakukan apapun.


Pada akhirnya, ledakan nuklir dengan radiasi luas terlepas sampai menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya.


BAAAAAAMMMMMM!!!


Hinoka mendarat di atas tanah gosong itu selagi memegang kepalanya yang terasa pusing, "GRRRGGHHH...!!!"


"MAMA...!!!"


"MAMAAAAAGGGGHHHHH!!!" Hinoka melihat ledakan itu sangat kecil karena tertahan oleh beberapa Manusia pengguna Mana.


"GRRRRRRRGGHHHH...!!!"


Hinoka mencoba untuk menyerang mereka tetapi Shinobu muncul di hadapannya lalu berhasil menangkap kedua tinjunya yang mengandung ledakan.


BAM! BAM! BAM!


Untungnya kedua lengan buatan Shinobu yang baru tahan dengan ledakan berjenis apapun karena ia sudah belajar dari berbagai macam kesalahan.


Ledakan nuklir yang mengandung radiasi tinggi tadi tidak mempengaruhi dirinya bersama Ako yang melepaskan sihir pelindung besar, Shinobu terpaksa harus menghentikan Hinoka sebelum ia meledakkan bumi.


"Kakak! Hentikan semua kekacauan ini...! Kau harus melupakan penderitaan itu!" Seru Shinobu selagi menghindari lancaran pukulan dan tendangan Hinoka.


Satu pukulan mengenai wajah Shinobu sehingga terjadi ledakan kecil yang mampu mendorongnya ke belakang sampai setengah dari wajahnya mengeluarkan darah.


Melihat darah saja sudah membakar amarah Hinoka lebih jauh lagi sampai ia melepaskan teriakan yang mampu mengeluarkan berbagai macam ledakan di sekelilingnya, Ako menjebak semua ledakan itu di dalam bongkahan es kristal.


Hinoka melepaskan bola Crimson ke arah Shinobu, setelah itu Shinobu membungkus semua sihir itu menggunakan daun emasnya sehingga ledakan yang Hinoka lepaskan tidak memberikan efek dahsyat apapun.


"Ako... tolong bekukan Kak Hinoka..." Kata Shinobu yang berbicara melalui pikirannya.


Ako mengangguk lalu ia mengeluarkan senjata sihir yang dibentuk menjadi busur, setelah itu ia membidik sebuah panas es ke arah Hinoka untuk membekukan dirinya agar ia bisa berhenti mengamuk.


Shinobu dan Hinoka mulai saling menggenggam tangan satu sama lain, "Kakak... kamu harus bisa melupakan tentang kejadian itu... jika kamu terus mengingatnya maka mentalmu akan hancur..."


"Grrrggghhh...!!!" Hinoka merapatkan giginya kesal sampai tubuhnya menerima serangan Golden Repulsor yang berhasil mendorong dirinya ke belakang.


"Golden Sunshine! Sepertinya aku harus menyucikan dirimu...!" Shinobu melesat secepat cahaya ke depan sampai satu pukulan mengenai wajah Hinoka lalu menjatuhkan dirinya.


Shinobu menghantam daratan, "Sunshine!!!"


Semua kehancuran yang di sebabkan oleh Hinoka sebelumnya mulai kembali diperbaiki oleh Shinobu sampai jutaan daun emas mulai bermunculan lalu membentuk kembali suasana sebelumnya.


Hinoka yang terjatuh mencoba untuk bangkit tetapi satu panah Ako mengenai bahunya sehingga membekukan kedua lengannya sedikit demi sedikit.


Ako langsung melepaskan dua panah es lainnya yang menusuk perut dan kaki Hinoka sampai berhasil membekukan seluruh tubuhnya kecuali kepala.


Shinobu muncul di hadapan Hinoka lalu ia menyentuh kepalanya, mencoba untuk memperbaiki mental dan trauma itu menggunakan kemampuan The Mind sampai ia mendapatkan banyak perlawanan.


Perlawanan yang dipenuhi rasa trauma dan amarah besar di dalam pikiran Hinoka sampai Shinobu mencoba sekuat mungkin untuk memenangkannya atau lebih baik menghapusnya.


"The Mind...!!! Mental Mani---"


Shinobu melebarkan matanya ketika tubuhnya mengeluarkan aroma bubuk mesiu, "---pulati---..."


BAAAAMMMMMMM!!!


Tubuh Shinobu meledak seketika karena Hinoka yang berhasil mengubah realitas menjadi ledakan, semakin dekat musuh sampai melakukan persentuhan maka semakin mudah Hinoka mengubah atau meledakkan dirinya.

__ADS_1


Ako memasang tatapan yang terlihat kaget ketika melihat temannya meledak tanpa sisa di hadapannya, "... ...!!!"


"NOOBUUUUUU!!!"


__ADS_2