
Menghabiskan waktu beberapa menit untuk Hana bersama yang lainnya menemukan bendera tersebut, jika mereka dapat menjaga bendera itu dengan aman maka mereka semua akan mendapatkan jumlah poin yang begitu besar.
Beban yang dimiliki oleh bendera itu mulai Hana kurangi dengan menyelimuti bendera tersebut dengan gelembung agar bisa ia angkat menggunakan sihirnya, melihat bendera itu yang sudah terangkat membuat dirinya merasa lega.
Tidak ada lagi rasa khawatir yang perlu di urus melainkan mereka sekarang hanya perlu bermain aman, Hana tersenyum kepada Minami dan terkejut ketika melihat ekspresinya terlihat kesakitan.
Ia juga sadar bahwa tubuhnya saat ini dipenuhi dengan darah bahkan lengan kanan Minami saat ini menghilang begitu saja, hanya darah yang tersisa.
"Nrrrggghhhhh...!!!"
"Mi-Minami...!?"
"Dimensi... portal..." Minami terjatuh di atas tanah lalu ia mulai mencoba untuk memulihkan lengan kanannya.
Hana dikejutkan dengan sebuah portal yang muncul di sebelahnya lalu portal itu mengeluarkan satu tangan yang merebut bendera tersebut dengan memasukkannya ke dalam bendera.
Hana melirik ke belakang dan melihat Cranell yang akhirnya menyerang sendirian, ia mulai memunculkan beberapa portal yang mengeluarkan tangan semua tangan itu mulai mencekik leher mereka masing-masing.
Kekuatan dan kemampuan yang terlihat kuat bahkan Hana tidak bisa melakukan apa pun ketika ia sudah tercekik.
Minami sendiri bahkan tidak bisa mencium aroma musuh lainnya, mungkin karena sihir yang gunakan saat ini yaitu menciptakan sebuah portal.
"Sepertinya aku hanya perlu menyingkirkan kalian dengan kemampuanku yang sudah berada di tingkat paling atas."
"Aku tidak membutuhkan bawahanku, aku melepaskan mereka ke berbagai tempat untuk mengumpulkan beberapa poin dan sekarang..."
"...cukup mengejutkan juga untuk melihat sebuah bendera dan murid-murid 1C."
Cranell tersenyum jahat lalu ia mencoba untuk menghancurkan leher Hana tetapi ia berubah menjadi air lalu mencoba untuk mendekati Cranell yang tiba-tiba menghilang dengan masuk ke dalam portal.
Hana mulai menyelamatkan yang lainnya, ia mulai melihat Cranell berada di hadapannya dan Hana sudah menyiapkan satu serangan tetapi Cranell menghilang begitu saja dan berhasil membelah tubuh bagian bawah Lyazen.
Hana tercengang ketika melihatnya karena ia menjerit kesakitan, Minami mulai menumbuhkan alam emas di sekitarnya yang dapat menyembuhkan seluruh temannya itu tetapi Cranell mulai mengayunkan kedua lengannya.
Jari-jarinya melepaskan gelombang hitam yang menghapus sebagian dari alam emas itu.
"Ke-Kemampuan apa itu...!?"
Marie mulai melempar delapan bilah pedang ke arah Cranell tetapi ia hanya bisa diam dan berjalan menghampiri Hana, semua bilah pedang itu menghilang dan muncul di sekitar Marie sehingga menusuk seluruh anggota tubuhnya.
Membuat dirinya tidak bisa mengatakan apa pun karena kemampuan yang dilakukan oleh Cranell tidak menunjukkan tanda apa pun.
Lyazen mencoba untuk melakukan sesuatu tetapi kondisinya sedang kritis dan kemampuan Minami saat ini sedang memulihkan lukanya pelan-pelan.
__ADS_1
Hanya Hana dan Minami tersisa yang dapat menyerang dirinya, dengan cepat Minami melepaskan Shining Justice tetapi gelombang itu menghilang dan terhapus ketika Cranell menunjuk ke depan menggunakan tapak tangannya.
Melihat keadaan yang bertambah buruk seperti ini membuat Hana mengepalkan tinjunya lalu ia merebut kembali bendera yang Cranell pegang di belakangnya.
Dengan cepat Cranell mencoba untuk merebutnya kembali tetapi ia dikejutkan dengan naga Leviathan yang muncul di belakangnya.
Untungnya Cranell sempat melakukan perpindahan dengan portalnya itu lalu ia mencoba untuk menghapus setengah tubuh Hana tetapi ia berubah menjadi air dan masuk ke dalam pasir itu untuk menyembunyikan keberadaannya.
Melihatnya saja membuat Cranell kesal karena Leviathan di atasnya mulai menyerang dirinya dan mengejarnya.
Di tambah lagi dengan Minami yang mulai bergerak seperti harimau yang mencoba untuk memangsa lawannya.
"Aku akan menghapus dirimu, Minami!!!" Seru Cranell keras, ia mengayunkan kedua lengannya yang melepaskan gelombang X.
Ketika Minami mencoba untuk menghindarinya ia dikejutkan dengan portal yang membawa dirinya tepat di gelombang itu sehingga tubuhnya mulai terbelah menjadi beberapa bagian dan menghilang karena di sedot oleh gelombang itu.
"Kemampuan yang aku miliki dapat memindahkan apa pun bahkan menghapus objek apa pun termasuk makhluk hidup..."
"Minami telah mati ketika menerima gelombang itu karena kemampuan yang aku dapatkan, entah ke mana akan membawa korban yang sudah terkena dengan gelombang tadi." Ungkap Cranell.
Ia melihat Minami memejamkan kedua matanya karena nyawanya yang sudah menghilang begitu saja. Marie dan Lyazen tercengang ketika melihatnya, tidak ada harapan lain karena mereka selanjutnya yang akan menjadi korban.
"Mungkin saja... tubuh yang akan dapatkan dari Minami... telah dipindahkan ke tempat lain---" Cranell melebarkan matanya ketika melihat Leviathan itu berada di hadapannya.
"A-Apa!? Kenapa dia masih di sini!?" Cranell tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri karena kecepatan Minami.
Ia membuka mulutnya lebar lalu berhasil memakan lengan kirinya dan mencabutnya dengan cepat, setelah itu Minami mulai melanjutkan serangannya dengan mencoba untuk mencekik leher Cranell tetapi ia menghilang dengan masuk ke dalam portal di hadapannya.
"Hah... hah... pengecut!!! PENGECUT BRENGSEK!!!" Minami mulai mengamuk.
Cranell mencoba untuk menyerangnya tetapi ia mulai diserang oleh Marie dan Lyazen sehingga membuat Cranell merasa kesal.
Ia menggunakan gelombangnya itu untuk membunuh mereka tetapi Minami mulai menyelimuti kedua tubuh teman-teman dengan cahaya emas untuk bisa bertahan ketika menerima serangan tadi dan ternyata berhasil.
Cranell tidak memiliki pilihan lain selain menciptakan portal besar yang membawa Lyazen dan Marie kembali ke ruang yang sama dengan Morgan sehingga Morgan terkejut ketika melihatnya.
Itu artinya Marie dan Lyazen telah gugur dalam ujian ini dan tidak bisa melanjutkan pembelajaran di akademi ini.
Cranell terkejut ketika salah satu dari mereka bukanlah seorang pemimpin, hanya tersisa Minami dan Hana. Ia hanya perlu mengalahkan salah satu dari mereka dan berharap bahwa ia berhasil menyingkirkan seluruh murid dari kelas 1C.
Ia terlambat ketika matanya disinari dengan cahaya yang begitu silau, ia menatap Minami yang saat ini masih mengamuk dan mulai menghantam daratan beberapa kali sehingga tubuhnya perlahan-lahan membesar.
Hana keluar dari dalam pasir itu dan ia terlambat untuk mencegah Minami mengamuk tetapi ia sempat melihat tatapan Minami yang memberitahu dirinya untuk menyerang Cranell bersama-sama.
__ADS_1
Ia mulai teringat dengan sesuatu dan itu sebelum ujian dimulai di mana Minami menginginkan mereka berdua bekerja sama untuk bisa memenangkan pertarungan ini bahkan lulus dari ujian yang saat ini mereka hadapi dengan membawa nama menuju turnamen.
"Graagggghhhhh!!!" Minami meraung keras.
Membuat Cranell panik bahkan ia mencoba untuk melarikan diri tetapi ukuran Leviathan itu mulai membesar dan menghalang jalan dirinya, percuma saja lari karena Minami sudah mengenal aroma yang dimilikinya.
Cranell melepaskan beberapa gelombang dan Leviathan mulai dijadikan pengorbanan karena tubuhnya dapat tumbuh kembali karena Leviathan itu terbuat dari air yang dimiliki oleh Hana.
Hanya saja tenaga dan Lenergy yang dimiliki oleh Hana mulai terkuras dengan cepat tetapi ia bisa melihat Minami yang sudah berada di wujud [Golden Neko Beast Legend].
Ia mulai mengamuk dan melepaskan Shining Justice melalui mulutnya yang mampu menarik perhatian seluruh murid.
Cranell tersenyum serius karena tindakan yang dilakukan oleh Minami cukup ceroboh juga karena ia baru saja menarik perhatian seluruh murid yang saat ini mulai berdatangan dari wilayah yang berbeda.
Perang akan terjadi di padang pasir dan Cranell tentunya akan menerimanya karena ia dapat menghapus mereka dan memindahkan mereka ke tempat yang sama dengan Morgan.
Minami mulai menghantam daratan, menyebabkan padang pasir itu berubah menjadi daratan emas yang mengejutkan semua murid.
Minami mulai mengulurkan lengan kanannya kepada Minami agar ia bisa berdiri tepat di atas kepalanya, Hana mulai menghampiri puncak kepala Minami yang begitu besar bahkan ia bisa melihat beberapa murid yang saat ini sedang berperang karena setiap angkatan mulai berdatangan.
Cranell mencoba untuk menyingkirkan Hana tetapi selalu saja di hilang sehingga Minami melepaskan laser emas melalui mulutnya yang mengejar Cranell tetapi ia mampu menghilangkannya.
"LEVIATHAN!!!" Seru Hana keras.
Leviathan itu mulai membesar lalu menyelimuti tubuh Minami dan perlahan-lahan menciptakan zirah dari sisik Leviathan bahkan sampai membuat kepala Minami dilindungi dengan kepala Leviathan.
Hana baru saja menggabungkan Leviathan dengan Minami agar ia dapat memiliki kekuatan dan pertahanan yang besar.
Semua orang tercengang ketika melihat tubuh Minami yang diselimuti dengan zirah air, kepalanya bahkan terlihat seperti berada di dalam mulut naga Leviathan yang terbuka.
Minami mulai menghantam daratan dengan cepat bahkan sampai melempar seluruh murid ke belakang dan membuat mereka terjatuh, Honoka dari jarak yang sangat jauh bisa merasakan kekuatan besar di arah timur.
"...apa itu?"
Hana mulai berdiri tegak di atas kepala Minami selagi menunjukkan ekspresi kesal karena ia tidak ingin lagi mengumpulkan poin.
Ia hanya ingin menyingkirkan mereka semua dengan kekuatan Leviathan dan Minami agar ujian berjalan dengan cepat.
"Ini adalah..."
"...Golden Beast Leviathan!!!"
"GRAAAAGGGHHHHHHHHH!!!!"
__ADS_1