
Zoiru muncul di luar semesta palsu lalu ia bisa merasakan beberapa esensi yang bisa di jadikan sebagai sumber makanan untuk Bamushi.
Ia tidak bisa melepaskan Bamushigaru tetapi dengan memberi makanan Bamushi mungkin akan menjadi ide yang baik karena semua rencana yang ia pikirkan akan berjalan baik.
Hanya saja ia perlu berhati-hati soal berurusan dengan penghuni semesta yang asli karena ia ingin menjadi semesta palsu ini sebagai hidangan pertama untuk Bamushi.
Bukan itu saja, rasa kesalnya saat ini masih memenuhi tubuhnya bahwa dirinya dan Bamushigaru yang palsu telah mati terbunuh, hal itu cukup memalukan bagi harga dirinya.
"Lebih baik aku akan melanjutkan petualangan ini sendirian, jika kalian ingin melaksanakan hal yang sama denganku maka mulai lah sekarang." Kata Zoiru.
"Sepertinya aku memang harus memulai tahapan ritual untuk membangunkan Starmonigaru, kalau tidak salah itu berada di Xuusuatouri dan aku harus mengurusnya tanpa ketahuan." Kata Riziel, ia menghilang menjadi debu angkasa.
"Kalau begitu, Edgar, aku ingin Mystical Creature mu yang bernama Eterniagaru untuk bertemu dengan Bamushigaru. Aku yakin mereka akan menjadi teman baik..." Zoiru tersenyum serius dan Edgar hanya bisa mengangguk.
Edgar dan Riziel pergi meninggalkan Zoiru sendirian di semesta palsu, sekarang ia hanya perlu memeriksa tempat apa saja yang terdapat di dalam semesta itu dengan bantuan Bamushi dengan pencium kuatnya.
Penciumannya dapat mendeteksi sihir kesukaannya termasuk sihir berdasarkan dirinya yaitu Oath, Bamushi sudah mencium berbagai macam esensi kuat.
"Grrr... Grrrr..." Bamushi menggerakkan tubuhnya, Zoiru mulai mengusap kepalanya dengan tatapan tajam.
"Aku mengerti maksudmu, Bamushi. Ternyata banyak sekali esensi yang begitu lezat bagimu ya...? Aku sendiri bisa merasakan Shiratori Shira yang palsu." Zoiru mulai melesat masuk dengan keberadaan yang ia sembunyikan.
***
"Ayah, Ibu, aku pulang." Ucap Arisu yang baru saja pulang dari pekerjaannya dalam melakukan sebuah patroli untuk melihat keadaan bahaya dan sepertinya semua yang ia lihat aman saja.
"Ahh, Arisu... bagaimana pekerjaanmu hari ini? Apakah kamu menemukan sesuatu yang menarik?" Tanya Shinra sambil menikmati secangkir teh.
"Tidak, Ayah, semuanya berjalan dengan aman. Aku juga tadi sempat melihat Kakak dan Shou sedang berlatih seperti biasanya..." Kata Arisu.
"Sepertinya mereka masih tidak menerima fakta bahwa versi asli mereka jauh lebih baik, untuk sekarang... bagaimana jika menikmati makanan ini?" Kata Homura sambil menempati hidangan yang ia buat.
"Terima kasih, Ibu, setelah ini aku akan datang untuk menemui mereka. Aku juga bertanya-tanya kemana perginya Syna dan Eclipse..." Kata Arisu sambil menikmati hidangannya itu.
Di sisi lainnya, Methode sempat melihat sesuatu yang bergerak begitu cepat dan warnanya itu hijau sehingga ia menghentikan pertarungan dengan memukul wajah Shou sampai ia terjatuh.
"Aww... pukulan tadi terasa sangat menyakitkan, Kakak. Aku kira kita bertarung secara bertahap." Kata Shou sambil mengusap luka dari bekas pukulan itu.
"Shou... tadi aku melihat sesuatu yang cukup menarik perhatianku, entah itu diriku atau tubuhku yang tidak siap tetapi aku merasakan sesuatu yang tidak enak di arah timur." Kata Methode yang mulai melayang ke atas.
"Apa...?" Shou mulai mengikuti Methode yang terbang pelan menuju lokasi yang saat ini sedang pikiran, sesuatu yang bergerak cepat di hadapannya sempat membuat dirinya takut seketika.
Apa yang baru saja Methode lihat adalah Zoiru yang sedang menghampiri kuil Saint of Heroes, ia bisa mengetahuinya ketika Bamushi mencium sihir dari Oath yang berjumlah begitu besar.
__ADS_1
Zoiru sampai di kuil itu lebih cepat berkat bantuan kecepatannya, ia bisa melihat kuil di hadapannya hancur menjadi kepingan kecil dengan tanaman yang menyelimutinya.
Zoiru mulai mengangkat kedua lengannya untuk memperbaiki semua kehancuran itu, menghabiskan waktu selama satu menit dan kuil itu kembali tercipta.
"Baiklah... kita lihat sejarah apa saja yang terkandung di dalam kuil ini." Ucap Zoiru yang masuk ke dalam lalu melihat sekeliling.
Apa yang ia lihat hanyalah sekedar tulisan kuno yang mengatakan mantra untuk membangkitkan Bamushigaru, salah satunya membangkitkan dan mencegahnya seperti menyegelnya untuk selamanya.
"Ternyata cara bekerjanya sangat berbeda, aku tidak menyangka Bamushigaru dan Zoiru palsu sudah mati, sungguh di sayangkan." Kata Zoiru yang mulai melompat ke atas untuk memeriksa ruang lainnya.
"Ahh..." Zoiru menemukan satu keras hijau dengan tulisan kuno di dalamnya, ia sudah menduga bahwa semesta palsu ini akan memiliki sebuah Grimoire.
"Sungguh berbeda... aku tidak menyangka gadis itu akan menciptakan dunia yang begitu berbeda tetapi sama melalui luar." Zoiru mulai mengambil semua sisa potongan kertas yang ia lihat.
"Jika aku benar-benar mati maka sepertinya aku memerlukan sesuatu yang dapat membantu diriku untuk mencapai tubuh sempurna itu." Kata Zoiru sambil menatap kedua tapak tangannya.
"Hahaha! Begitu ya... aku mengerti, apa yang aku harapkan dari dewa agung seperti diriku?! Semuanya terasa begitu dekat dan simpel jika aku mau melakukannya sejak awal..."
"...jika aku berhasil bertemu dengan Zoiru palsu di neraka maka aku akan membunuh dirinya. Lebih baik lagi jika aku bertemu dengan Bamushigaru...!" Zoiru mengepalkan kedua tinjunya lalu ia kembali memeriksa setiap ruangan di kuil itu.
"Semua yang aku butuhkan dari semesta palsu ini selesai sepertinya... tidak ada lagi yang harus aku periksa selain memberi Bamushi makanan yang ia inginkan." Zoiru mulai menghancurkan kuil itu.
Methode dan Shou yang berada di luar tercengang ketika melihat kuil itu hancur seketika menjadi kepingan kecil, pandangan mereka mulai terhalang dengan aura hijau yang begitu tebal.
"Apa yang kamu maksud, Kakak...? Keberadaan mengerikan apa ini..." Tanya Shou dengan tatapan yang terlihat ketakutan juga.
"Sejak itu... kamu masih belum lahir, Shou, apa yang aku rasakan saat ini adalah darurat..."
"...sesuatu yang pernah menciptakan masalah besar di semesta ini, kalau tidak salah dia adalah seorang dewa agung yang bernama Zoiru." Kata Methode sehingga ia melebarkan kedua matanya ketika melihat Zoiru berdiri di hadapannya.
Zoiru memasang tatapan penasaran, "Apa yang kalian lakukan di sini? Bukannya tempat ini seharusnya larang untuk di kunjungi."
Methode dan Shou tercengang ketika Zoiru tiba-tiba berdiri tepat di hadapan mereka, detak jantung mereka langsung berdetak begitu cepat sampai Methode tidak bisa bergerak seketika.
Zoiru tersenyum, "Jangan-jangan kalian adalah anak Shiratori Shira yang berada di semesta ini? Aku merasakan jelas..."
"Kau... kau adalah Zoiru?"
"Ya, dewa agung Oath Zoiru. Kalian terlihat penasaran dengan apa yang aku lakukan..." Zoiru mulai jongkok lalu mengelus kepala mereka.
"...semesta palsu itu membuatku muak. Bagaimana jika aku membuat kalian menjadi camilan saja?" Tanya Zoiru sehingga Methode mulai menendang Shou jauh lalu ia melepaskan gelombang api besar ke atas langit.
Zoiru tersenyum dan ia mulai memegang erat wajah Methode sehingga semua sihir itu membakar tubuh Zoiru seketika.
__ADS_1
"Seseorang yang melihat diriku tanpa sujud dan memberiku sebuah kecupan di kaki maka ia akan menjadi makanan!!!" Zoiru menghantam tubuh Methode di atas tanah.
Menyebabkan kehancuran yang begitu dahsyat sampai membuat daratan melepaskan gelombang lahar yang besar, Methode menerima kerusakan yang parah ketika menerimanya.
Ia menatap ke depan dan melihat Shou melempar beberapa bulan ke arahnya, Zoiru mencekik erat leher Methode lalu melemparnya ke arah bulan itu dan di lanjut ya dengan sebuah gelombang hijau melalui mulutnya.
BAMMMM!!!
"Kakak!!!" Shou melebarkan matanya ketika melihat tubuh Methode di penuhi dengan darah bahkan sebagian kulitnya mula terkupas.
"Sudah lama sekali aku tidak bertarung... aku melakukan ini demi kewajiban kalian karena tidak bisa bersikap sopan santun!!!" Zoiru melesat ke depan lalu ia menghantam wajah Shou sampai kerangkanya retak.
"P-Pukulannya... kuat sekali..." Ungkap Shou, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menahan semua kesakitan yang ia rasakan.
Zoiru memegang kaki Shou erat lalu ia membanting tubuhnya dengan Methode sampai mereka berdua menjerit.
Ia bisa melihat Methode mencoba untuk melepaskan sihir apinya tetapi Zoiru menginjak wajahnya.
"Majulah, bangsa Legenda! Bukannya yang kalian inginkan adalah pertarungan hebat...? Bagaimana dengan ini, kalian menyukainya?!?!" Zoiru membanting wajah Shou ke atas batu runcing sehingga batu itu menusuk mata kanannya.
"AAAAHHHHHHH!!!" Shou menjerit keras, tidak mendapatkan sedikit kesempatan untuk melakukan sesuatu karena sihir Oath milik Zoiru jauh lebih kuat sampai membuat mereka ketakutan dan kesakitan.
"Brengsek...!!! Bagaimana kau bisa hidup...!?" Methode melepaskan seluruh kekuatannya lalu ia menghantam taman wajah Zoiru sampai terbakar.
"Hidup...? Ahh... jadi kau mengetahui tentang diriku yang palsu terbunuh ya?! Lebih baik lagi!!!" Zoiru mulai menghancurkan semua serangan sihir itu lalu ia mencekik leher Methode.
"Aaaccckkkk...!!!" Methode mengeluarkan banyak air mata ketika Zoiru terus menyiksa dirinya dengan serangan yang begitu menyakitkan.
"A-A... Arata..." Methode mulai mencoba untuk menggunakan cara lain yaitu melepaskan kekuatan dosanya.
Terlihat lambang Gluttony dan Wrath muncul tepat di kedua matanya, Zoiru tersenyum serius karena ia merasa tertarik dengan gadis seperti Methode yang masih bisa bertahan.
"Kau masih ingin bertarung...?" Zoiru mulai menghantam wajah Methode lalu ia mencabut kedua matanya lalu menghancurkannya.
"AAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!"
Zoiru menarik kedua lengan Methode lalu menendang punggungnya sampai ia terhempas ke depan dengan kedua lengannya yang putus lalu mengeluarkan banyak darah.
Hanya teriakan yang bisa Zoiru dengan, ia mulai memutarkan kedua lengan Methode lalu menusuk tengkuk mereka cukup dalam sampai mereka berhenti menjerit.
"Hmph..."
"...kalian mengecewakan diriku."
__ADS_1