Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 602 - Kekuatan Penuh dari Tujuh Dosa Besar


__ADS_3

"Shimatsu Arata... ternyata kau mengajak seseorang yang cukup menjanjikan, Kou Comi." Zoiru mendarat di atas tanah selagi menyilangkan kedua lengannya.


Arata tiba dengan tatapan yang terlihat mematikan, emosi amarah di dalam dirinya melonjak tinggi melihat Ophilia terluka parah bahkan ia sendiri bisa melihat mertuanya mengalami luka yang besar.


Zoiru membiarkan Kou membawa Ophilia ke tempat yang aman karena harga dirinya sebagai dewa Oath akan terus dipenuhi, semua itu adalah sumpah dan sekarang ia bersumpah untuk melakukan pertarungan menarik dengan Arata.


"Ophilia..." Kou mulai menepuk kedua pipi Ophilia, mencoba untuk menyadari dirinya sehingga kedua tatapan Ophilia melihat wajah yang terlihat tidak asing untuknya.


"Korrina..."


"Kou." Kata Kou, ia mengeluarkan sebuah alat suntikan di dalam saku celananya lalu ia menyuntik lehernya untuk menyembuhkan semua lukanya itu.


"Syukurlah aku bisa datang tepat waktu... mungkin semua itu berkat bantuan dari makhluk kecil ini." Kou mengeluarkan Bam Bam melalui saku bajunya dan Bam Bam mulai mendarat di atas kepalanya.


"Mungkin aku akan menjadikan dirinya sebagai peliharaan juga asisten seperti Tech." Kou memberi sedikit gula batu kepada Bam Bam dan ia langsung memakannya selagi memperhatikan Arata.


"Terima kasih, Korrina..."


"Aku bukan Korrina... aku putrinya, Kou Comi!" Kou mengembung kan kedua pipinya sampai membuat Ophilia tertawa pelan.


"Kalian berdua mirip... terima kasih, Kou." Kata Ophilia dan tubuhnya bisa merasakan pemulihan drastis karena suntikan yang ia terima tadi.


Cukup manjur baginya walaupun memakan waktu yang lama karena lukanya yang cukup banyak dan fatal, Kou mulai menatap Arata dan Zoiru dari jauh bahwa pertarungan ini dapat mencegah kebangkitan Bamushigaru.


"Kou, bagaimana bisa kamu menemukan diriku...?"


"Yah, mungkin berkat rencanaku... ketika kamu menghilang, makhluk kecil ini dapat mengendus cukup jauh sampai aku sempat meminta dirinya untuk mencari lokasimu."


"Lokasimu sangat jauh bahkan aku bisa membaca pikiran makhluk kecil ini, dia mengetahui sebuah bahaya menanti dan itu adalah dewa agung Zoiru."


"Aku bergegas menghampiri Arata untuk memperingati dirinya, reaksi yang ia berikan kepadaku cukup mengerikan... dia sangat mencintai dirimu, Ophilia." Kou terkekeh, membuat Ophilia tersenyum dan meneteskan banyak air mata.


"Untuk sekarang istirahat dulu ya..." Kou mengelus kepala Ophilia dan Ophilia hanya bisa mengangguk dengan senyuman lebarnya, ia jatuh tertidur dengan damai.


"Kau... berani-beraninya menyakiti istriku dan menculik dirinya tanpa sepengetahuan diriku." Arata mengepalkan kedua tinjunya dengan aura amarahnya yang terlepas di sekeliling wilayah.


"Shimatsu Arata... aku mengetahui dirimu, kau adalah satu-satunya Legenda unik yang memiliki kekuatan dari tujuh dosa besar! Bukan itu saja... tetapi..."


"...kau memang Legenda yang cukup menarik untuk bisa datang menghadapi diriku sekarang juga." Zoiru tersenyum serius, melihat Arata yang dipenuhi dengan amarah ketika mengetahui Ophilia terus di siksa habis-habisan.


"Seberapa banyak kau menyiksa Ophilia...? Seberapa lama...?" Tanya Arata untuk memastikan sehingga tujuh pedang dosa muncul di belakang punggungnya lalu berputar.


"Hohhh... banyak sekali, seharusnya Ophilia sudah mati beberapa kali tetapi sihir Oath ku memiliki sumpah untuk terus menghidupkan Ophilia sampai ia memberiku sebuah jawaban!"


"Dia menjerit kesakitan... mencoba untuk meminta bantuan tetapi tidak ada yang datang, Ayah dan Ibunya sendiri sudah tersiksa sehingga salah satunya... sudah tidak ada lagi di dunia ini." Zoiru tersenyum, ia baru saja menumpahkan bensin ke dalam api.


Aura Arata mulai muncul dan berlapis-lapis, seluruh dosanya telah bangkit dan melepaskan banyak kekuatan yang mengalir deras di dalam tubuhnya bahwa ia tidak akan memberi sedikit ampun kepada Zoiru.


Sudah lama sekali ia tidak mendapatkan musuh yang membuatnya kesal tetapi musuh satu ini cukup berbeda karena mampu membuat dirinya merasa sangat kesal ketika mengetahui Ophilia di siksa sampai mati terutama kedua mertuanya.


"Apakah itu sudah cukup? Aku akan membatu dirimu membangkitkan semua kekuatan itu agar kau tidak menahan diri melawanku..."


"...aku membenci mengatakannya tetapi seseorang yang mengecewakan diriku hanyalah seekor keledai yang mencoba untuk membuang kotorannya!" Zoiru mengepalkan kedua tinjunya.


"Tunjukkan apa yang kau bisa, keledai pendosa. Apakah kau mampu membuat diriku, dewa agung Zoiru, merasa puas ketika bertarung melawanmu?" Tanya Zoiru selagi menunjukkan rasa hormatnya.


Aura Arata semakin membesar sehingga ia merapatkan giginya sampai tubuhnya mulai bergetar penuh kekuatan, otot-ototnya mulai bertambah besar sampai daratan yang ia injak mulai hancur.


Arata berlutut di atas tanah lalu ia menghantam daratan dengan tatapan kesal, amarah yang ia rasakan adalah amarah terbesarnya dalam sekian lama dan ia akan memberikan neraka abadi untuk Zoiru sendiri.


"Grrrr... HAAAGGGHHHH!!!" Arata menghantam daratan sampai mengeluarkan lahar hitam di sekelilingnya.

__ADS_1


"Hah... Hah... HAH...!!! HAH...!!! SEMUA PERBUATAN YANG KAU LAKUKAN KEPADA MERTUAKU DAN TENTUNYA OPHILIA..."


"...SEMUA BAYARAN YANG HARUS KAU BERIKAN KEPADAKU ADALAH NYAWAMU, DARAHMU, DAN PENDERITAAN DIRIMU!!!" Arata menatap Zoiru tajam dengan kedua pupilnya memunculkan semua lambang tujuh dosa besar.


"HUAAAARRRGGGGHHHHH!!!" Arata melepaskan teriakan besar yang mampu meluncurkan gelombang besar ke atas sehingga semua dosa di Touriverse terserap habis oleh dirinya.


Zoiru memasang tatapan kaget dan puas melihatnya, kekuatan dan Lenergy Arata meningkat sungguh cepat sampai ia bisa menganggap dirinya sebagai Legenda dengan penuh kehormatan.


"Zoiru...!!!" Arata menarik pedang Wrath dan God Slayer, ia menghampiri Zoiru dengan langkah pelan tetapi setiap langkahnya mampu memunculkan sihir gelombang besar di sekelilingnya.


"AKU AKAN MEMBUATMU MENDERITA!!!"


Zoiru melebarkan kedua matanya ketika tubuhnya merasa merinding seketika sehingga tekanan yang Arata lepaskan mampu menghentikan dirinya seketika.


Arata muncul di hadapan Zoiru lalu ia menebas wajahnya beberapa kali menggunakan pedangnya sampai ia terhempas ke belakang, Arata muncul di belakang Zoiru lalu ia menusuk punggungnya dan melemparnya ke atas langit.


Arata memutar kedua pedangnya lalu melepaskan gelombang tebasan berlambang Wrath yang mampu mengenai tubuh Zoiru sampai menimbulkan ledakan yang begitu dahsyat.


Kou bisa merasakannya bahkan ia sampai membawa Ophilia dan Kirua ke tempat yang jauh lebih aman atau mereka akan menerima serangan Arata secara tidak sengaja.


Zoiru melihat Arata maju ke depan lalu ia melancarkan beberapa serangan kombinasi yang begitu cepat, mampu membakar tubuhnya dengan kobaran api yang sangat panas.


Zoiru mencoba untuk menyerang tetapi Arata memutuskan kedua lengannya lalu mempercepat serangannya sampai Zoiru terhempas ke belakang dan menerima tusukan lain dari pedang Arata yang melesat dari belakang punggungnya.


Zoiru menerima beberapa tusukan dari belakang punggungnya sampai ia terhempas ke atas dan melihat Arata melepaskan suara keras lalu melancarkan serangan kombinasi yang menebas tubuhnya beberapa kali.


Zoiru memasang raut wajah yang kesal, rasa sakit yang ia rasakan jauh lebih mengerikan dan kuat dengan apa yang ia bayangkan, mungkin karena dirinya yang meremehkan kekuatan dari tujuh dosa itu.


"Brengsek!!!" Zoiru menghantam wajah Arata tetapi lengannya putus lagi, Arata mengangkat pedang God Slayer lalu ia menusuk lehernya sangat dalam dan terbang menuju daratan sampai tubuhnya terbanting dengan daratan.


Arata melesat ke atas dan ia mulai memegang erat pedang Wrath dan God Slayer nya, setelah itu ia melepaskan gelombang tebasan yang mengenai tubuh Zoiru dalam hitungan detik sampai tebasan itu menciptakan ledakan yang besar.


Zoiru muncul di belakang dengan tubuh yang kembali pulih lalu ia melancarkan satu serangan taring yang berhasil Arata hancur, ia menyerang balik dengan menendang perut Zoiru.


Arata melebarkan kedua matanya sampai memancarkan cahaya merah besar, ia mengangkat kedua lengannya lalu mengayunkan kedua pedang itu secara bersamaan sampai membelah dimensi cukup lebar.


Dimensi itu mengeluarkan banyak ledakan dan dorongan yang mampu melukai Zoiru cukup parah sampai Bamushi sendiri tidak dapat menyentuh Arata yang dipenuhi dengan perlindungan bagaikan serangan.


"GRRRGGGHH...!!! HAAAAGGGGHHHHH!!!" Arata menjerit keras sampai suaranya sendiri mampu menghancurkan daratan sampai menjatuhkan Kou.


"Arata...!!! Hentikan!!!" Seru Kou keras karena ia dapat menghancurkan sihir area milik Zoiru dan lebih buruknya lagi dapat menyebabkan planet Legenia sampai hancur karena serangannya yang mampu mengenai dimensi lain.


Zoiru melihat Arata melepaskan banyak sekali serangan yang tidak dapat ia lihat atau tahan, dirinya terjebak di dalam perangkap Arata yang dipenuhi dengan serangan tanpa henti.


Semua serangan itu menghancurkan tubuh Zoiru satu per satu sampai ia bisa merasakan arti dari kesakitan yang sebenarnya, Legenda yang ia hadapi sangat berbahaya sampai ia tersenyum serius karena kepuasan yang ia rasakan.


"Bagus...!!! Seperti---" mulut Zoiru di tusuk oleh pedang Arata dan ia mulai mengayunkan kedua pedangnya lagi dan lagi tanpa memberi dirinya ampun atau kesempatan untuk melakukan sesuatu.


Arata menusuk dada Zoiru cukup dalam lalu ia menatap wajah Zoiru yang masih bisa tersenyum walaupun menerima serangan sebanyak itu, Arata menyerang dirinya di segala arah.


Menyebabkan celah yang terbuka dimana-mana, setiap serangannya mampu membuka dimensi yang berbeda sehingga Kou melebarkan kedua matanya ketika melihat area sihir di sekelilingnya mulai retak.


"G-Gawat...!" Kou memanggil Kouko untuk mengangkat tubuh Ophilia dan Kirua, ia meminta dirinya untuk membawa mereka ke tempat yang lebih aman.


"ZOIRUUUUU...!!!" Seru Arata keras dan ia mempercepat serangan kombinasinya yang mampu menghancurkan tubuh Zoiru menjadi kepingan kecil tetapi tubuhnya kembali terbentuk lagi dan lagi.


Arata mengangkat kedua pedangnya lalu ia menyambungkannya, setelah itu ia melancarkan satu tusukan yang mampu menghempas Zoiru sampai daratan dengan tubuh yang terbakar oleh kobaran api amarah.


Tubuh Arata masih bisa merasakan aliran kekuatan tak terbatas, tidak ada satu pun batasan yang mencoba untuk membatas kekuatannya itu sehingga punggungnya menumbuhkan sayap Phoenix.


"GRAAAGGGHHHH!!!" Arata menyerang keras, melepaskan seluruh kekuatan dan Lenergynya sampai titik maksimal untuk menghancurkan Zoiru.

__ADS_1


"Gawat... kau benar-benar menakjubkan, Shimatsu Arata...!!!"


"Sekarang lampiaskan lah...!!! Semua itu kepada dewa agung Zoiru!!! Aku mengakuinya, kau adalah lawan terkuat yang aku lawan...!!!" Zoiru tersenyum serius lalu ia melesat maju menuju arah Arata.


"ZOIRUUUU...!!!" Arata melesat maju ke arah Zoiru tetapi ia melihat sebuah halangan yaitu Bamushi yang muncul di hadapannya dengan mulut yang terbuka lebar.


"GRAAGGGGHHHHH!!!" Arata melakukan satu putaran lalu ia menebas wajah Bamushi menggunakan kedua pedangnya dan kedua pedang itu masih bisa di tahan oleh tubuh Bamushi yang sangat keras.


Zoiru melihat Arata menggunakan tujuh pedang dosa itu yang mulai bersatu menjadi satu pedang besar, ia memegang pedang besar tersebut bersamaan dengan God Slayer untuk mengakhiri kehidupan Bamushi dan Zoiru.


"AKU TIDAK AKAN KALAH SAMPAI KAU MERASAKAN PENDERITAAN INI...!!!" Kedua mata Arata terbakar dengan api amarah sampai seluruh tubuhnya ikut terbakar juga.


Arata merapatkan giginya lalu ia melepaskan gelombang sihir amarah melalui kedua tapak kakinya sampai ia berhasil membelah Bamushi menjadi dua.


"Apa...!?" Zoiru tercengang ketika melihatnya.


Arata melesat maju melewati dirinya sampai tubuh Zoiru ikut terbelah menjadi dua, kali ini rasa sakit itu benar-benar membuat dirinya merasakan kesakitan yang dahsyat.


Arata melepaskan dorongan besar yang mampu mendorong tubuh Zoiru sampai mengenai tubuh Bamushi, ia maju ke depan lalu melepaskan serangan kombinasi menggunakan kedua pedangnya, mampu untuk membelah celah dimensi di sekelilingnya.


"... ..." Kou mengepalkan kedua tinjunya.


"Heaven's Gate...!!!" Kedua mata Kou memancarkan cahaya biru sehingga wilayah itu mulai dikeliling dengan pintu emas besar yang dapat menjadi penghalang dari semua serangan itu untuk tidak menghancurkan planet dan Yuusuatouri.


Arata muncul tepat di hadapan Zoiru sehingga tatapan mereka saling bertemu, seluruh tubuh Zoiru menerima serangan Arata, kecepatan serangannya tidak bisa ia ukur dan satu detik yang terlewati sudah mampu memberi Zoiru jutaan tusukan.


Kecepatan Arata terus melonjak ke atas sampai melampaui kecepatan milik Shira sendiri, hanya dengan satu detik Arata berhasil mengenai seluruh tubuh Zoiru dan Bamushi dengan jutaan serangan yang akan meningkat seterusnya.


Kou tidak bisa melihat pertarungan itu, apa yang ia lihat sekarang hanya tiga titik yang bergerak begitu cepat sampai ia tidak bisa mengikutinya.


"Hebat..." Kou tersenyum serius.


Serangan satu detik Arata mulai bertambah sekarang menjadi triliun serangan, hanya satu detik saja dan semua itu masih bisa meningkat seterusnya sampai Arata puas menyiksa Zoiru.


"AAAGGGGHHHHHH!!!" Zoiru menjerit keras, merasa kesakitan tiada henti sehingga setiap serangan itu terus menambah cepat dan kuat.


Arata muncul di atas Zoiru dan Bamushi lalu ia melepaskan serangan mematikan yang mampu menghempas mereka menuju daratan sampai menciptakan getaran dahsyat.


"RASAKAN PENYIKSAAN INI, ZOIRUUUUUU!!!"


Zoiru melebarkan kedua matanya ketika Arata muncul tepat di hadapannya selagi melancarkan serangan kombinasi dengan kecepatan dan kekuatan penuh.


Tubuh Zoiru dan Bamushi langsung tertekan oleh serangan yang tidak dapat di hitung, satu detik terus berlanjut sampai lima menit, lima menit dengan serangan yang tidak bisa di hitung lagi dengan angka.


BAAAMMMM!!!


Arata mendarat di atas daratan dengan tubuhnya yang melepaskan banyak asap, ia menjentikkan jarinya untuk melepaskan sihir kobaran amarah melalui seluruh celah yang ia buka.


BAAAAMMMMMMM!!!


"Sudah cukup, Arata!!!" Seru Kou yang mulai menepuk punggungnya sampai ia kembali sadarkan diri, kali ini ia membiarkan tubuhnya beristirahat sebentar.


"Dia sudah mati..." Kata Kou, ia tidak melihat sisa apapun, semua daging dan keberadaannya menghilang seketika.


Arata berlutut di atas tanah dengan urat-urat yang mulai menonjol, "Ggghhh... terima kasih, Kou..."


"...jika kau tidak menciptakan pelindung itu..."


"Touriverse bisa saja hancur bahkan bisa saja mempengaruhi alam semesta sampai menciptakan celah dimensi yang menyalurkan semua serangan itu ke dunia lain."


"Hm... aku tahu kok."

__ADS_1


__ADS_2