Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 553 - Neko Island


__ADS_3

Pulau yang menjadi tempat tinggal untuk bangsa Neko Legenda resmi memiliki nama "Neko Island" karena Minami sendiri yang di anggap sebagai ibu alam oleh bangsa Legenda.


Shira awalnya menyangka sebuah penjelasan dan pidato panjang tetapi ia baru saja ingat bahwa bangsa Neko Legenda belajar dan mengerti cepat sampai mereka tidak memerlukan sesuatu yang begitu jelas dan detail.


"Kita namakan pulau ini Neko Island, tempat tinggal bagi kita semua, tentunya menciptakan penduduk besar agar bisa hidup dengan damai dan tenang." Minami mulai berbicara.


Walaupun di anggap sebagai ibu alam, ia tetap ingin membantu mereka semua agar tidak mengulang sejarah menyeramkan itu kembali.


"Kita mulai dari nol saja dulu, bisa di lihat desa ini walaupun berukuran besar masih kekurangan berbagai macam kebutuhan..." Minami mulai melayang ke atas langit, mengejutkan seluruh Neko Legenda itu.


"I-Ibu alam bisa terbang...!? Ternyata beliau benar-benar ibu alam!" Ketika Minami mendengar perkataan mereka semua, ia baru saja ingat bahwa Neko Legenda tidak bisa terbang tanpa bantuan sayap burung.


Sayap itu juga membutuhkan usaha agar bisa di gunakan tetapi Minami saat ini ingin mengukur tempat agar bisa menciptakan desa besar dan berbagai macam variasi yang dapat di gunakan.


Luas pulau itu sangat besar bahkan Minami bisa melihat gunung yang sangat besar di belakangnya, satu-satunya gunung yang ia lihat bahkan terlihat banyak sekali pepohonan besar dan tumbuhan indah.


"Permohonan itu sepertinya terkabulkan dengan baik untuk menciptakan pulau yang damai seperti ini..." Ungkap Minami karena ia bisa melihat banyak hewan yang hidup dengan damai.


Minami mulai mengukur kembali pulau itu dan ia sudah menemukan ukuran yang pas untuk memperbesar desa itu, ia mendarat di atas tanah lalu menatap semua Neko Legenda di hadapannya.


"Apa ada yang memiliki bakat dalam membangun desa...?" Tanya Minami, hampir semua Neko Legenda mengacungkan tangan mereka.


"Apakah kalian sudah bersedia untuk membangun desa ini lebih besar? Kita membutuhkan berbagai macam hal untuk bisa mengubah desa ini menjadi sebuah kota yang mewah."


Minami mengambil tasnya lalu ia mengeluarkan sebuah cetak biru lalu memberikannya kepada seorang Neko Legenda yang juga bersedia menjadi kepala pembangunan.


"Bisa di lihat dari cetak biru ini ya... kita harus membangun ini dan itu." Minami mulai menunjuk semua itu satu per satu kepada para pembangun.


Membuat Megumi, Shira, dan Shuan terkejut ketika melihat Minami telah menjadi sesosok Legenda yang berbeda, sepertinya ia benar-benar ingin bertanggung jawab terhadap semua yang ia inginkan.


"Mungkin sudah saatnya kita pulang... Minami sepertinya akan sibuk untuk mengurus semua ini, dia sudah menjadi gadis dewasa yang memiliki pekerjaannya sendiri." Shira tersenyum bangga.


"Megumi...? Apakah itu kau...?" Terdengar suara Neko Legenda dari belakang Megumi dan Shira, Megumi menoleh ke belakang lalu ia tercengang ketika menatap Neko Legenda yang memanggilnya adalah Ayahnya sendiri.


"A-Ayah...!!!" Megumi mulai memeluk Ayahnya erat lalu ia meneteskan beberapa air mata senang ketika bisa bertemu kembali dengan Ayahnya, ternyata permohonan Minami berhasil.


Semua yang sudah terbunuh telah bangkit, "Lihatlah dirimu, nak, kamu sudah tumbuh besar menjadi gadis yang cantik. Bagaimana dengan Ibumu...? Apakah dia baik-baik saja?"


"Hm, tentu saja..." Megumi mengangguk, tidak lupa untuk mengenalkan suaminya kepada Ayahnya.


"Ayah, aku ingin mengenalkan seseorang kepadamu..." Megumi mulai meraih tangan Shira lalu mendekatinya kepada Ayahnya sendiri.


Shira langsung terlihat canggung seketika menatap wajah Ayahnya yang terlihat serius.


"Siapa pria satu ini? Kemana ekor dan telinganya?" Tanya Ayah Megumi dengan tatapan bingung.


"Saya... Saya suami Megumi, senang bertemu denganmu, Ayah. Namaku adalah Shiratori Shira." Shira menundukkan kepalanya kepada Ayah Megumi, membuat dirinya tercengang seketika mendengar kata suami.

__ADS_1


"Apa!? Suami!? Megumi, kamu sudah menikah!? Gadis kecilku yang selalu ingin perlindungan menikah dengan pria seperti dia...!" Ayah Megumi tidak menyangka melihat putri kecilnya akan menikahi seorang pria yang jauh lebih tinggi dan besar darinya.


"Hm... aku juga memiliki dua anak, putraku di belakang ini bernama Shiratori Shuan sedangkan gadis yang di panggil ibu alam itu adalah putriku Shiratori Minami." Megumi mengatakannya dengan pipi yang merah.


"Sampai punya anak juga...!?" Ayah Megumi langsung mendekati Shira dan menatap dirinya tepat di kedua matanya sampai membuat Shira ketakutan seketika.


"Brengsek kau... berani-beraninya menikahi dan menodai satu-satunya putri yang aku miliki." Ayah Megumi mulai memegang kerah baju Shira.


"A-Ayah... Hentikan..."


"Megumi itu secara fisik masih anak kecil dan kau berani bercinta dengannya sampai menghasilkan dua anak?! Aku jatuhkan kau pada penjara, pedofil!" Ayah Megumi terus mengancam Shira.


Shuan mulai menahan tawanya ketika mendengar kata pedofil keluar melalui mulut kakeknya, Shira saat ini terlihat kebingungan bahkan tidak tahu harus apa.


"Ahh... aku sudah meminta ijin kepada istrimu, dia bahkan sudah mengizinkan diriku untuk menikahi putrimu..."


"...aku juga ingin meminta ijin kepada Ayah, bolehkah aku memiliki Megumi secara keseluruhan?" Tanya Shira, Ayah Megumi melepaskan kerah bajunya lalu ia menyilangkan kedua lengannya.


"Sudah terlanjur... jika istriku sudah mengizinkan dirimu maka aku tidak memiliki pilihan lain selain menerima dirimu." Ayah Megumi kembali mendekati putrinya.


"Ayah, Shira itu bukan Legenda jahat, dia adalah seorang pahlawan yang mampu mengalahkan cucu dari sang pencipta dan raja iblis hanya untuk meriah kembali kedamaian..."


"...Shira juga tidak memiliki kaitan apapun dengan julukan raja atau bangsawan, dia hanya sekedar Legenda biasa yang mampu mengalahkan semua ancaman yang menyerang Touriverse."


Ayah Megumi tercengang ketika mendengarnya, ia mulai menatap Shira yang saat ini sedang terkekeh pelan.


"K-Kau serius...? Dirimu...? Menyelamatkan Touriverse."


"Astaga, maafkan ucapan dan sikap waspada ku kepada Legenda biasa, sepertinya aku terlalu mengikuti sikap busukku dalam melihat sesuatu dari luar."


"Tidak apa, santai saja..."


"Kamu tidak perlu bersikap canggung seperti itu kepada mertuamu sendiri, mari-mari, kita bercerita soal perjuangan dan dirimu tentunya." Ayah Megumi mulai mengajak Shira pergi menuju rumahnya.


Untuk menikmati satu cangkir susu hangat sambil berbincang soal perjuangannya, Minami sempat melihat dari jauh dan ia lebih baik membiarkan mereka bersenang-senang di pulau ini.


Beberapa jam kemudian, Minami saat ini menata patung kucing di tengah desa itu sehingga ia mendapatkan sebuah panggilan dari Shira.


"Minami! Bolehkah aku berbicara sebentar denganmu?"


"Iya." Minami melompat lalu mendarat di hadapan mereka semua.


"Mama harap kamu dapat hidung tenang dan damai di pulau ini, menumbuhkan sikap positif untuk bangsa Neko Legenda dan tentunya melatih mereka dalam menguasai amarah itu."


Megumi mengatakan selagi memegang erat kedua tangan Minami, sudah saatnya untuk berpisah dan pulang karena mereka juga memiliki urusan tersendiri.


"Semoga kamu dapat bekerja keras dan berusaha baik di sini, ingat, kamu juga memerlukan istirahat." Shira mulai menepuk kepala Minami pelan-pelan.

__ADS_1


"Jangan lupa untuk tetap berlatih, aku yakin berlatih dengan banyak orang akan memberikan hasil yang memuaskan." Shira tersenyum bangga.


"Mama... Papa..." Kedua mata Minami mulai berkaca-kaca, entah kenapa perkataan mereka terdengar cukup mengharukan bagi perpisahan kecil.


"Kenapa kalian menebar bawang seperti itu...? Kita tidak berpisah untuk selama tahunya, kalian bisa ke pulau ini kapan pun." Jawab Minami sambil menghapus air matanya.


"Hanya saja ibu mulai merindukan suasana rumah denganmu, kamu pasti akan selalu berkeliaran di rumah hanya untuk menemui kami dan meminta sesuatu kepada kami..."


"...sejak kecil bahkan kamu lah yang paling berisik, suara keras yang kamu keluarkan itu bisa terdengar cukup membahagiakan untuk suasana rumah kita." Megumi mulai memeluk Minami erat.


"Itu benar... sekarang, waktunya berjalan begitu cepat sampai aku tidak menyangka memiliki kesempatan untuk melihatmu tumbuh dewasa dan sekarang memiliki pekerjaan sebagai seorang guru, pelatih, dan kepala desa."


Shira memberi Minami sebuah pelukan juga, perpisahan mereka berakhir dipenuhi dengan rasa bahagia dan sedih.


Shuan hanya bisa melihat, mencoba untuk mengatakan sesuatu kepada Kakaknya yang sudah mau membantu dirinya dan tentunya terus bersabar dalam mengurus sikap buruknya.


"Aku juga akan pulang, setiap Minggu sekali atau sebulan... aku akan pulang jika sedang memiliki banyak waktu bebas." Minami tersenyum lalu memberikan sebuah kecupan di pipi kedua orang tuanya.


Shira dan Megumi mengangguk lalu berhenti memeluk dirinya, Minami mulai menatap Shuan yang saat ini terlihat bingung harus mengatakan apa.


"Kamu tidak perlu sedih atau merasa khawatir pada kakakmu ini, Shucchi..."


"Kamu kan memiliki waktu yang sangat panjang untuk mengunjungi Neko Island..." Minami tersenyum lalu mengelus kepala adiknya pelan-pelan.


"...kamu juga sudah dewasa sekarang, semua usaha dan kerja keras yang kamu lakukan memberikan hasil baik untuk tujuanmu, kamu pasti memiliki tujuan lain bukan?"


"Tentu saja, tujuan bangsa Legenda tidak memiliki batasan sama sekali." Jawab Shuan.


Minami tersenyum lalu memeluk Shuan erat, memberi dirinya sebuah kecupan di kening, "Sampai jumpa nanti, sebisa mungkin untuk mengunjungi Kakak."


"Kakak mulai terasa kesepian tanpa dirimu tapi aku sendiri harus sadar bahwa kamu sudah dewasa, milik seseorang juga." Minami terkekeh lalu berhenti memeluk dirinya.


"Kapan kamu akan menikahinya...?" Bisik Minami, Shuan tersipu merah ketika mendengarnya.


"Entahlah...! Sudah, aku tidak ingin merasakan perasaan yang buruk, kalau begitu jaga dirimu baik-baik, Kakak." Jawab Shuan dengan nada yang terdengar canggung.


"Hm, Shucchi juga." Minami mengangguk.


Beberapa menit kemudian, Shira bersama yang lainnya berjalan pergi dari desa itu, mereka sempat menatap ke belakang lalu melambai sampai jumpa kepada Minami.


"Jaga dirimu baik-baik, Minami!" Kata Shira.


"Jangan lupa untuk makan juga." Kata Megumi.


Shuan tidak mengatakan apapun kecuali mengacungkan jempolnya kepada Minami.


"Ya! Kalian juga hati-hati, jangan lupa untuk bekerja keras untuk hari ini esok hari!" Jawab Minami.

__ADS_1


"Sampai jumpa lain hari..." Minami tersenyum.


"...Mama, Papa, Shucchi."


__ADS_2